Story of The Blacksuit 2

Masih tentang Balcksuit, this is the second part. Enjoy…

Tentang Music Video

Berbicara tentang music video ada beberapa hal yang membuat aku kurang puas. Pertama tentang alur MV-nya yang terbalik tapi kurang sistematis, semacam flashback. Analisaku sih, mereka memilih alur mundur karena mereka ingin menyembunyikan pelaku pencurian Blacksuit dalam sebuah acara pelelangan. Anehnya, begitu MV dibuka, situasinya sudah chaos dulu tanpa kita tahu itu apa dan dimana. Nggak ada angin, nggak ada hujan, chaos aja gitu. Kita kan jadi mikir “mwoya?”.

chaos
Chaos moment on Blacksuit MV

Menurut aku akan lebih baik jika mereka memulainya dengan menampilkan acara pelelangan terlebih dahulu – Setelah itu, situasi chaos – baru kemudian apa dan kenapa bisa terjadi. Jadi nggak tiba-tiba chaos gitu aja. Setidaknya kita harus tahu itu dimana, acara apa. Kalau yang ditampilkan chaos-nya dulu kan kita jadi mikir “Ini apaan sih?”. Selain itu, dengan penyusunan seperti itu pelaku pencurian berserta kronologinya tetap bisa disembunyikan dengan apik tetapi tetap sistematis.

Kedua, secara keseluruhan MV-nya seru meskipun kalau dibanding Devil dan Mamacita, MV kali ini tingkatannya masih di bawah keduanya. Artinya yang dua itu lebih bagus karena, misal untuk Mamacita, konsepnya juga tentang pencurian dan alurnya mundur juga, tetapi penataannya jauh lebih sistematis dan menarik dibandingkan Blacksuit.

Ketiga, aku agak surprise dengan sekumpulan dancer celana dalam yang cuma muncul beberapa detik itu. Meski member SJ sudah sangat dewasa, nggak tahu kenapa aku kurang suka dengan kemunculan itu. Kesannya seperti MV boygroup-nya YG yang banyak mengeksplorasi perempuan. Mungkin karena aku menganut budaya ketimuran jadi agak sedikit gimana gitu.

Keempat, aku kecewa dengan di cut-nya adegannya Donghae yang baca buku “Romeo & Juliet” itu. Yang masih bingung kenapa aku tahu, itu karena di SJ Returns ditampilkan behind the scenes pembuatan MV Blacksuit.

Padahal ya, itu seru loh kalau ditampilkan karena akan menciptakan kontradiksi. Di satu sisi begitu chaos tetapi begitu tenang disisi lainnya. Sayang sekali malah di cut. Selain itu, adegan Heechul yang kedua (yang pertama tidak memuaskan jadi di ulang), itu juga di cut tanpa kita tahu adegan all age seperti apa yang dilakukan Heechul sampai membuat SJ members dan staff tertawa keras. Di SJ Returns mereka menulis seakan-akan bakal ditampilkan nantinya (mungkin di MV) tetapi justru malah di cut. Ending-nya kita nggak tahu apa-apa. Ya, sudah. Kepalang penasaran tapi nggak ada jawaban. Lupakan.

SJ Event and ELF Event

Di comeback kali ini ELF memberikan banyak sekali dukungan dan kejutan seru untuk Super Junior. Yang paling menarik tentunya yang dilakukan ELF China dimana demi menggaet perhatian publik untuk comeback SJ mereka melakukan promosi di salah satu subway dengan mengubah interior subway menjadi super junior sekali. Keseluruhan gerbong subway dihiasi dengan teaser-teraser terbaru dari album “PLAY”, kemudian lantainya dan dinding subway di ubah menjadi biru sapphire dengan tulisan Super Junior di atasnya. Selain itu, mereka juga menampilkan poster dari album-album SJ terdahulu dan beberapa kata terkait perayaan 12 tahun Super Junior.

DNrAI8_U8AA17j0DNrAD5HV4AAL0RNDNrAD5FVoAI9F44

Dari sekian banyak project yang dilakukan oleh ELF seluruh dunia, promosi di bagian subway inilah yang paling menarik perhatian bahkan bagi member SJ sekali pun. Eunhyuk dan Donghae oppa bahkan sempat memposting foto-foto subway ini di akun SNS mereka.

Tidak cukup dengan itu saja, ELF juga memasang banyak iklan terkait comeback SJ dalam berbagai bentuk yang jumlahnya kalau tidak salah ada sekitar 700 an.

Dengan banyaknya dukungan yang diberikan ELF ke Super Junior mereka jadi nggak mau kalah dan memberi kejutan balik di SM COEX Artium berupa poster album “PLAY” Blacksuit version dengan tulisan…

To. E.L.F.

Gomabgo

Mianhago

Saranghaeyo

From.SJ

DNriheRWsAA2lNu

Ringkas memang, tapi jangan salah banyak yang sekarat. SJ tahu bagaimana caranya berbicara ‘kan?

Selain banner gula-gula itu SJ juga mengadakan jumpa fans ‘gila’ yang ditayangkan secara live melalui V Live. Mereka benar-benar berperan sebagai komedian disana. Setiap kali mereka mulai agak gila, setiap kali itu pula aku akan mengingat perjalanan mereka di Swiss tahun 2014 silam. Waktu itu Eunhyuk dan Leeteuk berencana melakukan ski di Mattehorn. Sebelum itu mereka menyewa beberapa peralatan ski di sebuah ski rent. Karena mereka tidak hanya liburan saja tetapi juga syuting, mode broadcast mereka pun menyala terang and making fun here and there sampai kemudian si petugas di toko penyewaan alat ski itu berbisik satu sama lain “Are they comedian?”. Lucunya Leeteuk mendengar itu karena saat itu mereka sedang berada di meja kasir untuk membayar. Tidak terima dikatai comedian Leeteuk dengan bahasa inggris yang sok keren menjawab “I’m korean singer, I’m not komedian” with the serious face. Jangankan aku yang nonton, dia sendiri aja sadar betapa itu sangat lucu.

Setiap mereka mulai menggila aku selalu teringat wajah seriusnya Leeteuk dan bahasa inggris sok kerennya itu. Bukan komedian apaan, you are a half korean singer and a half korean comedian. If you want to know how funny that, just check the video and you will laugh loudly. I’m sure about that.

Tidak cukup itu saja, setelah selesai broadcast mereka juga membagikan cookies dan minuman bagi ELF yang turut hadir dalam acara tersebut.

DN8wkf_VwAAxPyL
Drink and cookies from SJ

Update terbaru, ELF kembali memberikan kejutan berupa bus Super Junior. Kejutan ini diupload oleh Eunhyuk di akun SNS-nya @eunhyukee44. Selain itu juga ada pedistribusian album ke kafe-kafe, pembagian snack kepada wartawan dan ELF (ELF China make this) dan masih banyak lainnya.

twitter2twitter1

DOK_l8wUMAMW18kDOK_jlZVoAAjSKq

Aku dan “PLAY” Album

Awalnya aku tidak berencana membeli album ini dikarenakan beberapa hal. Sayangnya begitu album resmi dirilis aku nggak bisa menolak godaan, tetapi sebetulnya tidak sesederhana itu. Aku itu tipe orang yang mencintai proses penciptaan sesuatu hal. Ketika aku tahu dengan pasti bagaimana sesuatu hal itu terjadi maka aku menjadi ber-empathy. Oh, they are working hard to make this great thing. So, I’m proud of them and blablabla.

Seperti juga penulis yang berbagai cerita tentang bagaimana mereka menulis buku-buku mereka, tentang bagaimana seseorang meraih mimpi mereka, bagaimana seseorang mengubah diri mereka menjadi sesuatu yang baru, bagaimana seseorang belajar memahami kehidupan mereka yang mengundang tanya, dan banyak lainnya. Itu menjadi topik yang begitu berkesan untukku karena dengan mengetahui sebuah proses, sebuah kronologi sejarah, maka  aku akan mendapat banyak sudut pandang baru yang tidak bisa aku dapatkan tanpa mau terjun kedalamnya.

Aku mulai melakukan hal itu sejak pertama kali belajar Bahasa Inggris dengan tutor Bahasa Inggrisku yang super keren. Beliau mengajar bahasa inggris dengan memperkenalkan kronologi terciptanya bahasa itu. Sejak itu aku mulai menerapkannya ke banyak sekali topik, karena dengan memahami latar belakang sebuah topik kita bisa menjadi lebih andal dalam memahami keseluruhan topik tersebut.

Nah, apa itu juga berlaku untuk album “PLAY”? Jawabannya iya karena melalui SJ Returns aku jadi tahu bagaimana suatu album diciptakan untuk kemudian dirilis ke publik. Tentang bagaimana menariknya mendengarkan sebuah demo lagu hingga kemudian menjadi lagu sebenarnya. Tentang bagaimana mereka belajar sebuah koreografi baru, memonitor penampilan hingga menyempurnakan kekurangan-kekurangan. Tentang bagaimana mereka menghadiri banyaknya meeting demi menciptakan album yang sempurna. Tentang proses recording yang ternyata memakan waktu yang tidak sedikit dan banyak lainnya. Hal-hal itulah yang kemudian menarikku untuk memberikan apresiasi terhadap kerja keras mereka dengan membeli album yang mereka rilis. Selain itu, aku pun jatuh cinta dengan desain album ini yang terkesan simple tetapi menarik dan berkelas. Desain cover albumnya piringan hitam ‘kan, nah aku suka banget piringan hitam makannya memutuskan untuk membelinya.

DOMFKvjUMAAwQIl
I bought One More Chance version and Jaehyun did it too. It’s called seduction.

Maybe that’s all, 7 pages,  2,789 words,  and I’m tired. So, What do you think about this album? Have a unique story? Share here, I will waiting for your feedback. Bye-bye…

Queendya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s