Story of The Blacksuit 2

Masih tentang Balcksuit, this is the second part. Enjoy…

Tentang Music Video

Berbicara tentang music video ada beberapa hal yang membuat aku kurang puas. Pertama tentang alur MV-nya yang terbalik tapi kurang sistematis, semacam flashback. Analisaku sih, mereka memilih alur mundur karena mereka ingin menyembunyikan pelaku pencurian Blacksuit dalam sebuah acara pelelangan. Anehnya, begitu MV dibuka, situasinya sudah chaos dulu tanpa kita tahu itu apa dan dimana. Nggak ada angin, nggak ada hujan, chaos aja gitu. Kita kan jadi mikir “mwoya?”.

chaos
Chaos moment on Blacksuit MV

Menurut aku akan lebih baik jika mereka memulainya dengan menampilkan acara pelelangan terlebih dahulu – Setelah itu, situasi chaos – baru kemudian apa dan kenapa bisa terjadi. Jadi nggak tiba-tiba chaos gitu aja. Setidaknya kita harus tahu itu dimana, acara apa. Kalau yang ditampilkan chaos-nya dulu kan kita jadi mikir “Ini apaan sih?”. Selain itu, dengan penyusunan seperti itu pelaku pencurian berserta kronologinya tetap bisa disembunyikan dengan apik tetapi tetap sistematis.

Kedua, secara keseluruhan MV-nya seru meskipun kalau dibanding Devil dan Mamacita, MV kali ini tingkatannya masih di bawah keduanya. Artinya yang dua itu lebih bagus karena, misal untuk Mamacita, konsepnya juga tentang pencurian dan alurnya mundur juga, tetapi penataannya jauh lebih sistematis dan menarik dibandingkan Blacksuit.

Ketiga, aku agak surprise dengan sekumpulan dancer celana dalam yang cuma muncul beberapa detik itu. Meski member SJ sudah sangat dewasa, nggak tahu kenapa aku kurang suka dengan kemunculan itu. Kesannya seperti MV boygroup-nya YG yang banyak mengeksplorasi perempuan. Mungkin karena aku menganut budaya ketimuran jadi agak sedikit gimana gitu.

Keempat, aku kecewa dengan di cut-nya adegannya Donghae yang baca buku “Romeo & Juliet” itu. Yang masih bingung kenapa aku tahu, itu karena di SJ Returns ditampilkan behind the scenes pembuatan MV Blacksuit.

Padahal ya, itu seru loh kalau ditampilkan karena akan menciptakan kontradiksi. Di satu sisi begitu chaos tetapi begitu tenang disisi lainnya. Sayang sekali malah di cut. Selain itu, adegan Heechul yang kedua (yang pertama tidak memuaskan jadi di ulang), itu juga di cut tanpa kita tahu adegan all age seperti apa yang dilakukan Heechul sampai membuat SJ members dan staff tertawa keras. Di SJ Returns mereka menulis seakan-akan bakal ditampilkan nantinya (mungkin di MV) tetapi justru malah di cut. Ending-nya kita nggak tahu apa-apa. Ya, sudah. Kepalang penasaran tapi nggak ada jawaban. Lupakan.

SJ Event and ELF Event

Di comeback kali ini ELF memberikan banyak sekali dukungan dan kejutan seru untuk Super Junior. Yang paling menarik tentunya yang dilakukan ELF China dimana demi menggaet perhatian publik untuk comeback SJ mereka melakukan promosi di salah satu subway dengan mengubah interior subway menjadi super junior sekali. Keseluruhan gerbong subway dihiasi dengan teaser-teraser terbaru dari album “PLAY”, kemudian lantainya dan dinding subway di ubah menjadi biru sapphire dengan tulisan Super Junior di atasnya. Selain itu, mereka juga menampilkan poster dari album-album SJ terdahulu dan beberapa kata terkait perayaan 12 tahun Super Junior.

DNrAI8_U8AA17j0DNrAD5HV4AAL0RNDNrAD5FVoAI9F44

Dari sekian banyak project yang dilakukan oleh ELF seluruh dunia, promosi di bagian subway inilah yang paling menarik perhatian bahkan bagi member SJ sekali pun. Eunhyuk dan Donghae oppa bahkan sempat memposting foto-foto subway ini di akun SNS mereka.

Tidak cukup dengan itu saja, ELF juga memasang banyak iklan terkait comeback SJ dalam berbagai bentuk yang jumlahnya kalau tidak salah ada sekitar 700 an.

Dengan banyaknya dukungan yang diberikan ELF ke Super Junior mereka jadi nggak mau kalah dan memberi kejutan balik di SM COEX Artium berupa poster album “PLAY” Blacksuit version dengan tulisan…

To. E.L.F.

Gomabgo

Mianhago

Saranghaeyo

From.SJ

DNriheRWsAA2lNu

Ringkas memang, tapi jangan salah banyak yang sekarat. SJ tahu bagaimana caranya berbicara ‘kan?

Selain banner gula-gula itu SJ juga mengadakan jumpa fans ‘gila’ yang ditayangkan secara live melalui V Live. Mereka benar-benar berperan sebagai komedian disana. Setiap kali mereka mulai agak gila, setiap kali itu pula aku akan mengingat perjalanan mereka di Swiss tahun 2014 silam. Waktu itu Eunhyuk dan Leeteuk berencana melakukan ski di Mattehorn. Sebelum itu mereka menyewa beberapa peralatan ski di sebuah ski rent. Karena mereka tidak hanya liburan saja tetapi juga syuting, mode broadcast mereka pun menyala terang and making fun here and there sampai kemudian si petugas di toko penyewaan alat ski itu berbisik satu sama lain “Are they comedian?”. Lucunya Leeteuk mendengar itu karena saat itu mereka sedang berada di meja kasir untuk membayar. Tidak terima dikatai comedian Leeteuk dengan bahasa inggris yang sok keren menjawab “I’m korean singer, I’m not komedian” with the serious face. Jangankan aku yang nonton, dia sendiri aja sadar betapa itu sangat lucu.

Setiap mereka mulai menggila aku selalu teringat wajah seriusnya Leeteuk dan bahasa inggris sok kerennya itu. Bukan komedian apaan, you are a half korean singer and a half korean comedian. If you want to know how funny that, just check the video and you will laugh loudly. I’m sure about that.

Tidak cukup itu saja, setelah selesai broadcast mereka juga membagikan cookies dan minuman bagi ELF yang turut hadir dalam acara tersebut.

DN8wkf_VwAAxPyL
Drink and cookies from SJ

Update terbaru, ELF kembali memberikan kejutan berupa bus Super Junior. Kejutan ini diupload oleh Eunhyuk di akun SNS-nya @eunhyukee44. Selain itu juga ada pedistribusian album ke kafe-kafe, pembagian snack kepada wartawan dan ELF (ELF China make this) dan masih banyak lainnya.

twitter2twitter1

DOK_l8wUMAMW18kDOK_jlZVoAAjSKq

Aku dan “PLAY” Album

Awalnya aku tidak berencana membeli album ini dikarenakan beberapa hal. Sayangnya begitu album resmi dirilis aku nggak bisa menolak godaan, tetapi sebetulnya tidak sesederhana itu. Aku itu tipe orang yang mencintai proses penciptaan sesuatu hal. Ketika aku tahu dengan pasti bagaimana sesuatu hal itu terjadi maka aku menjadi ber-empathy. Oh, they are working hard to make this great thing. So, I’m proud of them and blablabla.

Seperti juga penulis yang berbagai cerita tentang bagaimana mereka menulis buku-buku mereka, tentang bagaimana seseorang meraih mimpi mereka, bagaimana seseorang mengubah diri mereka menjadi sesuatu yang baru, bagaimana seseorang belajar memahami kehidupan mereka yang mengundang tanya, dan banyak lainnya. Itu menjadi topik yang begitu berkesan untukku karena dengan mengetahui sebuah proses, sebuah kronologi sejarah, maka  aku akan mendapat banyak sudut pandang baru yang tidak bisa aku dapatkan tanpa mau terjun kedalamnya.

Aku mulai melakukan hal itu sejak pertama kali belajar Bahasa Inggris dengan tutor Bahasa Inggrisku yang super keren. Beliau mengajar bahasa inggris dengan memperkenalkan kronologi terciptanya bahasa itu. Sejak itu aku mulai menerapkannya ke banyak sekali topik, karena dengan memahami latar belakang sebuah topik kita bisa menjadi lebih andal dalam memahami keseluruhan topik tersebut.

Nah, apa itu juga berlaku untuk album “PLAY”? Jawabannya iya karena melalui SJ Returns aku jadi tahu bagaimana suatu album diciptakan untuk kemudian dirilis ke publik. Tentang bagaimana menariknya mendengarkan sebuah demo lagu hingga kemudian menjadi lagu sebenarnya. Tentang bagaimana mereka belajar sebuah koreografi baru, memonitor penampilan hingga menyempurnakan kekurangan-kekurangan. Tentang bagaimana mereka menghadiri banyaknya meeting demi menciptakan album yang sempurna. Tentang proses recording yang ternyata memakan waktu yang tidak sedikit dan banyak lainnya. Hal-hal itulah yang kemudian menarikku untuk memberikan apresiasi terhadap kerja keras mereka dengan membeli album yang mereka rilis. Selain itu, aku pun jatuh cinta dengan desain album ini yang terkesan simple tetapi menarik dan berkelas. Desain cover albumnya piringan hitam ‘kan, nah aku suka banget piringan hitam makannya memutuskan untuk membelinya.

DOMFKvjUMAAwQIl
I bought One More Chance version and Jaehyun did it too. It’s called seduction.

Maybe that’s all, 7 pages,  2,789 words,  and I’m tired. So, What do you think about this album? Have a unique story? Share here, I will waiting for your feedback. Bye-bye…

Edda

Iklan

Story of The Blacksuit 1

Warning: Tulisan ini akan sangat panjang jadi aku akan menjelaskan rinciannya kepada kalian. So, gini, comeback Super Junior kali ini bagi aku pribadi sangat special banget. Banyak sekali momen luar biasa yang terjadi selama proses pembuatan album “PLAY”, maka dari itu aku akan membaginya menjadi 2 bab besar Blacksuit Part dan One More Chance Part. Tolong dicatat pembagian bab ini bukan untuk membahas OMC dan Blacksuit secara terpisah, tetapi hanya sekedar penamaan saja karena album SJ kali ini memiliki 2 versi album yakni OMC dan Blacksuit. Blacksuit Part sendiri akan berisi short words seputar 12 tahun perjalanan Super Junior, sedangkan One More Chance Part akan dibagi menjadi beberapa sub bab kecil untuk lebih memudahkan kalian membaca dan memahami alurnya. Khusus sub bab-nya silahkan lihat detailnya di full article nanti. Dengan pembagian ini, aku berharap arah tulisan akan lebih mudah dipahami. So, let’s started… 

Super Junior X ELF ~~~ PLAYYY!!!


ONE MORE CHANCE PART

Super Junior baru saja merilis album terbarunya “PLAY” 4 hari yang lalu. Cukhaederimida! (Leeteuk style). Udah pada stream ‘kan? Iya…belum. Mwo? Masih ada yang belum stream juga? Buruan pergi sono deh, stream sekarang juga, nggak mau tahu, harus stream (mode nyuruh2). Hey…I don’t mean anything okay, forget it. We will making fun time here. Don’t worry.

By the waySuper Junior udah segini tuanya ya, kita (ELF) tentu saja turut menua bersama (we aren’t vampire). Dari 12 tahun perjalanan Super Junior, tentu tidak setiap dari kita berdiri bersama mereka sedari awal. Aku sendiri berdiri bersama mereka baru 5 tahun 6 bulan saja (katakan aku turut larut dalam euforia SS4 Indonesia 2012 lalu). Mungkin kalian pun sama, ada yang berdiri sedari awal, pergi sebentar, kembali lagi, pergi selamanya, atau pun datang baru-baru ini. Tidak masalah. Tidak ada keharusan untuk bersama sedari awal. Mulailah kapan pun kalian ingin, tetapi jika bisa berdirilah sampai akhir. Meski sekali lagi tidak ada keharusan juga untuk itu. Hanya saja, akan sangat menarik jika kita bisa terus bersama hingga nanti. So, sebisa mungkin ayo tetap bersama dan…

Selamat Ulang Tahun untuk yang ke-12 tahun Super Junior. We love you ♥♥.

Sudah terlalu panjang ya, jadi ayo berjalan ke topik selanjutnya.


BLACKSUIT PART

Tentang Album “PLAY”

Untuk album terbaru kali ini, seperti biasa, Super Junior memilih merilis full album seperti sebelum-sebelumnya (mereka sempat terpikir untuk merilis mini album soalnya). Album ini memiliki 2 versi album, Blacksuit dan One More Chance yang di dalamnya termuat 10 lagu yaitu…

  1. Blacksuit (tittle track)

Lagu ini lagu favorit aku di album “PLAY”. Sejak pertama kali denger demo Eng ver dari lagu ini aku udah jatuh cinta. Saat itu aku langsung terpikir mereka pasti bakal memilih lagu ini juga, karena hanya lagu ini saja yang menciptakan respon serentak di wajah mereka, dan ternyata di kemudian hari dugaan aku terbukti. Selain itu, Eunhyuk oppa juga yang menulis lirik untuk korean version-nya. Sebetulnya sudah ada yang menulis lirik koreanya, tetapi karena nggak puas, sama dia di tulis ulang deh itu lirik dan ternyata jadinya lebih bagus. Hal itu berlaku juga untuk track ke-2 Scene Stealer. Oh ya, penulis lagu ini orang Denmark.

  1. Scene Stealer

Kalau ini agak unik. Waktu denger demo Eng ver dari lagu ini aku nggak terlalu suka, tetapi begitu demo Korean ver keluar aku malah takjub karena jadinya beda banget. Bener yang SJ bilang lagu Eng ver bisa jadi sangat berbeda jika di translate ke Korean ver. Setelah aku analisis lebih jauh sebenarnya alasan ketidaksukaanku itu subjektif banget, yang Eng ver aku nggak suka suara penyanyinya dan untuk Korean ver aku pro sama penyanyi demonya. Kkkkk. Nggak jelas banget ‘kan. Habis begitu Eunhyuk sama Yesung oppa yang nyanyi, rasanya jadi Super Junior banget (iyalah, masa jadi twice banget…TT).

Yo (Whats up?) Get ready (Ok!)…

Oh ya, seperti yang udah aku bilang di review Blacksuit, lirik lagu ini ditulis sama Eunhyuk oppa juga. Alasannya agak sedikit berbeda dari Blacksuit, kalau di Blacksuit karena nggak puas, maka ini karena waktu Eunhyuk oppa nulis rap part-nya dan digabung menjadi satu kesatuan ternyata jadinya nggak match. Oleh karena itu, sekalian saja dia ubah semua lirik lagunya dan produsernya bilang hasilnya jauh lebih bagus.

  1. 비처럼 가지 마요 (One More Chance)

Ini sih nggak usah ditanya, cukup satu kata “Johayong”. Lagu ini tuh kerasa banget sedihnya, ciri-ciri pengalaman pribadi penulis (Lee Donghae, I caught you kkkkk). Ada konsep yang menyatakan bahwa “seorang penulis akan memasukkan pengalaman pribadiya ke dalam karya yang diciptakannya”. Tetapi beneran loh, dia sendiri bilang gitu di Live Vapp kemarin kalau itu pengalaman pribadinya dia. Aura-aura ditinggalin gitu aja, kayak hujan. Kkkkkk. I’m I right, Lee Donghae?

Oh ya, selain aku ada yang terpesona dengan rap part lagu ini nggak? Kalau iya berarti kalian udah terjebak bujuk rayunya National Anchovy Byun Hyuk (byuntae Eunhyuk). Jangankan kalian, Donghae aja blushing. Kkkk. Tapi ada yang lucu dari lagu ini, pas di recording time-nya Yesung, lagu ini sempat di rated 29 hanya karena satu kata “oh”. Tahu kan lirik yang “Idero bichereom gajimayo…oh”. Nah, Yesung nyanyinya terlalu sensual gara-gara disuruh ngulang berkali-kali sama Donghae yang nggak puas-puas juga. Saking terlalu banyaknya percobaan demi feeling lagu yang lebih ‘sakit”, malah sensual deh jadinya. Kehabisan pilihan soalnya. Lee Donghae sih, banyak maunya. Kkkk. Sejak itu setiap dengar lagu ini aku malah jadi pengen ketawa dibanding sedih. Sempat nangis sih pas pertama denger full lagunya tapi habis itu ya ketawa doank.

  1. Good Day for a Good Day

Yang ini simple aja, melodinya cantik dan western sekali …with you..u..u..u. Lagu ini juga masuk 5 kandidat tittle track.

  1. Runaway

Kalau nggak salah denger ada lirik soal “good on me…” gitu. Molla, aku belum baca terjemahnya tetapi mungkin lagu soal penampilan diri. Mari dikonfirmasi nanti.

  1. The Lucky Ones

Gara-gara byong…byong-nya Byunhyuk di recording time, aku sampai penasaran tingkat akut. Pikirku itu pasti point lagunya, eh…point apaan, melodi sekian detik doank juga iya. Ternyata…I’m NOT the lucky lucky lucky lucky.

  1. 예뻐 보여 (Girlfriend)

Pembuka lagunya Kyuhyun, makannya moodku terhadap lagu ini jadi terjun ke jurang. Tolong dicatat aku bukan haters-nya Kyuhyun, hanya saja beberapa waktu lalu aku sempat terlibat insiden dengan 14 fansnya Kyuhyun. Sebenarnya hanya kesalahpahaman kecil yang dikarenakan oleh ambiguitas kalimat + beragam POV yang menciptakan complicated situation, dimana akhirnya aku dituduh membully Kyuhyun dengan making fun of his body. But i’m not. I don’t mean anything. Tetapi ya gitu warganet memang sedikit sulit, mana tingkatannya internasional lagi.

Tapi yang pasti aku sudah memberi penjelasan kepada mereka dengan sikap yang aku tahan baik-baik, jangan sampai meledak, tetapi ternyata malah aku diteriakin dan dilempari beberapa kata makian dalam berbagai bahasa (Spain, English, Arabic, Vietnam, dll). Aku memberi kesempatan selama nyaris satu minggu untuk mereka menanggapi penjelasan aku, tetapi mereka malah menghindar. Aku pikir, ah mungkin aku di block, ternyata enggak, berarti mereka aja yang pengecut karena mustahil jika tidak block dan mereka tidak menerima pesanku. Namun, setidaknya dari 15 orang, ada satu yang membalas pesanku dengan pikiran terbuka, makannya hanya aku sebutkan 14 orang yang berkonfrontasi.

Sudah aku beri penjelasan, tidak ada tanggapan, ya sudah, yang paham pesanku bukan pesan berisi pembullyan saja ada ratusan. Kenapa harus khawatir. Aku block saja mereka dan semuanya selesai…secara teknis, tetapi apa yang mereka perbuat tidak bisa terlupa begitu saja bahkan setelah 2 minggu lamanya. Akibatnya aku jadi benci banget denger nama Kyuhyun disebut dengan alasan apapun itu. Mungkin untuk saat ini Kyuhyun ditiadakan dulu. Nanti ketika dia kembali di 2019, aku berharap aku sudah melupakan segalanya dan bisa kembali seperti biasa. Ah, malah curhat lagi. Lupakan! Ayo kembali ke tujuan awal.

Jadi, bagaimana lagunya? Girlfriend itu…jenis lagu medium yang asik buat bersantai. Cantik. Bukan begitu?

  1. Spin Up!

Melodinya oke. Saudaranya tirinya Blacksuit (karena miripnya dikit aja).

  1. 시간 차 (Too late)

Ini favorit aku juga. Reff partnya cantik.

“…Naneun maebeon neujgo akkapge neol nohchyeo. Nae mameun tto Too Late…no way…”

  1. I do (두 번째 고백)

Yang ini juga favorit kkkk. Sebenarnya aku suka semua lagu di album ini. Addictive ke aku soalnya, apalagi yang “I do” ini ‘kan khusus untul ELF jadi ya makin suka (klise). Nggak gitu juga sih, lagu ini memang sudah aku suka sejak masih berupa potongan recording di SJ Returns. Selain itu, melodinya juga enak dan liriknya gula-gula. So,….

Pencapaian Album “PLAY”

Soal pencapaian, album kali ini menurut aku udah sangat bagus dibandingkan semua comeback Super Junior baik grup maupun solo selama hampir 3 tahun terakhir. Sejak pertama kali dirilis, tittle track lagu ini, Blacksuit memulai debutnya di posisi 20 melon chart dan bahkan sempat berada di  posisi 1 Soribada (sekarang no 2). Hingga hari ketiga setelah perilisan, Blacksuit masih berada di TOP 100 di semua chart musik. Give applause.

Pencapaian lainnya, album ini juga menempati posisi satu chart iTunes di 23 negara. Ini tentu jauh lebih baik dibandingkan Devil yang hanya sekitar 15 negara saja. Tidak hanya itu, penjualan album fisik “PLAY” pun menempati puncak Hanteo dengan total penjualan 106.713 copy.

IMG_20171107_091541

IMG_20171107_091618
Ini penjualan hari pertama. Sampai hari ke -3 perilisan jumlah penjualannya sudah mencapai 106.713 copy album

Berbicara tentang pencapaian, viewers youtube tentu tidak bisa diabaikan. Seperti yang kalian tahu bahwa sebelum merilis Blacksuit, SJ sempat merilis pre-release song, One More Chance. Nah, untuk OMC, MV lagu itu sudah ditonton sebanyak 1 juta kali hanya dalam 7 jam saja, sedangkan Blacksuit berhasil ditonton 2,9 juta kali dalam 24 jam. Sedikit tentang Blacksuit, aku nggak tahu pasti dalam berapa jam MV itu berhasil ditonton sebanyak 1 juta kali karena viewers youtube-nya sempat frozen selama lebih dari 6 jam dan karena bete, aku tinggal tidur deh. Nyebelin tahu because we did something but like doing nothing. Meskipun itu ter-count juga, tapi ‘kan nggak kelihatan. Jangan lupakan konsep zaman ini no pic = hoax. Jadi, kalau nggak bisa dibuktikan yang nggak bakal dipercaya. Sekarang sih nggak perlu khawatir karena udah nggak frozen lagi dan MV blacksuit sudah ditonton lebih dari 5  juta kali. So, keep streaming guys.

11
Blacksuit MV
1111
One More Chance MV

Oh ya, tentang pencapaian ini aku memiliki beberapa hal untuk dikatakan. Selama 5 tahun 6 bulan bersama Super Junior rasanya baru kali ini aku melihat ELF melakukan hal yang sangat luar biasa. Bukan berarti tidak dengan yang dulu-dulu, kalau mereka nggak kerja keras mana bisa SJ sukses besar di zaman itu ‘kan. Tetapi begini, yang membuat ini keren adalah karena situasinya yang sangat berbeda sekali dibanding dulu, dimana Super Junior hari ini bukanlah toko baru yang sedang naik daun, tetapi hanya toko lama yang tetap memiliki pengunjung setia mereka. Disisi lain toko-toko baru terus bermunculan dan tidak bisa dipungkiri bahwa kemunculan itu berarti terciptanya pilihan-pilihan baru yang mungkin lebih baik dan lebih menarik. Lalu melihat ELF yang masih setia dengan toko lamanya, itu luar biasa. Selain itu, ELF juga jauh lebih dewasa dalam menanggapi berbagai masalah. Salah satu yang klasik tentu fanwar ya, kemarin sempat ada seseorang yang menulis kalimat provokasi seperti ini “SVT (Seventeen) making comeback in the same time and will destroy Super Junior”.

Kalau itu terjadi di waktu lampau mungkin kebanyakan ELF akan menanggapinya dengan meledak-ledak, tetapi hari ini mereka jauh lebih tenang dan tidak mudah terpancing apalagi mengumbar kebencian. Itu sangat menarik untuk aku karena ternyata dengan menciptakan situasi positif maka akan diperoleh hasil yang positif juga. Akhir-akhir ini juga mereka (ELF) terus menebarkan cinta dan itu menjadikan streaming hal yang menyenangkan untuk dilakukan. Hati juga menjadi jauh lebih ringan dan kita bisa merasakan kebahagiaan meski hasilnya tidak sebaik yang kita harapkan. Harusnya sejak Devil udah gitu ya, but It’s okay for #Too Late, now we are not. Itu hari lalu, fokuskan saja ke hari sekarang. Fighting!

See you on the second part…

 

Edda

Is There “One More Chance”?

Caution: This is nothing. Just the thing in my mind that coming out. So, becarefull, I’m warning you, this is nothing.

Ada ribuan pertanyaan di dalam kepala ini setiap waktunya. Tentang mengapa aku ingin? Mengapa aku harus jatuh cinta? Mengapa aku harus peduli? Mengapa aku tidak jadi orang yang tidak mau tahu saja? Mengapa aku tidak hidup normal dalam ketidaktahuan saja? Dan mengapa-mengapa lainnya.

Kemuakan ini kian menumpuk, menarik semua emosi dari dalam kepala. Aku nyaris meledak tetapi aku belum juga bisa berbuat sesuatu hal. Itu sangat menjengkelkan sungguh. Kemudian pertanyaan-pertanyaan itu akan berubah menjadi bagaimana aku menemukan cara untuk mengubahnya? Oh, apakah aku bersungguh-sungguh? Apakah aku hanya berteriak omong kosong? Bisakah aku melakukannya? atau apakah aku sudah melakukan suatu kerja? Entahlah. Jika bagan rencana termasuk kerja, maka ya, berarti aku mungkin sedang bekerja.

Pendidikan itu betul-betul, bisakah tidak menghantuiku seumur hidup? Aku benar-benar sangat muak sekali. Tetapi tahukah kalian, melihat sesuatu yang melenceng setiap harinya nyatanya tak semudah itu terlupa. Hal itu seperti mengakar di dalam otakmu, muncul secara berkala, dan berbisik di telingamu “kamu yakin ini benar? Tidak ingin ada perubahan, eh? Hey, lihatlah dirimu yang payah itu?”. Tidak bisa kamu berpura-pura tidak mendengarnya, tidak melihatnya, dan yang terburuk momen itu tidak akan pernah membiarkanmu menjadi orang normal kembali dengan rutinitas “yes, it’s okay”. You can’t say anything okay after that for sure. Seperti yang dikatakan Haruki Murakami,

Seseorang yang melewati badai tidak akan pernah menjadi orang yang sama.

Terkadang kita berharap suatu pengertian dari orang lain, tetapi itu tidak bisa terjadi karena apa yang kamu cemaskan tidak lebih dari kenormalan bagi mereka. Lalu siapa? Kepada siapa kita harus berbicara? Ini sesuatu yang sulit untuk dikerjakan sendirian. Dari seribu orang, hanya satu diantara mereka yang sejalan dengan apa yang kita pikirkan, dan menemukan satu itu bukanlah perkara mudah.

Sejak 2016 lalu aku mengikuti beberapa forum berita online internasional. Banyak hal-hal tidak biasa yang tertulis di sana. Sesuatu yang tidak terlalu bisa aku pahami karena kontennya yang bersifat future. Kemudian bulan ini, oktober, salah seorang Profesor yang bukunya menjadi langgananku tiba-tiba mengumumkan peluncuran buku. Masih di minggu yang sama aku pikir aku harus bergegas untuk mendapatkan buku itu, tetapi ternyata masih belum beredar di toko buku. Setelah menunggu selama 2 minggu lamanya buku itu akhirnya kutemukan juga. Selalu seperti itu, ketika mulai ada hal yang mengganjal di hati dan keinginan pergi ke toko buku membuatku tidak bisa tidur berarti ada sesuatu yang bisa aku dapatkan di sana.

Lalu apa keterkaitan buku itu dengan semuanya? Sesuatu yang istimewa karena buku itu berisi penjelasan lebih mendetail tentang berita-berita ‘aneh’ yang aku baca di beberapa forum berita internasional tersebut. Tomorrow is Today  ini merupakan seri selanjutnya dari Disruption yang dirilis pada Februari 2017 lalu oleh Prof. Rhenald Kasali. Jika Disruption masih sekedar arus sungai  bergelombang ringan maka Tomorrow is Today adalah gelombang lautan dikala badai. Lebih menyalak.

Setelah membaca buku tersebut satu yang bisa aku pikirkan adalah, kali ini presentase kemungkinan perubahan akan naik tinggi, dalam hal ini yang aku maksudkan adalah khusus dunia pendidikan. Dari sekian banyak hal di dunia Disruption, yang paling ingin aku lihat hanya ada satu yaitu disruption di dunia pendidikan. Bagaimana pendidikan akan berjalan setelah disruption itu? Apa kiranya yang akan terjadi dengan incumbent-incumbent itu nantinya? Tentu akan sangat menarik. Aku ingin mereka tersadar bahwa pendidikan hari ini bukanlah masa lalu yang mereka tuhankan itu. Aku ingin mereka tahu bahwa ada begitu banyak hal yang harus dibenahi di dalam institusi pendidikan. Roh yang melayang entah di belahan dunia manakah itulah yang harus di tarik kembali.

Kalian ingat kronologi penangkapan bupati Buol, Sulawesi Tengah 2012 lalu? Aku harap kalian masih mengingatnya. Beberapa hari lalu aku memutar video penangkapan si terdakwa korupsi tersebut yang sangat menegangkan sekaligus mengherankan. Jadi, jika kalian masih ingat, si terdakwa korupsi ini berhasil melarikan diri ketika akan ditangkap pada 26 Juni 2017. Bahkan mobil yang ditumpanginya bersama para pengawalnya sempat menabrak mobil dan motor yang dipakai oleh para penyidik KPK. Tidak berhenti sampai disana, bupati koruptor ini setelah berhasil melarikan diri kerumah dinasnya (sebelumnya beliau berada di villanya di tengah perkebunan sawit untuk melakukan transaksi korupsi), rumah itu telah dijaga oleh para pendukungnya yang siap mati untuknya (nah, nggak ngerti, ada yang begituan ya?). Mereka membawa barang-barang berbahaya seperti pisau dan sebagainya. Hal itu kemudian memaksa KPK mundur demi keamanan dan kembali pada bulan Juli bersama pasukan elit polri, Densus 88. Luar biasa ‘kan? Menangkap koruptor saja layaknya menangkap teroris.

Setelah melihat itu aku pikir, pendidikan di Indonesia tidak bisa dibiarkan seperti ini secara terus-menerus. Generasi muda Indonesia tidak boleh menjadi seperti mereka lagi. Pendidikan harus bisa membangun nurani, karakter, dan etika para generasi penerus. Tidak cukup dengan gemuruh pengetahuan saja. Jika dibiarkan, masa depan Indonesia sudah pasti akan menjadi seperti apa.

Jadi, bagaimana membawa masa depan itu ke hari ini? Pasti ada suatu cara ‘kan? This is my imagination.

Edda