#World Book Day: Keterlambatan yang Mengubah

World Book Day atau Hari Buku Sedunia yang diperingati setiap 23 April, awalnya adalah sebuah perayaan Hari Saint George di wilayah Kolombia. Pada perayaan ini seorang pria akan memberikan mawar kepada perempuan mereka. Namun, sejak tahun 1923 para pedagang buku mulai mewarnai festival ini sebagai penghormatan kepada Miguel de Cervantes, seorang pengarang yang meninggal pada…

Mencoba ‘Terbuka’

Keragaman memang melahirkan sebuah keindahan menyejukkan. Namun, seperti sebuah kotak persegi panjang, keragaman juga menciptakan sisi lain yang sama sekali berbeda dengan sisi lainnya. Artinya dia memerlukan perlakuan khusus. Ya, sebuah kepekaan untuk saling menghargai demi terciptanya kedamaian diantara perbedaan. Terkadang ada suatu waktu dimana aku merasa cukup terbuka, namun di situasi lain, ternyata itupun…

“If I said ‘Don’t Enter the University’, Am I Wrong?”

Beberapa bulan yang lalu, di tahun 2017, salah satu penerbit buku mem-posting sebuah artikel dalam situsnya yang menyebutkan bahwa “Orang yang membaca tanpa menyampaikannya pada orang lain sama saja dengan orang yang membeli ponsel untuk selfie”. Nah, berpegang pada dalih itu dan ketidaksukaan dikategorikan sebagai ‘selfiers’, sebut saja begitu, maka aku ingin berbagi pengetahuan dari…

Aku-Cinta-Negaraku

“…maka Indonesia itu aku, aku itu Indonesia. Cium peluk, cium peluk” Ada yang tahu Han-Yoo-Ra? Iya…iya…nama akun media sosialku, yang sekarang sudah naik tingkat menjadi sapaan akrabku di kampus, memang Han Yong Ra. It’s sounds similar tetapi yang ini Han-Yoo-Ra bukan Han –Yong-Ra. Dia adalah seorang Korea yang sangat mencintai Indonesia. Mungkin kalian pernah lihat…