Galeri

2 Things I Learn From The United Kingdom

5 tahun lalu ketika untuk kali pertama aku mulai belajar bahasa Inggris secara Intensif Mr.Teguh menceritakan tentang sejarah bahasa inggris secara mendetail. Mulai dari bangsa penyusunnya, penciptaan dibalik kata baru, hingga cara mudah membedakan british people or American people. Cara membedakannya pun sangat mudah, orang Amerika suka untuk diajak basa-basi ala Indonesia, tetapi tidak begitu dengan orang United Kingdom. Mereka adalah jenis orang yang straightforward seperti orang Jerman.

Beberapa waktu lalu salah seorang teman blog-ku memposting sebuah artikel tentang pertemuannya dengan orang Jerman disebuah komunitas yang juga orang dengan tipe straightforward. Dia menceritakan banyak hal tentang keseruan berdiskusi dengan Germany. So, aku juga ingin bercerita bagaimana serunya bercakap-cakap dengan orang dari United Kingdom and this is 2 thing I learn from the United Kingdom.

  1. Straightforward

Selain orang Jerman, orang United Kingdom juga dikenal dengan sifat keterus terangan mereka yang kadang bagi orang Indonesia akan sangat mengagetkan. Beberapa waktu lalu ketika aku berjumpa dengan mereka aku menanyakan beberapa hal terkait studiku dan ketika memang tidak mungkin, tanpa basa basi mereka akan bilang Impossible dan jika memang possible mereka akan mengatakan possible. Meskipun sudah menduga karena peringatan Mr. Teguh, tetap ada sedikit perubahan emosi dalam diriku. Mungkin karena budaya di Indonesia tidak seperti itu. When they said good, it must be good. Very different from Indonesia. When we said good maybe it is not really good, little awful or very awful. Sama sekali tidak bisa dijadikan patokan.

Hal itu berbeda sekali dengan mereka yang memberi jawaban pasti. Aku sebenarnya tipe orang yang sama dengan mereka. Hanya saja straightforward-nya aku sebagai orang Indonesia tentu masih sedikit dibumbu-bumbui donk. Aku nggak yakin kapan terakhir kali aku diumpati karena keterus terangan itu. Mereka bilang aku nggak menghargai perasaan orang lain dan sedikit kasar. Padahal aku terus terangnya nggak 100% loh karena aku masih membawa culture aku sebagai orang Indonesia.

Beberapa kali ibu aku mewanti-wanti sikap blak-blakan ku yang kadang akan terucap begitu saja. Seminggu hingga dua minggu lalu teman aku minta bantuan untuk mengisi quisioner penelitiannya. Tidak perlu aku sebutkan itu apa tetapi itu adalah sebuah produk makanan. Ketika aku melihat formnya hanya ada 4 kolom, dua kolom untuk rasa dan dua kolom untuk warna. Hebatnya semuanya dicentang bagus dan enak. Padahal lihat warnanya aja, aku pastikan produk itu nggak akan diminati pasar sama sekali. Nah, aku coba itu produk dan sebelum itu aku katakan ke dia, jawaban seperti apa yang dia mau? Jujur, menghibur atau pura-pura? Terus dia bilang jujur donk. Oke. Aku kasih jawaban jujur, kalau warnanya enggak banget. Rasanya enak juga enggak tapi nggak buruk juga. Namun, karena hanya ada dua kolom enak dan nggak enak, akhirnya aku bilang enak. Kan, saya masih orang Indonesia, ada MSG-nya.

Itu salah satu strategi aku mengontrol mulutku yang suka to the point. Sebenarnya aku nggak masalah untuk di maki-maki. Toh aku bukan tipe orang yang peduli tetapi terkadang ada momen dimana aku ingin hidup tanpa mendengar kebisingan itu *alesan*.

Ada satu lagi kejadian yang membuatku merasa sedikit bagaimana, meskipun tidak terkejut sama sekali karena aku tahu bagaimana mereka. I tell you, I’m still Indonesian. Jadi beliau ini mewakili stand Wetminster University dan mereka hanya menyediakan jurusan Engineering saja untuk sesi konsultasi. Tiba-tiba ada dua orang datang ingin bertanya tentang jurusan fisika murni yang jelas-jelas di bannernya yang tingginya dua meter, sekali lagi dua meter tidak tercantum jurusannya. Jelas sekali kalau mereka tidak membaca. Tahu akhirnya bagaimana? Diusir + bonus tampang bete. Beliau mengatakan dalam bahasa inggris yang diterjemahkan oleh orang Indonesia yang mendampingi “Mbk, tolong pergi ya kalau jurusannya nggak ada, biar tempatnya dipakai oleh mereka yang jurusannya ada di Wetminster University.” Si mbk pendamping ini aja mau bilang juga bingung dan nggak enak, kelihatan di air mukanya. Aku yang dengar langsung versi aslinya dalam English, sebenarnya lebih kasar dari versi terjemahan mbk-mbk pendamping. Belum lagi ekspresi beliau dan tekanan suaranya. Bukan sok ahli menilai, tapi aku yakin orang awam pun akan tahu bagaimana suasana hati beliau hanya dengan melihat ekspresi wajah dan tekanan suara beliau. Selama aku berkonsultasi total sudah ada 4 orang yang diusir dengan alasan yang sama.

Please, aku nggak tahu apa sih susahnya baca, wong udah jelas-jelas tulisannya segede itu. Kebiasaan nanya dulu sebelum baca sih. Budaya yang aku sendiri sebagai orang Indonesia sangat benci sampai pengen nyekik. I hope Indonesian will change because it’s really sucks and annoying. Kalau pegelompokan versi Pandji, bedanya orang goblok sama bodoh. Kalau bodoh bisa dimusnahkan dengan pendidikan, tetapi kalau goblok udah musnah aja gitu. Misal ada pengumuman sebuah acara di twitter begitu juga dengan jam dan tempat pelaksanaan. Habis itu ada yang nge-retweet dan dikasih caption gini “Jam berapa ya acaranya?”. Nah, ini yang disebut goblok.

Mau yang lebih lucu lagi, ada di kelas pengenalan PHD yang aku ikutin. Ada salah satu peserta duduk paling depan, kaosnya LPDP, entah apa motivasinya. Aku nggak akan munafik, aku sudah menduga banyak hal dari yang positif sampai negatif. Di sesi tanya jawab dengan pede dia menanyakan hal yang bagi aku malah membuatnya terlihat bego. Kenapa? Karena semua yang dia tanyain bisa ditemuin di buku tanpa perlu susah-susah asalkan dia mau sedikit meluangkan waktu untuk membaca. Sama seperti kasus baner 2 meter tadi. Kalaupun nggak punya buku, di perpustakaan ada, di internet apalagi. Entah kenapa di mata aku, dia ini cuma pengen kelihatan sok aja. Wajah Mr. Andrew aja kelihatan nggak puas sama pertanyaannya. Mungkin dalam hati dia bilang “ Ada to pertanyaan kayak gitu?”

So, please guys bacalah terlebih dahulu sebelum bertanya. Jangan benarkan kebiasaan tapi biasakanlah yang benar. Tolong pikirkan lagi.

  1. Pandai Menempatkan Diri

Selain Straightforwrd mereka adalah orang yang pandai menempatkan diri. Aku membaca banyak cerita di buku atau bahkan mendengar langsung tentang budaya kuliah di Luar Negeri. Salah satu yang menarik, orang luar negeri itu cukup individualis. Mereka bisa mengobrol santai di luar kelas seperti teman yang tidak bisa dipisahkan, tetapi begitu masuk kelas jangan harap ada percakapan simpati di luar mata kuliah. Hal itu aku buktikan kemarin ketika aku mengikuti seminar PHD yang diisi oleh Mr. Andrew dari Wetminster University. Di dalam kelas beliau bercanda dengan ceria seperti kami adalah anak didiknya yang biasa di temuinya di kampus setiap hari, tetapi begitu keluar dari kelas beliau menjadi orang yang sangat berbeda.  Lebih dingin dan tertutup namun tetap informatif dan siap menjawab setiap pertanyaan yang kita ajukan. Mereka adalah orang-orang dengan setting hidup yang patut dicontoh. Mungkin sebagai orang Indonesia tidak perlu se-ekstrim itu cukup jadilah orang yang bisa menempatkan diri saja.

Itu adalah dua hal yang aku pelajari dari mereka, aku yakin masih ada banyak yang lainnya. Namun karena hanya sebatas itu interaksi kami jadi hanya ini yang bisa aku tangkap dari mereka. Aku berharap kalian bisa belajar dari tulisan ini juga. Jujur pertama kali mendengar jawaban beliau tentang studiku, ada sedikit rasa sakit. Meskipun tidak terkejut sama sekali tetapi tetap ada titik dimana aku perlu menyesuaikan diri sebelum terbiasa. Mungkin ini yang mereka rasakan saat aku menjadi orang yang straightforward, sampai mereka mengataiku tidak memahami perasaan orang lain. But I’m okay, meskipun artinya rencanaku berantakan. Tidak masalah, justru jawaban beliau yang hanya dua kata itulah yang akhirnya menyelamatkanku lebih dini untuk kemudian menyusun langkah baru karena tidak boleh ada kesalahan kedua untuk satu topik yang sama. Thank you.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Sisi lain Wetminster University – http://www.ifsa-butler.org

DYA

Iklan
Galeri

The NEKAD Traveler Gala Premier: Matahari Sebelum Pagi

“Hapitnas adalah dimana satu tanggalan hitam berada diantara dua tanggalan merah” – TNT The Movie Theory.

***

Ini mungkin pertama kalinya untukku menghadiri sebuah Gala Premier Film, menyenangkan, biasa saja tetapi cukup berkesan.

Berbicara tentang film dan traveling, film ini adalah yang pertama di Indonesia. Bebasiskan sebuah buku travel, The Naked Traveler milik Trinity film ini sukses menggugah rasa penasaran berlebih—kepada beberapa orang saja sepertinya. Aku tidak mengekspektasikan apapun tetapi ini benar-benar gala premier paling kesepian(?) yang mungkin pernah ada. Nggak ada yang bisa aku bandingkan sih tetapi untuk gala premier kali ini bisa dikatakan sepi banget. Pertanyaan selanjutnya adalah apa selalu seperti ini gala premier di Indonesia???

Gala premier untuk film The Nekad Traveler ini dihadiri oleh pemeran utama mereka Maudy Ayunda dan Hamis Daud serta Trinity dan beberapa orang yang aku nggak tahu siapa. Artis atau bukan, I have no idea. Gala Premier ini dimulai dengan acara Meet and Greet dengan beberapa pemeran film The Nekad Traveler yang dikatakan akan dimulai pukul 19.00 WIB dan menjadi nonsense + no jam selama 57 menit sebelum akhirnya dimulai pada pukul 19.57 WIB. Antara memang gaya masyarakat Indonesia yang nggak pernah tepat waktu atau hobi lain masyarakat Indonesia yang juga nonsense. I don’t know. I just like angry than anything. So, dari pada mengalamai gangguan kejiwaan yang aku takutkan akhir-akhir ini aku lebih memilih untuk menghabiskan waktu membaca buku yang sekarang hanya tersisa 1 bab terakhir saja. I’m not in waste time because book save my time like always when I feel like died because of boring time.

Sebelum lebih jauh aku tegaskan bahwa aku bukan nggak suka sama Maudy loh ya, I like her tetapi nggak ada feeling berlebih ketika berjumpa dengan dia. Dia adalah selebritas yang sangat menginspirasi. Sepertinya aku hanya menghadiri dan berakhir dengan menjadi peserta paling no jam yang pernah ada. But forget it! Let’s just talk about the movie.

Adegan film ini dibuka dengan keseharian seorang Trinity yang diperankan oleh Maudy Ayunda. Tentang kecintaannya terhadap traveling, suasana hiruk pikuk kantor yang dibencinya dan kisah cintanya yang nggak bisa dibanggakan sama sekali selain menjadi cerita konyol yang asik buat dirumpikan dengan temen. Cerita kemudian berlanjut tentang masalah-masalah yang datang ke kehidupannya serta beberapa kekonyolannya bersama idolnya Tompi semasa ia masih menjadi—kalau Trinity bilang ‘mbk-mbk kantoran’. Akan ada beberapa adegan dimana Trinity jalan bareng bersama sahabatnya Yasmin dan Nina (Ini sahabat yang sering dia ceritakan Trinity di bukunya, The Naked Traveler Series) serta sepupu laki-lakinya Ezra ke sebuah kota pantai terkenal di Filipina, Cebu yang justru dipenuhi oleh kelucuan-kelucuan tak terduga. Juga perjalanan emosionalnya ke Maldives karena sebuah tiket misterius dari Mr. X. Siapa ya Mr. X ini? Mungkinkah dia si laki-laki traveler yang ditemuinya di lampung atau—silahkan ditunggu jawabnnya di TNT the Movie: The Nekad Traveler yang akan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 16 Maret 2017 atau 8 hari dari sekarang. Yang sudah penasaran, tahan dulu, tinggal 8 hari aja kok. Sabar sabar.

So, tentang film ini, bagi aku luar biasa dan sangat berkesan dibanding Meet and Greet-nya yang krik krik itu. Ada banyak sekali pelajaran yang bisa kita ambil seperti untuk tidak egois, tidak menyerah untuk mewujudkan mimpi dan bagaimana seharusnya kita melihat dunia. Cukupkah di rumah saja seperti lagunya Gita Gutawa “Tak perlulah aku, keliling dunia…” atau I want to see the world and I will make new world in my life. Itu adalah pilihan setiap dari kita. Menonton film ini menciptakan sensasi tersendiri untuk aku. Silahkan katakan aku menggombal tetapi seriously aku seperti melihat matahari sebelum pagi. Film ini memberikan suntikan semangat luar biasa untukku yang merasa mengalami penurunan yang parah beberapa waktu ini. I want to make my real maps from now on, seperti kata Mark Twain…

“Twenty years from now you will be more disappointed by the things you didn’t do than by the ones you did do. So throw off the bowlines, sail away from the safe harbor. Catch the trade winds in your sails. Explore. Dream. Discover.”- Mark Twain

So, jangan sampai menyesal. Siapkan tiket duniamu sekarang!

Terakhir, aku sangat merekomendasikan film ini yang mengcapture wajah Indonesia dengan begitu cantiknya Lampung, Makassar, Gunung Krakatau, Jakarta dan lainnya. Sudut pengambilan gambarnya sangat bagus dan menciptakan kesan tersendiri. Aku tidak bisa berkomentar lebih karena aku bukan orang yang paham di dunia per-kameraan. So, silahkan dinilai saja sendiri nanti, tetapi untuk pengetahuanku yang super minim ini, film ini sudah luar biasa. Aku mengapresiasi itu, 4 star untuk 7 Bintang Cinema.

Film ini mungkin juga akan menjadi film kedua setelah AADC yang aku tandai karena berhasil mempromosikan Indonesia dengan sempurna. Salah satu hal yang selalu aku harapkan adalah Indonesia bisa mempromosikan wajah cantiknya kepada dunia seperti bagaimana Korea Selatan melakukannya. We can show too. This is our showtime Indonesia. Let’s break it! By the way, Trinity ikut jadi cameo di film ini loh, penasaran dia jadi apa?? Tunggu perilisan resminya nanti di 16 Maret 2017. Kalau sudah ngebet penasaran, tebak aja kira-kira dia cocoknya jadi apa entar. Bye Bye…(ciri author keparat, kabur tanpa jawaban).

Link Trailer The Nekad Traveler: https://www.youtube.com/watch?v=TNOALGw6vqM

#RedFlightAuthorJoinGalaPremier #TheNakedTraveler #TheNekadTraveler #SothEastAsianStyleDay #ParagonMall

DYA

Galeri

Me & My Day Ended Oppa?

This is almost 5 years since first time I like K pop. On May 27th, 2012 Super Junior have their concert in Indonesia for First time. I know, it’s klise but they gave me new perspective about world like to be more open minded person and about life too. That’s why I always stare at them till today. This time I realize that I can’t really move to another Idol. It’s still Super Junior and Super Junior and Super Junior. I don’t care if people said Super Junior is getting old and very hard to win in music show or anything. I just love them.

sujucvr
Super Junior Oppadeul – akcdn.detik.net.id

Okay! Berbohong jika aku tidak melihat yang lainnya (Uri Chitapohonie, nuna sarangahe). I’m still a girl who love the handsome boys, you know. So, yeah. Tetapi begini sebanyak apapun aku menyukai yang lainnya. I just like them, no more. Hal itu sangat berbeda dengan Super Junior. Ada sesuatu yang hanya mereka yang memiliki dan aku pun bingung bagaimana harus mendeskripsikan itu. Let’s just said that I love them because a reason I know but I can’t describe you how was that.

Setelah sekian lama menyukai K pop aku merasa bahwa I just focused on SM Ent. Padahal ada banyak sekali perusahaan lain yang sebenarnya juga memiliki idol-idol yang luar biasa. Suatu waktu sambil menunggu comebacknya Super Junior yang hingga hari ini belum juga terlaksana, aku berselancar ke banyak perusahaan lain. Mereka tidak kalah dari SM dan bahkan ada suatu titik dimana aku berpikir bahwa I can forget Super Junior setelah aku melihat banyak diantara mereka. Tetapi kalian tahu bagaimana itu berakhir? Jangankan menggantikan bertahan dua bulan pun tidak. I don’t need to tell you what happened after. Yeah, I’m back to my old boys. Now I know that I love anything old.

Waktu terus berlalu dan Super Junior masih belum akan comeback karena jadwal wajib militer mereka yang padat. Suatu ketika SM Ent mendebutkan sebuah grup baru di 2015, NCT U (Ten, Taeil, Mark, Taeyong, jaehyun, Doyoung) dengan style music yang bukan SM banget. It’s totally different. Lagu debut mereka berjudul The 7 Sense but I don’t get a sense from that. I don’t understand what they are singing about. Igeo Mwoya jinjja? Molla. Tak lama berselang SM kembali merilis lagu kedua dari NCT U berjudul Without You. Lagu ini dinyanyikan oleh vocal line aja (Doyoung, Taeil dan the sweet boy Jaehyun).

NCT kemudian terus berkembang dengan mendebutkan sub unit baru NCT Dream. Nah, untuk unit kedua ini dikhususkan untuk remaja dengan member Chenle, Renjun, Mark, Jeno, Jaemin, Haechan, dan Jisung. Mereka ini nih yang mengokohkan posisiku sebagai tante-tante maniak boyband. We have 5 years gap you know for every member except mark. Oh may goodness. Mereka membuatku lebih tua dari seharusnya *sadly*.

NCT Dream debut dengan lagu berjudul Chewing gum dan 2 lagu comeback mereka tahun ini My First and Last dan Dunk Shot. Nah, sub unit inilah yang berhasil menarik perhatianku setelah NCT U – Without You dengan dalih lagu mereka yang masih bisa aku cerna dengan kapasitas sense musikku yang tidak tertolong. Lagu-lagu mereka ceria, powerful dan benar-benar akan membawa kita ke masa kanak-kanak dengan sejuta kenakalan yang tidak bisa dikategorikan lagi saking bergamnya. Di era dimana lagu anak-anak tidak lagi terdengar mereka benar-benar memberikan warna baru.

Mendebutkan unit kedua dari NCT tak lantas mengakhiri drama kucing-kucingannya SM Ent. Kali ini mereka mendebutkan sub unit ketiga dari NCT yakni NCT 127. Angka 127 sendiri merupakan koordinat kota Seoul yang mana sub unit ini akan berkarya dengan basis di kota Seoul. Ini yang aku nggak ngerti. Entah mereka mau bernama 127 atau enggak mereka basisnya di Seoul juga. Lah, gedungnya SM kan di Seoul jadi semua artis SM pasti basisnya di Seoul. Am I right? Okay! I talk nonsense. Forget it! Kembali ke NCT 127, unit ini terdiri dari Taeil, Taeyong, Jhonny, Yuta, Doyoung, Mark, Winwin, Haechan dan Jaehyun. Lagu debut mereka berjudul Fire Truck dan mini album kedua mereka Limitless. Sub unit ini memiliki koreografi dance yang WOW! I can’t describe it. Just WOW! Dan disinilah keterpesonaanku berawal juga pengukuhan fakta bahwa I’m really SM oriented. Mereka memang memiliki dance yang WOW tetapi bukan itu yang memesonaku untuk pertama kali. Di mini album kedua mereka dengan tittle track Limitless ada suatu efek unik dan itu efek itulah yang membuat aku suka mereka. Efek itu bukan buatan seperti Fly-nya GOT7, itu asli dinyanyikan oleh salah satu member NCT 127 Taeyong and I think that’s really cool one.

Berbicara tentang lagu baru mereka Limitless, anehnya sebenarnya nggak jauh-jauh dari The 7 Sense-nya NCT U. Bedanya keanehan lagu ini masih bisa aku cerna sedang nggak buat The 7 Sense. Prediksi sok tahuku sih, mereka akan meledak nantinya karena SM tidak akan mendebutkan tanpa perhitungan yang akan menguntungkan mereka. Di comeback kedua ini NCT 127 udah ada di posisi 4 chart musik. Jika udah di posisi 4 chart, next comeback biasanya mereka akan menang dan aku berharap itu akan benar-benar tercapai. Let’s just waiting for it.

Nah, tibalah saatnya di corner yang paling mengundang senyum (menurut POV pribadi), bias. Yeah, what should I do. Chittaphon, Chittaphon, Chittaphon, Chittaphon. Yang bilang itu mantra, terima kasih untuk kedatangannya tapi nggak usah balik. Jauh-jauh, but…I’m kidding. Balik ya readers-readers yang manis *kedip-kedip*. Ngomong-ngomong tentang bias, nggak asik donk kalau nggak punya misal kalau di Suju biasku Yesung. Di NCT pun sama aku juga punya bias. Menghindari image tante-tante manik boyband, aku memilih 4 member yang bisa dibilang paling aku favoritkan. Nah, mereka adalah Yuta, Taeyong, Jaehyun dan Ten. Why I love them? Karena mereka punya rentang usia yang paling masuk akal dan bisa diterima oleh standardisasi oppa-oppa me version.

Yuta dan Jaehyun, yang membuat aku suka dengan mereka adalah karena anomali di diri mereka. Yang udah lihat coreografi-nya BTS Blood, Sweat and Tears, disana ada moment dimana Jimin buka seperempat jasnya. Tahu ‘kan? Aku nggak tahu kata lebih tepatnya apa, tapi itu. Nggak tahu kenapa kalau Jimin yang melakukan itu, betenya setengah mati tetapi kalau Jaehyun sama Yuta melakukan hal yang sama. Oh May Godness, sexy namjane *liar moment*. I think I’m liar. Cukup sampai disini sebelum itu menjadi topik yang berbahaya.

cblh0hpviaa9na4
Jaehyun kiri- Ten Kanan…pbs.twimg.com
2016new_photo160205204842entertain4
Okonomiyaki Prince Nakamoto Yuta – imbbsfile.imbc.com

Sekarang alasan kenapa aku suka Taeyong itu karena skandalnya dia. Aku nggak akan menjabarkan itu. Setiap orang pasti melakukan hal buruk dan dia pun sama. Idol bukan berarti sempurna. Yang membuat aku respek karena tidak mudah ketika baru saja debut dimana orang masih menilai ini dan itu dan kamu membuat sebuah skandal. Bahkan ada situasi dimana netizen mengecam bergabungnya dia di NCT 127, leader pula. Itu nggak mudah dan dia  meminta maaf di hadapan banyak orang tentang keburukannya. Taeyong berbakat, visual grup, dan mutitalenta tetapi aku sendiri pun setelah mendengar skandal itu, aku nggak bisa hanya melihat bakatnya dia aja. Ah, iya Taeyong yang….blablabla. Selalu seperti itu. Tetapi sekali lagi setiap orang pasti melakukan keburukan sebaik apapun dia, tidak masalah asalkan dia bisa memperbaiki itu dan dia melakukannya. Jadi aku mengapresiasi hal itu, tentang keberaniannya tampil dihadapan publik dengan skandal yang tidak mudah di masa lalunya. You do right thing Taeyong-ah. Be better. Fighting!

taeyong-2-610x500
Taeyong and his sharp eyes.. http://www.kpopmusic.com

Dan yang terakhir, yang paling aku favoritkan, yang berhasil membuat aku tersenyum sampai pada level dipertanyakan hari ini, Ten. Ten ini spesial karena dia bukan Korean. Dia lahir di Bangkok, Thailand dan murni local Thailand. Nama aslinyaa sendiri adalah Chittaphon Leechaiyapornkul (ชิตพล ลี้ชัยพรกุล). Jangan tanya gimana cara bacanya, cari sendiri. Aku nggak tahu, lagi latihan baca juga ini.

maxresdefault
Uri Chittaphonie- i.ytimg.com

Yang membuat aku terpesona dengan Uri Chittaphonnie itu SMA-nya yang WAH!!! Jika itu Korea, Eropa, atau Jepang aku nggak akan se-surprise ini, tapi itu Thailand guys. Tetangga dekat tapi seperti daun dan akar dengan Indonesia. Lumayan jauh kemajuannya. Sekolahnya Ten ini bagus banget, like college, fasilitasnya wow, hall yang wah, green and clean school beneran bukan slogan, dan berada di tepi sungai yang super bersih. Ini Thailand yang dulu seperti sister city-nya Jakarta saking nggak beda jauh kekacauannya but see it…I have no idea. Terdengar sok elit sih alasannya tetapi aku serius. I love Ten because his School. That is a great one.

panorama-content-banner
Ten’s School -Shrewsbury International School, Bangkok, Thailand. fluencycontentthk-schoolwebsite.netdna-ssl.com

Alasan lainnya Ten ini suka baca, anak Asia tenggara banget (baca: menjunjung tinggi kesopanan), clever, humoris dan main dancer. Kurang apa coba. He is perfect. He love book, beda banget orientasinya sama Taeyong yang bagi Taeyong book is….this…

nct-1
Taeyong and his book orientation…

Pengen neggelamin ke sungai nggak sih?

Kembali ke Ten. Dia sangat berbakat dan aku berharap Ten akan dimasukkan ke NCT 127 karena aku masih tidak bisa menolenransi genre music dari NCT U.

The last, terlalu dini jika aku bilang mereka bisa menjadi Super Junior untukku di masa depan tetapi aku sangat menantikan perkembangan mereka. Neo Culture Technology, NCT. Dari sini aku menyimpulkan bahwa aku benar-benar terkena sindrom SM oriented. Kemana aku pergi, ujungnya balik ke SM juga. Dan mereka itu warna baru untuk aku karena my day oppa is ended except for Super Junior. We have same age or a different one year only. So, I feel a new world. Chittaphon Chittaphon Chittaphon…

P.s I’m still with Super Junior

Bonus picture Ten:

nct-5
This is what Ten do when he feel stressed in High School. So cute
nct-4
Ten expression when he meet his teacher. His death smile…I can’t handle it
Galeri

Tentang Transportasi Publik di Indonesia yang Nano-Nano (?) Part 1

Ini telah sejak lama ketika perhatianku terpusat pada Transportasi publik di Indonesia yang berbenah sangat banyak. Wah, chukae, chukae. Nah, kali ini aku ingin membahas tentang Transportasi Publik yang dikelola oleh pemerintah Indonesia seperti Kereta Api dan Bus Rapid Trans (BRT).

Jika boleh jujur aku naik kereta untuk pertama kali itu baru di tahun 2014 lalu. Too Late, I know. Kalau mau meledek, lakuin aja nggak apa-apa. Nggak peduli juga kok aku *stay cool*. Bukan berarti aku nggak pernah kemana pun loh ya. Jangan salah, ibu aku penggemar traveling dan itu berakhir dengan virus menular tanpa resep penawar. Iya, seperti itu. Hanya saja, untuk bepergian aku lebih banyak menggunakan bus dibanding kereta, itulah mengapa aku menggunakan kereta dengan terlambat. I live in small village that there is no path chariot. You know this is Indonesia not Switzerland. Kalau di Swiss pedalaman aja dilewati Glacier Express, tapi apalah arti pedalaman di Indonesia. Ngomongin soal pedalaman di Indonesia, jalan-jalannya nggak kalah loh sama Eropa, Cobblestone (read: jalan batu). Bedanya kalau cobblestone di Indoensia batunya segede kepala kerbau dan ada bonus lapisan cokelat macam kinder joy ketika musim hujan tiba (read: lumpur). Jangan bayangin romantisme cobblestone, sekali kamu romantis-romantisan di jalan, siap-siap aja masuk jurang. Okay, I talk nonsense. Forget it!

glacier_express_near_randa_0
Swiss Village with the Train – http://www.interrail.eu

Berbicara tentang BRT dan Kereta Api, di Indonesia sampai saat ini pengoperasioan Kereta Api masih dikelola oleh salah satu BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yakni PT. KAI, sedang untuk BRT dibiayai oleh APBD. Belum ada perusahaan swasta yang berkecimpung di bidang transportasi publik seperti layaknya di Eropa.

BUMN sebenarnya adalah istilah yang sangat ambigu. Kenapa? Disalah satu buku karya mantan Dirut PT. KAI dan PT. Angkasa Pura II, Edie Haryoto disebutkan bahwa BUMN berarti Badan Usaha Milik Negara. Jika ada pertanyaan BUMN itu “Badan Usaha” atau “Milik Negara”? Jawaban seperti apa yang harus dikatakan? Sangat membingungkan karena jawabannya bergantung siapa dulu yang kita tanyai. Jika yang kita tanyai adalah BUMN itu sendiri, Kementerian BUMN dan Komisi VI DPR-RI ya kecenderungan jawabannya pastilah sebuah badan usaha. Tetapi hal itu akan lain cerita jika yang ditanyai adalah kementerian teknis atau regulator BUMN, Komisi DPR RI yang bekerja sama dengan kementerian teknis dan aparat hukum yang tentunya BUMN bagi mereka adalah milik negara.

Sebagai badan usaha, BUMN haruslah menghasilkan suatu keuntungan bagi negara, tetapi sebagai milik negara, BUMN harus memberikan pelayanan kepada masyarakat. Misalnya untuk transportasi publik yang mana pemerintah ingin menyediakan transportasi publik yang nyaman, aman namun murah bagi warga negaranya, tetapi jika demikian si BUMN tidak akan mendapat keuntungan. Menurut peraturan yang telah ditetapkan, pemerintah harus membayar selisih harga tersebut. Aku lupa namanya apa. Permasalahannya uang yang diberikan pemerintah tidak bisa menutupi selisih itu dan itu berarti BUMN merugi. Ketika BUMN merugi pemerintah akan menyalahkan, bagaimana sebuah badan usaha tidak menghasilkan keuntungan. Namun disisi lain jika BUMN untung mereka masih dipersalahkan juga dengan tuduhan hanya mengeruk keuntungan saja. Hebat sekali dilemanya BUMN itu.

Selain itu masih ada sejuta dilema lainnya. Jika kalian masih ingat di tahun 2000 an, berita mengenai kekacauan angkutan kereta saat lebaran sedang booming-boomingnya. Ada banyak sekali permasalahan saat itu seperti Kecelakaan, penumpukan penumpang di stasiun sampai penumpang yang nekat duduk di atas gerbong kereta. Saat itu transportasi kereta di Indonesia masih sangat kacau balau. Di bukunya, pak Edie bercerita bahwa menyiasati momen lebaran itu lebih dari menambah jumlah gerbong saja. Mereka harus menyusun suatu jadwal agar tidak terjadi tabrakan kereta dan sebagainya karena tingginya jam terbang. Kalau tidak salah namanya Gapteka. Dan mereka membuat itu manual. Ada kalanya ketika satu sisi sudah baik, sisi lainnya berantakan dan mereka harus mengulang semuanya. Memikirkan bagaimana caranya agar jam terbang kereta yang jumlahnya ratusan itu bisa berjalan efisien. Yang menyebalkan adalah ketika ada satu variabel yang berubah maka jadwal yang sudah dibuat akan berantakan dan harus menyusunnya kembali dari nol. Sudah begitu ketika lebaran tiba, para penumpang justru bersikap anarkis. Mereka maunya di angkut entah bagaimana caranya. Di era itu kekacauan sangat gila. Mereka dengan anarkis saling berdesakan naik kereta. Tidak cukup berdiri, ada juga penumpang yang memilih duduk di atas gerbong dan bahkan kolong tempat duduk demi mudik lebaran. Cerita sendunya lagi, ketika tiket dinyatakan habis mereka akan mengamuk dan merusak fasilitas stasiun. Sudah bukan hal baru jika kaca jendela di stasiun banyak yang pecah. Namun, jika PT. KAI nekat menjual tiket lebih dari kapasitas, maka tidak ada kereta yang bisa mengangkut calon penumpang tersebut lalu apa, mereka kembali mengamuk. Jujur aku nggak bisa membayangkan bagaimana sulitnya berada di posisi mereka. Pantes ya masuk sekolah S*** (S beep beep beep) itu sulitnya minta ampun, kerjanya seberat itu sih. Coba kalau S*** (S beep beep beep)  itu serampangan nyari calon taruna terus begitu mereka kerja, mereka tidak kompeten, yang ada begitu penumpang mengamuk, petugas ikutan ngamuk juga, abis itu stasiun.

krl_train_surfing_5
Dahulu – 2.bp.blogspot.com

Tidak hanya itu saja, ada juga cerita yang lucu-lucu konyol seperti suatu waktu ada seorang penumpang yang nekat membawa rak piring. Padahal naikin badan dia ke kerata aja udah susah, gimana dia masih mau bawa rak piring. Namun, si penumpang ini tetap ngotot karena itu adalah pesanan ibunya, akhirnya itu rak piring di ikat diantara sambungan kereta. Bayangin aja apa yang akan terjadi dengan si rak piring ketika kereta melewati jungtion, tentunya habis tergencet badan kereta. Bisa dipastikan itu rak sudah tidak terbentuk lagi setibanya di stasiun tujuan. Selain itu, ada cerita yang lebih lucu lagi dimana ada penumpang yang membawa anak kecil. Mereka akan memasukkan anak mereka terlebih dahulu kedalam gerbong melalui jendela dan diterima oleh penumpang yang sudah ada di dalam, begitu si orang tua mau naik, gerbong sudah penuh dan kereta akan berangkat sehingga terjadilah kasus anak hilang. Akhirnya petugaslah yang harus mengejar si anak hilang ke stasiun berikutnya. LOL. Bisa gitu ya?

But overall, saat ini pelayanan kereta api di Indonesia sudah sangat baik, meskipun masih suka telat selama 1 – 20 menitan. Tidak apa-apa, menuntut perbaikan secara menyeluruh itu perlu waktu yang tidak sedikit. Sekedar sharing, pertama kalinya aku naik kereta, sistemnya sudah bagus dibanding era 2000an sampai aku sendiri takjub bahwa Indonesia bisa sekeren ini ya. Kemana larinya kekacauan di zaman itu? Luar biasa bahkan Andaka tidak lagi bisa menulis rubik kecil (cerpen Aan dan Daka) tentang kekacauan perkeretaapian Indonesia seperti belasan tahun lalu. Ini berita yang sangat baik. Love it.

264087_620
Salah satu kereta api mewah di Indonesia – cdn.tempo.co

Satu lagi, tentang Prameks (Prambanan Express) yang melayani rute Solo-Jogja merupakan kereta api pertama di Indonesia yang berbasis KRDE (Kereta Rel Diesel Elektrik) loh teman-teman. KRDE ini salah satu cita-cita pak Edie semasa menjabat Dirut PT. KAI di era 2000an yang diharapkan bisa diaplikasikan di Jabodetabek karena efesiensinya yang lebih baik dibanding KRD dan KRL. Lebih membanggakan lagi, KRDE dibuat oleh perusahaan dalam negeri sehingga bisa mengurangi ketergantungan terhadap perusahaan asing. WOW!

4whvufk3gf
Prameks yang nggak kalah sama SBB CFF FFS nya Switzerland- cdn.metrotvnews.com

Sepertinya sudah terlalu panjang untuk membahas BRT. Jadi, untuk BRT akan aku lanjutkan di postingan selanjutnya. Bye. Give Big apreciation for PT. KAI. You worked hard. Thank You. Btw, berada di dalam Prameks seperti berada di pegunungan Alpen. So cool. Brrrr!

DYA

Galeri

#Red Flight Book Corner: Jakarta Sebelum Pagi

Ziggy Zezya dan aku kira aku telah jatuh cinta tanpa bisa mengelak untuk kesekian kali. Perpaduan antara ide yang menarik, karakter yang terlampau unik dan rangkaian diksi yang indah adalah suatu karya yang tidak bisa lagi ditolak mata pembaca. Jika harus menggambarkan bagaimana si penulis satu ini… maka Ziggy adalah Ziggy dan hanya Ziggy. Tulisan-tulisannya memiliki keunikan yang tidak dimiliki penulis manapun, begitu pula dengan gaya bahasanya yang hanya dia seorang yang memiliki.

Melihat ide-ide yang tersampaikan melalui 3 buku dari 27 buku karyanya yang pernah aku baca, sebenarnya aku juga memikirkan ide yang sama. I’m serious, oke! Namun, perbedaan besar yang paling aku sesali adalah aku tidak bisa menulis sebaik dia menuliskannya dan aku belum bisa mengimajinasikan sehebat dia mengimajinasikannya.

Sejauh ini Ziggy telah menulis 4 buku yaitu Di Tanah Lada, Jakarta Sebelum Pagi, San Fransisco dan Semua Ikan di Langit. Dari semua karyanya tidak ada yang memiliki ide biasa saja. Satu hal yang selalu aku amati dari karya-karyanya adalah tokoh-tokoh ciptaannya yang selalu penuh dengan kekurangan. Sesuatu yang sangat manusiawi sebenarnya. Aku kira ini poin yang membuat karyanya menjadi tidak biasa dan lebih hidup. Ketika banyak penulis berkutat dengan tokoh yang sempurna, dengan berani Ziggy memilih menonjolkan tokoh penuh masalah dan kekurangan di sana sini. Hebatnya adalah tokohnya selalu bisa dicintai oleh banyak orang termasuk aku yang tergila-gila dengan kesempurnaan.

Alasan mengapa aku sangat menyukai kesempurnaan adalah karena aku berpikir aku tidak bisa mendapat tokoh begitu sempurna dalam kehidupan nyata, maka dari itu aku sangat mencintai kesempurnaan dalam sebuah karya fiksi. Namun membaca karya-karya Ziggy membuat aku berpikir ulang tentang hal tersebut.

Tokoh penuh kesempurnaan akan menjadi cerita belaka tetapi tokoh penuh masalah adalah pelajaran penting sekaligus sebuah karya seni – Dya

Kembali ke Jakarta Sebelum Pagi. Novel ini bercerita tentang seorang tokoh perempuan bernama Emina, yang namanya diambil dari sebuah puisi yang sangat terkenal tetapi selalu membicarakan tentang kasta perbabian dan seorang laki-laki korban perang dengan sejuta keanehannya yang berperan sebagai stalkernya. Mereka menjadi jauh lebih dekat karena sebuah kumpulan surat yang menuntut mereka untuk memecahkan teka-teki di baliknya. Satu tokoh lagi yang membuat aku jatuh hati adalah Suki, anak 12 Tahun, seorang peracik teh yang kadar galaknya akan naik karena hari pertama masuk sekolah. Memang sih sekolah meningkatkan kadar emosi seseorang (pengalaman pribadi).

Menggambil setting di Ibukota Indonesia, Jakarta, novel ini membawa kita mengenang masa-masa ketika Jakarta masihlah Batavia dengan kanal-kanalnya yang bersih dan bangunan era kolonial. Diksi yang menarik juga ide cerita yang penuh pembelajaran dijamin akan menjadikan kita kian kaya akan pengetahuan dan tentunya perenungan diri.

Novel ini pun sangat layak dibaca oleh berbagai generasi. Bagi mereka generasi lama, novel ini bisa dijadikan nostalgia masa lalu, sedang bagi generasi muda novel ini bisa dijadikan perenungan diri untuk lebih peduli pada apa yang kita miliki di Indonesia, khususnya untuk peninggalan-peninggalan sejarah yang saat ini banyak terabaikan dan kerusakan lingkungan yang nyaris tak teratasi. Tidak hanya itu saja, bagi kalian yang masih mencari jati diri, keinginan dan mimpi, novel ini akan memberikan banyak sudut pandang baru. So, I will recomended this book for you. Try it and found the great experience behind. Believe me.

DYA (The girl with a bad joke)