#RandomME: Back To The Last Century

Dunia modern akan menarik­­ ─ untuk dimaki-maki.

Aku mendengar banyak orang mengatakan “anak jaman sekarang…..” yang biasanya dilanjutkan dengan kata seperti ‘tidak beretika, kelakuan mereka itu… dll”.

Atau juga, lihat bumi berubah sangat banyak hari ini dan semuanya menjadi semakin tidak terkontrol saja.

Hal itu membuatku berpikir lagi bahwa untuk sebuah karya fiksi, menonjolkan keajaiban masa lalu akan membuatnya lebih menarik, bukan begitu? Lihat saja banyak cerita fiksi yang membawa teori-teori masa lalu, mitologi dan peradaban hebat di era pertengahan, kastil, desa-desa tradisional, the old wine process, the lifestyle of the past, gaelic language dan banyak lainnya. Ya, aku mengira itu poin ‘seksi’ dari sebuah karya fiksi.

Dan itu akan menjadi jauh lebih menarik karena ketidaktahuan orang modern yang malas membaca dan meledakkan rasa penasaran mereka.

Biar kutebak, ini mungkin yang ada di pikiran mereka. Ah, bukan ‘mungkin’ lagi tetapi memang begitu adanya. Aku banyak melihatnya di kolom komentar. Ya, seperti “Wah, hebat. Aku tidak pernah memikirkannya. Ada mitologi seperti itu ya?. Author, dapat inspirasi dari mana?. Otak aku mana bisa mikir begituan *Ya loe nggak pernah mikir keles* dan sebagainya. Bagaimana? aku benar bukan?

Satu lagi aku bahkan pernah membaca sebuah cerita fiksi yang menyelipkan bahasa ibrani kuno.

Bagaimana manusia modern akan tahu jika mereka saja terlampau sibuk dengan gadget-gadget mereka.

Tidak mengherankan.

Jika belum cukup, perhatikan itu bangunan-bangunan kuno yang begitu di puja-puja, Borobudur, Machu Piccu, Angkor Wat, Munot, Chateu dll.

Orang benar-benar menyukai masa lalu. Tidakkah kalian menyadari itu? Mereka bahkan akan mengadakan pelelangan barang-barang kuno dengan harga yang tidak masuk akal. Itu sudah cukup menjadi bukti kuat.

Aku masih mengingat bagaimana sebuah barang cacat dilelang dengan harga ‘setan’ dan berakhir diminati oleh seseorang yang terlalu penasaran dengan jejak Jack The Ripper. Beruntung dia memiliki mindset Euro,  coba saja dia memiliki mindset Rupiah sepertiku. Aku sedang berhitung berapa kali aku akan berpikir untuk membatalkannya. Rasa penasaran memang mengerikan.

Sebuah cerita fiksi akan jauh lebih menarik ketika kembali ke masa lalu atau memikirkan kegilaan bumi di era baru berpuluh tahun kemudian.

Artinya itu seperti berfantasi. Masa sekarang tidak ada menarik-menariknya untuk diceritakan, kecuali dia pengarang hebat.

Mengingat aku bukan JK. Rowling, sepertinya aku akan semakin memperburuk era ini saja jika terpikir untuk melakukannya.

Maka era masa lalu adalah keajaiban dan akan menjadi jauh lebih hebat lagi karena ketidaktahuan yang memantik euforia baru.

So, Let’s flashback to past years.

DYA

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s