Hanbok atau Kebaya?

Ini pertanyaan menarik ya, Hanbok atau Kebaya? You know, what is the best of the best than choose? Yeah, just choose both of them. This is really good choice because you wil get two of them, right? Okay, but you can’t do that because you need to choose one, only one.

Jadi beberapa saat lalu aku habis nonton sebuah acara milik Mnet Amerika ‘K-Style’. Acara yang dibawakan oleh 2 host kece, Sarah and Irene ini kebetulan mengusung tema “Day With Friends Hanoks and Hanboks”. Nah, dari temanya aja udah kelihatan kalau mereka akan membahas seputar Hanok yang merupakan rumah tradisonal Korea dan Hanbok, baju tradisional Korea. Perjalanan mereka kali ini nggak seperti biasanya karena mereka akan ditemani dua guests yang berasal dari US dan Indonesia.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Hanok Village

Yang menarik dari acara ini adalah, mereka memilih Hanok yang digunakan sebagai Guests Houses yang kebetulan juga pernah didatangi oleh member Exo, Kai dan Sehun saat mereka berlatih upacara minum teh di acara Exo Showtime. Hanya saja kali ini mereka datang untuk mencoba Hanbok dan bukan upacara minum teh.

Di salah satu scene saat mereka mencoba baju tradisonal Korea, Irene bertanya kepada salah satu guest mereka yang berasal dari Indonesia, apakah Indonesia memiliki baju tradisional juga? Ini pertanyaan yang menarik dan jawabannya nggak surprise juga sih untuk aku, karena dia menyukai everything about Korea, jadi wajar jika dia lebih memilih Hanbok dan mengatakan Hanbok lebih cantik. It is okay because everybody have their point of view.

11337213_1654122168204900_1700798658_n
Traditional Kebaya – Ani Yudhoyono

Kalau seandainya pertanyaan itu dileparkan ke aku, mungkin jawaban yang bisa aku berikan, tidak bisa dibandingkan karena kedua baju tradisional itu memiliki pesona mereka sendiri. Misalnya Hanbok, secantik apapun Hanbok tidak akan bisa dipakai di Indonesia karena Indonesia merupakan negara tropis dan Hanbok tidak cocok digunakan di negara dengan temperatur yang panas seperti Indonesia. Lalu bagaimana dengan Kebaya? Sama saja, Kebaya juga tidak cocok di pakai di Korea kecuali di musim panas.

Dulu aku sempat bertanya-tanya, kenapa Drama Kolosal Korea selalu mengambil setting di musim dingin? Ternyata hal itu dikarenakan Hanbok akan sangat panas jika digunakan di musim selain gugur dan musim dingin.

bride-hanbok-south-korea-imports-original-hand-embroidered-costumes-striped-hanbok-d-g121
Korean Traditional Clothes Hanbok – a.alicdn.com

Kalau masalah colour-nya dan modelnya aku kira sama saja, Kebaya juga full coulur, nggak kalah sama Hanbok. Mungkin yang sedikit menyulitkan dari Kebaya adalah Kebaya model lama yang mengunakan bawahan jarik yang mengerucut di bagian bawah. Itu cukup menyulitkan ketika kita akan berjalan, tetapi hal itu sudah teratasi seiring modifikasi model dari Kebaya itu sendiri. Bahkan aku pernah lihat Kebaya yang lebar bawahannya nyaris sebesar Hanbok, jadi tidak perlu khawatir.

hwang-jin-yi
Korean Traditional Hanbok for Gisaeng

Nah, dari sana aku berpikir, Indonesia kan baju tradisionalnya nggak cuma satu aja. Every Province in Indonesia have their traditional clothes and now we have 34 province in Indonesia, It means we have 34 different traditional clothes. WOW!! That’s amazing dan tidak ada satupun negara yang memilikinya. We have anything, tinggal pilih aja mau pakai apa. Tetapi kemudian hal itu juga menciptakan satu masalah baru tentang how to promote? Korea hanya memiliki satu rumah tradisional, Hanok. Satu pakaian tradisional, Hanbok dan satu tulisan Hangeul. Perbedaan dari bahasa daerah di Korea hanya terletak pada satoori-nya saja. Dengan satu jenis budaya mereka akan sangat mudah untuk memperkenalkannya ke dunia luar.

Sekarang, coba lihat Indonesia, baju tradisonal ada 34, rumah tradisional ada 34 juga dan bahasa daerah menurut beberapa sumber ada 700 bahasa daerah. Gimana itu cara memperkenakannya ke dunia Internasional, pusing tujuh keliling karena Indonesia tidak akan cukup untuk menampilkannya dalam satu waktu dan kemasan and this is our problem because we have so many things, we can’t promote well.

rumah-adat-bolon
Salah satu rumah tradisional Indonesia ‘Bolon’
rumahbatakkaro
Rumah BatakKaro

Aku sempat berlikiran gini, mungkin nggak ya kita membuat sebuah perpaduan style mulai baju sampai aksesoris dari 34 provinsi berbeda dalam satu kemasan saja? Penjelasan gampangnya dalam satu waktu kita memakai semua hal dari 34 provinsi. Sebenarnya malah bikin pusing sih tetapi entah kenapa kalau di khayalanku jadinya malah cantik banget dan full colour. I think because I love everything full colour, so I have this kind of obsession. Andai aku bisa mengambarkannya. Pasti menarik. Okay forget it!

Jadi kembali ke pertanyaan pertama, mana yang lebih menarik diantara Hanbok dan Kebaya? Karena saya orang Indonesia yang menyukai kepraktisan terkadang, maka aku lebih ke Kebaya dibanding Hanbok. Ada satu hal yang harus kalian tahu bahwa meskipun cantik Hanbok itu sangat rumit ketika digunakan dan memiliki banyak sekali layer and that is not my style. So, I will choose Kebaya. Pesona Indonesia, Wonderful Indonesia, and Visit Indoensia 2017.

Cherioo…

DYA

P.s  Tentang foto bu Ani kenapa aku memilih beliau, itu karena beliau sangat fashionable tetapi Indoenesia sekali. So, I love her style.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s