Galeri

#RandomME: Back To The Last Century

Dunia modern akan menarik­­ ─ untuk dimaki-maki.

Aku mendengar banyak orang mengatakan “anak jaman sekarang…..” yang biasanya dilanjutkan dengan kata seperti ‘tidak beretika, kelakuan mereka itu… dll”.

Atau juga, lihat bumi berubah sangat banyak hari ini dan semuanya menjadi semakin tidak terkontrol saja.

Hal itu membuatku berpikir lagi bahwa untuk sebuah karya fiksi, menonjolkan keajaiban masa lalu akan membuatnya lebih menarik, bukan begitu? Lihat saja banyak cerita fiksi yang membawa teori-teori masa lalu, mitologi dan peradaban hebat di era pertengahan, kastil, desa-desa tradisional, the old wine process, the lifestyle of the past, gaelic language dan banyak lainnya. Ya, aku mengira itu poin ‘seksi’ dari sebuah karya fiksi.

Dan itu akan menjadi jauh lebih menarik karena ketidaktahuan orang modern yang malas membaca dan meledakkan rasa penasaran mereka.

Biar kutebak, ini mungkin yang ada di pikiran mereka. Ah, bukan ‘mungkin’ lagi tetapi memang begitu adanya. Aku banyak melihatnya di kolom komentar. Ya, seperti “Wah, hebat. Aku tidak pernah memikirkannya. Ada mitologi seperti itu ya?. Author, dapat inspirasi dari mana?. Otak aku mana bisa mikir begituan *Ya loe nggak pernah mikir keles* dan sebagainya. Bagaimana? aku benar bukan?

Satu lagi aku bahkan pernah membaca sebuah cerita fiksi yang menyelipkan bahasa ibrani kuno.

Bagaimana manusia modern akan tahu jika mereka saja terlampau sibuk dengan gadget-gadget mereka.

Tidak mengherankan.

Jika belum cukup, perhatikan itu bangunan-bangunan kuno yang begitu di puja-puja, Borobudur, Machu Piccu, Angkor Wat, Munot, Chateu dll.

Orang benar-benar menyukai masa lalu. Tidakkah kalian menyadari itu? Mereka bahkan akan mengadakan pelelangan barang-barang kuno dengan harga yang tidak masuk akal. Itu sudah cukup menjadi bukti kuat.

Aku masih mengingat bagaimana sebuah barang cacat dilelang dengan harga ‘setan’ dan berakhir diminati oleh seseorang yang terlalu penasaran dengan jejak Jack The Ripper. Beruntung dia memiliki mindset Euro,  coba saja dia memiliki mindset Rupiah sepertiku. Aku sedang berhitung berapa kali aku akan berpikir untuk membatalkannya. Rasa penasaran memang mengerikan.

Sebuah cerita fiksi akan jauh lebih menarik ketika kembali ke masa lalu atau memikirkan kegilaan bumi di era baru berpuluh tahun kemudian.

Artinya itu seperti berfantasi. Masa sekarang tidak ada menarik-menariknya untuk diceritakan, kecuali dia pengarang hebat.

Mengingat aku bukan JK. Rowling, sepertinya aku akan semakin memperburuk era ini saja jika terpikir untuk melakukannya.

Maka era masa lalu adalah keajaiban dan akan menjadi jauh lebih hebat lagi karena ketidaktahuan yang memantik euforia baru.

So, Let’s flashback to past years.

DYA

Iklan
Galeri

Hanbok atau Kebaya?

Ini pertanyaan menarik ya, Hanbok atau Kebaya? You know, what is the best of the best than choose? Yeah, just choose both of them. This is really good choice because you wil get two of them, right? Okay, but you can’t do that because you need to choose one, only one.

Jadi beberapa saat lalu aku habis nonton sebuah acara milik Mnet Amerika ‘K-Style’. Acara yang dibawakan oleh 2 host kece, Sarah and Irene ini kebetulan mengusung tema “Day With Friends Hanoks and Hanboks”. Nah, dari temanya aja udah kelihatan kalau mereka akan membahas seputar Hanok yang merupakan rumah tradisonal Korea dan Hanbok, baju tradisional Korea. Perjalanan mereka kali ini nggak seperti biasanya karena mereka akan ditemani dua guests yang berasal dari US dan Indonesia.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Hanok Village

Yang menarik dari acara ini adalah, mereka memilih Hanok yang digunakan sebagai Guests Houses yang kebetulan juga pernah didatangi oleh member Exo, Kai dan Sehun saat mereka berlatih upacara minum teh di acara Exo Showtime. Hanya saja kali ini mereka datang untuk mencoba Hanbok dan bukan upacara minum teh.

Di salah satu scene saat mereka mencoba baju tradisonal Korea, Irene bertanya kepada salah satu guest mereka yang berasal dari Indonesia, apakah Indonesia memiliki baju tradisional juga? Ini pertanyaan yang menarik dan jawabannya nggak surprise juga sih untuk aku, karena dia menyukai everything about Korea, jadi wajar jika dia lebih memilih Hanbok dan mengatakan Hanbok lebih cantik. It is okay because everybody have their point of view.

11337213_1654122168204900_1700798658_n
Traditional Kebaya – Ani Yudhoyono

Kalau seandainya pertanyaan itu dileparkan ke aku, mungkin jawaban yang bisa aku berikan, tidak bisa dibandingkan karena kedua baju tradisional itu memiliki pesona mereka sendiri. Misalnya Hanbok, secantik apapun Hanbok tidak akan bisa dipakai di Indonesia karena Indonesia merupakan negara tropis dan Hanbok tidak cocok digunakan di negara dengan temperatur yang panas seperti Indonesia. Lalu bagaimana dengan Kebaya? Sama saja, Kebaya juga tidak cocok di pakai di Korea kecuali di musim panas.

Dulu aku sempat bertanya-tanya, kenapa Drama Kolosal Korea selalu mengambil setting di musim dingin? Ternyata hal itu dikarenakan Hanbok akan sangat panas jika digunakan di musim selain gugur dan musim dingin.

bride-hanbok-south-korea-imports-original-hand-embroidered-costumes-striped-hanbok-d-g121
Korean Traditional Clothes Hanbok – a.alicdn.com

Kalau masalah colour-nya dan modelnya aku kira sama saja, Kebaya juga full coulur, nggak kalah sama Hanbok. Mungkin yang sedikit menyulitkan dari Kebaya adalah Kebaya model lama yang mengunakan bawahan jarik yang mengerucut di bagian bawah. Itu cukup menyulitkan ketika kita akan berjalan, tetapi hal itu sudah teratasi seiring modifikasi model dari Kebaya itu sendiri. Bahkan aku pernah lihat Kebaya yang lebar bawahannya nyaris sebesar Hanbok, jadi tidak perlu khawatir.

hwang-jin-yi
Korean Traditional Hanbok for Gisaeng

Nah, dari sana aku berpikir, Indonesia kan baju tradisionalnya nggak cuma satu aja. Every Province in Indonesia have their traditional clothes and now we have 34 province in Indonesia, It means we have 34 different traditional clothes. WOW!! That’s amazing dan tidak ada satupun negara yang memilikinya. We have anything, tinggal pilih aja mau pakai apa. Tetapi kemudian hal itu juga menciptakan satu masalah baru tentang how to promote? Korea hanya memiliki satu rumah tradisional, Hanok. Satu pakaian tradisional, Hanbok dan satu tulisan Hangeul. Perbedaan dari bahasa daerah di Korea hanya terletak pada satoori-nya saja. Dengan satu jenis budaya mereka akan sangat mudah untuk memperkenalkannya ke dunia luar.

Sekarang, coba lihat Indonesia, baju tradisonal ada 34, rumah tradisional ada 34 juga dan bahasa daerah menurut beberapa sumber ada 700 bahasa daerah. Gimana itu cara memperkenakannya ke dunia Internasional, pusing tujuh keliling karena Indonesia tidak akan cukup untuk menampilkannya dalam satu waktu dan kemasan and this is our problem because we have so many things, we can’t promote well.

rumah-adat-bolon
Salah satu rumah tradisional Indonesia ‘Bolon’
rumahbatakkaro
Rumah BatakKaro

Aku sempat berlikiran gini, mungkin nggak ya kita membuat sebuah perpaduan style mulai baju sampai aksesoris dari 34 provinsi berbeda dalam satu kemasan saja? Penjelasan gampangnya dalam satu waktu kita memakai semua hal dari 34 provinsi. Sebenarnya malah bikin pusing sih tetapi entah kenapa kalau di khayalanku jadinya malah cantik banget dan full colour. I think because I love everything full colour, so I have this kind of obsession. Andai aku bisa mengambarkannya. Pasti menarik. Okay forget it!

Jadi kembali ke pertanyaan pertama, mana yang lebih menarik diantara Hanbok dan Kebaya? Karena saya orang Indonesia yang menyukai kepraktisan terkadang, maka aku lebih ke Kebaya dibanding Hanbok. Ada satu hal yang harus kalian tahu bahwa meskipun cantik Hanbok itu sangat rumit ketika digunakan dan memiliki banyak sekali layer and that is not my style. So, I will choose Kebaya. Pesona Indonesia, Wonderful Indonesia, and Visit Indoensia 2017.

Cherioo…

DYA

P.s  Tentang foto bu Ani kenapa aku memilih beliau, itu karena beliau sangat fashionable tetapi Indoenesia sekali. So, I love her style.

FTD Chapter 4: Semarang dan Nostalgia Tempo Doeloe

Masih tentang perjalananku di Kota Semarang. Kali ini aku mengunjungi dua tempat yang salah satunya bisa didefinisikan “Aku tidak akan bisa pulang sebelum ke tempat ini”. Yah karena tempat itu cukup berkesan untukku. So, ini adalah tempat-tempat yang aku kunjungi di kota Semarang di hari kedua perjalananku.

Hush…Hush…Sam Poo Kong

Okay! Jadi tempat pertama yang aku kunjungi di hari keduaku di Semarang adalah Klenteng Sam Poo Kong. Sebenarnya aku cukup kecewa dengan tempat ini karena tidak sesuai ekspektasi aku. Jadi Sam Poo Kong ini adalah tempat persinggahan Laksamana Cheng Ho. Bangunan berarsitektur khas China kuno ini dulunya adalah sebuah masjid hingga kemudian seiring berjalannya waktu tempat ini berubah fungsi menjadi tempat pemujaan.

Tiket masuk ke tempat ini adalah 5000 rupiah saja untuk turis lokal. Akan tetapi tiket ini belum termasuk tiket ke klenteng pemujaan dan hanya berlaku di pelatarannya saja. Demi membunuh rasa penasaran aku memutuskan untuk masuk ke Klenteng pemujaan. Untuk masuk ke klenteng kita akan dipungut biaya tambahan sekitar 20 ribu rupiah.

Bangunan klenteng pemujaan ini di bagi menjadi tiga dan aku tidak tahu perbedaan dari ketiganya. Semuanya terlihat sama saja. Saat ingin memotret lebih dekat di banguanan pemujaan pertama aku sempat ditegur oleh petugas karena alasan yang aku sendiri tidak tahu, tetapi mungkin karena sedang ada yang beribadah ditakutkan akan menganggu. Yang menyebalkan adalah dia ngusirnya semacam ngusir ayam “Hush…hush…”. Rada kesel juga sebenarnya, tetapi mungkin aku memang salah karena berniat memotret disaat ada yang sedang beribadah. Inilah saat dimana sebuah toleransi dibutuhkan.

Untuk bangunan kedua dan ketiga sama saja, digunakan sebagai tempat pemujaan juga, bedanya di tempat pemujaan ketiga kita bisa menemui sebuah bedug. Mungkin karena dulunya adalah masjid jadi ada bedung disana. Selain itu, kita juga bisa melihat sebuah kolam berisi lilin super besar dengan tinggi sekitar satu meter dan api yang berkobar di ujungnya.

Mie Kopyok yang membuat perut terkopyok

img_20170215_184341
Mie Kopyok khas Semarang yang aneh

Puas berkeliling Sam Poo Kong membuat perut saya bergemuruh minta diisi. Dari pintu keluar Sam Poo Kong terlihat sebuah keai tenda yang menjual Mie Kopyok yang menurut beberapa referensi masuk dalam kuliner yang wajib dicoba ketika berkunjung ke Semarang. Mie kopyok terdiri atas mie kuning, tauge, lontong, tahu goreng yang diiris tipis dan kerupuk singkong dengan siraman kuah yang memiliki rasa gurih dan sedikit asam. Untuk lidah aku, aku kurang suka dengan kuliner ini. Apa ya, semacam paduan isinya nggak cocok aja kalau versi aku. But, aku tetap akan merekomendasikan kuliner ini. So, jangan lupa untuk mencobanya ketika berkunjung ke Kota Semarang.

Toko ‘Oen: Nostalgia Tempo Doeloe

Aku pernah bilang kan kalau aku suka banget hal yang tua-tua dan toko ini pun sama. Toko Oen ini pertama kali didirikan di Jogja pada 1910 oleh seorang wanita bernama Liem Gien Nio. Nama Oen sendiri diambil dari nama suami Nyonya Liem, Oen Tjok Hok dan merupakan salah satu toko yang berkembang pesat di zamannya. 16 tahun kemudian, Toko Oen membuka cabangnya di Kota Semarang tepatnya pada tanggal 16 April 1936. Toko ini berlokasi di Jalan Pemuda No. 52 yang dulu dikenal dengan wilayah Weg Bodjoeng. Saat ini Toko Oen dikelola oleh cucu Nyonya Liem.

Selain di Semarang, Toko Oen juga membuka cabang di Jakarta dan Malang, akan tetapi banyak yang tutup atau berpindah kepemilikan. Bisa dibilang Toko Oen di Semarang ini saja yang masih dimiliki oleh Keluarga Besar Oen.

Yang menarik dari Toko Oen adalah keautentikannya yang masih begitu terjaga. Berada di Toko ini akan membuatmu seperti berada di masa lalu. Bangunan berarsitektur khas Kolonial yang tinggi dan lapang ini menawarkan suasana Vintage dan Cozy yang menggoda. Menurut beberapa referensi tempat ini banyak dikunjungi oleh oma dan opa Belanda yang ingin merasakan kembali kenangan di masa lalu. So Sweet.

toko-oen-semarang
Suasana di dalam Toko Oen, Semarang

Toko Oen sendiri menawarkan menu mulai dari pembuka hingga appetizer. Dari makanan khas Indonesia hingga Eropa dan China hingga Australia, semua tersedia lengkap. Namun sesuai namanya Toko Oen restaurant, Ice Cream Palace, & Pattisserie, Toko Oen lebih menonjolkan Appetizer sebagai signature dish mereka.

Berkunjung ke Toko Oen ada satu menu terkenal yang tidak boleh dilewatkan yakni Es Krim Oen Symphony. Es Krim ini merupakan salah satu es krim yang melegenda di Toko Oen. Aku pun tidak mau ketinggalan untuk mencoba Es Krim ini. Es Krim Oen Symphony terdiri atas es krim dengan 4 rasa berbeda, whipe cream, dua lidah kucing dan siraman sirup strawberry. Jujur paduannya bagi aku lagi-lagi aneh. Entahlah kenapa aku merasa culture shock dengan semua kuliner di Semarang. Hampir setiap makanan menjadi tidak cocok di lidah aku, bahkan untuk kuliner yang umum sekalipun seperti nasi padang.

img_20170215_184253
Es Krim Oen Symphony yang melegenda

Es Krim Oen Symphony ini terdiri dari dua skop es krim dengan rasa asam dan dua skop es krim dengan rasa yang manis. Sejujurnya paduannya cukup menyegaran tetapi aku kurang suka. Selain es krim Oen Symphony aku juga memesan segelas Latte dingin. Rasa kopinya persis seperti kopi yang aku pesan di Batavia Cafe Jakarta. Rasa-rasa tempo doeloe. Anehnya aku baru sadar kalau semua menu yang aku pesan adalah minuman. But it’s okay, I love this place. Dan semua menjadi terasa lebih Eropa ketika dinikmati sambil membaca buku diselingi rintikan hujan di sore hari. Nice.

By the way, dibandingkan dengan Batavia Cafe Jakarta tempat ini kalah jauh. Interior Batavia Cafe Jakarta lebih chic dan autentic. Sebenarnya ada satu hal yang terus terngiang-ngiang di benak aku yakni tentang cermin di Toko Oen. Aku nggak tahu apa itu dekorasi lama atau hasil renovasi tetapi keberadaan cermin itu menjadikan Toko Oen seperti Restoran Padang. Hal itu diperparah dengan adanya lampu neon putih yang semakin mengurangi rasa-rasa tempo doeloe dari Toko Oen yang identik dengan lampu yang temaram. Namun, apapun itu aku tetap merekomendasikan Toko Oen bagi kalian yang ingin merasakan nuansa masa lampau daninilah akhir dari perjalananku di Kota Semarang. See you in the next place. Bye Bye…

DYA

FTD CHAPTER 3: Semarang and the Awkward Day part 1

Prinsip hidup aku sederhana saja New Place means for Travel. Ini tentang bagaimana kamu akan menghabiskan uangmu, atau juga seperti yang dikatakan Mark Twain “20 tahun dari sekarang kamu akan menyesali diri karena tidak menggunakan masa mudamu untuk berkeliling dunia”. Dan aku tidak ingin menyesali itu nantinya. Namun, travel pun akan memiliki definisi lebih, bukan tentang seberapa banyak tempat baru yang kamu kunjungi nyatanya, tetapi lebih ke apa yang kamu lakukan di tempat baru itu. Jika hanya untuk selfi maka 80% aku pastikan kalian tidak akan mendapat apapun. Kenapa? Karena selfi akan sangat menghabiskan waktu, menghabiskan energi dan menurunkan fokus hingga 50 – 60%. Tolong pahami, selfi berbeda dengan fotografi, mereka memiliki tujuan yang berbeda maka makna dibaliknya juga akan sama berbedanya.

Okay! Dan tempat baru itu kali ini adalah Semarang, still unmaping on me, liar and feels unsafety. Aku pikir aku sudah mantap dengan prinsip pertamaku but I’m still Indonesian girls (read: like something easy to go). Jika harus membandingkan antara Semarang dan Jogja maka itu seperti Jerman dan Praha. Jerman merupakan negara yang segalanya terintegrasi dengan baik, cantik, bersih dan menyenangkan sama seperti Jogja. Mungkin tidak bisa terlalu dibandingkan, akan tetapi untuk level Indonesia, Jogja sudah sangat baik khususnya untuk transportasi publiknya. Sedangkan Praha yang berada di Eropa Timur menurut banyak buku travel selalu berhasil menciptakan rasa tidak aman tersendiri, dan Semarang bagi aku juga demikian. I feel unsafety, perasaan seperti itu

Tahukah bahwa salah satu ciri negara maju adalah transportasi publiknya yang terintegrasi baik. Tidak ada situs yang menyebutkannya (?) tetapi aku menyimpulkan demikian karena itu yang aku lihat di negara-negara maju. Saat ini Indonesia sedang berbenah from developing country to be a develop country from transportation side. Anggap saja saya Indonesia, the girl from developing country who try to be a cool girls from develop country. I will challenge my self and I will show to the world if Indonesian girls also can do what girls in develop country do. Bahwa perempuan Indonesia bisa mandiri dan tidak bergantung seperti yang kebanyakan mereka tahu dan telah meninggalkan title Magic Queen mereka (ini bagaimana aku menyebut segala hal yang terlalu dilayani di Indonesia). Like what foreign people do to show that they can eat spiciy food.

So, penasaran apa saja yang aku lakukan di semarang? Check it

Old Town, Old Thing, Old Man

Setelah menempuh jarak sekitar 7,5 Km dari Mangkang akhirnya aku tiba di Old town. Jika ada satu hal yang tak boleh terlewatkan olehku di sebuah kota, maka itu adalah Old Town. I love Old town, Old Thing dan mungkin juga Old Man *Eh. Lupakan. Bahkan untuk level Old town Jakarta yang soo~~~ disgustingggg~~~ (bacanya ala BTS Rapmon ya di American Hustle), I’m still love it.

Aku selalu membayangkan bagaimana jika kota tua Jakarta bersih, dipenuhi cafe-cafe vintage cozy ala Eropa dengan aroma Kopi dan roti yang semerbak, juga kursi-kursi yang ditata rapi, bunga bermekaran dan gondola. Wah, it must be dream now, kecuali jika kalian bisa menemukan cara untuk menjernihkan sungai Ciliwung di bawahnya. Ide Tugas Akhir itu. CC Anak Teknik Lingkungan, Teknik Kimia. *readers: Lu juga anak Tekkim kali. Me: Pura-pura nggak denger*

Menurut penuturan si supir taksi sok tahu, kota tua sama sekali tidak interested. Aku menghargai pendapatnya tetapi karena kebetulan aku habis minum vaksin anti generalisasi, jadi hal itu tidak berpengaruh. Aku bukan jenis orang yang anti dengan sesuatu yang touristy. Ketika aku berpikir itu menarik maka aku akan mendatanginya meskipun hanya hiu yang tercatat pernah berada di sana sebelumnya, atau malah selalu dipadati orang setiap harinya hingga kadar oksigen menurun tajam. I don’t care and this is my travel style.

Okay, jadi tempat pertama yang aku kunjungi di Old town adalah Gereja Blenduk. Gereja berarsitektur Neo Klasik ini dibangun pada 1753 dan masih digunakan hingga sekarang. Kondisi bangunanya juga masih sangat baik, terawat dan bersih. Saat berada di gereja ini entah kenapa yang terlintas di benak aku adalah Kroasia. Bukan secara visual gerajanya, tetapi lebih ke atmosfernya. Aku belum pernah berada di Kroasia tetapi kira-kira perasaan seperti itu yang aku rasakan ketika membaca banyak buku tentang Kroasia. Mungkin karena gereja Blenduk memiliki dinding berwarna putih dengan kubah berwarna merah, jadi aku merasakan atmosfer Kroasia yang juga identik dengan bangunan berdinding putih dan atap kemerahan. Mungkin.

Lajar atau Klayar?

“Jadi ini kawasan kota tua mbk, yang itu pabrik rokok…”

“Prahu klayar!!”, potongku cepat sebelum si supir taksi menyelesaikan kalimatnya.

“Lajar mbk, lajar bukan Klayar”, *pasang muka bete*

“Iya itu juga maksudnya”, *membela diri*

Entah kenapa tiba-tiba aku bawa-bawa nama hometown yang kebetulan memiliki pantai terkenal bernama Klayar. Jiwa local guide tak tersampaikan kali ya. Mungkin. Forget it.

Jadi, Pabrik Rokok Prahoe Lajar adalah tempat kedua yang aku sambangi setelah Gereja Blenduk dan adegan menyakiti hati si sopir taksi jiwa guide. Maaf pak. Aroma tembakau yang menyengatlah yang kemudian berhasil membawaku menemukan pabrik ini.

img_20170209_100411

Pabrik rokok ini merupakan salah satu pabrik rokok di semarang yang berhasil selamat dari gempuran pabrik rokok nasional, bahkan Internasional. Peminatnya sendiri adalah para nelayan yang kebanyakan berasal dari Pekalongan, Pemalang dan Tegal, sekitar 2 jam dari Semarang ke arah barat Pulau Jawa.

Banguanan ini dibangun pada masa Pemerintahan Kolonial Belanda dan berfungi sebagai kantor. Pemiliknya adalah Maintz & Co. Sebuah perusahaan energi swasta yang pertama mengembangkan jaringan listrik era Hindia Belanda. Perusahaan ini melayani kebutuhan listrik masyarakat di Pulau Jawa.

Maintz & Co memiliki beberapa anak perusahaan, salah satunya adalah NV Algemeene Nederlandsch Indissche-Electiciteits-Maatschappij (ANIEM), yang didirikan tahun 1909. Tanggal 2 Mei 1959, perusahaan ini dinasionalisasikan. Setelah itu, kantor Maintz & Co di Semarang digunakan sebagai kantor dan pabrik untuk rokok Prahoe Lajar hingga sekarang.  Menarik (Sumber : seputarsemarang.com).

Sebenarnya sebelum jalan-jalan aku sempat beli korek api terus itu mbk-mbk kasirnya langsung bereaksi heboh “buat apa? Rokok?”. Ini serius, dia sekaget itu dan sebelumnya aku nggak mikir buat apa juga tetapi karena mbknya nuduh gitu… Ya udah deh ide bagus.

Polder Air Tawang

Air yang menggenang banyak selalu mengingatkanku dengan Rani, salah satu tokoh fiksi di novel San Fransisco yang selalu berambisi untuk bunuh diri setiap kali melihat kilau air dibawah pancaran senja di Golden Gate Bridge, San Fransisco. Feel suicided. Bukan berarti aku pengen bunuh diri juga, hanya mengingat saja.

Polder Air Tawang merupakan pusat pembuangan air di kawasan stasiun tawang yang kemudian dialirkan ke laut untuk meminimalisir terjadinya ROB. Sebelum direnovasi tempat ini sering menimbulkan bau busuk, tetapi sekarang tidak lagi dan cukup asik digunakan untuk duduk santai di  sore hari sambil membaca buku ditemani segelas latte dingin.

Sayangnya saat aku melintas, terlihat dua bapak-bapak yang sedang sibuk memunguti sampah yang terapung di atas permukaan air. Ah, Indonesia.

Ing Stasiun Tawang

“Kutho Semarang sing dadi kenangan…”

Nggak gitu juga sih ya, cuma lagunya liriknya gitu. Lebih tepatnya nggak ada lagunya tapi biar Stasiun Tawang nggak iri sama Stasiun Balapan, Solo. Jadi, aku buatkan saja Official Soundtrack. Nggak Official juga tapi, plagiat soundtrack tepatnya. Ah, sudahlah banyaknya enggaknya, mending nggak usah sekalian.

Jadi Stasiun Tawang dibangun oleh Nederlandsche Indische Spoorweg Maatschsrij (NIS). Salah satu perusahaan Kereta Api di era Kolonial Belanda. Stasiun ini pertama kali diresmikan oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Baron Sloet Van de Beele. Pembangunanya sendiri memakan waktu hingga 6 tahun, yaitu antara 16 Juni 1864 – 10 Februari 1870. Arsitkenya sendiri adalah seorang berkebangsaan belanda yaitu JP De Bordes. Stasiun berarsitektur Indische ini masih dipergunakan hingga sekarang dan melayani jalur Semarang –  Yogjakarta – Solo.

Yang membuat aku penasaran sebenarnya tentang alasan mengapa hanya dibangun jalur untuk melayani tiga kota ini saja, kenapa tidak banyak jalur seperti tugu misalnya.

The Awakward Coffee Shop

Setelah berkeliling selama beberapa jam aku memutuskan untuk mampir di sebuah coffee Shop TEKODEKO yang masih berada di sekitaran kota tua. Melihat bangunanya dari luar saja aku sudah bisa menebak tempat ini akan seru dan voila… Tepat setelah aku membuka pintu cafe, aku disambut dengan pemandangan dalam cafe yang vintage dan dipenuhi perabotan dari kayu. Tempatnya tidak terlalu besar tetapi dindingnya yang di cat putih dihiasi oleh lukisan-lukisan yang entah apa maksudnya dan beberapa blanket berisi majalah travel.

img_20170207_193058
TekoDeko Coffee

Begitu memasuki Cafe kecil, yang aku tahu ya langsung memesan ke baristanya. This is what I see in Europe but…I think I’m wrong karena ternyata di Cafe sekecil itu mereka akan membawakan buku menu ke meja yang kita duduki. OH MAY. Pantes tadi pas aku mesen Kopi, yang menunya aku lihat di dinding mas-mas baristanya sampai terkaget-kaget. Ternyata. Ingatkan saya ini bukan Europe atau South Korea.

Ehmm…malu nggak ya? Sebenarnya enggak, cuma pengen ketawa aja. Apalagi kalau ingat tampang masnya yang kaget gimana gitu. This is awkward moment for me dan sialnya keabsurdan itu nggak berhenti sampai disitu saja.

Setelah kopi pesananku tersaji di meja, aku masih sibuk memainkan ponsel dengan tangan kiri menopang dagu dan tampang galau semacam habis putus, tiba-tiba…

Uri sarang hajimarayo…

Ajigeum jal morejanayo…

Wae oppa? Wae? 을수 ? (Trans: Kenapa oppa? Kenapa? Kenapa tidak bisa?)

Okay, mungkin kalian bingung. Jadi tulisan yang di italic itu adalah lagunya Big Bang yang dirilis 2015 silam. Beberapa tahun terakhir aku jarang mendengarkan lagu-lagu mereka dan tiba-tiba suatu hari aku menemukan MV lagu ini di youtube dan langsung jatuh hati. Judul lagunya Uri sarang hajimarayo yang berarti Let’s not fallin’ in love.

Music Video dari lagu ini diawali dengan munculnya T.O.P, salah satu member bigbang dan demi tuhan aku nggak bisa move on dari adegannya disitu. Di Music Video itu dia menjelma menjadi sosok oppa yang…yang, I can’t describe that. I call that like Yeobjib Oppa because he is really kind, cool,  and too much handsome.

Dan kalian tahu gimana rasanya begitu lagu itu diputar, itu seperti TOP oppa ada di hadapan aku dan dia bilang “Uri sarang hajimarayo…” terus dia pergi bahkan sebelum dia meminun kopi pesanannya. Adegan itu diperparah dengan ekspresi galau dimukaku yang sebenarnya karena siakad-ku (situs akademik) nggak mau loading aja karena internet connectionnya susah. LOL. Nggak tahu kenapa moment dan tempatnya pas banget untuk adegan video itu.

img_20170209_100242
Latte and the awkward day…

Belum juga selesai senyum-senyum gaje, tiba-tiba lagu selanjutnya yang di play lagi-lagi lagunya Big Bang juga “Sober”. Sial. Masalahnya yang aku ingat dari MV lagu ini cuma adegan pas si GD di hutan yang banyak bed-nya. Jangan tanya kenapa ada banyak bed di tengah hutan karena kau nggak tahu. Nggak punya rumah kali mereka. Molla. Tiba-tiba dia bawa alat pembasmi nyamuk DBD yang mengeluarkan asap tebal dan biasanya di semprotkan di kampung-kampung jaman dulu, tahu kan. Itu pokonya terus si GD ini guling-guling di rumput, loncat-loncat di kasur dan berbagai pose aneh lainnya. Ada satu lagi, jadi disetiap ranjang kan ada selimutnya. Nah warna selimutnya itu orange tua dan itu sama persis dengan rambutnya dia. Ini apa coba? Aku nggak bisa berhenti ngakak sampai dilihatin sepasang orang yang lagi pacaran disudut lain cafe plus mas-mas barista. This is awkward.

Giliran Big Bang kembali normal, gantian aku yang nggak jelas. Aku sebenarnya udah tahu kalau kopi memang disajikan tanpa gula karena salah satu cita-citaku pengen jadi barista dan aku belajar cukup banyak. Tetapi Ansel (salah satu tokoh fiksi di novel San Fransiso) kita akan berteman baik sepertinya. I hate you but I don’t really like to drink coffee without sugar dan aku benar-benar tidak paham mengapa orang mau menyiksa diri dengan minum kopi tanpa gula. Lebih buruknya aku baru sadar ternyata kopi yang aku minum mengandung gula cair yang mengental di dasar gelas saat kopi yang aku minum tinggal separuh. Sial.

Tidak mau mengalami hal lebih aneh lagi aku bergegas membereskan barang-barangku yang tergeletak di meja, memasukkannya ke dalam tas dan pergi but

Loser waetori sen cheokhaneun geopjaengi
Motdwaen yangachi geoul soge neon
Just a loser waetori sangcheoppunin meojeori
Deoreoun sseuregi geoul soge nan I’m a

(Big Bang- Loser)

MOLLAAAA!!!. SHIREOOO!!! And the day ends with an album I listened to the big bang. Maybe… Nan Michigeda nagea…

DYA

Super Junior Angry to ELF Q&A

Warning: Don’t read this article.

So, I don’t know what happenned with me this time. I’m being melancoly person. This is not my style but I always do it all the day long. By the way, today is Kyuhyun birthday. Eeee…Okay! Should I give him like congratulated? A.. a.. a…arra, arra Cho Kyuhyun oppa Happy birthday to you. It is 30s, right? Umm…I just hope you still remember what you write in your letter for Super Junior 11th Anniversary last year. Yes, but what you write? Okay! You write “This is letter from hot guy in early 30s”. Wah, it is kinda weird, don’t you think? Ah, you must be really shy if you have a chance to read your letter now. Actually I will said I’m agree with you. In 2013 when Yesung oppa going to the army I cried a lot. I think Super Junior will be boried without him. For a month I run a far and after that something make me comeback to them. This is first time for me to see you more and I think like Kyuhyun Oppa is so gorgeous. I heard your song a lot. After Yesung oppa comeback to Super Junior, I can’t describe what I feel. I just happy but I still looking for you. And now when the news said you will going to the army this year. Why…why I would not willingly? I don’t know and because that, I miss Super Junior so much this day until I have played you song all the day long. My friend said she is also missing super junior and make some stories. I think today is a day to missing you oppa. Bogoshipeoyo.

So, how about to make flashback to the past memorise. This is the Q&A between Super Junior and ELF in Super Show 5 Taiwan.

I tell you first, the sentence without italic and black colour is real conversation, and the sentence with the italic is what I said related to the conversation.

***

Eunhyuk: Are you tired?

Oppa please, I’m going died because waiting for you all until you have a comeback from the army.

ELF: Not tired

Kyuhyun: Actually you can speak in Korean because I’ve already taught everyone a lot of Korean. My dad taught them.

Okay! Your dad is lecturer. No comment.

Donghae: Seem like they really understand

They are all lie oppa. Don’t believe us (ELF)! *ELF death glare*

Kyuhyun: Of course

Eunhyuk: Then I’m going to use Korean

Try us

Shindong: Then there wouldn’t be any translation

Hmm…That’s good idea

Eunhyuk: Everyone are you happy?

ELF: Yes

Boys: Wow

Eunhyuk: Are your armpits already sweating?

Me: *Roll eyes*.

ELF: Yes (they don’t understand this part…XD)

Yak! Where are your pride gone ladies?

*Boys were laughing*

After the translation out ELF laughed hard

EH & KH: All of you said yes

Kyuhyun: My dad did not teach them how to say armpit (in korean)

It is because your dad is clever. He just teach the good one.

Eunhyuk: Kyuhyun, please explain what is armpit!

????!!!! Everyone, please don’t like them. *SJ death glare*

Kyuhyun: Armpit is… (SW: It’s difficult)

It’s not difficult, geunyang PABO!

Eunhyuk: Just show it to everyone

Blind mode on

Kyuhyun: Mine…mine? My thing? (he meant armpit here nn;;) I can’t, I can’t.

Genius!

Eunhyuk: We went in just now and come out again so did you all consider already? Do you all want to get married or not? If you want to get married then scream, if you don’t want then lift the board again.

*ELF lift up the boards*

Eunhyuk:/points at everyone and stomps feet on floor/ WHY? WHY? Why do you all not want to get married!

Hahahaha. I think it is because nobody want to marry us who love the other man (SJ). Maybe…

Ryeowook: What are you all doing!

Travel, eat, sleep and think about you.

Donghae: This is too outrageous!

Kyuhyun: We need to consider too.

Just do it! You talk to much.

Eunhyuk: The (kkkkk) makes me really angry! Put the (kkkkk) down! It really angres me.

Then, I will do it again and again.

Kyuhyun: Kkkk was taught by my dad.

Siwon: Your dad is really humorous

Eunhyuk: kkk is use like that/ does a crab dance/

Sungmin: No,

Siwon: Do  you want to show everyone your butt?

???? I don’t see anything on the video. I don’t know what Sungmin really do.

Sungmin: No, the dance is not like that… *Show the correct posture*

Eunhyuk: hh

Kyuhyun: Everyone, do you know hhh?

Can you just speak like brilian person.

ELF: Yes,

Siwon: (does evil laugh)

Eunhyuk: Um, you all can put the boards down now. It is okay, we will just marry the fans who are coming tomorrow.

Kyuhyun: What will if they have the same reaction tomorrow?

You are analitis person oppa.

Siwon: I feel that these three days I will only get angry and return home

LOL

Donghae: Why is everyone so cold hearted?

Siwon: So, I should not come tomorrow, right?

Donghae: Then we should come and stay again.

Siwon: Okay, let’s come and stay.

Kyuhyun: No, we can’t. Because the previous time all of you said we stayed for too long and asked us to quickly return (to korea).

We do. You make our money, ahh…Let’s not talk about this.

Donghae: Oppa Oppa we men mei you qian (Oppa oppa we don’t have money)

So, stop to realease the album or anything like. You spent our money.

Siwon: We have this kind of memorise, (that fans are) really straight forward, very good!

Eunhyuk: Taiwan fans are really straight forward.

We love money oppa

Sungmin: Also, really have a sense

Eunhyuk: And really know how to make people angry, kkkkk. *with pleasure*

We are presenting the last song to everyone now.

*ELF started whining*

Eunhyuk: What, What are you all doing?

Kyuhyun: What? What? What?

Eunhyuk: We are left with two days of performence, and it is also because of everyone that we laughed a lot today. We are really happy. Please bring the different surprise (event) tomorrow

Ryeowook: Eunhyukk ssi, then tomorrow the fans at level 3 should lift the boards together too

Eunhyuk: Geureone? People at the 3rd floor, why are you all empty handed today?

*ELF laughed hard*

Kyuhyun: Because the price of the papers increased recently

We don’t have money just to pay the papers. So please, stop to realease the album. *Sj: Then we are who going die*

Eunhyuk: Ahh…People at the 3rd floor want to marry us right? *ELF scream*

Bukankah terlalu percaya diri

Eunhyuk: What? NO?

Um…No

Sungmin: No?

No

Siwon: What happenned to you all?

We are really this kind of people oppa

Ryeowook: Are you all married already?

Siwon: They already have two childern

Kemudian kami adalah warga negara yang baik (KB: dua anak cukup)

Kyuhyun: Ahhhh…then we can’t, we have no choice.

Eunhyuk: We can just rise the kids together

Can you just gave us the money. *EH: lempar mic*

Siwon: This is really great idea

Eunhyuk: We are really presenting the last song to everyone now. *ELF: ahhhhhh…* /Laughs/ can’t bear (for us to leave)

Sungmin: Then come again tomorrow

Eunhyuk: Supossingly, I should part my heart and soul into the last song but ( after seeing the fans project) I am not able to do so.

Gojimariya (don’t lie)

Siwon: It is because I’m too angry *ELF Laughs*

Why I love it (to see you angry)

Eunhyuk: What should we do?

Kyuhyun: All of you know we are just joking right? *everybody laughs*

Baiklah, makhluk brilian akan selalu menghancurkan suasana. When everybody give apreciation to Kyuhyun his dad just said “Kyuhyun isn’t think genius, he just think brilian”. Enggak, itu apa bedanya ya?

Donghae: We are just joking but all of you seem so serious.

I think we aren’t. You are the person who really want to have a kids. So, you must be the serious one. Isn’t it?

Siwon: Alright (Me: geuchi oppa. Siwon: No, I don’t answer you. Me: Ah…), let’s do resolve the issue here. We would have to visit (Taiwan) more often, so that we could get the chance (to marry the fans)

It is not about marry or not. Money oppa, we talk about money now. We men mei you qian.

Eunhyuk: it’s not like that. Isn’t there a surprise (event) for the last song too? Ahhh… I’m anticipating. Then we are going to sing the last song.

Sindong: Let me say something! There’s something interesting over there ‘I don’t like skinny idols’ but recently I think I lost some weight. No…Actually I’m just saying my wish.

So, why do you want to be something you hate oppa. LOL (Shindong: Think about your wrong subject. Me: Ah…then it is really cool to do something we don’t like, oppa*Smile, wink*. Shindong: *act like not hear anything*)

Eunhyuk: So, all of us should not have an affair. Okay, the last song is from our first album. Everyone please sing it together “So I”

***

So, we are really love this kind of people. I don’t know but I love this conversation a lot. By the way, congratulation for your graduation Kyuhyun oppa. Wah, I think you must be late but not, you still a brilian person. And talking about silent graduation. You know I think about that too. I have a plan to do so. It must be a good memorise.

DYA