Indonesia yang ‘Menganggu’

People really talking about me.

Aku tidak ingin membahasnya tetapi, apa ya…aku sendiri merasa culture shock begitu. Jadi, aku pikir kenapa tidak untuk membicarakannya.

Aku tahu dan mungkin sangat tahu bahwa kalian begitu penasaran. Ya, aku memang selalu menjadi trending topic sejak dulu kala. Bukan hal baru, baik itu yang good news or bad news, people always talking about me. Kebanyakan bad news sih ya, kan aku memang jutek sekali dan memiliki keahlian khusus untuk membuat orang kesal. Entah bagaimana awal mulanya, mereka selalu membicarakannya.

Aku bergaya demikian, mereka membicarakannya. Aku berpikir demikian, mereka membicarakannya. Aku berbelanja sesuatu, lagi-lagi mereka membicarakannya. Aku berbicara dengan laki-laki, mereka membicarakannya. Aku membaca buku apa, mereka membicarakannya dan apapun yang aku lakukan, mereka membicarakannya. Asik hmm?

Entah kenapa aku mulai mengerti perasaan seorang selebritis yang bahkan pose ngantuknya aja di kepoin. Nggak enak. Apalagi yang keponya ala orang Indonesia yang semena-mena. Entah bad news atau good news yang namanya dikepoin tetap saja nggak enak. Apa aku dapat karma karena sering stalking yesung ya? Rasa-rasanya nggak mungkin. Lagian aku bukan tipe orang yang kepoan juga.

Whatever that, keponya mereka yang mulai terlalu semena-mena akhirnya sukses membuat aku kurang nyaman juga. Beberapa hari lalu aku pergi ke toko roti. This is one of the palce I love to go. Saat sedang sibuk memutuskan apa yang ingin aku beli, ada seorang ibu-ibu yang juga melakukan hal yang sama. I don’t give a shit about her. Lagian sejak kapan juga aku jadi manusia yang peduli? *Askmyself* Setelah selesai aku bergegas ke kasir untuk membayar, dan lagi-lagi ibu tadi juga melakukan hal serupa. Dan aku kembali tidak peduli. Walaupun tidak dalam mood dan kondisi tubuh yang bagus, aku masih cukup sabar menunggu keplin-planan si ibu kepo.

Akhirnya aku dapat giliran untuk membayar. Sambil menunggu kembalian, aku memasukkan barang belanjaan ke dalam tas di atas meja kasir. Masih ingat ibu yang tadi? Ya, si ibu kepo kembali ke kasir lagi karena menambah barang belanjaan. Tiba-tiba beliau bertanya “beli tas dimana?”. Belum sempat aku menjawab beliau kembali bertanya “mereknya apa?”, tanyanya dengan tampang menilai dan tanpa permisi beliau menarik tasku sampai posisiku bergeser sekitar 45o. Tidak cukup sampai disitu, si ibu tadi terus melontarkan pertanyaan “merknya apa?”, “Beli dimana?” hingga membuat  si penjaga kasir merasa malu dan menampilkan ekspresi “Maaf untuk ketidaknyamanannya” yang hanya aku balas dengan senyuman. Aku tak terlalu menanggapi si ibu kepo tadi dan bergegas pergi setelah mendapat uang kembalian dan struk belanja.

Sesaat sebelum melarikan diri aku masih sempat melirik wajah si ibu kepo yang menampilkan ekspresi yang aku nggak bisa mengerti. Ekspresi beliau itu antara kepo, ngeremehin, dan congkak. Apa coba itu, nggak bisa ditarik kesimpulan. Pokoknya begitulah, ekspresi wajahnya nggak terdaftar di emot sih jadi nggak bisa aku gambarkan.

Setidak pedulinya aku, tetap ada situasi dimana aku akan merasa terganggu dan si ibu kepo tadi melakukannya. Akhirnya aku jadi ingin ikut menilai juga. Dilihat dari tampilannya beliau berada di kelas menengah sebenarnya. Stylenya nggak banget dan dompetnya pun juga entah Kw berapa. Kan aku jadi kasar *forgiveMe. Aku nggak akan peduli jika beliau hanya bertanya, tetapi sikap tidak sopan dan ekspresi wajahnya itu cukup membuat aku kesal. Jadi, katakan kemana budaya ketimuran yang diagung-agungkan itu?

Terakhir, aku hanya berharap orang bisa berlaku lebih sopan. Bukankah kesopanan sangat dijunjung tinggi di Asia, khususnya Indonesia. Kemana larinya tata krama ketimuran? Huh! bullshit. Aku bahkan tidak ingat lagi berapa banyak orang yang menulis artikel serupa, tentang betapa tidak sopannya orang Indonesia. Aku pikir aku tidak akan menambah panjang daftar hitam, but finally I do. This is really annoying. if you do it to the local people, maybe they would understand. But what’s up if people from different countries who felt it. What will they think of Indonesia? Please respect the privacy of others. Aku nggak melarang rasa penasaran, hanya saja yang namanya rasa penasaran pun ada koridornya. Jadi, tolong pahami itu.

Cherioo
DYA

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s