Penggiat Surprise!!

Semua berawal dari kata Literasi. Belum lama ini aku baru saja membaca sebuah buku yang berjudul “Quantum Writing”. Yes,  because I love to read the book. I think it is better if I can write too. So, that’s why I decided to read this book. Dalam buku itu disebutkan bahwa di tahun 2015 kemarin Indonesia sedang menggalakkan Literasi di sekolah-sekolah di Indonesia. Aku nggak tahu pasti bentuk actionnya seperti apa. Apakah berupa bantuan buku misalnya atau lainnya, I don’t know, tapi yang pasti Indonesia sedang menggalakkan progam tersebut.

Berdasarkan data UNESCO tahun 2012, Eropa bisa menghabiskan 25 buku dalam satu tahun. Untuk negara Asia seperti Jepang dan Singapura rata-rata menghabiskan 15 buku dalam setahun, sedang Indonesia…ck…‘ZERO’. Ya, literasi anak-anak Indonesia sangat memprihatinkan. Tidak ada yang namanya budaya membaca, apalagi menulis. Doris Lessing pernah mengatakan bahwa “Menulis, penulis, tidak muncul dari rumah yang tak punya buku”. Maka benar, jangan berharap anak-anak Indonesia bisa menulis kalau mereka saja tak pernah menyentuh buku dalam kesehariannya. Mereka terlalu terlena dengan dunia digital yang sesungguhnya tanpa mereka sadari telah mengikis pendirian mereka sendiri. Kenapa aku katakan mengikis pendirian? Karena seperti yang dikatakan duta baca Indonesia, Najwa Shihab bahwa dengan kebiasaan membaca (buku), kita tidak akan mudah terprovokasi. Coba bayangkan apa yang akan terjadi jika kita tak pernah mau membaca. Ya, kita akan sangat mudah terprovokasi karena kurangnya pengetahuan. Semua yang tertulis di media tidaklah benar, maka dari itu kita perlu membaca untuk membandingkan dan memastikan kebenaran tersebut. Jangan langsung ditelan, klarifikasi dulu.

Beberapa waktu ini aku cukup terganggu dengan beberapa pernyataan yang mengatakan bahwa aku tahu segalanya. Aku nggak tahu mengapa mereka berpikir demikian. Okay, I love to read the book anywhere, tetapi itu tidak berarti aku tahu segalanya. I’m not the god. I just learn and learn to improve my self. Bahkan pernah suatu waktu teman aku meminta bantuan to make daily news update dan dia bilang ke aku kalau aku sangat terupdate. What the hell dude. Aku klarifikasi disini ya, aku nggak tahu segalanya. Bahkan sebanyak apapun aku membaca, akan selalu ada hal yang tidak aku tahu dan menuntutku untuk terus belajar dan belajar tanpa mengenal bosan. Jika kemudian aku terlihat tahu banyak hal sebenarnya bukan karena aku tahu segalanya, tetapi karena kalian saja yang tidak pernah mau membaca sehingga seakan-akan itu hal yang baru dan tidak umum. Coba kalian mau membaca, kalian mungkin tidak akan pernah lagi mengenal kata surprise. Oh, aku udah pernah baca di buku A…di buku B…halaman ini…ow paragraf sekian dan blablabla.

Kalian tahu nggak kalau kalian mau membaca, kalian itu akan mengalami hal yang luar biasa. Contohnya seperti yang aku alami. Biasanya Dosen-dosen di Indonesia itu hobinya obral teori. Pokoknya dikit-dikit diteorikan, sampai-sampai ini kepala isinya teori doank. Nah, aku sering sekali tanpa sengaja sudah membaca topik yang akan disampaikan, tidak hanya sehari atau seminggu yang lalu tetapi sudah beberapa tahun lalu. Jadi ketika Dosen mulai berkicau yang aku pikirkan cuma satu “Ah, udah pernah baca. Basi. Ow…itu yang ditulis di buku ini, halaman ini. Ah ya, yang si A itu ‘kan?. Euh…udah nggak momen dan lain-lain dan entah mengapa ini jenis perasaan yang aku paling suka. Apa ya, seru aja gitu ketika kita udah tahu apa yang mereka mau omongin. Jadi, kita bisa segera ganti posisi sebagai kritikus dan bukan penggiat surprise lagi. Selain itu, kita juga bisa menghemat banyak waktu. Misal nieh, diadakan sebuah seminar dengan tema A dan kebetulan kita udah pernah belajar dan membacanya sekian tahun lalu, maka kita nggak perlu susah payah, panas-panas, hujan-hujan berlarian hanya untuk sebuah seminar. Kita bisa belajar hal lain disaat teman-teman kita yang malas membaca masih berkutat dengan ‘surprisenya’. Keren nggak?? Makannya dicoba. Tapi jangan lupakan satu hal, sebanyak apapun kamu membaca dan tahu banyak hal jangan pernah menaruh setitik kesombongan di hati kita. Jadilah seperti padi yang semakin berisi akan semakin merunduk. Actually, kalau kita belajar banyak hal dan tahu banyak hal secara alami kita akan menjadi orang yang lebih bijak dan down to earth. So, sudahkah kamu tertarik untuk membaca? Malu donk jadi penggiat surprise terus…See the picture above. That’s not cool pose okay.

Ps: Hi Hi Hi! It’s been a long time, right? I think it is more than two weeks since I posted my last article. Ehmm…you must missed me so much. I know. Eu eu eu sini peluk dulu, eum. Itu tolong yang mau lempar cangkul dikondisikan ya *Kipas-kipas canti ala enci-enci*. Okay! itu berlebihan. Euh…Imajinasimu nak dikandalikan. Me: I will do it readers-nim…to do it again*nah kan*. Readers: Kick me out!

Hyn

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s