Museum Goes To Campus: Di balik Perasaan dan Tatapan Mata

Selain membaca, traveling, sejarah, international relation, coffee, tourism, bahasa, dan lagu Tanah Air, Museum adalah salah satu dari sekian banyak hal yang paling aku sukai. Mengenang puzzle-puzzle sejarah dibalik foto usang dan beberapa baris kata adalah suatu keajaiban. Ketakjuban dan rasa nyaris meledak adalah salah satu perasaan yang selalu aku nikmati.

Aku terus berpikir, jika aku harus mensyukuri satu hal dalam hidupku, maka itu pastilah jasa Ibuku yang telah mengajakku berkeliling Indonesia untuk menikmati setiap detik perjalanan bangsa ini. Ibu adalah sosok yang suka sekali melakukan perjalanan. Mungkin tidak sampai di Luar Negeri, tetapi beliau adalah sosok yang sangat luar biasa. Sekarang aku baru menyadari satu hal bahwa kecintaanku terhadap tourism dan travelling adalah bagian dari jasa beliau yang tak pernah absen untuk membawaku melihat Indonesia setiap tahunnya. Beliau juga sangat berjasa dalam menanamkan kecintaanku terhadap negara super kacau ini. Seperti  yang dikatakan lagu Tanah Air,

Walaupun banyak negeri kujalani
yang mahsyur permai di kata orang
Tetapi kampung dan rumahku
Disanalah ku rasa senang
Tanah ku tak kulupakan
Engkau kubanggakan…”

Dan tepat seperti itu. Kemanapun kaki ini melangkah, Ibu Pertiwi adalah tempat untuk kembali.

4.1.1
Katanya Koes Plus “Tanah Surga”. Source: Hebel.co.id

Ada satu cerita menarik tentang mengapa aku sangat menyukai lagu Tanah Air. Dahulu aku sangat tidak menyukai lagu-lagu pop Indonesia yang entah apa maksudnya, dengan lirik yang over cheesy dan melambai-lambai aneh serta tidak penting. Belum lagi lagu-lagu itu tidaklah cocok dengan usiaku hari itu, tetapi teman-teman masa kecilku terus menyanyikannya setiap harinya di sekolah. Hal itu kemudian aku sadari hari ini sebagai bagian dari propaganda televisi yang sesungguhnya memberikan banyak pengaruh buruk terhadap anak-anak. Sangat disayangkan. Nah, berkat itu akhirnya aku memilih alternatif untuk menyukai lagu-lagu nasional yang selalu berhasil membuatku menangis setiap kali menyanyikannya, meskipun lagu itu adalah lagu bertempo ceria dan bersemangat sekalipun. Aku ingat betul, salah satu guru yang paling aku hormati sampai saat ini juga orang yang sangat menyukai lagu-lagu nasional. Setiap hari beliau hampir tidak pernah absen untuk menyanyikan lagu-lagu nasional seperti Nyiur Hijau dan Rayuan Pulau Kelapa. Beliau jugalah salah satu orang yang turut menanamkan kecintaan itu dalam diri aku. Kamsahamnida. Seongsaengnim bogoshipeoseyo.

96indonesia1-640x426
Source: thetanjungpuratimes.com

Kembali ke museum. Actually, aku belum mengujungi banyak museum yang ada di Indonesia, tetapi aku memiliki agenda bahwa suatu hari nanti aku akan mengunjungi museum sebanyak yang aku bisa di Indonesia ataupun di Luar Negeri. Henry Ford boleh megatakan bahwa Pelajaran sejarah merupakan hal yang sia-sia. Karena hanyalah melihat “POTRET” usang yang tak berarti, tetapi dia lupa bahwa “POTRET” usang itu sangat “BERMAKNA” jika dilihat dari peristiwa yang melaluinya.

img_20161112_120606
Potret Indonesia

Masa lalu adalah bagian dari perjalanan yang penting untuk dijadikan sebuah pelajaran, agar nanti keburukan-keburukan yang pernah terjadi di masa lalu tak akan terulang kembali, sedang kebaikan akan memberikan energi positif bahwa kita pernah menjadi yang terbaik hari itu, maka kenapa tidak untuk hari ini. Hidup itu berproses maka perubahan dan perbaikan adalah hal yang mungkin.

Sampai detik ini, aku masih tekagum-kagum dengan negara Jerman yang dengan gentle mengakui kesalahannya di masa lalu. Tidak ada sejarah yang mereka sembunyikan. Semuanya bisa melihatnya dengan pasti apa-apa yang pernah terjadi di masa lalu. Pandji Pragiwaksono pernah bercerita dalam bukunya yang berjudul “Menemukan Indonesia” bahwa orang Jerman akan menjadi sangat malu ketika mereka mendengar orang membicarakan tentang tempok Berlin yang sempat memisahkan negara itu menjadi dua bagian yakni Jerman Barat dan Jerman Timur. Mereka merasa bahwa itu adalah suatu tindakan yang sangat memalukan yang pernah dilakukan oleh Jerman. Tidakkah itu sangat berbeda dengan negara kita. Aku tidak tahu bagian mana saja dari sejarah Indonesia yang bisa aku percayai. Setelah sekian lama belajar, aku menemukan banyak fakta baru termasuk beberapa sejarah yang ditutupi atau dilebih-lebihkan.

Di salah satu buku perjalanan, The Naked Traveler Around The World Trip Part 1 milik Trinity menyebutkan bahwa ada sebuah museum di Amerika Latin yang mengulas tentang sejarah Indonesia. Museum itu bernama Nordic Museum atau Museo de la memoria y los Derechos Humanos (Museum of Memory and Human Rights) di santiago, Cile. Di dalam museum itu disebutkan bahwa Soeharto adalah salah seorang diktator. Hal itu dilatar belakangi oleh sikapnya terhadap Timor Leste. Dari sana aku mulai wasapada terhadap catatan sejarah Indonesia. Ada banyak hal yang disembunyikan sepertinya dari sejarah Indonesia. Dari sini aku menilai bahwa apa yang terjadi di Negeri ini hari ini adalah bagian dari tindakan Indonesia yang tak belajar dari masa lalu. Aku mengamati bahwa di beberapa lini, masalah-masalah yang terjadi di Indonesia banyak yang merupakan pengulangan dari masa lalu. Artinya negeri ini belum berkaca dengan baik dari masa lalunya. Aku pikir peristiwa ini menunjukkan bahwa sejarah adalah bagian yang sangat penting karena darinya kita bisa belajar banyak hal yang diharapkan terulang ataupun tidak terulang kembali dimasa depan. So, belajar sejarah itu penting maka jangan pernah meremehkannya.

“Saya dan sahabat saya yang ikhlas saya repotkan setiap harinya.”

Terakhir, tentang Museum Goes To Campus aku merasa itu adalah acara yang luar biasa dan penting untuk terus dilakukan kedepannya. Satu lagi, aku baru sadar bahwa pengaturan stand yang ada di acara Museum Goes To campus itu mirip seperti Frakfurt Book Fair di Jerman. Luar biasa atmosfernya. Terima kasih banyak untuk MGTC yang telah membawaku merasakan atmosfer Frakfurt Book Fair. I hope to attend it later. It is a great one. Love it and thank you so much. Bye…

Hyn

Ps: Yang mau memaki mohon ditahan, saya tahu itu judulnya…eungh. saya udah muntah 20 kali loh gara-gara itu. Jadi saya sarankan untuk menyediakan kantong kresek sebelum baca tulisan ini. oh ya, recomended song lagu Tanah Air. Enjoy…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s