Aku, Tuhan, dan Keputus(asa)an (?)

Berbicara tentang hidup manusia, maka tidak akan pernah ada habisnya. Perbedaan perilaku, karakter, cara pandang, kemampuan, passion, dream, rasa ingin tahu, pengalaman dan ribuan hal lainnya menjadikannya hal yang patut untuk disimak dan dijadikan pelajaran hidup.

Aku ingat betul bagaimana aku menjalani masa kecilku yang penuh warna, tanpa beban, dan dekapan hangat setiap saat. Saat ini pun sama, hanya saja ada begitu banyak hal yang berubah. Menghabiskan masa kecil di lingkungan pendidik menjadikan aku memiliki kecintaan khusus terhadap dunia pendidikan. Bagi aku, sekolah harus lah yang terbaik. Aku selalu memiliki ambisi besar dalam memilih lembaga pendidikan.

travel-int
Learning by Travel the World

Saat masih di sekolah dasar, aku berhasil masuk sekolah terbaik. Kemudian memasuki bangku SMP, kembali aku lolos ujian masuk di sekolah yang lagi-lagi terbaik. Hal itu kemudian menumbuhkan kepercayaan diri yang terlalu tinggi dalam diri aku. Semuanya kemudian berubah setelah aku gagal masuk SMA terbaik. You know what I’m feel? Totally drop! I don’t now what should I do because I just see the great one and close to another one. Saat ibu menyarankan untuk masuk di sebuah Madrasah. What the hell, mom? Me? Are there? Oh, no no no no no. Saat itu aku katakan ke ibu “I don’t want to wear something like hijab and anything. I don’t like that”. Tetapi apa, itu adalah jalan pertama Tuhan untuk aku. Beliau hanya sedang mengingatkan tentang doa-doaku dimasa lampau.

Kemudian aku mulai mengingat-ingat kembali. Memangnya aku dulu doa apa sih sampai-sampai harus masuk di Madrasah and need to wear hijab like…eungh. Oh may god, please. Kemudian setelah mengingat sekian lama, akhirnya aku sadar bahwa saat itu aku mengatakan kepada Allah bahwa aku ingin lebih dekat dengan-Nya. Dan benar kan kalau kemudian Allah memilihkan jalan itu untuk aku.  Tidak diragukan lagi.

Cerita kemudian berlanjut ketika aku berjuang untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri. Saat itu entah kenapa dan bagaimana tiba-tiba aku merubah alur jurusan yang ingin aku pilih. Dalam waktu singkat, dengan bodohnya aku memilih untuk mengambil jurusan teknik. Padahal, saat itu aku tahu bahwa aku menyukai ‘dunia yang menyenangkan’. Ini bagaimana aku menyebut Ilmu Sosial. Dan Teknik… Who are you? Yah, meskipun basis aku IPA, tetapi kalau minat aku ternyata memang di ‘dunia yang menyenangkan’ tadi ujungnya juga…Like that. You know that well. Bayangin aja, aku yang hobinya baca, menyukai sejarah, tourism, bahasa, travelling, international relation, drink coffee dan lagu Tanah Air *apa hubungannya*, #forgetit, harus berkutat dengan hukum-hukum aneh dan rumus-rumus bergaris yang menjengkelkan. Mentaly break down guys, you know?

londonnight
I see my dream…

Aku bahkan tidak tahu bagaimana aku harus menilai jurusan aku sekarang, salahkah atau justru keputusan yang benar. Disisi lain jurusan ini merupakan titik balik dalam hidup aku, tetapi disisi lain dia juga memberi tekanan yang luar biasa. Jurusan ini udah semacam jodoh yang tak dirindukan. Setiap semester tidak pernah sekali pun dia absen memberi warna galau dalam hidup aku. Sampai-sampai galau ini udah semacam nama belakang aku.

Aku merasa terkekang dengan jurusan ini. Aku tidak bisa bebas menghabiskan waktuku untuk hal yang aku sukai. Maka dari itu aku membuat sebuah aturan dimana sabtu adalah waktu pribadiku. Tidak ada yang namanya teknik di hari sabtu. No! Haram! And I’m not allowed it too. Selain itu, aku juga telah menghapusnya dari kamus khusus untuk hari sabtu. Dia boleh menyita 6 dari 7 hari yang aku miliki, tetapi sabtu adalah milikku. Jadi, aku tidak ingin dia mengontaminasi walau setitik pun hari bebasku.

Selain merasa terkekang, aku juga tidak menyukai lingkungan akademis yang ada disana. I notice it is a bad one. Mungkin kalian berpikir, ya itu karena kamu merasa nggak cocok sama jurusannya makanya kamu merasa lingkunganya juga tidak menyenangkan. Aku katakan, dugaan kalian salah besar. Meskipun kemudian jurusan yang ada disana adalah jurusan yang menyenangkan tadi,  aku tidak akan pernah merubah penilaian aku sedikit pun. There is a bad one, I tell you. Jika tidak percaya, datang dan lihat sendiri maka kamu akan paham apa yang aku maksudkan.

Waktu berlalu dan kini aku sedang menjalani tahun terakhirku. Terkadang aku suka memaki diri aku sendiri “Gila kamu, ngapain aja sampai nggak sadar udah semester akhir. Kenapa kamu nggak pernah berani mengambil keputusan?” Itu adalah hal yang terus-terusan aku tanyakan pada diriku. Ya, anggap aku pengecut karena tidak pernah berani mengambil keputusan, tetapi jikalau aku memilih keluar pun, orang akan tetap menilai aku pengecut karena gagal bertanggung jawab atas pilihan yang pernah aku perjuangkan dulu. Selain itu, aku juga mulai belajar dari kesalahan-kesalahan yang pernah aku buat. Memilih itu mudah, tetapi konsekuensinya lah yang tidak pernah mudah karena tidak bisa kita pilih sesuka hati kita.

world_map_political
What is your Life’s map

Seseorang pernah menasehati untuk tidak mengambil keputusan dalam keadaan marah, terlalu senang, dan terburu-buru. Dari sana aku sudah bisa menilai bahwa aku memang melakukan kesalahan besar. Tetapi aku tahu, jalan ini tak lama lagi akan sampai di padang bunga. Kamu tahu, hanya Tuhan yang tahu mana jalan paling seru yang harus dilalui. Aku yakin ada alasan tentang mengapa Allah tidak pernah sekali pun memberikan kesempatan aku untuk lepas dari jurusan aku sekarang. Setiap kali aku ingin lari, Tuhan selalu menggenggamku erat dengan berbagai cara dan bahkan nyaris tidak bisa aku percayai lagi.

Jadi, untuk saat ini aku memilih untuk bertahan terlebih dahulu sambil mencari tahu apa rencana tuhan sesungguhnya untuk aku. Aku tahu itu bukanlah hal yang biasa saja. Hey! Aku membayar mahal untuk ini, setidaknya aku pasti mendapat yang sepadan. Kenapa aku bisa seyakin itu? Karena hal itu mulai tampak sekarang. You know what a miracle means? Yeah, my life is a Miracle. Dari pengalaman ini aku juga belajar bahwa sesungguhnya Tuhan itu hanya memiliki 3 jawaban, yaitu:

  1. Ya
  2. Tidak, karena bukan yang terbaik
  3. Dan ya, tetapi tidak saat ini

Selain itu, ada satu rahasia yang harus kalian tahu bahwa sesungguhnya yang membuat kita tersakiti adalah respon kita. Maka jika tidak ingin tersakiti, pilihlah respon yang tepat dan kemudian kamu akan tahu bagaimana hangatnya dunia. To make someting great, you need to pay great too. So, seperti kata SBY jangan ragu dan yakinlah bahwa kamu akan sampai…disanaaaa… lanjut nyanyi, duet sama Rio Febrian. Kerennn…tapi mimpi.

By the way, kapan ya pak SBY rilis album baru lagi? Kangen.

Hyn

Ps: Yang penasaran kenapa aku nulis tulisan ini adalah karena akhir-akhir ini aku selalu menemukan kata kunci galau yang orang ketikkan di mesin pencarian sebelum nyasar ke blog aku semacam “Kenapa berpikir salah jurusan?” Ya mana tahu, kan elu yang mikir. Ada lagi kata kunci seperti ini “Cerita-cerita tentang salah jurusan”, Loe kira ini semacam buku kumpulan kisah nabi dan rasul.

Apa pun itu teman-teman, yang pasti meskipun salah memilih itu bisa memberikan banyak pelajaran tetapi tetep, kalau harus membandingkan ya lebih enakan kamu nggak usah pakai adegan salah milih, langsung benar lah pokoknya. So, aku sarankan untuk tidak memilih dalam kondisi marah, terlau senang dan terburu-buru.  Okay! You need to Becareful chingu-ya!

Advertisements

4 Comments Add yours

  1. membaca ini, aku seperti membaca sebagian hidup yang kulalui untuk kuliah.. tapi tentu dengan alur yang berbeda… kamu beruntung karena masih bisa milih dan berkesempatan untuk membuktikan tanggung jawabmu… meanwhile me? i have a choice and really near to get there.. but my sister choose me a really different path, yang 180 derajat beda sama bakat, minat dan passionku… maaann rasa terkekangnya plus plus..

    Like

    1. HYN says:

      kamu kan masih bisa memilih respon. Pilih respon yang membuatmu tidak terkekang. Jangan menyakiti diri sendiri. Sebenarnya ini evaluasi untuk aku jg. You can also find your way.

      Like

      1. contoh respon nya yang seperti apa kira-kira? seperti fangirlingan gini misalnya?

        Like

      2. HYN says:

        아나야 😫

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s