Cinta Bukanlah Perasaan

Aku pernah membaca sebuah buku tentang negarawan. Buku itu aku peroleh saat mengikuti sebuah seminar di kampus tempatku kuliah. Di salah satu bab di buku itu dituliskan bahwa “Tanah air itu bisa diwariskan, tetapi tidak dengan rasa cinta tanah air”. Aku pikir itu benar, tetapi jika orang berpikir bahwa cinta adalah sebuah perasaan maka ketika rasa bosan telah melanda maka tak ada rasa cinta lagi. Sama seperti sebuah rumah tangga. Disalah satu bukunya Stephen R. Covey bercerita bahwa suatu hari dia sedang mengisi sebuah seminar. Tiba-tiba salah satu peserta bertanya “Mr. Covey saya memiliki masalah dalam rumah tangga saya dengan istri saya. Dahulu kami saling mencintai, tetapi rasa itu telah hilang sekarang. Tidak ada lagi cinta diantara kami”. Kemudian Mr. Covey menjawab “maka bekerjalah untuk itu”. Kemudian peserta itu membalas “Tidak bisa Mr. Covey, cinta itu benar-benar telah musnah”.

Mr.Covey kemudian menjawab maka dari itu bekerjalah untuk membangunnya kembali. Ingat, cinta bukanlah sebuah perasaan tetapi kata kerja. Artinya kamu harus bekerja untuk tetap membuatnya ada. Jika kemudian cinta itu hilang maka jelas bahwa kamu tidak berusaha untuk membuatnya terus ada. Hal ini dapat di aplikasikan juga di berbagai bidang lain seperti pendidikan, pekerjaan atau apapun, cinta perlu tindakan untuk menciptakannya. Misal kita memiliki sebuah masalah dengan jurusan kuliah kita. Kita merasa tidak puas, salah pilih dan sebagainya, sehingga kita berpikir kita tidak akan pernah mencintainya dan terus menciptakan rasa benci yang sebenarnya malah menyakiti diri kita sendiri. Tetapi hal itu salah besar, bukan perasaan yang menciptakan cinta tetapi tindakan. Jika kemudian kita tidak bisa mencintai jurusan kuliah yang kita pilih, maka sesungguhnya hal itu dikarenakan kita memang tidak pernah melakukan suatu kerja untuk menumbuhkan rasa cinta tersebut sehingga efeknya kita akan merasa tertekan, stress, dan banyak lainnya.

Sekarang, mengapa cinta dikatakan sebuah kata kerja? Karena begini, perasaan kita, pikiran kita, bukanlah kita. Hal tersebut sesungguhnya terpisah. Jika kita menjadikan perasaan dan pikiran kita sebagai pusat kehidupan maka kita akan terus dihantui hukum alam yang mengikuti pikiran dan perasaan kita. Contohnya misal kita ingin melakukan sesuatu hal, kemudian orang lain menganggap itu tidak akan berhasil dan sebagainya. Jika kita memutuskan untuk mendengar itu maka kita tidak akan pernah berani untuk mengambil keputusan. Maka dari itu perluas sudut pandang kalian setiap kalian akan mengambil sebuah keputusan. Pisahkan segala hal tersebut dan pilih mana yang paling baik diantara semuanya. Ciptakan lingkaran pengaruh kalian. Jangan mudah terbawa arus dan miliki pendirian. Ingat, kesakitan yang kita rasakan adalah karena pilihan kita dalam menyikapi sesuatu, maka gunakan hak pilihmu dan jangan menyakiti diri sendiri. Jika kita bisa memilih mengapa harus mau terjajah. So, ayo merenung, ayo memperbaiki diri, ayo memilih for the great future.

That’s all. See you…

Hyn

Iklan

Purwokerto in 17 Hours

Tahu nggak apa hal paling penting yang harus digapai oleh manusia? Pencapaian pertama. Ya, mengapa pencapaian pertama? Karena gini, ada beberapa jenis orang yang memang sangat berprestasi di berbagai bidang. Entah bagaimana, mereka ini adalah tipe orang yang always show up and always get it. Tapi yang pasti, mereka jelas melakukan sesuatu lebih dari apa yang kita lakukan.

Lalu dimana aku? Sayang sekali, karena aku merupakan bagian dari orang-orang yang cukup sulit untuk show up. Maka bagi orang-orang seperti aku pencapaian pertama adalah hal yang sangat penting juga krusial, karena ini merupakan moment yang akan meningkatkan kepercayaan diri aku bahwa I can do what the other people do. I can be like them, Show our self and breaks the limits.

Actually I like to talk with the stranger. I don’t know why, it just great and make me know more. Termasuk acara volunteer dalam rangka memperingati Hari Aksi Nasional bersama IYOIN dan PPI Dunia. Acara ini berlangsung pada tanggal 19 November 2016 serentak di 20 kota berbeda di Indonesia. Acara ini bertujuan untuk mengenalkan luar negeri kepada anak-anak sekolah dasar dengan mengajar selama 1 hari di sekolah tertentu. Selain itu, kami juga akan memberikan donasi untuk pengembangan sekolah di masa depan.

cxqctssveaajta3
Me in SDN 1 Cibuan

Nah, dari 20 kota yang ada, aku putuskan untuk memilih volunteer di Purwokerto. Ini ceritanya panjang. Jadi suatu hari aku lagi on di twitter. Saat cek timeline tiba-tiba aku nemu sebuah pengumuman untuk acara volunteer di Purwokerto yang diadain oleh IYOIN dan PPI Dunia. Tanpa pikir panjang langsung aku daftar. Beberapa waktu kemudian aku dimasukkan ke sebuah grup whatssapp. Kaget kan ya, dengan PD aku pikir yang masuk grup whatssapp udah pasti bakal diterima. Langsung aja aku sapa teman-teman di situ. Seminggu kemudian ada pengumuman baru bahwa yang akan volunteer adalah mereka yang namanya tercantum di pengumuman. Segera deh aku cek itu pengumuman dan voila… aku lolos dan konyolnya aku baru sadar kalau dari daftar 20 kota itu, Solo juga termasuk didalamnya, dan please aku yang tinggal di Solo pilih jauh-jauh dateng ke Purwokerto. Damn hell! Tapi aku kira it is okay, justru kalau aku milih di Solo nggak ada serunya karena istilahnya Solo udah terlalu biasa untuk aku, sedang jika aku pilih di Purwokerto maka ini akan jadi pengalaman yang berbeda.

Pukul 2 dini hari aku sudah tiba di Purwokerto. Karena masih ngantuk bukan kepalang tali sepatu aku sampai nyangkut di bus dan nyaris terjungkal. Tapi untungnya nggak sampai jatuh konyol, malu donk. Setelah turun dari bus dan kemudian busnya pergi tiba-tiba aku tersadar “ige mwoya??” Ya, sepanjang mata memandang yang aku lihat cuma hutan belantara. Iya, hutan belantara dengan angin yang berhembus menciptakan bunyi gemerisik layaknya film-film horor yang aku lihat jaman-jaman SD dulu. What!!! Bayangin, dini hari, jam 2 malam dan aku diturunin entah dimana yang isinya pohon-pohon tinggi mengerikan dengan penerangan minim. Panik, tentu aja. Akhirnya aku mulai berputar-putar bingung dan…terminalnya ada dibelakang aku ternyata. Jadi, sepertinya aku habis ketemu Dora dan mendadak bego pemirsa. Tidak mau berlama-lama, kemudian aku berlari-lari kecil dan masuk ke terminal dengan hiruk pikuk suara para tukang ojek yang tiap menit nawarin aku buat nganterin. Bukan sombong ya, tapi masalahnya alamatnya aja aku nggak tahu karena aku udah janjian dengan seseorang yang akan jemput aku di pagi harinya. Sialnya, mbk-mbk yang janji mau jemput aku, sepeda motornya pakai mogok segala, jadilah dia telfon aku dan bilang kalau yang mau jemput aku kak Adit. Mampus, cowok dan nggak kenal. Kombinasi yang aku pikir sial sekali. Setelah menimbang-nimbang aku hubungin kak Adit dan dia bilang memang bisa jemput. Ya udah, pasrah deh aku tungguin itu orang dan singkat cerita aku berhasil ketemu dia. Kesan pertama aku waktu lihat dia pertama kali, beda baget sama foto profilnya yang rada sangar, aslinya kak Adit ini baik banget. Malah aku sempat diajak sarapan bareng karena nggak percaya kalau aku udah makan. Jadilah kita sarapan di sebuah perempatan sambil ngobrol santai. Aku juga sempat diajak mampir kerumahnya untuk ambil perlengkapan terkait volunter.

img_20161119_054551
Menu sarapan pagi pertama saya di Purwokerto

Pukul 7 pagi kami berangkat untuk bertemu dengan teman-teman yang lain. Yang membuat aku takjub adalah mereka menyambutku dengan ramah layaknya sahabat yang udah kenal puluhan tahun. Total ada 17 orang yang berangkat dengan kombinasi 8 perempuan dan 7 laki-laki. SD tepat kami akan mengajar ada di lereng gunung Slamet. Jalannya sudah disapal tetapi yang bagian menuju SD 1 Cibuan lebar jalannya hanya cukup untuk satu sepeda motor saja dengan tikungan yang meliuk tajam. Aku yang dibonceng sama kak Nazal udah pasrah aja deh. Jatuh ya jatuh, palingan gores didikit sama pegel-pegel. Untungnya satu rombongan nggak ada yang sampai jatuh dan sampailah aku dan teman-teman di SDN I Cibuan. Tempatnya kecil tetapi asri. Jumlah siswanya hanya 18 orang dengan 3 guru dan 1 penjaga sekolah. Kami berusaha berbuat semaksimal mungkin dalam menyampaikan materi, dan mereka terlihat sangat antusias untuk tahu tentang luar negeri. Negara yang kami pilih untuk perkenalkan adalah Jerman dan Thailand karena 3 dari 17 orang yang turut voluntering pernah exchange ke dua negara itu. Yang ke Thailand aku lupa namanya kak siapa, anggap aja kak swadhee krap. Nah, untuk yang ke Jerman itu adalah Nay dan Chacha. Ini dua orang yang paling deket sama aku karena kita sama-sama suka Eropa. Untuk Nay sendiri sudah pernah pergi ke Perancis dan Praha karena dia exchange selama 1 tahun di Jerman.

Tidak hanya itu saja, IYOIN juga menghadirkan seorang bule asal Amerika untuk menyampaikan materi. Namanya Mr. Glenn Mc Graw. Beliau sudah tinggal di Purwokerto selama 15 tahun dan beristri orang Purwokerto juga. Beliau sangat ramah dan lucu.

img_20161119_105723
Mr. Glenn saat mengajar bahasa Inggris

Acara berakhir pada pukul 13.30 WIB dengan sukses. Kami kemudian makan siang bersama dan berpamitan dengan pengurus sekolah. Niat hati, aku mau langsung balik aja karena takut kemalaman, tetapi nggak ada yang mau anterin aku balik sebelum aku jalan-jalan di Purwokerto. Ya, udahlah aku ikutin aja mau mereka untuk jalan-jalan. Aku diajak ke sebuah tempat wisata di Purwokero yang namanya Air Terjun Curug. Jalannya badai, rusak parah. Aku yang lagi-lagi di bonceng kak Nazal, udah pasrah deh kalau harus jatuh dan sebagainya. Alhamdulilah kami selamat sampai tujuan. Pemandangan di Air Terjun ini sangat cantik tetapi fasilitasnya masih sangat terbatas karena baru dibuka sekitar 1 tahun. Kami menghabiskan waktu untuk ngobrol santai dan foto-foto. Setelah puas kami memilih untuk pulang. Sebelum itu, kami istirahat sebentar di sebuah masjid sekaligus perpisahan dengan teman-teman volunteer dari semarang yang akan langsung pulang. Ada kak Nazal, kak Yusuf, kak Sawadhee Krap, dan 2 kakak lainnya yang luar biasa banget. Semuanya laki-laki. Disini ada kejadian konyol. Jadi, sebelum balik semarang kak Nazal ini sempat ngomong sesuatu ke aku. Eh, yang lain malah ngira kalau aku ada sesuatu dengan kak Nazal dan mulai meledek. Padahal nggak ada apa-apa diantara aku dan kak Nazal. Sekedar teman aja di volunteer.

1479648096719
Ceritanya mau foto ala-ala girlband gitu 😀

Sekali lagi, aku juga mau langsung pulang aja tetapi mereka maunya makan dulu. Kak Yusuf bisa nganterin aku dulu sebelum balik semarang tapi karena rombongan yang sisa nggak jadi makan bareng ahirnya kak Hesti siap nganterin kau ke terminal. Kak Hesti ini mbk-mbk yang mau jemput aku di terminal tapi nggak jadi karena motornya mogok.

Sialnya begitu mau anterin aku ke terminal buat balik ke Solo, sepeda motornya kak Hesti remnya blong. Yang tersisa tinggal kak Adit, kak Mu’lif, kak Hesti dan aku. Mau nggak mau aku harus nunggu kak Mu’lif dan kak Adit buat nganterin itu motor ke bengkel terlebih dahulu, barulah setelah itu kita sholat bareng. Selama volunter aku belum banyak ngobrol sama kak Mu’lif, cuma begitu tinggal kita berempat dan dia jurusannya teknik juga. Kita mulai ngobrol banyak. Kak Mu’lif ini jurusannya Teknik mesin dan sedang berjuang untuk skripsinya. Aslinya dari Purbalingga. Saat kita lagi asik ngobrol, waktu kita udah habis karena aku harus segera balik ke Solo. Kami berpisah di depan masjid dan pulang. Kak Adit yang sekali lagi aku repotkan untuk anter aku balik ke terminal. Malah di jalan pas kita lewatin sebuah festival, aku ditawari buat maen dulu. Lah, ini orang ya ada-ada aja. Dia bilang kalau aku baliknya hari ini berarti maksimum jam dua belas malam. Jadi, dia masih mau ngajakin aku jalan-jalan keliling Purwokerto. Jiwa guidenya anak komunikasi memang daebak. Tapi aku tolak tawaran itu karena kaki udah mulai mati rasa juga. Konyolnya sesampainya di terminal, kan ada payung-payung yang disusun cantik dengan lampu kerlap kerlip gitu, eh dia nawarin aku, mau foto nggak disitu buat kenang-kenangan. Aku jawab aja kalau aku nggak alay. Dianya malah ketawa ngakak. Dan perjalanan kami berhenti sampai disitu. Kami berpisah di Terminal dan aku kembali ke Solo.

1479647902684
Bersama guru dan adik-adik SDN 1 Cibuan

Bagi aku, ini perjalanan yang luar biasa. Mereka adalah sahabat-sahabat yang sangat menginspirasi, ramah dan seru abis. Terima kasih untuk IYOIN yang sudah mempertemukan saya dengan mereka. Sampai jumpa teman-teman, semoga kita bisa berjumpa kembali di lain kesempatan. Spesial untuk Nay dan Chacha. Terima kasih karena sudah menginspirasi aku. Aku akan menyusul kalian nanti. Pesan yang aku dapatkan adalah bahwa keterbatasan bukanlah halangan. So, adik-adikku tercinta di SDN 1 Cibuan. Jangan menyerah. Kalian bisa melakukan lebih. Fighting! Satu lagi, mungkin hari ini orang akan bertanya “Can you speak English?” tetapi nanti, mereka tidak akan bertanya seperti itu lagi. Pertanyaannya akan berganti menjadi “Can you speak language except English”. So, penting untuk kita terus belajar dan mengembangkan diri. Jangan malas dan tetap semangat.

Terakhir dari IYOIN “Satu Aksi, Hidupkan Banyak Mimpi”.

See you again, see you Purwokerto

QueenDya

Museum Goes To Campus: Di balik Perasaan dan Tatapan Mata

Selain membaca, traveling, sejarah, international relation, coffee, tourism, bahasa, dan lagu Tanah Air, Museum adalah salah satu dari sekian banyak hal yang paling aku sukai. Mengenang puzzle-puzzle sejarah dibalik foto usang dan beberapa baris kata adalah suatu keajaiban. Ketakjuban dan rasa nyaris meledak adalah salah satu perasaan yang selalu aku nikmati.

Aku terus berpikir, jika aku harus mensyukuri satu hal dalam hidupku, maka itu pastilah jasa Ibuku yang telah mengajakku berkeliling Indonesia untuk menikmati setiap detik perjalanan bangsa ini. Ibu adalah sosok yang suka sekali melakukan perjalanan. Mungkin tidak sampai di Luar Negeri, tetapi beliau adalah sosok yang sangat luar biasa. Sekarang aku baru menyadari satu hal bahwa kecintaanku terhadap tourism dan travelling adalah bagian dari jasa beliau yang tak pernah absen untuk membawaku melihat Indonesia setiap tahunnya. Beliau juga sangat berjasa dalam menanamkan kecintaanku terhadap negara super kacau ini. Seperti  yang dikatakan lagu Tanah Air,

Walaupun banyak negeri kujalani
yang mahsyur permai di kata orang
Tetapi kampung dan rumahku
Disanalah ku rasa senang
Tanah ku tak kulupakan
Engkau kubanggakan…”

Dan tepat seperti itu. Kemanapun kaki ini melangkah, Ibu Pertiwi adalah tempat untuk kembali.

4.1.1
Katanya Koes Plus “Tanah Surga”. Source: Hebel.co.id

Ada satu cerita menarik tentang mengapa aku sangat menyukai lagu Tanah Air. Dahulu aku sangat tidak menyukai lagu-lagu pop Indonesia yang entah apa maksudnya, dengan lirik yang over cheesy dan melambai-lambai aneh serta tidak penting. Belum lagi lagu-lagu itu tidaklah cocok dengan usiaku hari itu, tetapi teman-teman masa kecilku terus menyanyikannya setiap harinya di sekolah. Hal itu kemudian aku sadari hari ini sebagai bagian dari propaganda televisi yang sesungguhnya memberikan banyak pengaruh buruk terhadap anak-anak. Sangat disayangkan. Nah, berkat itu akhirnya aku memilih alternatif untuk menyukai lagu-lagu nasional yang selalu berhasil membuatku menangis setiap kali menyanyikannya, meskipun lagu itu adalah lagu bertempo ceria dan bersemangat sekalipun. Aku ingat betul, salah satu guru yang paling aku hormati sampai saat ini juga orang yang sangat menyukai lagu-lagu nasional. Setiap hari beliau hampir tidak pernah absen untuk menyanyikan lagu-lagu nasional seperti Nyiur Hijau dan Rayuan Pulau Kelapa. Beliau jugalah salah satu orang yang turut menanamkan kecintaan itu dalam diri aku. Kamsahamnida. Seongsaengnim bogoshipeoseyo.

96indonesia1-640x426
Source: thetanjungpuratimes.com

Kembali ke museum. Actually, aku belum mengujungi banyak museum yang ada di Indonesia, tetapi aku memiliki agenda bahwa suatu hari nanti aku akan mengunjungi museum sebanyak yang aku bisa di Indonesia ataupun di Luar Negeri. Henry Ford boleh megatakan bahwa Pelajaran sejarah merupakan hal yang sia-sia. Karena hanyalah melihat “POTRET” usang yang tak berarti, tetapi dia lupa bahwa “POTRET” usang itu sangat “BERMAKNA” jika dilihat dari peristiwa yang melaluinya.

img_20161112_120606
Potret Indonesia

Masa lalu adalah bagian dari perjalanan yang penting untuk dijadikan sebuah pelajaran, agar nanti keburukan-keburukan yang pernah terjadi di masa lalu tak akan terulang kembali, sedang kebaikan akan memberikan energi positif bahwa kita pernah menjadi yang terbaik hari itu, maka kenapa tidak untuk hari ini. Hidup itu berproses maka perubahan dan perbaikan adalah hal yang mungkin.

Sampai detik ini, aku masih tekagum-kagum dengan negara Jerman yang dengan gentle mengakui kesalahannya di masa lalu. Tidak ada sejarah yang mereka sembunyikan. Semuanya bisa melihatnya dengan pasti apa-apa yang pernah terjadi di masa lalu. Pandji Pragiwaksono pernah bercerita dalam bukunya yang berjudul “Menemukan Indonesia” bahwa orang Jerman akan menjadi sangat malu ketika mereka mendengar orang membicarakan tentang tempok Berlin yang sempat memisahkan negara itu menjadi dua bagian yakni Jerman Barat dan Jerman Timur. Mereka merasa bahwa itu adalah suatu tindakan yang sangat memalukan yang pernah dilakukan oleh Jerman. Tidakkah itu sangat berbeda dengan negara kita. Aku tidak tahu bagian mana saja dari sejarah Indonesia yang bisa aku percayai. Setelah sekian lama belajar, aku menemukan banyak fakta baru termasuk beberapa sejarah yang ditutupi atau dilebih-lebihkan.

Di salah satu buku perjalanan, The Naked Traveler Around The World Trip Part 1 milik Trinity menyebutkan bahwa ada sebuah museum di Amerika Latin yang mengulas tentang sejarah Indonesia. Museum itu bernama Nordic Museum atau Museo de la memoria y los Derechos Humanos (Museum of Memory and Human Rights) di santiago, Cile. Di dalam museum itu disebutkan bahwa Soeharto adalah salah seorang diktator. Hal itu dilatar belakangi oleh sikapnya terhadap Timor Leste. Dari sana aku mulai wasapada terhadap catatan sejarah Indonesia. Ada banyak hal yang disembunyikan sepertinya dari sejarah Indonesia. Dari sini aku menilai bahwa apa yang terjadi di Negeri ini hari ini adalah bagian dari tindakan Indonesia yang tak belajar dari masa lalu. Aku mengamati bahwa di beberapa lini, masalah-masalah yang terjadi di Indonesia banyak yang merupakan pengulangan dari masa lalu. Artinya negeri ini belum berkaca dengan baik dari masa lalunya. Aku pikir peristiwa ini menunjukkan bahwa sejarah adalah bagian yang sangat penting karena darinya kita bisa belajar banyak hal yang diharapkan terulang ataupun tidak terulang kembali dimasa depan. So, belajar sejarah itu penting maka jangan pernah meremehkannya.

“Saya dan sahabat saya yang ikhlas saya repotkan setiap harinya.”

Terakhir, tentang Museum Goes To Campus aku merasa itu adalah acara yang luar biasa dan penting untuk terus dilakukan kedepannya. Satu lagi, aku baru sadar bahwa pengaturan stand yang ada di acara Museum Goes To campus itu mirip seperti Frakfurt Book Fair di Jerman. Luar biasa atmosfernya. Terima kasih banyak untuk MGTC yang telah membawaku merasakan atmosfer Frakfurt Book Fair. I hope to attend it later. It is a great one. Love it and thank you so much. Bye…

Hyn

Ps: Yang mau memaki mohon ditahan, saya tahu itu judulnya…eungh. saya udah muntah 20 kali loh gara-gara itu. Jadi saya sarankan untuk menyediakan kantong kresek sebelum baca tulisan ini. oh ya, recomended song lagu Tanah Air. Enjoy…

Aku, Tuhan, dan Keputus(asa)an (?)

Berbicara tentang hidup manusia, maka tidak akan pernah ada habisnya. Perbedaan perilaku, karakter, cara pandang, kemampuan, passion, dream, rasa ingin tahu, pengalaman dan ribuan hal lainnya menjadikannya hal yang patut untuk disimak dan dijadikan pelajaran hidup.

Aku ingat betul bagaimana aku menjalani masa kecilku yang penuh warna, tanpa beban, dan dekapan hangat setiap saat. Saat ini pun sama, hanya saja ada begitu banyak hal yang berubah. Menghabiskan masa kecil di lingkungan pendidik menjadikan aku memiliki kecintaan khusus terhadap dunia pendidikan. Bagi aku, sekolah harus lah yang terbaik. Aku selalu memiliki ambisi besar dalam memilih lembaga pendidikan.

travel-int
Learning by Travel the World

Saat masih di sekolah dasar, aku berhasil masuk sekolah terbaik. Kemudian memasuki bangku SMP, kembali aku lolos ujian masuk di sekolah yang lagi-lagi terbaik. Hal itu kemudian menumbuhkan kepercayaan diri yang terlalu tinggi dalam diri aku. Semuanya kemudian berubah setelah aku gagal masuk SMA terbaik. You know what I’m feel? Totally drop! I don’t now what should I do because I just see the great one and close to another one. Saat ibu menyarankan untuk masuk di sebuah Madrasah. What the hell, mom? Me? Are there? Oh, no no no no no. Saat itu aku katakan ke ibu “I don’t want to wear something like hijab and anything. I don’t like that”. Tetapi apa, itu adalah jalan pertama Tuhan untuk aku. Beliau hanya sedang mengingatkan tentang doa-doaku dimasa lampau.

Kemudian aku mulai mengingat-ingat kembali. Memangnya aku dulu doa apa sih sampai-sampai harus masuk di Madrasah and need to wear hijab like…eungh. Oh may god, please. Kemudian setelah mengingat sekian lama, akhirnya aku sadar bahwa saat itu aku mengatakan kepada Allah bahwa aku ingin lebih dekat dengan-Nya. Dan benar kan kalau kemudian Allah memilihkan jalan itu untuk aku.  Tidak diragukan lagi.

Cerita kemudian berlanjut ketika aku berjuang untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri. Saat itu entah kenapa dan bagaimana tiba-tiba aku merubah alur jurusan yang ingin aku pilih. Dalam waktu singkat, dengan bodohnya aku memilih untuk mengambil jurusan teknik. Padahal, saat itu aku tahu bahwa aku menyukai ‘dunia yang menyenangkan’. Ini bagaimana aku menyebut Ilmu Sosial. Dan Teknik… Who are you? Yah, meskipun basis aku IPA, tetapi kalau minat aku ternyata memang di ‘dunia yang menyenangkan’ tadi ujungnya juga…Like that. You know that well. Bayangin aja, aku yang hobinya baca, menyukai sejarah, tourism, bahasa, travelling, international relation, drink coffee dan lagu Tanah Air *apa hubungannya*, #forgetit, harus berkutat dengan hukum-hukum aneh dan rumus-rumus bergaris yang menjengkelkan. Mentaly break down guys, you know?

londonnight
I see my dream…

Aku bahkan tidak tahu bagaimana aku harus menilai jurusan aku sekarang, salahkah atau justru keputusan yang benar. Disisi lain jurusan ini merupakan titik balik dalam hidup aku, tetapi disisi lain dia juga memberi tekanan yang luar biasa. Jurusan ini udah semacam jodoh yang tak dirindukan. Setiap semester tidak pernah sekali pun dia absen memberi warna galau dalam hidup aku. Sampai-sampai galau ini udah semacam nama belakang aku.

Aku merasa terkekang dengan jurusan ini. Aku tidak bisa bebas menghabiskan waktuku untuk hal yang aku sukai. Maka dari itu aku membuat sebuah aturan dimana sabtu adalah waktu pribadiku. Tidak ada yang namanya teknik di hari sabtu. No! Haram! And I’m not allowed it too. Selain itu, aku juga telah menghapusnya dari kamus khusus untuk hari sabtu. Dia boleh menyita 6 dari 7 hari yang aku miliki, tetapi sabtu adalah milikku. Jadi, aku tidak ingin dia mengontaminasi walau setitik pun hari bebasku.

Selain merasa terkekang, aku juga tidak menyukai lingkungan akademis yang ada disana. I notice it is a bad one. Mungkin kalian berpikir, ya itu karena kamu merasa nggak cocok sama jurusannya makanya kamu merasa lingkunganya juga tidak menyenangkan. Aku katakan, dugaan kalian salah besar. Meskipun kemudian jurusan yang ada disana adalah jurusan yang menyenangkan tadi,  aku tidak akan pernah merubah penilaian aku sedikit pun. There is a bad one, I tell you. Jika tidak percaya, datang dan lihat sendiri maka kamu akan paham apa yang aku maksudkan.

Waktu berlalu dan kini aku sedang menjalani tahun terakhirku. Terkadang aku suka memaki diri aku sendiri “Gila kamu, ngapain aja sampai nggak sadar udah semester akhir. Kenapa kamu nggak pernah berani mengambil keputusan?” Itu adalah hal yang terus-terusan aku tanyakan pada diriku. Ya, anggap aku pengecut karena tidak pernah berani mengambil keputusan, tetapi jikalau aku memilih keluar pun, orang akan tetap menilai aku pengecut karena gagal bertanggung jawab atas pilihan yang pernah aku perjuangkan dulu. Selain itu, aku juga mulai belajar dari kesalahan-kesalahan yang pernah aku buat. Memilih itu mudah, tetapi konsekuensinya lah yang tidak pernah mudah karena tidak bisa kita pilih sesuka hati kita.

world_map_political
What is your Life’s map

Seseorang pernah menasehati untuk tidak mengambil keputusan dalam keadaan marah, terlalu senang, dan terburu-buru. Dari sana aku sudah bisa menilai bahwa aku memang melakukan kesalahan besar. Tetapi aku tahu, jalan ini tak lama lagi akan sampai di padang bunga. Kamu tahu, hanya Tuhan yang tahu mana jalan paling seru yang harus dilalui. Aku yakin ada alasan tentang mengapa Allah tidak pernah sekali pun memberikan kesempatan aku untuk lepas dari jurusan aku sekarang. Setiap kali aku ingin lari, Tuhan selalu menggenggamku erat dengan berbagai cara dan bahkan nyaris tidak bisa aku percayai lagi.

Jadi, untuk saat ini aku memilih untuk bertahan terlebih dahulu sambil mencari tahu apa rencana tuhan sesungguhnya untuk aku. Aku tahu itu bukanlah hal yang biasa saja. Hey! Aku membayar mahal untuk ini, setidaknya aku pasti mendapat yang sepadan. Kenapa aku bisa seyakin itu? Karena hal itu mulai tampak sekarang. You know what a miracle means? Yeah, my life is a Miracle. Dari pengalaman ini aku juga belajar bahwa sesungguhnya Tuhan itu hanya memiliki 3 jawaban, yaitu:

  1. Ya
  2. Tidak, karena bukan yang terbaik
  3. Dan ya, tetapi tidak saat ini

Selain itu, ada satu rahasia yang harus kalian tahu bahwa sesungguhnya yang membuat kita tersakiti adalah respon kita. Maka jika tidak ingin tersakiti, pilihlah respon yang tepat dan kemudian kamu akan tahu bagaimana hangatnya dunia. To make someting great, you need to pay great too. So, seperti kata SBY jangan ragu dan yakinlah bahwa kamu akan sampai…disanaaaa… lanjut nyanyi, duet sama Rio Febrian. Kerennn…tapi mimpi.

By the way, kapan ya pak SBY rilis album baru lagi? Kangen.

Hyn

Ps: Yang penasaran kenapa aku nulis tulisan ini adalah karena akhir-akhir ini aku selalu menemukan kata kunci galau yang orang ketikkan di mesin pencarian sebelum nyasar ke blog aku semacam “Kenapa berpikir salah jurusan?” Ya mana tahu, kan elu yang mikir. Ada lagi kata kunci seperti ini “Cerita-cerita tentang salah jurusan”, Loe kira ini semacam buku kumpulan kisah nabi dan rasul.

Apa pun itu teman-teman, yang pasti meskipun salah memilih itu bisa memberikan banyak pelajaran tetapi tetep, kalau harus membandingkan ya lebih enakan kamu nggak usah pakai adegan salah milih, langsung benar lah pokoknya. So, aku sarankan untuk tidak memilih dalam kondisi marah, terlau senang dan terburu-buru.  Okay! You need to Becareful chingu-ya!

슈퍼주니어 11th Anniversary: Flashback To Oxford University, Reminiscene of Novelist, Books, and Build School in Africa Season 2

Okay! Mwo? AAAAAAAAA!!!! You know…You know that day right? Yeah Uri Super Junior oppaneun 11th Anniversary. Chukadeurimida!!! Wah, time flies fastest. Rasanya masih nggak percaya mereka sudah 11 tahun aja. So, apa sih yang special tahun ini? Tentu saja artikel aku dengan judul terpanjang yang pernah aku tulis…Done! Okay! I’m joke, karena tentu yang spesial dari 11th Anniversary ini adalah habisnya member Super Junior karena semuanya pergi untuk melaksanakan wajib militer. Oh…I feel lonely. I want to see them on the same stage like 11 years ago and do something funniest thing. But I need to waiting more karena mereka akan bersebelas lagi nanti di 2019. Gini nih efek suka kumpulan ahjussi tua. Dikit-dikit ditinggal pergi.

Actually I don’t know what should I write first. There is so many interesting moment of them. But, Yang namanya Anniversary idetik dengan flashback ke masa lalu. Jadi, karena ini 11th Anniversarynya Super Junior maka ayo kita flashback ke masa-masa yang pernah dilalui Super Junior. First, let’s talk about…

Reminiscene of Novelist

cwvwanmuqaane8q
Kyuhyun-Reminiscene of Novelist 2016

Yang Elf pasti udah tahu ini apa? Okay, jadi Reminiscene of Novelist adalah rangkaian konser kedua Kyuhyun oppa yang diadakan di Korea Selatan. Sebelumnya, Kyuhyun oppa sudah melakukan tour Japan-nya bertajuk Knick Knack. Nah, Reminiscene of Novelist ini adalah tour special Koreanya yang resmi dibuka di Seoul beberapa hari yang lalu. Untuk konsep, tahulah kalian, Auntum Lonely Boy that always waiting all the year. Yeah. Why I call him like that? It is because he always make album with the auntum waiting concept. I don’t know why, but I think he needs to get married quickly. *KyuDeathglare* I’m serious oppa. Got married…Dangjang! Jigeum! NOW!!

Okay! Apapun itu, satu yang pasti, aku masih nggak bisa move on dari Cheer Up nya Kyuhyun oppa. Ige jinjja…michigeta naega. Why that’s song are so match with you. You know, I hate that song so much but because you sing it. I don’t have a chance to dislike it. DONE!

Berbicara tentang Autumn Waiting concept, ini telah dimulai sejak Mini album pertama Kyuhyun oppa berjudul “At Gwanghwamun”. Ceritanya dia ini menunggu seseorang di Gwanghwamun di musim gugur dan kemudian orang itu tidak pernah datang *SadForYou*. Nah, Gwanghwamun sendiri adalah salah satu nama daerah di seoul yang terkenal dengan patung King Sejong-nya. Album ini berhasil AllKill di 9 Chart berbeda di Korea.

Di Mini album kedua, kembali, Kyuhyun oppa mengusung konsep Autumn Waiting concept “A Million Pieces”. Kali ini settingnya berada di most beautiful country in the world Swiss, especially Zurich. Aku suka konsep album keduanya karena menunjukkan sudut-sudut cantik kota Zurich. Walaupun  tidak sesukses album pertama, tetapi album ini benar-benar luar biasa. Love it. Oh ya, ini dugaan aku aja. Aku kira alasan mengapa MV dari A Million Pieces ini mengambil setting di Zurich adalah karena saat itu Super Junior ditunjuk sebagai Swiss International Tourism Ambassador. So, That’s why they decided to choose Zurich as a shooting location.

Dan ini dia, Mini Album ketiga Kyuhyun oppa yang lagi-lagi dan lagi mengusung tema Autumn Waiting concept bertajuk “Waiting, Still” dengan dua title track utama yakni “Still” and “Blah Blah”. Berhubung album ini baru akan realease minggu depan. So, just now, I can’t comment anything. I just hope this album will be successful like At Gwanghwamun. Hwaiting Kyu Oppa!

Books

cua0f-jueaafy8r
Tata panggung Yesung Japan Tour “Books”

Yang bertanya-tanya ini apa, yang pasti ini bukan tumpukan buku karena ini adalah konsep untuk Tour Japannya Yesung Oppa. Aku nggak tahu siapa pencetus konsep ini tetapi satu…Two Thumbs for you. I really love this concept without doubt. Jadi, di tour Japannya ini Yesung oppa mengusung tema Books dengan tata panggung seperti sebuah Library dengan kubah tokyo dome yang menakjubkan. Aku katakan ini adalah konser dengan konsep terbaik sejauh ini. I don’t know why, but I feel intersted with it. I think it is because I love books so much and he chose this concept for his concert. Daebaknya lagi, salah satu penggemarnya Yesung oppa adalah seorang penulis terkenal bernama Ryu Murakami. Beliau datang ke konser ini dan memberikan sebuah buku karyanya ke Yesung oppa. Wah, I think that is a cool one. I’m jealous.

A Cup of Coffee A Lot of Syrup

Apalagi ini coba? Pembukaan cafe baru? Sayang sekali bukan, karena ini adalah konsep yang diusung oleh Yesung Super Junior untuk konser pertamanya di Seoul yang berlangsung tak cukup satu atau dua kali tetapi 9 kali. Wow! Berhubung aku pecinta kopi begitu juga oppa. Ini menjadi semacam hal yang sangat menarik. Ada yang mengatakan bahwa ini adalah konser dengan konsep paling cantik yang pernah mereka lihat and I think like that so because this concept are really cool one. Jadi, di konser ini Yesung oppa akan menjadi barista bagi tamu-tamunya yang datang berkunjung. Tidak sekedar menyeduh kopi saja, tetapi juga menggiling kopinya. Totally like barista and I love it so much. I hope to join it but, I don’t get the opportunity. So, maybe next time in the next concert and of course with the fresh different concept. I will anticipated.

Build School in Africa Season 2

cwgdhiwukaaovxn
Super Junior Build School in Africa Season 2

Saat pertama kali mendengar berita ini, satu hal yang aku pikirkan adalah, it is serious? Karena gini, Elf baru aja membangun sebuah sekolah di Tiogola, Africa di 10th Anniversarynya Super Junior kemarin, dan sekarang mereka udah mau bangun sekolah lagi di 11th anniversarrynya Super Junior. Aku hanya berpikir, membangun sekolah bukan hal yang mudah dan tentu memakan banyak biaya, tetapi see…Elf can do this and I’m being surprised okay. You are great Elf. Jinjja Mosida. Jjangida! Yang pasti, ayo terus melakukan hal-hal berguna dimasa depan. Aku pikir ini ide menarik karena inilah charming point kita sebagai fandom. Inilah hal yang akan membedakan kita dengan lainnya. Tidak hanya sekedar beli album, join konser dan fanmeet tetapi juga make something usefull for the other people. Harapan aku kedepan, tentunya sekolah yang akan kita bangun tidak hanya di Africa saja tetapi juga di negara-negara lainnya di dunia. Let’s make our dream comes true to cover the world with the Shappire blue Ocean. ELF Fighting!

Terakhir, jika harus flashback ke masa lalu dan memilih satu hal yang paling berkesan dari Super Junior, maka satu hal yang paling spesial untuk aku adalah ketika mereka menggelar konser pertamanya di London. Masih inget banget gimana lucunya mereka saat trying to speak english hardly. Sampai sekarang pun tiap kali play itu fancam, masih nggak bisa berhenti ngakak gitu. Tapi bolehlah, mereka cukup cool kok, terutama yang paling jago bahasa Inggris, Daddy Wonnie. I’m done with you. You speaking english Fluently.

131109-ss5-london-1
Super Junior, Super Show 5 in London- 9 November 2013

Tidak cukup dengan menggelar konser saja, Super Junior juga mendapatkan kesempatan spesial untuk mengisi sebuah kuliah tamu di Universitas top dunia, Oxford University. Mereka adalah artis Asia pertama yang mengisi kuliah tamu di Oxford University Union Debating Chamber. Kuliah tamu itu sendiri dihadiri oleh 400 orang mahasiswa dari berbagai negara yang sedang menuntut kuliah di Oxford.

131112-sj-with-ouks
Super Junior- Oxford University ( 10 November 2013)

Tema yang diusung untuk kuliah tamu ini adalah Super Junior: The Last Man Standing. Member yang mengisi kuliah tamu ini adalah adalah Kyuhyun, Siwon, Eunhyuk dan Kangin oppa. Dalam kuliah ini mereka berbicara tentang banyak hal, mulai dari tour dunianya bertajuk Super Show 5 yang sedang berlangsung, dimana konser itu telah dihadiri 1 Juta Elf secara total hingga masalah tentang pembuatan musik dan masa-masa pelatihan yang mereka jalani sebelum debut.

“Kami tak pernah membayangkan bakal memberikan kuliah di Universitas Oxford, yang telah memiliki sejarah panjang, jadi kami merasa sangat tersanjung diberi kesempatan ini,” ucap mereka. “Kami berterima kasih untuk semua yang telah hadir dan mendengarkan kami selama kuliah.” (Source: http://www.wowkeren.com)

Wah, Oppadeul neomu mosida. Sekedar tambahan aja, selain pernah mengisi kuliah tamu di Oxford University, Super Junior juga pernah diundang oleh Majelis Nasional Korea (semacam anggota dewan legislatif) untuk memberi kuliah bertajuk “Dunia Menjadi Berwarna Karena K-POP”.

super-junior_1393002491_af_org
Super Junior, Majelis Nasional Korea

Member Super Junior yang hadir untuk mengisi acara ini adalah Eunhyuk, Sungmin, dan Shindong oppa. Dalam kuliah ini Super Junior akan berbicara tentang bagaimana hallyu dikenal di kancah global dan bekerja sama untuk mengembangkan masa depan Korea, karena ya mereka adalah boyband yang sangat berpengaruh dalam penyebaran hallyu sekaligus perekonomian Korea Selatan. So, ini tentu bisa menjadi inspirasi untuk boygroup atau girlgroup lain di Korea untuk lebih show up dan berkontribusi untuk negara. Yeoksi Uri Superman. Neomu mosida and Happy 11th Anniversary Uri Superman. We love you so much and have a nice day.

Hyn