Dari Relasi, Sosialisasi hingga Gosip si suami bule

Tolong bantu aku mengoreksi sifat dan pilihanku?

 

“Kita bertemu pukul 9, bagaimana?”, tanyaku.

“Oke, bisa!”

Dan sesuai perjanjian, pukul 9 tepat aku telah bersiap, tetapi dengan entengnya dia datang terlambat hingga 40 menit. Pertanyaannya adalah “Apakah kalian akan marah jika mengalami situasi ini dan apa yang akan kalian lakukan?” Jika itu aku, jelas aku sangat marah. Coba pikir berapa kerugian yang harus aku tanggung karena 40 menit itu. Kamu pikir aku pengangguran! Jika kita harus bercanda maka aku bisa menuntut orang ini ke meja hijau dengan pasal 335 KUHP ayat (1) ke-1 tentang “perbuatan tidak menyenangkan”.

Ketika kemudian aku bercerita ke seseorang, tahu apa yang beliau katakan? “Kamu hidup bersosialisasi, maka penting untuk memahami orang lain dan memang begitulah hidup bersama orang lain. Kamu harus lebih bisa menahan diri dan bal bla bla.”

rapat-3-e1423876863648

On time Hell!

Oke, jadi aku harus memahami orang yang jelas-jelas tidak menghargai janjinya dengan orang lain dan melakukannya seumur hidupku. Tidak, terima kasih. Jika kamu melakukan ini kepada orang Jepang, mungkin mereka akan datang bersama samurainya. Kalau aku…mungkin aku akan membawa pisau, buat ngupas apel…and then I will punch to your face.

Pertanyaan selanjutnya “Siapa yang bersalah?”. Berdasar analisisku tidak ada kesalahan dalam bahasaku yang memungkinkan tidak bisa dipahami oleh orang lain. Jelas-jelas aku sudah menawarkan apakah dia setuju atau tidak, dan dia menjawab bisa. Lalu siapa yang salah? Jawabnnya tentulah yang tepat waktu, itu pandangan mereka. Kenapa? Karena bagi orang lain aku telah menyalahi kebiasan tidak benar di negaraku yang mereka tuhankan, Terlambat bagi orang Indonesia adalah hal yang sepele dan mendarah daging.

Tapi apa kata mereka, nggak fleksibel sama orang lain. Vonis: bersalah.

***

Kedua, tentang followers instagram. Yang pasti aku nggak minta kalian untuk mem-follow akun instagramku. Jadi, jika tidak aku follow back ya nggak usah berisik. Dan lagi di profile sudah aku tuliskan bahwa aku tidak akan mengikuti balik dengan alasan khusus. Kalau sebegitu penasarannya, sekalian aku luruskan disini.

instagram-keyboard-app-take-pictures-photos-pics

Instagram

Kenapa aku tidak memfollow back kecuali orang yang cukup dekat? Karena kebanyakan dari kalian biasanya akan mengupload foto diri kalian sendiri dan aku nggak mau beranda aku dipenuhi foto orang lain. Selain itu, foto-foto itu akan menutup informasi penting dari akun-akun yang aku ikuti seperti Unicef, Unesco, Lonely Planet, info universitas, traveling dan Super Junior. Itu alasan aku nggak bisa follow back kalian, apalagi jika kalian tipe orang yang dikit-dikit upload foto. Sorry.

Tapi apa kata mereka, sombong. Vonis: bersalah.

***

Ketiga, tentang kebiasaanku membaca buku dimana pun. Hal sesepele ini masih di nyir nyirin juga. Memang apa masalahnya kalau aku baca buku. Berisik juga enggak, ganggu apalagi. Aku kali yang terganggu sama kalian. Herannya mereka masih mengusik juga, bilang rajin banget lah, ini lah, itu lah tapi nadanya jelas meledek. Well, think anything you want because I don’t give a shit.

Woman reading a book

Read the book

Tetapi mereka bilang, nggak mau sosialisasi sama teman. Vonis: bersalah.

***

Keempat, sebenarnya kayaknya aku nggak seterkenal itu juga deh buat diomongin. Tapi hanya gara-gara aku jalan ke beberapa tempat sendiri, endingnya masih di nyir nyirin lagi. Memang manusia biasanya kurang kerjaan sih, jadi anggap aja mereka butuh kegiatan. Pikir mereka aku ini nggak punya teman karena kemana-mana sendirian dan bla bla bla.

o-traveling-alone-facebook

Girl with map at Brandenburger Tor

Maaf ya, kalau cuma temen senegara juga ada. Masalahnya jalan bareng orang lain itu, apalagi yang nggak sepaham bisa jadi masalah. Kalau istilahnya Trinity banyak kepala, banyak maunya. Satu pengen ini, satunya pengen itu. Nah, aku nggak bisa tahan dengan situasi semacam ini dan pasti langsung ketahuan di muka aku. Jadi, dari pada ribut dan bikin masalah sama orang lain mending jalan sendiri sekalian. Bebas mau kemana aja dan selama apa. Terutama ketika di toko buku. Kebanyakan teman aku nggak tahan sama yang namanya toko buku, jadi mereka maunya cepet, sedang aku maunya full enjoying time. Beda pendapat lagi.

Tapi mereka bilang, nggak punya teman. Vonis: bersalah.

***

Kelima, sudah menjadi kebiasaan orang Indonesia untuk menggosip atau memutar percakapan tidak penting seperti ngomongin gaji orang, suami orang, kerjaan orang lain, transkip nilai orang lain dll. Nah, selain jalan sama orang lain yang beda kepala-beda maunya, ini satu hal lain lagi yang aku kurang suka. Contoh kecil yang pernah terjadi adalah soal roll rambut. Please, rambut juga rambutnya dia sendiri, memang kenapa kalau dia pakai roll rambut. Ngiri? Pakai donk ngak usah ngomongin orang cuma gara-gara pakai roll rambut. Heran, segitu kurang kerjaannya ya.

gossip

Gossip lagi

Nah, biasanya mulut aku bisa beracum kalau lihat hal-hal semacam ini, maka untuk menghindarinya aku nggak akan bergabung dalam percakapan mereka dan memasang mode budeg.

Tapi mereka bilang, nggak care sama temen. Vonis: bersalah

Well, mungkin memang aku kurang fleksibel, nggak bisa toleran dengan makhluk yang sukanya telat apalagi berisik dan lainnya, tetapi yang pasti aku punya alasan logis. Komplain semacam ini bukan hal yang baru. Banyak orang Indonesia sendiri yang tinggal di Luar Negeri yang mengeluhkan hal yang sama. Bahkan, yang paling ektrem salah seorang dari mereka pernah ditanya begini “gimana rasanya punya suami bule? hebat nggak dia diranjang? Dan asdfghjkl1@#$%^&*”. Emang sinting itu orang.

Tulisan ini tidak bermaksud rasis dan sebagainya, hanya saja tindakan-tindakan seperti di atas itu sangat menganggu orang lain. Dan aku harap kalian-kalian yang seperti itu bisa sadar dan mau berubah. Selain itu, jangan lupa berikan juga komentar tentang sikap aku, karena aku juga tidak sesempurna itu maka tentu aku perlu untuk mengevaluasi diri aku sendiri. That’s all.

Cherio,

Hyn

Advertisements

11 thoughts on “Dari Relasi, Sosialisasi hingga Gosip si suami bule

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s