“Yeah…This is Switzerland”

Jadi 2 tahun lalu ada sebuah acara di salah satu stasiun teve swasta called Arjuna, Ala Resep Juna in Switzerland. Mungkin banyak yang sudah tahu sebelumnya. Exactly, itu adalah acara masak-masaknya Chef Juna yang orang lebih mengenalnya sebagai temperament person like what he shows in Masterchef Indonesia and also Hell Kitchen. Intinya disana dia berkunjung ke hampir seluruh kota di Swiss selama sekitar 1 bulan lebih.  Nah, salah satu yang menarik perhatian aku adalah a place that showed how Swiss traditional life in the past time.

68472130
This is one of the traditional life in Switzerland

Kemudian, bulan lalu tepatnya Agustus, I have a trip to the second biggest city in Indonesia, Bandung. I have visit a place that called Farm House. Dalam bayangan aku Farm House ini bakal seperti Farm House di Eropa like in Swiss and Belgia, hanya saja dalam nuansa Indonesia. Begitu masuk, ternyata aku salah besar karena Farm House yang ada di Bandung ini berlatar belakang Eropa tetapi bernuansa town dan bukan farm lagi. Rada membingungkan ya, tetapi bukan bagian ini yang akan aku bahas lebih lanjut karena aku lebih tertarik untuk mengulas benang merah dari kedua cerita ini. Intinya karena ingin membuat artikel yang bisa membandingkan Farm House di Bandung dan Eropa, aku harus menemukan suatu tempat seperti Farm House yang kebetulan di datangi Chef Juna juga ketika di Switzerland. Namun, karena lupa nama tempatnya dan kurangnya referensi aku jadi tidak bisa memulai apapun.

Sebelumnya aku sudah mencoba banyak kata kunci tetapi masih tidak ketemu juga. Akhirnya mau nggak mau aku harus download 27 episode perjalanannya Chef Juna di Switzerland hanya untuk mencari tempat yang kemudian aku ingat bernama Ballenberg. Hell banget lah pokoknya. Beruntungnya acaranya chef ini asik banget dan mengulas banyak tempat spesial di Swiss jadi sekalian untuk menambah pengetahuan. Siapa tahu nanti beneran jadi nulis novel berlatar belakang Swiss *KodeKeras*.

Weinbauernhaus von Richterswil ZH 1780
Weinbauernhaus von Richterswil ZH 1780, Ballenberg

So now, I want to talk about the most beautiful country in the world, Switzerland. Kata kunci yang ingin aku pakai awalnya adalah Traditional Smart tetapi This is Switzerland ternyata memberi kesan lebih, like jealous maybe because I can’t do with the same pride in my country. Jadi, Switzerland merupakan salah satu negara terkaya di dunia dengan pemandangan alam yang orang bilang like heaven and earth. Kota-kota di Swiss sangat bersih dan full organized sehingga sangat nyaman untuk dikunjungi. Selain itu, publik transportation di negara ini juga sangat memadai dan tentunya best of the best.

Swiss sendiri ber-ibukota di Bern, akan tetapi banyak orang kebingungan tentang dimana ibukota Switzerland sebenarnya. Ada yang berpikir itu di Jenewa dan ada pula yang menganggapnya di Zurich hanya dikarenakan Zurich merupakan kota terbesar dan tersibuk di Swiss. Nah, selain pemandangan alamnya yang luar biasa, alasan lain tentang kecintaanku terhadap Swiss adalah budaya masyarakatnya yang tidak bisa aku temukan di Indonesia. Bukan menjelek-jelekkan Indonesia hanya saja aku ingin kita belajar untuk berubah dan menjadi lebih disiplin juga teratur seperti mereka.

the_zytglogge
Bern City

Orang-orang di Swiss sangat tepat waktu, disiplin, mencintai dan menggunakan produk lokal mereka secara maksimal, dan pastinya pekerja keras. Mereka juga sangat peduli terhadap kebersihan dan kelestarian alam yang mereka miliki. Bahkan, saking pedulinya orang Swiss, air yang ada di danau pun bisa diminum langsung karena kebersihannya yang tak perlu di ragukan lagi. Fakta lain yang harus kalian ketahui adalah bahwa Swiss ini tidak memiliki laut sehingga untuk konsumsi ikan mereka harus mengimpornya dari negara eropa lainnya dan salah satunya adalah Skotlandia. Solusi lainnya, selain mengimpor mereka biasanya mengonsumsi ikan yang berada di danau-danau yang ada di Swiss.

img_1178
See, how beautiful it

Di episode pertama Arjuna, Ala Resep Juna in Switzerland, Chef Juna mengunjungi sebuah Farm House bernama Juckerhof or Juckerfarm in English. Nama Juckerhof ini diambil dari nama pemiliknya yakni keluarga Jucker. Di dalam Farm House ini mereka menanam sayuran seperti asparagus dan juga menernakkan domba yang tentunya high quality. Selain itu, Juckerhof juga memiliki ladang apel yang super cantik. Mereka menanam apel dengan perhitungan yang menakjubkan dimana mereka menanamnya dengan membentuk line yang cantik yang kemudian aku ketahui line itu akan membentuk pola tertentu jika dilihat dari ketinggian. Very beautiful dan organized. Tak ketinggalan rumput hijau nan terawat menjadi pemanis dari ladang apel ini. Terkadang aku berpikir tempat ini lebih cocok disebut taman dibanding ladang apel. Belum lagi rumput ini terlihat sangat nyaman sekali untuk rebahan dan membaca buku sambil menikmati sore yang indah. How’s great?

Oh ya, keteraturan mereka yang menakjubkan ini kemudian mengundang decak kagum dari Chef Juna dan tak tanggung-tanggung memberikan pujian manis yang di balas “Yeah… this is Switzerland” oleh Vellarie, salah satu pekerja di Juckerhof yang menemani chef Juna untuk berkeliling Juckerhof.

Kata yang sederhana memang, tetapi ini memberikan efek luar biasa. Kenapa? Karena kita tidak bisa melakukan hal yang serupa dengan pride yang sama tinggi. Artinya ketika itu di aplikasikan di Indonesia maka justru akan timbul kesan buruk yang mengecewakan dan bukan lagi kebanggaan. Coba bayangkan ketika salah satu teman kita yang berasal dari Swiss datang ke Indonesia, especially Jakarta kemudian dia menemukan kota yang begitu kotor hingga mengundang decak jengkel “Oh…this is so dirty”. Apa yang akan kita lakukan sebagai guide? Apa iya kita akan mengatakan “Yeah…this is Indonesia”. Well done Indonesia. Well done. Tidak mungkin Kita akan melakukannya.

rosengarten1-1920x1200
RoseGarden, Bern. A place loved by Super Junior Eunhyuk

Sulit jika kita berharap Indonesia berubah secara menyeluruh, maka untuk sekarang cukup mengubah diri kita sendiri terlebih dahulu, meskipun kemudian kita akan menjadi alien, tidak masalah. I think being different is good dan aku sendiri telah memastikannya. Modal utama yang harus kalian miliki adalah kesabaran ekstra dan kepercayaan diri tinggi. Biarkan mereka menggunjingkan kita, tak perlu dirisaukan. Kita berubah untuk menjadi baik bukan buruk. So, just do it and found the magic behind.

Jadi, bagaimana sudah siap berkomitmen untuk berubah?

Hyn

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s