Gamelan: Denting-denting Pesan dari Pelosok Pedalaman

IMG-20160825-WA0024

Penampilan dari SDN Ngile I dalam rangka Lomba Gamelan Tingkat Kecamatan untuk memperingati HUT ke-71 Republik Indonesia

Sayup-sayup terdengar denting logam yang saling bersahutan dengan irama klasik yang berpadu indah dengan suasana pedesaan yang asri. Suara itu berasal dari salah satu gedung sekolah dasar di sebuah pelosok pedesaan di kota Pacitan, Jawa Timur. Jika kita mencarinya di google maps mungkin mereka tak akan mengetahuinya. Jalanan berbatu adalah satu-satunya akses menuju gedung sekolah bercat putih gading tersebut. Jika hujan turun maka jalanan akan menjadi sangat becek juga licin, sedang ketika kemarau datang maka debu luas beterbangan di udara. Namun, siapa bilang itu halangan? Tidak, bagi mereka tak ada yang bisa memutus mimpi mereka hanya karena keterbatasan infrastruktur.

Dari sanalah kemudian lahir inovasi ekstrakulikuler baru di sekolah pelosok yang nyaris tak memiliki ekstrakulikuler selain Pramuka. Inovasi itu dicetuskan oleh bapak Supandi yang merupakan kepala sekolah yang baru beberapa tahun bertugas. Inovasi ini muncul lantaran keprihatinan beliau sebagai pecinta musik tradisional sebab semakin punahnya musik tradisional khususnya gamelan. Dahulu gamelan adalah salah satu hiburan mahal bagi para warga desa. Namun seiring berkembangnya zaman, juga munculnya banyak genre musik baru. Kini gamelan semakin ditinggalkan, khususnya oleh kaum muda. Atas keprihatinan itulah kemudian bapak Supandi berserta anak buahnya mendirikan ektrakulikuler baru, yakni ekstrakulikuler gamelan.

Ekstrakulikuler ini berdiri pada 5 April 2015 atau baru sekitar satu tahun lebih empat bulan. Dana untuk pendirian ektrakulikuler ini sendiri berasal dari properti sekolah, iuran, dan sebagian dana bos. Dana yang dihabiskan mencapai 20 juta rupiah. Dana itu menyangkut perlengkapan gamelan dan pendirian ruang ekstrakulikuler.

Tujuan yang ingin dicapai dari pendirian ekstrakulikuler ini adalah selain untuk melestraikan budaya bangsa juga untuk mengembangkan bakat siswa dalam hal musik, khususnya musik tradisional. Selain itu, dengan menguasai gamelan tanpa disadari akan menimbulkan kecintaan terhadap budaya gamelan yang nyaris punah dan kehilangan peminat. Meski terdengar sederhana namun kecintaan dan kepedulian adalah hal yang mahal hari ini, tidak bisa begitu saja terbangun tanpa adanya keinginan dari diri seseorang.

Ekstrakulikuler ini sendiri dibina oleh bapak Harno yang merupakan praktisi ahli di bidang gamelan. Ekstrakulikuler gamelan diadakan setiap senin dan kamis pada pukul 13.30 – 15.00 WIB dan bisa diikuti oleh seluruh siswa dari semua jenjang bagi mereka yang berminat. Tidak hanya siswa Sekolah Dasar Negeri Ngile 1, warga sekitarpun diperkenankan untuk turut serta berlatih gamelan namun dengan jadwal yang berbeda. Tentu ini menjadi kabar baik bagi warga sekitar yang ingin berlatih gamelan namun tidak memiliki tempat untuk menyalurkan bakat bermusiknya. Biasanya warga sekitar akan berlatih pada senin malam dan jumat malam dan akan lebih diintensifkan ketika ada perlombaan gamelan.

Keuntungan lain dari berdirinya ektrakulikuler ini adalah kontribusinya pada warga sekitar dengan memberikan hiburan merakyat bagi mereka yang sedang memiliki hajatan. Tingkat pendapatan ekonomi yang rendah menyebabkan banyak warga sekitar tak mampu untuk mendatangkan hiburan pada acara-acara spesial seperti khitanan, resepsi pernikahan dan lainnya. Namun, dengan adanya ekstrakulikuler ini mereka bisa mendatangkan hiburan menarik dengan biaya yang jauh lebih merakyat dan tentunya menghibur. Terhitung sudah tiga kali kelompok gamelan dari SDN Ngile 1 ini diundang tampil dalam acara hajatan milik warga sekitar. Dengan tampil di acara-acara hajatan maka akan timbul kepercayaan dalam diri masing-masing siswa dan tentunya kecintaan lebih terhadap seni musik tradisional ini. Harapannya, kedepan ekstrakulikuler ini bisa mendatangkan profit lebih bagi SDN Ngile 1.

Meski terbilang masih baru bukan berarti grup gamelan ini tidak mencetak pretasi. Tepat pada 19 Agustus kemarin grup gamelan milik SDN Ngile 1 ini berhasil meraih Juara Harapan 1  Lomba Gamelan Tingkat Kecamatan, kategori pemula dalam rangka peringatan HUT ke-71 Republik Indonesia. Selamat untuk SDN Ngile 1. Semoga kedepan bisa memberikan benefit yang lebih banyak lagi untuk sekolah, untuk daerah sekitar, dan untuk Indonesia tentunya. Selain itu berdirinya ektrakulikuler ini diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di pelosok untuk turut serta melakukan inovasi daerah dengan mendirikan ekstrakulikuler yang dapat memberikan benefit yang luas bagi masyarakat.

Inovasi bukan tentang besar kecilnya, tetapi tentang bagaimana mengelolanya-Hyn

Artikel
ini diikutsertakan pada Kompetisi Menulis Blog Inovasi
Daerahku
https://www.goodnewsfromindonesia.id/competition/inovasidaerahku

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s