Bintang-bintang Merah Putih

14045680_1087172264705411_6545020592957857517_n
source @UnicefIndonesia

Niatnya nggak ingin publish apapun, biar lebih khidmad gitu meresapi perayaannya, tetapi setelah membaca postingan milik Unicef Indonesia gatel juga buat jawab. Bener jika aku ditanya, harapan seperti apa yang aku inginkan di Ulang Tahun Indonesia yang ke-71 ini maka aku hanya ingin Indonesia menjadi tempat yang nyaman untuk belajar tanpa adanya campur tangan politik. Bahwa pendidikan adalah pendidikan bukan pesilangan kepentingan.

Mimpi yang sangat sederhana sebenarnya, tetapi nyatanya tak semudah itu terwujud. Pertemuanku dengan seorang relawan Kelas Inspirasi-Indonesia Mengajar beberapa waktu lalu menyadarkanku akan banyak hal bahwa sekolah di Indonesia kian dipertanyakan. Pendidikan di Indonesia tak pelak menjadi kian menakutkan. Dan inilah kami si objek percobaan. #Cukup. Bagiku itu cukup.

Lalu jawaban seperti apa yang harus ku berikan untuk pertanyaan sesederhana ini “Apa yang membuatmu bangga menjadi bagian dari Indonesia?”

Sangat banyak kecuali birokrasi, pendidikan dan manusianya. Tempat indah untuk bepergian, tak perlu dipertanyakan kita memiliki segalanya. Makanan, tak dipungkiri lagi makanan Indonesia adalah juaranya. Budaya, lelah fisik ini jikalau harus memamerkannya satu persatu. Kaya, unik dan menakjubkan, itulah cermin budaya kita dan masih banyak yang lainnya. Tetapi pendidikan, sungguh…aku patah hati Tuhan.

Pernahkah kamu bayangkan bagaimana rasanya menjadi kami si kelinci percobaan duduk diam di balik meja, membaca ratusan halaman buku penuh teori, mendengarkan dosen berkicau tanpa henti, menghapal tanpa memahami dan mimpi buruk setiap hari. lalu di kemudian hari tercetaklah seenggok transkip nilai.  Jadi, katakan dimana kata belajar itu pantas diletakkan?

Apa yang sebenarnya kita pelajari? Rasanya hanya si pembuat kebijakan yang tahu.

Jika kalian bertanya padaku, jawabanku akan membuatmu menamparku. Sungguh aku tidak pernah benar-benar belajar di sekolah maupun universitas. Aku belajar di tempat lainnya, tempat yang kupikir terbaik untuk belajar, sedang di sekolah, aku hanya mencoba menjadi realistis dengan memenuhi tuntutan budaya di negaraku. Apa? Gelar ‘kan yang diharapkan untuk mereka dengar. Apa lagi? Transkip nilai…lihatlah sepuasnya bung!

Beberapa waktu lalu aku memiliki kenalan baru di dunia per-bloggeran. Beliau berasal dari Finlandia. Beliau membuat blog khusus untuk membahas banyak hal tentang dunia pendidikan khususnya yang ada di Finlandia, yang juga merupakan profesi beliau. Tentang bagaimana pendidikan di Finlandia itu, program-program yang mereka jalankan di sekolah hingga diskusi-diskusi yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas si pendidik. Begitukah mereka hidup, dan beginikah kami hidup. Begitu terbaliknya.

Namun jangan salah, ada satu tempat belajar paling baik di Indonesia versi aku, yakni Prof. Rhenald Kasali, beliau adalah tempat terbaik untuk belajar di Indonesia tanpa harus membuang-buang waktu mengejar  gelar kehormatan. Disinilah tempat belajar sesungguhnya.

Seperti yang beliau katakan bahwa sekolah formal bukanlah segalanya. Maka jangan batasi ruang belajarmu. Ketika yang kita harapkan belum terpenuhi maka buat itu terpenuhi dari dirimu sendiri. Tak bertahan bukan berarti pengecut. Jika memang harus berlari jauh, maka larilah. Tak ada yang tahu bahwa mungkin saja pilihan kita akan membuat perubahan. Satu lagi terkadang ada saat kita harus menulikan diri kita dan ada saat kita harus mendengarkan. Maka ayo menciptakan pilihan!

Dan… Selamat Ulang Tahun Indonesia. Just be better. I Love You. Saranghae.

Ps: Tulisan bercetak tebal adalah kutipan dari buku 30 Paspor di Kelas Sang Professor hal 67.

Hyn

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s