Memories in a glass of Machiato

JAKARTA (80)
Source 2.bp.blogspot.com

Apa hal pertama yang terlintas dalam benak ketika berbicara tentang kota tua? Exactly ‘Memorise’. Ya, segala hal yang berbau vintage mungkin adalah kenangan, begitu juga aku. Sudah lebih dari 2 tahun sejak aku berkunjung ke kota tua Jakarta untuk pertama kalinya. Tak banyak yang berubah tetapi satu hal yang pasti segalanya menjadi semakin tidak terawat dan terbengkalai begitu saja. sayang sekali.

Tak banyak tempat yang aku kunjungi hari itu. Tak banyak juga yang spesial meskipun cukup memesona. Hingga di tahun 2015 seorang idol yang begitu aku sukai mengunjungi Kota Tua Jakarta dalam sebuah pemotretan majalah selepasnya dari wajib militer. Ya, Yesung oppa. Tentu ini membuat banyak Elf terkejut begitu pun aku. Pemotretan sendiri dilakukan di beberapa sisi Kota Tua, Batavia Cafe, Istana Negara, Monas, dan Pulau Seribu.

Kemudian ketika untuk kedua kalinya aku memiliki kesempatan untuk datang ke kota tua lagi ada satu tempat yang harus aku kunjungi yakni Museum Fatahilah. Tak ada alasan spesial, aku menyukai hal-hal yang vintage jadi aku kira ini pilihan yang tak boleh terlewatkan. Begitu memasuki pelataran Museum Fatahilah ada satu cafe yang membuat aku terpesona, sampai aku berpikir ‘haruskah aku mengunjunginya’. Ketika aku masih bergelut dalam keraguan seorang temanku mengajak untuk mampir di coffee shop itu. Mana bisa ditolak. Kajja.

Begitu memasuki cafe kami disambut oleh seorang pelayan yang sebenarnya lebih cocok menjadi seorang model. Yeah, too handsome. Dia memandu kami untuk memasuki cafe lebih jauh hingga… bang…sebuah memori berkelebat di kepalaku. Yesung oppa. Ahhh jinjja mwoyaa…oh may god. Batavia cafe…oppa…Eotteokhae igeo??? Ya, karena kurang konsentrasi aku sampai nggak sadar kalau yesung oppa juga melakukan pemotretan di Batavia Cafe, Jakarta. Sisi Batavia Louge inilah yang akhirnya membuatku ingat tentang oppa. He also take picture here. Damn God!!

 

How, mirip kan? foto yang disebelah kiri adalah foto yang aku ambil pribadi sedangkan foto di sebelah kanan adalah foto yang diambil oleh Yesung oppa.

And then you know? I can’t stop smile all the day. Michigeta jinjja…

Kemudian kami menghabiskan waktu sambil ditemani segelas bitter machiato serta sepotong biskuit. Bahkan saking bitternya temanku sampai harus memasukkan dua sashet gula.*LOL

IMG_20160810_104946
Photo taken by me ‘The Bitter Machiato’

Kekonyolan tak berhenti sampai disitu, karena dia tipe orang yang hobi makan maka dia memesan satu porsi tofu. Sebenarnya tidak masalah jika kita hanya pergi berdua dan bisa memilih untuk pulang kapan pun. Masalahnya adalah kita datang bersama rombongan dan tentu ada batas waktu untuk bermain-main yakni hingga pukul 11.00  WIB dan kami baru memasuki cafe pukul 10.40 WIB. Kalau akhirnya kita minum kopi dengan kepanikan tingkat dewa, ya udah resiko. Beberapa kali kita memandang ke jendela untuk memastikan apakah teman-teman masih ada atau enggak. Namun, hingga hampir semua teman balik ke bus, tofu sialan itu belum datang juga. Mampus.

Kepanikan pun semakin meningkat hingga seorang pelayan datang mengantarkan tofu sialan yang sebenarnya enak itu. Jadilah kami makan layaknya BTS Jin saking cepatnya. Tak lupa kami juga memastikan apakah teman-teman masih di pelataran Museum Fatahilah atau tidak. Tentu aja udah nggak ada. Mau nggak mau kita semakin cepat makannya. Beruntung tak banyak pengunjung di cafe hari itu. Ho..Ho…. Apa kabar image nanti.

 

Setelah selesai kami bergegas untuk membayar tagihan dan menuruni tangga sambil berlarian. Temanku mungkin sampai ingin mencekikku karena ditengah kepanikan aku masih sempat untuk mengabadikan Batavia cafe di lantai 1, tempat dimana Yesung oppa melakukan pemotretannya  2015 silam.

 

Jiwa fangirling masih up donk meski panik bukan kepalang. Begitu sampai di pintu cafe mas-mas ganteng yang bodohnya aku cuekin dan seorang pelayan  perempuan berkebaya membukakakan pintu untuk kami sambil berterima kasih dan tersenyum ramah. Bodo, siapa peduli. Di tinggal bus serius nggak lucu. Kami pun melanjutkan aksi lari-larian ala Mario Maurer di film My True Friend, bedanya nggak ada Mario yang genggam tangan kita pas lari *sad* hingga kemudian aku melihat beberapa temanku masih asik menikmati es loli dan selfi-selfi ria di sisi lain Batavia Cafe. Sialan! Terkutuk! Jadilah kami hanya bisa menertawai kebodohan itu di bawah teriknya kota Jakarta. But Jakarta, you are a memories. Thank You. #BitterMachiato

Hyn

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s