Gamelan: Denting-denting Pesan dari Pelosok Pedalaman

IMG-20160825-WA0024
Penampilan dari SDN Ngile I dalam rangka Lomba Gamelan Tingkat Kecamatan untuk memperingati HUT ke-71 Republik Indonesia

Sayup-sayup terdengar denting logam yang saling bersahutan dengan irama klasik yang berpadu indah dengan suasana pedesaan yang asri. Suara itu berasal dari salah satu gedung sekolah dasar di sebuah pelosok pedesaan di kota Pacitan, Jawa Timur. Jika kita mencarinya di google maps mungkin mereka tak akan mengetahuinya. Jalanan berbatu adalah satu-satunya akses menuju gedung sekolah bercat putih gading tersebut. Jika hujan turun maka jalanan akan menjadi sangat becek juga licin, sedang ketika kemarau datang maka debu luas beterbangan di udara. Namun, siapa bilang itu halangan? Tidak, bagi mereka tak ada yang bisa memutus mimpi mereka hanya karena keterbatasan infrastruktur.

Dari sanalah kemudian lahir inovasi ekstrakulikuler baru di sekolah pelosok yang nyaris tak memiliki ekstrakulikuler selain Pramuka. Inovasi itu dicetuskan oleh bapak Supandi yang merupakan kepala sekolah yang baru beberapa tahun bertugas. Inovasi ini muncul lantaran keprihatinan beliau sebagai pecinta musik tradisional sebab semakin punahnya musik tradisional khususnya gamelan. Dahulu gamelan adalah salah satu hiburan mahal bagi para warga desa. Namun seiring berkembangnya zaman, juga munculnya banyak genre musik baru. Kini gamelan semakin ditinggalkan, khususnya oleh kaum muda. Atas keprihatinan itulah kemudian bapak Supandi berserta anak buahnya mendirikan ektrakulikuler baru, yakni ekstrakulikuler gamelan.

Ekstrakulikuler ini berdiri pada 5 April 2015 atau baru sekitar satu tahun lebih empat bulan. Dana untuk pendirian ektrakulikuler ini sendiri berasal dari properti sekolah, iuran, dan sebagian dana bos. Dana yang dihabiskan mencapai 20 juta rupiah. Dana itu menyangkut perlengkapan gamelan dan pendirian ruang ekstrakulikuler.

Tujuan yang ingin dicapai dari pendirian ekstrakulikuler ini adalah selain untuk melestraikan budaya bangsa juga untuk mengembangkan bakat siswa dalam hal musik, khususnya musik tradisional. Selain itu, dengan menguasai gamelan tanpa disadari akan menimbulkan kecintaan terhadap budaya gamelan yang nyaris punah dan kehilangan peminat. Meski terdengar sederhana namun kecintaan dan kepedulian adalah hal yang mahal hari ini, tidak bisa begitu saja terbangun tanpa adanya keinginan dari diri seseorang.

Ekstrakulikuler ini sendiri dibina oleh bapak Harno yang merupakan praktisi ahli di bidang gamelan. Ekstrakulikuler gamelan diadakan setiap senin dan kamis pada pukul 13.30 – 15.00 WIB dan bisa diikuti oleh seluruh siswa dari semua jenjang bagi mereka yang berminat. Tidak hanya siswa Sekolah Dasar Negeri Ngile 1, warga sekitarpun diperkenankan untuk turut serta berlatih gamelan namun dengan jadwal yang berbeda. Tentu ini menjadi kabar baik bagi warga sekitar yang ingin berlatih gamelan namun tidak memiliki tempat untuk menyalurkan bakat bermusiknya. Biasanya warga sekitar akan berlatih pada senin malam dan jumat malam dan akan lebih diintensifkan ketika ada perlombaan gamelan.

Keuntungan lain dari berdirinya ektrakulikuler ini adalah kontribusinya pada warga sekitar dengan memberikan hiburan merakyat bagi mereka yang sedang memiliki hajatan. Tingkat pendapatan ekonomi yang rendah menyebabkan banyak warga sekitar tak mampu untuk mendatangkan hiburan pada acara-acara spesial seperti khitanan, resepsi pernikahan dan lainnya. Namun, dengan adanya ekstrakulikuler ini mereka bisa mendatangkan hiburan menarik dengan biaya yang jauh lebih merakyat dan tentunya menghibur. Terhitung sudah tiga kali kelompok gamelan dari SDN Ngile 1 ini diundang tampil dalam acara hajatan milik warga sekitar. Dengan tampil di acara-acara hajatan maka akan timbul kepercayaan dalam diri masing-masing siswa dan tentunya kecintaan lebih terhadap seni musik tradisional ini. Harapannya, kedepan ekstrakulikuler ini bisa mendatangkan profit lebih bagi SDN Ngile 1.

Meski terbilang masih baru bukan berarti grup gamelan ini tidak mencetak pretasi. Tepat pada 19 Agustus kemarin grup gamelan milik SDN Ngile 1 ini berhasil meraih Juara Harapan 1  Lomba Gamelan Tingkat Kecamatan, kategori pemula dalam rangka peringatan HUT ke-71 Republik Indonesia. Selamat untuk SDN Ngile 1. Semoga kedepan bisa memberikan benefit yang lebih banyak lagi untuk sekolah, untuk daerah sekitar, dan untuk Indonesia tentunya. Selain itu berdirinya ektrakulikuler ini diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di pelosok untuk turut serta melakukan inovasi daerah dengan mendirikan ekstrakulikuler yang dapat memberikan benefit yang luas bagi masyarakat.

Inovasi bukan tentang besar kecilnya, tetapi tentang bagaimana mengelolanya-Hyn

Artikel
ini diikutsertakan pada Kompetisi Menulis Blog Inovasi
Daerahku
https://www.goodnewsfromindonesia.id/competition/inovasidaerahku

Iklan

Diantara Lipstick, Champagne, dan Chew…Chew…Chew…Chew…Chewing Gum

Ketika dihadapkan pada sebuah pertanyaan “Apa yang paling kamu rindukan dari masa kecilmu?” Maka lagu anak-anak adalah hal yang paling aku rindukan. Saking langkanya dan sedikitnya ingatan maupun masa yang dilalui rasanya sensasi anak-anak bernyanyi sesuai usia mereka pun tak ada lagi. Punah ‘kah? Mungkin saja karena sejauh ini aku belum pernah menemui lagi lagu anak-anak yang dirilis beberapa tahun terakhir. Betapa sering aku mendengar anak-anak menyanyikan lagu-lagu dangdut berlirik tak jelas juga lagu-lagu pop dari artis dalam negeri yang kelewat dewasa untuk mereka.

Namun, beberapa waktu lalu tiba-tiba SM Entertainment. Iya… SM Entertainment, si agensi asdfghjkl@#$%^&*  itu dengan baik hatinya mendebutkan sekelompok remaja berusia 14-17 tahun dalam sebuah boygrup bernama NCT Dream yang merupakan subunit kedua dari  NCT U setelah NCT 127. Shock! Tentu saja. Entah kapan terakhir kali agensi korea mendebutkan anak-anak/remaja dalam sebuah boygrup yang semestinya setelah dibubarkannya HOT di  tahun 2001. Masih segar di ingatan bagaimana Jungkook BTS yang debut di usia 14 tahun dan dieksploitasi dengan konsep BTS yang tak seharusnya cocok dengan usianya. Yang Army pasti tahu dimana saat berusia 16 tahun dedek harus mesra-mesraan sama tante-tante tuir di MV Boys In Luv LA version. Sayang banget ‘kan. Mereka masih terlalu dini untuk hal-hal semacam itu.

HOT sendiri adalah sebuah boygrup di bawah naungan SM Entertainment yang debut pada tahun 1996 dengan lagu hits mereka ‘Candy’ dan terus menanjak popularitasnya hingga kemudian secara tiba-tiba dibubarkan pada 2001. Entah apa alasan SME di balik itu semuanya menjadi serba misterius.

45hot-candy
HOT Candy Era. Source: hiburan.dreamers.id

Debunya NCT Dream tentu menjadi berita yang sangat menyenangkan. Mendengar suara lucu mereka bernanyi menjadi keasikan tersendiri setelah belasan tahun tak pernah mendengar hal-hal semacam ini. Paling-paling lagu anak-anak Korea yang sering dinyanyikan kalau tidak keluarga beruang ya satu lagi yang entah apa judulnya. Lucu sih, tapi bukankah sudah menjadi sifat manusia untuk menyukai hal-hal yang baru dan semakin baru juga kekinian. Oke!

cgf_by_kamjong_kai-daezw2t
NCT Dream. Source: Kamjong-kai.deviantart.com

Kembali ke NCT Dream. Boygrup yang dihuni oleh 7 dedek-dedek lucu ini debut pada tanggal 24 Agustus 2016 dengan lagu catchy song “Chewing Gum”. Ya, baru lima hari yang lalu tetapi kemunculan mereka jelas bukan hal yang baru mengingat 5 dari 7 anggota mereka adalah anggota Mickey Mouse Club. Sedang 2 member lainnya adalah trainee misterius SME. Ditilik dari judul lagunya kalian akan menyadari persamaan  antara HOT dengan NCT Dream. Jika HOT debut dengan “Candy” maka NCT Dream debut dengan “Chewing Gum”. Sama-sama makanan favorit anak-anak ‘kan? Satu permen dan satunya lagi permen karet. Oke, sebelum basi mari berkenalan dengan 7 dedek-dedek lucu ini secara lebih mendetail.

  • Mark Lee / Lee Min Hyun

038482500_1472207895-NCT1

Mark merupakan anggota tertua dari NCT Dream yang lahir pada 2 Agustus 1999. Selain di NCT Dream Mark juga merupakan personil dari NCT U dan NCT 127. Spesialisai Mark adalah Rap dan bermain gitar. Mark sendiri bukan pure Korea, dia merupakan blasteran Korea-Kanada dan sempat tinggal di Vancouver. Dan entah kenapa semenjak aku tertarik dengan kota super duper aman dan cantik ini, Vancouver jadi muncul dimana-mana selama 2 bulan terakhir. Bahkan di Book Signing bareng Trinity kemarin Vancouver kembali disebut-sebut.

Oh ya, Mark merupakan member favorit aku di NCT Dream. Bukan karena wajahnya yang ganteng tapi lebih karena Mark pernah ingin jadi penulis, suka baca, dan bahkan mata pelajaran favoritnya adalah seni menulis sastra. Dan entah kenapa cowok yang suka baca itu  jadi kelihatan sexy dan high quality*?*. Don’t you think? Ini pendapat pribadi aku aja, kalau nggak setuju ya udah nggak usah ngajak berantem.

  • Lee Jeno

046301800_1472207895-NCT3

Kesan pertama saat lihat Jeno itu… mirip Donghae Super Junior. Mereka bahkan pernah foto berdua. Jeno sendiri lahir pada 23 April 2000 dan merupakan anggota Mickey Mouse Club bersama Mark. Artis favoritnya adalah Donghae Super Junior. *LOL. Modus nie Jeno.

  • Lee Donghyuck (이동혁)/ Haechan

051037200_1472207895-NCT4

Seperti Mark dan juga Jeno, Haechan juga merupakan anggota Mickey Mouse Club. Haechan lahir pada 6 Juni 2000 dan saat ini sedang menempuh studinya di SOPA (School of Performing Arts Seoul) yang merupakan sekolah seni paling bergengsi di Korea. Lulusannya pun nggak main-main sebut saja Kai dan Sehun EXO serta BTS Jungkook.

  • Park Jisung

064389400_1472207895-NCT7

Sebelum debut bersama NCT Dream Jisung juga merupakan anggota Mickey Mouse Club yang dipandu Leeteuk Super Junior. Jisung lahir pada 2 Februari 2002 dan jago banget nge-dance. Di MV Chewing Gum Jisung terlihat sangat imut karena style rambutnya yang mirip dengan monggunya Kai EXO. Monggu sendiri adalah anjing kesayangan Kai. Jangan berpikir negatif ya karena memang rambutnya Jisung ini hampir mirip dengan bulunya monggu. Maaf Jisung, nuna tidak bermaksud…

  • Na Jaemin

056027700_1472207895-NCT5

Selain Mark, Jaemin ini juga member favorit aku. Tahu kenapa? Karena dia pernah ngerjain Eunhyuk Super Junior saat menjadi bintang tamu di Mickey Mouse Club. Yang mau tahu detailnya lihat videonya secara langsung. Jaemin sendiri lahir pada 13 Agustus 2000 dan merupakan member terakhir yang diperkenalkan oleh SME. Selain itu, sama seperti Haechan, Jaemin juga bersekolah di SOPA.

  • Huang Renjun (黄仁俊)

042428700_1472207895-NCT2

Dari namanya saja udah bisa ditebak kalau Renjun ini merupakan member China-nya NCT Dream. Renjun lahir pada 23 Maret 2000 di Jilin, China. Namun, menurut berita yang beredar Renjun (dibaca R(e)on Jun) ini sebenarnya adalah orang Korea Utara yang melarikan diri ke China. Tetapi entah benar atau tidak masih belum bisa dipastikan karena Renjun sendiri maupun SME belum memberikan konfirmasi resmi. Dilihat dari wajahnya Renjun memang terlihat lebih Korea daripada China.

  • Zhong Chenle (钟辰乐)

a

Oke! Ini dia member terakhir NCT Dream yang paling imut-menggemaskan-keterlaluan. Chenle (dibaca che(o)n l(e)o) merupakan member China lainnya dari NCT Dream setelah Renjun. Chenle lahir pada 22 November 2001 di Shanghai. Selain giginya yang cute alasan lain aku suka Chenle adalah karena dedek ini sekilas mirip Luhan ex-EXO member. Sama-sama imut keterlaluan dan berasal dari China. Entah kenapa China menjadi cukup memesona akhir-akhir ini (read: Luhan). Dan karena itu aku menjadi cukup khawatir. China dan SME adalah dua kata yang entah kenapa selalu berkonflik jika dipertemukan dalam satu garis linier yang sama. Seakan-akan mereka memiliki jalur pilihan yang berbeda dan tidak mungkin untuk duduk bersebelahan. Sebut saja Hangeng, member China dari boygrup Super Junior yang akhirnya keluar dari  Super Junior  setelah berkonflik bersama SME. Kemudian ada Luhan, Tao,  dan Kris- EXO Chinese member yang lagi-lagi juga keluar karena konflik dengan SME. Semoga saja kejadian serupa tidak akan menimpa Chenle. Oh ya, Chenle ini telah merilis tiga album di China loh dan merupakan artis cilik berbakat di China sebelum debut bersama NCT Dream. Love Chenle.

Itu dia member-member dari NCT Dream. Aku bersyukur banget NCT Dream debut dan merilis lagu “Chewing Gum”. Selain karena keberadaan mereka yang berhasil menghidupkan memori masa kecil generasi 90 an, alasan lainnya adalah karena gara-gara Chewing Gum ini akhirnya aku bisa lepas dari jeratan Lipstick-nya Baekhyun. Iya, Lipstick-nya Baekhyun.

00122097
EXO-Baekhyun

Tahu lagu barunya EXO yang Lotto?  Disitu Baekhyun dapet part nyanyi yang liriknya Lipstick, Chateau wainbit color (la la la la)… Hayan Champagne beobeure syawo (ra ra ra ra)”. Konyolnya saat lagu Lotto rilis aku baru aja keracunan longlasting-nya wardah yang terus dipuji-puji dan menjadi hits diantara  para penggemar make up hingga hari ini. Katanya daebak lah, ini lah, itu lah. Tapi mau gimana pun, Longlastingnya wardah memang pantas dipuji. Dan tiap denger Baekhyun bilang Lipstick…lipstick, keingetnya langsung sama Longlasting wardah, sedang Baekhyun ini jadi brand ambasadornya. Kan enggak banget. Andwae! Belum lagi Champagne-nya, ngajak sesat emang nie makhluk.

So, apa pendapat kamu tentang permen karetnya NCT Dream atau lipsticknya Baekhyun juga boleh? Comment ya.

Hyn

Naked…Naked…Nekad!

The Naked Traveler. Huh… Naked…NAKED?!!! JINJJA NAKED?!!! Begitulah reaksi pertama aku saat lihat review tentang buku The Naked Traveler di sebuah blog travel yang saat itu sedang memberikan rekomendasi tentang buku-buku travel yang seru dan nggak biasa. Mwoya igeo?

13534263_268601370170494_368014540_n
Trinity – The Naked Traveler Series

Nah, berhubung judul artikelnya rekomendasi buku-buku yang nggak biasa maka isinya pun juga nggak biasa termasuk salah satu diantaranya The Naked Traveler. Gila, porno banget ‘kan? Gara-gara buku ini juga, aku sempat mempunyai pengalaman absurd. Jadi, buku pertama yang aku baca dari seri TNT adalah The Naked Traveler 2 karena saat itu buku-bukunya udah mulai langka. Maklum cetakan 2007 dan aku nyarinya di tahun 2014. How’s gap. Jadilah aku baca aja seri dengan angka paling kecil diantara semua seri TNT yang masih ada saat itu. Takutnya ceritanya bakal berhubungan atau ada detail yang akan terlewat kalau bacanya di acak sembarangan. Nah, kebetulan dari semua seri buku TNT, yang paling kecil saat itu ya TNT 2. Akhirnya aku putuskan untuk baca mulai dari seri kedua. Karena kepo yang udah nggak ketulungan aku bawa aja buku itu kemana-mana sampai suatu hari di kampus aku masih nekad baca itu buku dan tiba-tiba temen aku dateng terus baca cover bukunya. Kalau dia cewek sih nggak ada masalah, lah dia cowok, udah ketebak ‘kan pikirannya kemana.

Masyaallah bacaannya… ckckckckck. Begitu dia bilang sambil masang tampang prihatin ala ustad-ustad gitu. Karena nggak mau ada salah paham, aku coba jelasin ke dia kalau bukunya itu nggak seperti yang dia pikirin. Tapi mana mau denger dia. Akhirnya bodo juga dia mau mikir apa. Bahkan Trinity sendiri juga cerita kalau kebanyakan pengunjung blognya salah ngira karena judulnya yang eye catching itu. Begitulah hingga aku berhasil membaca 9 dari 13 seri TNT dalam kurun waktu 1 tahun. Sisanya nggak aku baca karena anthology/ ditulis bersama penulis lain dan sebagian karena punah.

Di tahun 2014, setelah merilis buku yang ke 11 dan 12, The Naked Traveler-Round The World Trip part 1&2, Trinity mengadakan Talk Show and Book Signing di Togamas Solo. Berhubung saat itu aku masih maba (Mahasiswa Baru) dan nggak tahu arah jalan, gagallah rencana buat attend acara itu. Sampai 2 tahun kemudian terdengar berita Trinity bakal rilis buku baru yaitu The Naked Traveler 7 dan sekali lagi bakal ngadain Book Signing di Solo. Nggak mau tahu kali ini harus attend pokoknya dan terwujudlah mimpi itu kemarin Sabtu, 27 Agustus 2016. I was meet with Trinity!!! Iya… mau gila!!

IMG_20160827_145017
Tampang manusia nggak suka foto, Mau apa(?)

Kesan pertama saat ketemu dan lihat langsung Trinity untuk pertama kalinya itu ‘wah, nggak salah dia sebut dirinya sendiri gaban’. Gemuk banget. Kapan nikah? *Eh

Pokoknya begitulah. Di Talk Show itu sendiri, Trinity berbagi pengalamannya keliling dunia yang Trinity banget lah (baca: absurd), mulai dari ketinggalan pesawat, joroknya Cina, sampai rangking negara dengan cowok terganteng versi Trinity *ekhm. Tiba-tiba visul cowok Brazil melintas. Pertanyaan-pertanyaan dari peserta pun nggak kalah aneh misal ada salah satu peserta yang nanya gini “Mbk, kalau hari ini tiba-tiba ditunjuk pak Jokowi buat jadi Menteri Pariwisata, gebrakan apa yang bakal Trinity lakuin?”

Kalau kalian mikir hal-hal serius semacam memperbaiki infrastruktur dan lainnya, salah besar. Tahu apa jawabnnya. Pertama, dia bakal pakai rok yang nggak pernah dia pakai seumur hidupnya, menteri gitu. Kedua, dia bakal kenalan sama ibu Susi Pudjiastuti yang menurut dia kalau dilihat dari tampangnya bakal klop kalau diajak nongki bareng. *Geez.  Ketiga, baru deh dia jawab dengan sedikit serius dimana dia akan memperbaiki situs web Pariwisata Indonesia yang entah gimana kalau di search di mesin pencarian nggak pernah bisa muncul di posisi teratas. Masalahnya kalau sebuah situs apalagi official nggak muncul di pencarian teratas artinya situs itu kalah terkenal dibandingkan dengan situs lainnya yang serupa. Berarti, situs pariwisata kita memang tidak dikelola secara serius. Bahkan Trinity sendiri sempat menemukan versi bahasa inggrisnya yang masih kacau balau. Selain itu, Trinity juga akan menyediakan telepon 24 jam penuh dan membangun counter-counter pariwisata di banyak titik strategis yang bisa melayani  seluk beluk pariwisata Indonesia. Nah, kalau dilihat-lihat nie, semua rencana khayalan Trinity kalau jadi menteri ini kemungkinan terinspirasi dari iPeru. iPeru sendiri adalah sebuah organisasi yang melayani seputar pariwisata di Peru yang sempat membuatnya terkagum-kagum ketika berkunjung ke Peru. Bahkan saking terpesonanya, Trinity turut menuliskan pengalamannya memakai fasilitas iPeru di bukunya TNT-Round The World Trip part 1&2. Kalau mau baca selengkapnya silahkan beli bukunya di toko buku terdekat. *Malah promoin.

IMG_20160828_084939
Trinity sign on my book The Naked Traveler 7

Selain pertanyaan absurd diatas ada juga peserta yang nanya pertanyaan lebih absurd lagi seperti ‘Kapan kawin?’ Atau juga ‘rangking negara dengan cowok terganteng masih Israel atau udah move on?’. Dan masih seperti sebelum sebelumnya pertanyaan itu pun dijawab Trinity dengan kadar humor yang keterlaluan. Happy banget mbk bikin orang mupeng, sakit perut pula karena kebanyakan ketawa.

Oh ya, acara ini nggak melulu bahas Trinity loh, ada juga sesi spesial diungkapnya sosok sahabat jalan misterius Trinity yang juteknya ngalahin aku. Namanya Yasmin dan sekedar itu aja yang semua orang tahu. Walaupun namanya sudah tersebut sejak TNT 2, sosok Yasmin ini nggak pernah sekalipun terungkap sampai sekarang. Sampai kemudian para penggemar Trinity nganggep Yasmin ini nggak benar-benar ada. Hantu apa ya. Tapi mau gimana “No Pic = hoax” ‘kan?

Tetapi tulisan duetnya bareng Trinity di TNT 7 tentang pengalamannya Naik Haji ini mengungkap segalanya kalau Yasmin ini bener-bener ada. Untuk semakin menjawab rasa penasaran semua orang ditampilkanlah Yasmin dalam bentuk lain. Apa? Video? Jangan harap, suara doank. Mana suaranya kedengeran males, tipe-tipe manusia laidback, irit kata, dan jutek pula. Beuhh!! Bayangin hampir semua pertanyaan yang diajuin ke dia cuma di jawab ‘nggak, biasa aja, nggak level sama yang begituan, nggak suka sosialisai, nggak punya sosmed” dengan suara jutek males dan kemungkinan tampang yang nggak jauh beda. Pantes pas aku dapet pertanyaan dari MC ‘kalau dilihat dari tulisannya, Yasmin itu orang yang gimana sih menurut kamu?’. Saat itu aku jawab kemungkinan dia orang yang asik dan lucu. LUCU!! gitu respon Trinity sambil pasang muka shock. Terus dia bilang ke aku “Jangan ketipu sama tulisannya, dia tuh makhluk jutek sebenarnya”. Hahaha. Dan aku setuju 100% setelah denger suara rekamannya Yasmin yang ditampilin sama panitia. Jutek gila. Mungkin karena satu spesies dalam hal sifat jadi aku rasa Yasmin ini orang yang asik dan lucu tetapi orang lain mengganggap tidak karena beda spesies tadi. Kalau ada alat yang bisa mengukur kadar humor dan keasikan manusia, skor kita pasti nggak bakal jauh beda karena kadar humor dan keramahan aku ada dibatas yang sama sama dia. Itulah kenapa aku bisa bilang dia lucu dan asik sedang yang lain nggak.

Selain hal diatas, Trinity juga mengungkap negara favoritnya yang ternyata jawabannya adalah negaranya sendiri, Indonesia *proud dan juga negara impian yang ingin dia kunjungi, Antartika di Kutub Selatan *brrrr. Dinginnya. Tak hanya itu, Trinity juga berbagi cerita behind the scene pembuatan buku TNT 7 yang ternyata 12 judul ceritanya di cut oleh penerbit. *Shock

Nggak ketinggalan juga disalah satu segmen Meet &Greet with Trinity dibahas juga seputar berita di filmkannya seri pertama buku The Naked Traveler yang saat ini masih dalam proses survei lokasi. Pemeran utamanya sendiri adalah aktris muda berbakat yang baru saja menyelesaikan studi S1 nya di Oxford University, Maudy Ayunda. Pasti udah pada tahu ‘kan siapa Maudy.

maudy_ayunda-20151207-009-rita
Maudy Ayunda-Oxford University

Dan sekali lagi kata ‘Naked’ ini menjadi kontroversi. Jadi dalam film nanti judul filmnya bukan The Naked Traveler lagi tapi The Nekad Traveler. Mengapa demikian, karena pihak produser berencana membuat film ber-rated 13+ yang artinya judulnya harus friendly. Bisa-bisa kalau judulnya tetep The Naked Traveler orang tua nggak akan mengizinkan anak-anaknya buat nonton karena judulnya yang kurang senonoh. Selain itu kalau tetap nekad memakai judul aslinya bisa-bisa di banned sama KPI karena nggak lolos izin. Apapun itu semoga sukses untuk filmnya Trinity. Jangan lupa kemarin janji buat ajakin penggemar TNT solo nonton bareng. Ditunggu.

Terakhir, pesan dari Trinity kepada kalian yang ingin jadi penulis bahwa menjadi penulis tak cukup dengan nulis saja, harus lebih dari itu. Kalian harus bisa marketing, promosi dan lainnya. So, jangan lupa belajar dan terus meningkatkan kapasitas diri. Trinity ini hobinya baca loh selain jalan-jalan. Coba deh mulai baca, serius nggak ada ruginya, justru sebaliknya kalian akan mendapatkan apa yang kalian nggak pernah dapatkan.

Kalian pernah bertemu Trinity, boleh diceritakan di kolom komentar. That’s all. See you…

Hyn

Lady and Her Favorite Coffee

Kau tahu aku terus bertanya-tanya “Apa yang menarik darimu?”

Bukan pilihan yang buruk untuk menyentuhmu sebenarnya. Kuharap ada kesempatan nanti. So, let’s travel the world togeather. Negaraku memilikimu secara eksklusif, rasanya tak perlu kemanna pun. Cukup duduk dan kita akan berkencan, tetapi kau tahu, ada saat dimana kita harus melihat sesuatu dari empat penjuru berbeda. Yah, sekedar mengingatkan diri bahwa kehidupan tak sesederhana itu nyatanya. Jika menilai hidup seperti membaca buku maka jelas sangat konyol jika hanya membaca di halaman pertamanya saja. Perspektif macam yang akan terbangun nantinya? Cukup. Kupikir itu buruk, bukan begitu? Jadi, temani aku melihat dunia lebih luas dari buku-buku yang pernah kubaca karena aku ingin melihatnya dengan diriku. Aku sudah memiliki kuncinya. Ya, sebuah kunci dunia. Tidakkah aku mempersiapkanya dengan baik. Ya, untuk ini tentunya, tetapi tidak dengan laki-laki. Kau tahu…

GettyImages-518345004_super

Hyn

Mereka maunya Oppa

Farm-house-Bandung-19
FarmHouse Source: duniakulinerbandung.com

Tak pernah terbayang dalam hidup aku bahwa suatu waktu aku bakal diledekin orang Malaysia. Jadi, beberapa waktu lalu aku melakukan perjalanan wajib terkutuk di kampus. Nggak bisa enggak harus iya atau ngulang dan lulus panjang.

Saking nggak sukanya, mau packing aja h-sekian jam sebelum keberangkatan. Makin drop lagi begitu lihat jadwal kunjungan ke pabrik antah berantah yang super padat. #SaveMeGod

Karena nggak mau stress berlebihan, aku bayangin aja lagi backpakeran ke Korea sambil dengerin lagu-lagu korea yang udah aku siapin sampai 2GB full. Padahal isisnya Cuma tiga boyband SM Entertainment, Super Junior, Shinee, dan EXO. *Oh May*.Sampai kemudian satu hari dari empat hari terlewati. #Masih panjang.

Perjalanan terus berlanjut, di hari kedua kami dijadwalkan untuk mengunjungi Krakatau Posco, yang entah tempat apa itu. Maklum saking hated-nya aku males banget baca buku panduannya. Begitu tiba di lokasi kami kemudian dipandu untuk memasuki hall pertemuan milik Krakatau Posco yang lantainya dilapisi karpet bermotif garis-garis berwarna abu-abu yang…sometimes smell like dust. Di dalam ruangan itu telah berdiri beberapa pengelola Krakatau Posco mulai dari manajer, kepala K3 sampai para pekerja lapangan.

IMG_20160809_122135
Krakatau Posco

Acara pun dimulai, untuk membunuh bosan aku baca aja itu buku panduan, nggak mungkin kan aku baca bukunya Trinity The Naked Traveler 7 yang baru aja rilis h-1 sebelum aku berangkat. Bisa-bisa di geplak pakai baja sama bapak dosen killer di ujung sana. #Andwae

Pas lagi enak-enaknya baca ‘Mwo, Korea Selatan? Ige Mwoya?’ Langsung aja aku tanya ke temen aku ‘eh ini pabrik kerja sama sama Posco Korea Selatan’? iya, jawabnya. Ah,  jadi  ini maksudnya sejak memasuki pabrik mereka bilang oppa-oppa terus. Begitu aku search di google, sesuai dugaan aku ini pabrik baja yang disebut-sebut dalam sejarah korea itu. Jadi, aku memang belajar tentang sejarah korea, cuma nggak sadar aja kalau nama pabrik itu Posco. Acara terus berlanjut hingga di suatu sesi sebelum tour pabrik kami diminta untuk bersumpah mematuhi peraturan K3. Spesialnya tulisan yang ditampilkan di screen tak hanya bahasa indonesia saja tetapi juga bahasa korea yang ditulis dalam huruf hangul. Omona. Setidaknya ada alasan bahagia untuk join di tur ini.

Setelah seluruh acara selesai kami dipersilahkan untuk menyantap makan siang di kantin karyawan milik Krakatau Posco. Saat sibuk mencari tempat duduk, tak sengaja kami melewati konter makanan untuk para pekerja dari Korea, disana ada kimchi, sundae, dan bermacam makanan korea lainnya. Sayang sekali, dilarang mengambil gambar.

IMG_20160809_112111
Menu makan siang yang dikemas ala Korea

Sedang asik-asiknya menikmati makan siang datanglah segerombol orang berwajah Asia yang memiliki karakter wajah yang berbeda dengan orang Indonesia. Omo, oppadeul… jinjja hanguk saramieyeo. Tak lama terbentuklah barisan yang berisi orang-orang Korea yang lagi antri makan. Oppadeul… jalmokoseumnida!

Setelah kami meninggalkan kantin untuk melaksanakan sholat dzuhur, seorang temanku bercerita kalau dia sempat ditanya sama salah satu dari orang korea tersebut. “Dimana” begitu katanya. Oh, mungkin maksudnya dari mana, cuma karena nggak begitu paham bahasa indonesia jadinya malah dimana. *LOL

Sejak dari Krakatau Posco, tur Korea-koreaan ku pun dimulai. Ajaibnya di hari terakhir perjalanan yang notabene waktu special jalan-jalan aku bertemu dengan orang korea lagi. Saat pertama kami bertemu aku sudah nebak dia orang Korea, untuk memastikan aku nguping aja percakapan mereka ketika tak sengaja kami berpapasan, tapi sialnya mereka ngomong pakai bahasa inggris. Ya, sudah. Begitulah hingga beberapa kali aku terus berpapasan sama mereka. Hingga ketika sedang asik antri spot foto yang masih di huni tante-tante alay, ajaib naudzubilah, seorang mbk-mbk dateng ke aku minta tolong di fotoin yang kemudian aku ketahui guide dari orang-orang Korea yang aku temui tadi. Berhubung aku nggak bagus dalam mengambil foto, aku tolak itu tawaran dan minta tolong ke temen aku untuk gantiin fotoin mbk-mbk itu.

Kegiatan pun berlanjut dan kami larut dalam kesibukan untuk ambil foto di hamparan bunga-bunga di Dusun Bambu tersebut. Sempat terpikir buat bikin video ala syahrini yang bunga-bunga itu, tapi apa kabar image.

Setelah puas berfoto-foto terbesit pikiran kenapa kita nggak minta foto bareng sama itu orang Korea. Teman-teman langsung setuju dan mulailah kami menjelajahi tempat wisata itu untuk nemuin orang Korea yang entah udah dimana. Singkat cerita kami berhasil foto bareng. Sebelum mbk-mbk guide ngambil gambar, aku baru sadar, selain tiga orang korea ada 2 orang lagi yang ternyata orang Malaysia. Sialnya kita jadi diledekin pas lagi sibuk-sibuknya nata spot buat foto.

“Eh, mereka nggak mau foto sama orang Malaysia. Mereka maunya sama oppa-oppa”, begitu kata mereka sambil ketawa ngledek di sebelah kami. Sialan banget nie orang. Sayangnya aku baru kepikir (kenapa nggak aku ajakin sekalian itu orang foto) setelah aku udah sampai di solo. Biar nggak terkesan diskriminasi gitu. Setelah selesai foto kami ngucapin terima kasih yang mereka balas dengan tampang ‘aku harus jawab apa’. Akhirnya sama temen aku dikasih tahu ‘sama-sama’ terus mereka bilang ‘terima kasih’ sambil nunjuk kami dan ‘sama-sama’ sambil ngarahin telunjuk ke dirinya sendiri. Serius lucu banget tampang mereka pas itu. Sebagai penutup aku bilang ‘kamsahamnida’ dan mereka malah tersenyum malu-malu gitu. Omona… oppa, jinjja gyeopta.

IMG_20160811_103443
With Oppadeul
IMG_20160811_103454
Jadi, apa maksudnya? *Nunjuk Love yang berat sebelah*

Perjalanan kemudian dilanjutkan ke destinasi terakhir yakni FarmHouse. Dalam bayangan aku FarmHouse ini bakal berisi rumah-rumah petani semacam di Swiss gitu, cuma bernuansa tradisional Indonesia. Begitu memasuki objek wisatanya, tebakanku ternyata setengah salah. Farmhouse ini memang seperti yang ada di Swiss dan dibuat berdasarkan rumah-rumah petani di Swiss namun bukan berlatar rumah tradisional Indonesia dan justru berisi suasana perkotaan dan dihiasi wanita berpakaian khas Belanda. *Huh. Bingung? Pokoknya gitu, nanti aku buatkan postingan khusus untuk ini.

IMG_20160811_142335
Sekelompok tante-tante red velvet super centil
IMG_20160811_143101
Entah dibagian mana yang bisa disebut FarmHouse

Sekarang aku bakal bahas soal orang Korea tadi di Dusun Bambu yang ternyata juga ke tempat ini, aku sempat papasan sama mereka cuma aku nggak lihat mereka, tetapi teman aku yang jalan bareng aku lihat dia. Nah loh.

Singkat cerita aku nggak ketemu sama mereka sama sekali. Saat perjalanan pulang temanku yang lain cerita kalau dia foto bareng sama itu orang Korea. Dan konyolnya mereka minta foto sampai dua sesi. Sesi pertama mereka foto bareng sama beberapa orang sekaligus. Karena nggak puas, dia sama serang temannya berinisiatif buat minta foto lagi yang lebih eksklusif. Jadilah dia samperin orang korea tadi yang udah siap di parkiran mau caw bella.

“Can we take foto one more time?”

Salah satu dari tiga orang Korea (pakai baju pink navy) itu jawab “one pic, one thousand”

Sama teman aku dibales “Aniyo, andwae”

Reaksi tak terduga pun mereka dapat. Orang-orang korea itu bertepuk tangan takjub. “Do you know Korea?” tanyanya.

“Yeah, I like EXO”

Tiba-tiba mereka langsung nyanyi eureurang (EXO hits song) sambil ngedance juga. Jinjja… oppadeul. Setelah selesai mereka nyanyi teman aku ngenalin diri pakai bahasa korea”Jeoneun…(name)…imnida” dan sama salah satu mereka di bales dengan ngenalin diri juga, cuma temen aku lupa namanya.

Dari sini aku simpulkan bahwa mungkin kebanyakan orang korea itu nggak tahu kalau negara mereka itu terkenal dimana-mana sekarang. Buktinya mereka takjub banget pas tahu ada orang asing ngomong Korea. Selain itu aku juga nemuin fakta kalau bahasa korea yang aku pelajari selama ini nggak-ber-gu-na. iya nggak-ber-gu-na kalau ketemu orang koreanya langsung karena heboh sama deg-degannya. Lebih dari foto aku jauh menyesal karena nggak berhasil bangun percakapan sama mereka. Padahal ini akan mempercepat pembelajaran bahasa koreaku. #Sad

Mungkin jika aku berani ngomong satu aja kosa kata bahasa korea yang nggak umum misal “Oppa jjang” kita bakal ngobrol beberapa kalimat. Sayangnya aku bakal terjun ke danau di Dusun Bambu terlebih dahulu kalau sampai ngomong dua kata sok imut itu. Pelajaran pentingnya, harus banyak berlatih lagi untuk conversation sehingga di lain waktu ketika ketemu orang korea lagi aku bisa membangun sebuah percakapan. Maklum selama ini aku lebih banyak memakai bahasa korea saat menulis dan sesekali dalam percakapan untuk kata-kata simpel seperti oppa, jinjja, eotteokhae dll. So, harus belajar lagi.

Oppa haengbokhaeneundeyo. Bogoshipeyeo! Annyeong…

Hyn

 

Bintang-bintang Merah Putih

14045680_1087172264705411_6545020592957857517_n
source @UnicefIndonesia

Niatnya nggak ingin publish apapun, biar lebih khidmad gitu meresapi perayaannya, tetapi setelah membaca postingan milik Unicef Indonesia gatel juga buat jawab. Bener jika aku ditanya, harapan seperti apa yang aku inginkan di Ulang Tahun Indonesia yang ke-71 ini maka aku hanya ingin Indonesia menjadi tempat yang nyaman untuk belajar tanpa adanya campur tangan politik. Bahwa pendidikan adalah pendidikan bukan pesilangan kepentingan.

Mimpi yang sangat sederhana sebenarnya, tetapi nyatanya tak semudah itu terwujud. Pertemuanku dengan seorang relawan Kelas Inspirasi-Indonesia Mengajar beberapa waktu lalu menyadarkanku akan banyak hal bahwa sekolah di Indonesia kian dipertanyakan. Pendidikan di Indonesia tak pelak menjadi kian menakutkan. Dan inilah kami si objek percobaan. #Cukup. Bagiku itu cukup.

Lalu jawaban seperti apa yang harus ku berikan untuk pertanyaan sesederhana ini “Apa yang membuatmu bangga menjadi bagian dari Indonesia?”

Sangat banyak kecuali birokrasi, pendidikan dan manusianya. Tempat indah untuk bepergian, tak perlu dipertanyakan kita memiliki segalanya. Makanan, tak dipungkiri lagi makanan Indonesia adalah juaranya. Budaya, lelah fisik ini jikalau harus memamerkannya satu persatu. Kaya, unik dan menakjubkan, itulah cermin budaya kita dan masih banyak yang lainnya. Tetapi pendidikan, sungguh…aku patah hati Tuhan.

Pernahkah kamu bayangkan bagaimana rasanya menjadi kami si kelinci percobaan duduk diam di balik meja, membaca ratusan halaman buku penuh teori, mendengarkan dosen berkicau tanpa henti, menghapal tanpa memahami dan mimpi buruk setiap hari. lalu di kemudian hari tercetaklah seenggok transkip nilai.  Jadi, katakan dimana kata belajar itu pantas diletakkan?

Apa yang sebenarnya kita pelajari? Rasanya hanya si pembuat kebijakan yang tahu.

Jika kalian bertanya padaku, jawabanku akan membuatmu menamparku. Sungguh aku tidak pernah benar-benar belajar di sekolah maupun universitas. Aku belajar di tempat lainnya, tempat yang kupikir terbaik untuk belajar, sedang di sekolah, aku hanya mencoba menjadi realistis dengan memenuhi tuntutan budaya di negaraku. Apa? Gelar ‘kan yang diharapkan untuk mereka dengar. Apa lagi? Transkip nilai…lihatlah sepuasnya bung!

Beberapa waktu lalu aku memiliki kenalan baru di dunia per-bloggeran. Beliau berasal dari Finlandia. Beliau membuat blog khusus untuk membahas banyak hal tentang dunia pendidikan khususnya yang ada di Finlandia, yang juga merupakan profesi beliau. Tentang bagaimana pendidikan di Finlandia itu, program-program yang mereka jalankan di sekolah hingga diskusi-diskusi yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas si pendidik. Begitukah mereka hidup, dan beginikah kami hidup. Begitu terbaliknya.

Namun jangan salah, ada satu tempat belajar paling baik di Indonesia versi aku, yakni Prof. Rhenald Kasali, beliau adalah tempat terbaik untuk belajar di Indonesia tanpa harus membuang-buang waktu mengejar  gelar kehormatan. Disinilah tempat belajar sesungguhnya.

Seperti yang beliau katakan bahwa sekolah formal bukanlah segalanya. Maka jangan batasi ruang belajarmu. Ketika yang kita harapkan belum terpenuhi maka buat itu terpenuhi dari dirimu sendiri. Tak bertahan bukan berarti pengecut. Jika memang harus berlari jauh, maka larilah. Tak ada yang tahu bahwa mungkin saja pilihan kita akan membuat perubahan. Satu lagi terkadang ada saat kita harus menulikan diri kita dan ada saat kita harus mendengarkan. Maka ayo menciptakan pilihan!

Dan… Selamat Ulang Tahun Indonesia. Just be better. I Love You. Saranghae.

Ps: Tulisan bercetak tebal adalah kutipan dari buku 30 Paspor di Kelas Sang Professor hal 67.

Hyn

Memories in a glass of Machiato

JAKARTA (80)
Source 2.bp.blogspot.com

Apa hal pertama yang terlintas dalam benak ketika berbicara tentang kota tua? Exactly ‘Memorise’. Ya, segala hal yang berbau vintage mungkin adalah kenangan, begitu juga aku. Sudah lebih dari 2 tahun sejak aku berkunjung ke kota tua Jakarta untuk pertama kalinya. Tak banyak yang berubah tetapi satu hal yang pasti segalanya menjadi semakin tidak terawat dan terbengkalai begitu saja. sayang sekali.

Tak banyak tempat yang aku kunjungi hari itu. Tak banyak juga yang spesial meskipun cukup memesona. Hingga di tahun 2015 seorang idol yang begitu aku sukai mengunjungi Kota Tua Jakarta dalam sebuah pemotretan majalah selepasnya dari wajib militer. Ya, Yesung oppa. Tentu ini membuat banyak Elf terkejut begitu pun aku. Pemotretan sendiri dilakukan di beberapa sisi Kota Tua, Batavia Cafe, Istana Negara, Monas, dan Pulau Seribu.

Kemudian ketika untuk kedua kalinya aku memiliki kesempatan untuk datang ke kota tua lagi ada satu tempat yang harus aku kunjungi yakni Museum Fatahilah. Tak ada alasan spesial, aku menyukai hal-hal yang vintage jadi aku kira ini pilihan yang tak boleh terlewatkan. Begitu memasuki pelataran Museum Fatahilah ada satu cafe yang membuat aku terpesona, sampai aku berpikir ‘haruskah aku mengunjunginya’. Ketika aku masih bergelut dalam keraguan seorang temanku mengajak untuk mampir di coffee shop itu. Mana bisa ditolak. Kajja.

Begitu memasuki cafe kami disambut oleh seorang pelayan yang sebenarnya lebih cocok menjadi seorang model. Yeah, too handsome. Dia memandu kami untuk memasuki cafe lebih jauh hingga… bang…sebuah memori berkelebat di kepalaku. Yesung oppa. Ahhh jinjja mwoyaa…oh may god. Batavia cafe…oppa…Eotteokhae igeo??? Ya, karena kurang konsentrasi aku sampai nggak sadar kalau yesung oppa juga melakukan pemotretan di Batavia Cafe, Jakarta. Sisi Batavia Louge inilah yang akhirnya membuatku ingat tentang oppa. He also take picture here. Damn God!!

 

How, mirip kan? foto yang disebelah kiri adalah foto yang aku ambil pribadi sedangkan foto di sebelah kanan adalah foto yang diambil oleh Yesung oppa.

And then you know? I can’t stop smile all the day. Michigeta jinjja…

Kemudian kami menghabiskan waktu sambil ditemani segelas bitter machiato serta sepotong biskuit. Bahkan saking bitternya temanku sampai harus memasukkan dua sashet gula.*LOL

IMG_20160810_104946
Photo taken by me ‘The Bitter Machiato’

Kekonyolan tak berhenti sampai disitu, karena dia tipe orang yang hobi makan maka dia memesan satu porsi tofu. Sebenarnya tidak masalah jika kita hanya pergi berdua dan bisa memilih untuk pulang kapan pun. Masalahnya adalah kita datang bersama rombongan dan tentu ada batas waktu untuk bermain-main yakni hingga pukul 11.00  WIB dan kami baru memasuki cafe pukul 10.40 WIB. Kalau akhirnya kita minum kopi dengan kepanikan tingkat dewa, ya udah resiko. Beberapa kali kita memandang ke jendela untuk memastikan apakah teman-teman masih ada atau enggak. Namun, hingga hampir semua teman balik ke bus, tofu sialan itu belum datang juga. Mampus.

Kepanikan pun semakin meningkat hingga seorang pelayan datang mengantarkan tofu sialan yang sebenarnya enak itu. Jadilah kami makan layaknya BTS Jin saking cepatnya. Tak lupa kami juga memastikan apakah teman-teman masih di pelataran Museum Fatahilah atau tidak. Tentu aja udah nggak ada. Mau nggak mau kita semakin cepat makannya. Beruntung tak banyak pengunjung di cafe hari itu. Ho..Ho…. Apa kabar image nanti.

 

Setelah selesai kami bergegas untuk membayar tagihan dan menuruni tangga sambil berlarian. Temanku mungkin sampai ingin mencekikku karena ditengah kepanikan aku masih sempat untuk mengabadikan Batavia cafe di lantai 1, tempat dimana Yesung oppa melakukan pemotretannya  2015 silam.

 

Jiwa fangirling masih up donk meski panik bukan kepalang. Begitu sampai di pintu cafe mas-mas ganteng yang bodohnya aku cuekin dan seorang pelayan  perempuan berkebaya membukakakan pintu untuk kami sambil berterima kasih dan tersenyum ramah. Bodo, siapa peduli. Di tinggal bus serius nggak lucu. Kami pun melanjutkan aksi lari-larian ala Mario Maurer di film My True Friend, bedanya nggak ada Mario yang genggam tangan kita pas lari *sad* hingga kemudian aku melihat beberapa temanku masih asik menikmati es loli dan selfi-selfi ria di sisi lain Batavia Cafe. Sialan! Terkutuk! Jadilah kami hanya bisa menertawai kebodohan itu di bawah teriknya kota Jakarta. But Jakarta, you are a memories. Thank You. #BitterMachiato

Hyn

Diantara Loyalitas, Teman, dan ajakan dalam kesesatan

Mimpi masa remaja yang sedikit terwujud. Namun kemudian menjadi fakta cukup mengerikan. Suatu ketika di sebuah kelas kewarganegaraan seorang dosenku pernah mengatakan untuk sebisa mungkin tidak terlibat hukum di Indonesia. Artinya jangan membuat masalah yang nanti akan melibatkan hukum serius di dalamnya. Saat itu aku berpikir, benar juga, hukum di Indonesia kan gila. Setidaknya kita harus waras untuk menghindarinya. Tapi, bagaimana dengan mimpiku masuk fakultas hukum? Runtuhkah? Baiklah aku menjadi pengecut. Aku kira lebih baik menghindar ketika aku tahu  aku tak bisa menangung resiko dibaliknya. Dan aku kira ini bisa dipelajari di waktu senggang.

Kemudian beberapa waktu setelah mendengar wejangan itu, di liburan semesterku seorang tetanggaku datang bercerita bahwa dia sedang terlibat suatu masalah serius. Saat itu dia akan dituntut ke pengadilan karena permasalahan kepemilikan tanah. Terdengar mengerikan awalnya, tetapi justru menjadi sangat lucu di akhir cerita.

Kenapa?

Karena secara hukum jelas beliau adalah pemilik sah dari tanah tersebut beserta suratnya. Jadi, bagaimana mungkin dia dituntut atas tanah yang sah miliknya. Ketika selesai beliau bercerita, aku hanya mengatakan ‘kalau begitu njenengan bisa bobok cantik’. Lah kan sudah jelas dia pemilik tanah yang sah secara hukum, kalau pun dia dituntut jelas peuntutnya yang bego. Majayo!

Apa dia pikir hukum main-main. Saking kesal bercampur lucunya, aku sendiri sampai bingung bagaimana mengekspresikan itu. Bahkan, aku sampai berimajinasi betapa lucunya orang itu jika di pengadilan. Maka setidaknya sebelum bertindak pakai otak. Bisa ‘kan?

Di akhir cerita kemudian di ketahui bahwa itu sekedar perebutan tanah oleh si saudara tamak. Drama sekali.

Selang beberapa bulan terjadilah sebuah kasus lagi. Namun, kali ini lebih serius walaupun tetap meninggalkan kesan konyol yang tak terbantahkan. Apa? Kebodohan yang membuatku kesal sekaligus lucu. Kali ini kasusnya menimpa saudaraku sendiri.

Pertama, aku bukan anak hukum yang mungkin tahu sedikit banyak tentang bidang hukum, apalagi parktisi hukum, jelas tidak, tetapi setidaknya satu hal ini bisa dipikir secara benar oleh orang awam sekalipun. Apa iya kemudian menjual tanah yang bukan miliknya itu benar? Enggak ‘kan? So, bagaimana aku harus menyebut orang ini? Entahlah!

Masalah ini berawal dari sebuah loyalitas pertemanan yang berujung hukum. Bukankah sudah aku katakan, memilih teman itu nggak cukup pakai otak tapi intuisi juga. Benarlah sebuah nasehat bahwa ‘temanmu adalah cerminan dirimu’. Bagaimana mungkin ada orang yang begitu loyal dan mudahnya di zaman ini. It sounds like dream, right?

Coba dianalisis, ketika suatu waktu kamu memiliki teman dekat yang begitu kamu bangga-banggakan. Seakan dia yang paling baik. Mengajakmu jalan-jalan keluar kota hingga berhari-hari, dibayari pula. Bukankah dari satu sisi ini saja sudah sangat mencurigakan. Okay! mungkin cukup sulit untuk sadar di situasi senang, maka mari dianggap wajar untuk ini. Lalu bagaimana ketika kemudian dia mengajakmu menjual tanah milik orang lain. Setidaknya ketika tidak bersekolah maka dalam agama pun sudah diajarkan bahwa tidak dibolehkan untuk mengambil hak-milik- orang- lain. Catat itu, hak-milik-orang-lain. Bukankah ini sangat sangat sederhana, tapi mengapa kemudian hal sekecil ini tidak terpikir sedikitpun? Heran ‘kan? Kabar buruknya, dia turut bertanda tangan dalam kegiatan jual beli tanah itu. Ya, kasus bodoh jual beli tanah dengan nominal yang tidak main-main jumlahnya, tanpa surat tanah dan saksi. Entah siapa yang paling bodoh?

Aku kira ada baiknya untuk membiarkan orang semacam ini untuk menyelesaikan masalahnya sendiri. Agar kemudian dia bisa belajar dari kesalahannya nanti dimasa depan dan tentu tidak mengulanginya untuk kedua kali.

So, teman-teman cerita ini seharusnya bisa menjadi pelajaran untuk diri kita sendiri agar tidak mudah percaya pada orang lain dan lebih berhati-hati dalam hal apapun. Bolehlah kalian memiliki teman dekat tapi selektivlah karena teman bisa kapan saja berhianat atau malah membawamu pada hal-hal buruk. Tak ada yang bisa dibanggakan memiliki banyak teman jika kamu sendiri tak bisa membawa dirimu dan membentengi diri. Jangan mudah terkecoh dan terbawa arus. Miliki pendirian karena kamu tidak tahu secara pasti bagaimana mereka. Sekali lagi, memilih teman tak cukup dengan otak saja tetapi juga intuisi. Coba dipikir kalau sudah seperti kasus diatas apa yang akan kamu dapatkan dari membangga-banggakn teman yang kemudian menghianatimu, tidak ada.

So, becareful karena temanmu adalah bagaimana orang lain akan menilaimu.

Tha’s all. Cherioo…

Hyn