CyberBullying, Danger Guys!!!

Hari ini bertepatan dengan di peringatinya Hari Anak Nasional. Aku pikir ini waktu yang sangat tepat untuk membicarakan beberapa hal terkait anak-anak dan salah satunya adalah cyberbullying.

Masih terekam dengan jelas dimana tahun lalu, tepatnya 2015 UNICEF gencar melakukan kampanye anti cyeberbullling. Kampanye itu sendiri mengusung tema “One Shot is Enough”. Saat itu aku masih belum paham tentang apa itu cyberbullying dan seperti apa bentuk dari cyberbullying itu sendiri. Baru kemudian di tahun ini tanpa sengaja aku menemukan postingan milik mbk. Ailtje yang membahas tentang cyberbullying secara mendetail hingga contoh kasusnya. Dan yang paing miris adalah bentuk cyberbullying itu hampir setiap hari aku temui di wall facebook aku. Yeah, I was seen  almost everyday and I don’t understand. Really not understand. Dan baru kali ini juga aku benar-benar merasa cukup bodoh. Seriously.

Seperti yang teman-teman mungkin tahu bahwa setiap kampanye yang dilakukan UNICEF memang luar biasa dan cukup menohok. Berikut adalah beberpa foto kampanye milik UNICEF tentang cyberbullying.

Kampanye ini bertujuan untuk membuka mata kita tentang betapa seriusnya kondisi dari perisakan (cyberbullying) itu sendiri. Perisakan ini tidak hanya sebatas di media sosial saja tetapi juga gawai. Tidak hanya membidik anak-anak tetapi juga orang dewasa. Namun untuk UNICEF lebih berfokus pada anak-anak karena mereka jauh lebih rentan dibanding orang dewasa.

Menurut data dari kementerian dan juga UNICEF menunjukkan bahwa 6 dari 10 anak tak paham apa itu cyberbullying dan setidaknya 1 dari 10 anak mengalaminya. Data ini berdasarkan angka pada tahun 2012.

Nah, bentuk dari perisakan di dunia maya pun bermacam-macam. Berikut adalah bentuk-bentuk dari perisakan yang terjadi di dunia maya berdasarkan uraian dari mbk. Ailtje.

  • Eklusi (Exclusion) : adalah suatu tindakan kesengajaan untuk tidak mengikutkan individu tertentu dalam grup di media sosial atau lebih gampangnya disebut dikucilkan. Walaupun tidak secara langsung mengatakan tidak menerima individu tertentu tetapi secara tersirat jelas menyatakan kelompok tersebut menolak keberadaan individu tersebut.
  • Outing: Kalau yang aku tangkap dari penjelasannya mbk. Ailtje Outing adalah suatu tindakan menyebarluaskan hal-hal yang bersifat pribadi milik korban.
  • Harassment: Kalau menurut penjelasan dari mbk. Ailtje Harassment ini merupakan tindakan mengusik secara terus menerus dan bersifat melecehkan.
  • Cyberstalking: Dari istilahnya aja udah bisa ditebak. Ya bisa diartikan ini adalah tindakan pengintaian pelaku pada korban. Bentuknya bisa saja pecurian data dsb.
  •  Impersonation: kalau penjelasannya mbk. Ailtje gini impersonation disini bertujuan untuk memalukan  dan merusak image sang korban. Jadi tak heran kalau sang pelaku yang berkedok sebagai korban kemudian banyak melakukan hal-hal diluar kebiasaan seperti menawari foto seksi atau mengajak melakukan hubungan seksual. Nah, ini pasti udah pernah teman-teman alami di FB. And now I realized that this is one form of cyberbullying. Almost late.
  • Merusak image: penjelasan singkatnya adalah meyebarkan berita tidak benar.
  • Trickery: merupakan tindakan memancing korban untuk memberikan data-data yang bersifat pribadi.
  • Flaming: Intinya cari masalah. Ngerusuh lah tapi bersifat terus menerus. Jadi kepikiran anak-anak fandom K POP yang suka ribut, bagian dari cyberbullying juga nggak sih?
  • Pemerasan: Ini sih model lama, intinya si pelaku memeras korban dengan ancaman akan menyebarkan foto-foto pribadi korban dll. Salah satu kasus yang terkenal adalah milik Amanda Todd, Warga Negara Kanada dimana dia diperas dan dipaksa untuk menyerahkan foto-fotonya yang bersifat pribadi oleh pelaku hingga kemudian Amanda mati bunuh diri. Menurut berita pelakunya sendiri adalah Warga Negara Belanda dan Turki.

Serem ‘kan? Kalau masih kurang boleh deh ditambahin fotonya valak. Pokoknya kita harus berhati-hati teman-teman. Khususnya bagi kalian yang suka upload foto ke media sosial. Ini sangat serius dan berbahaya. Resikonya juga beragam mulai dari stress, depresi dan bahkan berujung kematian. NO!! Kalian nggak mau mati sia-sia ‘kan? Nanti apa kabar masa muda kita. Mending bertaburan karangan bunga pernikahan, gimana kalau malah pemakaman. Lagian kalau pun kalian nggak upload foto ke SNS nggak bakal rugi juga. Please, kalian kan bukan model majalah. Di bayar juga enggak. So, Save your self.

Oh ya, tidak hanya foto-foto ya, tetapi juga informasi yang sifatnya pribadi. Jadi, dari pada disalahgunakan mending diamankan.

Jika kasus diatas masih belum serem juga bahkan ketika ditambah foto seksinya valak, ada satu lagi kasus cyberbullying yang tak kalah terkenal kali ini  milik Jessica Logan. Jessica ini merupakan Warga Negara Amerika dan kemudian dia mati gantung diri setelah foto-foto naked-nya disebarluaskan oleh pelaku kepada teman sekelasnya. Kasusnya bahkan turut membuat perubahan di dunia Hukum. Namun  bagaimanapun, dia terlanjur pergi, tapi setidaknya mungkin hukum itu akan melindungi korban berikutnya.

So, bagi kita yang sudah beranjak dewasa tentunya harus lebih waspada dan bagi orang tua penting untuk mengedukasi anak-anaknya agar tidak sembarangan menggunakan media sosial atau bahkan membuat akun yang berisi data pribadi. Akan lebih baik untuk mencegah sebelum terjadi, bukan?

That’s all and what your opinian? Write in the comments! Also, Selamat Hari Anak Nasional.

Ps: Tulisan bercetak tebal berarti tulisan asli mbk. Ailtje.

Hyn

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s