Orang tua dan tombol button-nya, anak muda dengan papan touch screen-nya

astronomical_clock1

Astronomy Clock

Ketika era telah berubah, kemudian hanya ada dua pilihan. Terlibat untuk berubah atau diam dan tenggelam. Kejam? Mungkin, tetapi dunia tidak bisa tidak untuk tidak berubah. Sesuatu yang terlihat megah hari ini bukan tak mungkin hancur keesokan harinya.

Faktanya adalah perusahaan taksi paling besar di Indonesia, ya Blue Bird. Siapa yang akan berpikir sepuluh tahu lalu bahwa perusahaan sebesar dan sekuat Blue Bird akan dibuat kotar-katir oleh uber. Nobody thinking but the uber founder make it. Itulah bagaimana perubahan, dunia terlalu dinamis dan kenyamanan adalah lagu lama mereka generasi yang tidak siap berubah.

api277-990x743

Astronomy Clock, Prague

Anak muda itu cepat, lincah dan kepo-an sedang orang tua diam berpegang teguh pada kitab masa lalu mereka yang dipaksakan eksis di era kekinian. Ketika kemudian aku berpikir tentang hal ini ada satu hal yang kemudian aku dapatkan. Apa?  Debat bukan solusi lagi karena drama karma akan selalu berlaku. Rayuan manis madu juga telah menjadi masa lalu. Sedang denting-denting masalah terus berdengung mengharap solusi. Maka kemudian lahirlah sebuah teori pada hari ini Minggu, 17 Juli 2016 dari  pojok kecil otakku.

Kalian penasaran?

Belum saatnya, karena sebuah solusi lahir dari sebuah masalah. So, let’s describe about the problem first.

Keinginan

Orang tua kira-kira memiliki rasio keinginan yang sama besar dengan anak-anaknya tetapi berkebalikan dalam hal cara. Ya, cara menjadi si luar biasa itu. Maka mendebat menjadi drama konvensional yang tak lagi menjanjikan sekarang. Orang tua semakin di debat akan semakin membatu. Artinya akan sangat membuang-buang tenaga dan pikiran tetapi tak ada hasil. Namun, ketika kemudian berhasil maka jelas harus dilakukan penelusuran kembali tentang bagaimana  itu bisa terjadi. Hal itu dikarenakan bahwa drama karma akan selalu eksis sampai kapanpun.

Seseorang pernah bercerita bahwa suatu ketika rasululah akan berperang dan seorang sahabat datang menghadap beliau. Dia mengatakan akan ikut berperang bersama rasullulah. Tapi apa yang terjadi, rasullulah bertanya pada sahabat tersebut “Apakah engkau telah mendapat izin dari ibumu?” Sahabat tersebut menjawab tidak maka kemudian rasullulah menyuruhnya kembali dan tidak usah ikut berperang karena dalam melalukan apapun dapatkan izin dari ibumu terlebih dahulu.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa izin orang tua adalah hal yang sangat penting. Coba pikirkan, apa jadinya jika kamu mendebat dan melukai hati mereka. Cukup satu kata teman-teman, karma. Ya, sekali lagi karma. Tentu kita tidak mau kan dapat karma maka mau tidak mau ya harus mendapatkan izin operasional resmi. Pertanyaan selanjutnya, bagaimanakah caranya? Nanti dulu karena sebelum itu kita akan memasuki poin kedua terlebih dahulu.

Perubahan

Masih segar diingatan dimana beberapa bulan lalu terjadi demo besar –besaran karena PHK  masal oleh sebuah perusahaan otomotif di Indonesia. Intinya mereka tidak terima akan fakta PHK  tersebut. Karena berita itu aku kemudian bertanya-tanya, bukankah mereka berdemo meminta perubahan ini dan itu di lain waktu tetapi ketika kemudian benar-benar terjadi perubahan mereka kembali menuntut sebuah kenyamanan abadi. Ya, siapa juga yang mau di PHK, jelas kita tidak mau tapi kemudian cobalah pikir kembali dan tanyakan pada diri kita “Apakah kita sudah meningkatkan kapasitas diri?” jika belum maka jelas permasalahan datang dari kedua belah pihak. Artinya kita juga harus mau untuk terus meningkatkan kapasitas diri kita jika ingin selalu berada di zona bintang. Tidak bisa tidak, harus. Maka benar seseorang yang mengatakan bahwa perubahan adalah hal yang paling ditakutkan setiap individu. Begitu juga orang tua, sulit bagi mereka untuk lepas dari kitab masa lalu mereka karena bagaimanapun mereka pernah sukses olehnya. Hal itu sama sulitnya dengan menyadari betapa zaman telah berganti menjadi kekinian.

Tidak hanya mereka, kita pun sama. Apalagi jika kita telah turut serta menganut paham masa lalu mereka. Tidak mudah untuk lepas dari sangkar emas orang tua kita. Kebanyakan mereka masih berpikir bahwa pingit-memingit adalah bagian dari perempuan. Tidak,aku menolaknya. Mungkin kalian akan mengatakan bahwa aku bagian dari liberalisme tetapi lihatlah, dunia bukan dulu lagi karena dunia sedang memasang tren kekinian yang menuntut kita untuk menjadi kekinian juga.

Seorang temanku pernah mengatakan bahwa perempuan tidak harus sukses, memiliki pekerjaan yang wow, dan berambisi karena menurutnya perempaun akan ditanggung oleh laki-laki nantinya, sedang laki-laki mau tidak mau harus sukses karena mereka harus menanggung itu. Apa? Sinting.

Jadi, apa solusi dari permasalahn di atas. Untuk aku pribadi aku menganut teori Diam dan Diam-diam. Surprise! Maksudnya adalah ketika orang tua menuntut adalah sebuah kepercumaan sia-sia untuk mendebat, apalagi jika kita belum berpenghasilan, Knock Out. Maka solusinya adalah diam. Ya, diamlah dihadapan mereka tetapi menarilah dibelakangnya. Menari yang aku maksud bukan sesuatu hal yang negatif tetapi berjuanglah, berupayalah meraih jalan yang kamu pikirkan diam-diam itu dan ketika hal itu telah berada di titik yang baik, tunjukkan pada mereka bahwa kalian telah membangun jalan kesuksesan sendiri. Bukan dengan mendekam di balik sangkar emas tetapi terbang bebas di langit tinggi.

Kata kuncinya adalah ‘tindakan’. Kebanyakan orang tua akan diam ketika kita menunjukkan rayuan dalam tindakan ketimbang debat berkonten omong-kosong. So, masih bingung gimana caranya merayu orang tua. Tentu tidak lagi. So, boleh deh dicoba itu teori aku and good luck.

Cherio…

Hyn

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s