The Gentleman Secret Review

13092139_1174723719239634_5941467930902172565_n

Photo by Okky Arista

Paman Oh menyengir melalui kaca spion.

“Itu wanita yang tidak menghiraukan uangmu, Tuan?” Kyuhyun hanya menjawabnya dengan menaikkan kedua alis tanda persetujuan.”

“Kepribadian, cinta dan ketulusan adalah prinsipnya yang utama dibandingkan uang, itu prinsipnya mungkin?”

Kyuhyun mengibaskan tangannya, kata-kata basi yang sering motivator lontarkan. Yang terpenting adalah jiwa dan so on.

“Mungkin benar tapi cinta dan ketulusan tidak akan bisa membayar tagihan. Kalau tidak percaya peluk saja Induk Semang atau orang dari asuransi Paman Oh dan katakan ‘aku belum punya uang untuk membayar tagihamu tapi aku mencintaimu dengan tulus’ kalau tidak dipukuli, hebat!”

                                                                                                ***

Oke, mwo? Ya, itu adalah kutipan yang paling aku suka dari buku The Gentleman Secret karya Okky Arista yang bercita-cita jadi pengangguran kaya di usia 40 tahun, semoga tercapai. By the way, aku dapetin buku ini terpampang di New Arrival setelah tiga kali dateng ke toko buku. Please, ini buku sebenarnya nggak impor dari London juga tetapi entah kenapa sampainya lama banget. Mungkin tempat tinggal aku aja yang terlalu terpelosok mendekati pedalaman.Ya pokonya itulah. Nah saatnya masuk ke review bukunya.

Fakta pertama yang aku lihat adalah ada beberapa adegan yang di cut di buku ini jadi feelnya kurang dan ada sedikit perbedaan dengan yang terposting di blog. Entah, mungkin karena budaya ketimuran atau apa tetapi mungkin biar rate-nya lebih universal kali ya. Padahal nggak vulgar juga sih. Kalau kata slogannya Okky “ Read by your own risk!”

Kedua, gaya bahasa. Ada yang berubah dan berbeda dalam konteks gaya bahasa dibandingkan dengan seri CV (Casual Vegenace) part 1-8. Ceritanya lebih manis dengan cara yang berbeda dari biasanya dan efek ini kemudian juga menular ke Casual Vegeance Part 9: Chrysler Imperial. Keduanya memiliki gaya bahasa yang sama dan berbeda dari tulisan-tulisan okky sebelumnya walaupun tetap bagus untuk keseluruhan ceritanya.

Ketiga, suka banget sama karakter yang terbangun untuk Lee Suri, si dokter mayat yang mengagumkan. Mungkin perlu dicoba tuh makan burger MCD di kamar mayat korban mutilasi. Siapa tahu itu daging di dalam burger adalah potongan tubuh yang hilang LOL. Fakta ini kemudian membawaku bersyukur karena batal memilih kedokteran. Juga fakta bahwa kuliner adalah bagian dari Life Syle maka sangat baik untuk tidak menjadi dokter mayat. Nggak bermaksud mendiskriminasi dokter mayat ya. Mereka orang-orang yang luar biasa karena tidak semua orang bisa melakukannya.

Keempat, Chokyuism diorder. Actually I have good antibody. So, I’m save now but in the future, I don’t know. Karena sebenarnya aku menyukai laki-laki dengan karakter serupa seperti Mr. Darcy from Pride and Prejudice dan Roarke from In Death Series. Ketiganya memiliki persamaan sifat yang nyaris serupa. So, untuk terjangkit masih sangat mungkin.

The last, aku menyukai secara keseluruhan cerita yang kamu buat dan TGS mampu mencuri hati aku seperti pertama kalinya baca tulisan kamu, like 4 years ago. Oh ya, aku punya cerita tentang TGS. Jadi beberapa minggu lalu aku mengikuti suatu acara di kampus but isn’t interested tetapi karena seseorang aku terpaksa join juga. Di tengah rasa bosan yang nyaris mencekik akhirnya aku milih buat baca buku dan kebetulan itu adalah buku kamu. Setelah beberapa saat tiba-tiba seseorang menyapaku. Mungkin dia tahu setelah lihat cover buku yang aku baca dan dia bilang gini ke aku “Kamu suka Lee Suri ya?” *Eh. Langsung aku mikir kasih jawaban yang gimana ya, kalau aku bilang iya, Okky-nya ke Ger-an lagi *OkkyDeathGlare*. Ya itulah, akhirnya aku tanya balik “Kamu tahu Lee Suri?”. Eh dia jawabnya udah kayak fangirls ketemu sama idolnya. “Iya aku suka banget, Kyuri Victims juga nie. Karakternya suri suka banget dan blablabla.” Tahu apa, selama acara itu kita bukan fokus ke acaranya lagi tapi malah heboh ngomongin kamu. Bahkan, sekarang kalau nggak sengaja ketemu, dia langsung bilang gini ke aku ‘The Gentleman Secret’. LOL. Btw it is interested at all karena akhirnya aku punya sekutu buat ngomongin kamu. Mungkin nggak lama lagi kita bakal bikin Fancafe juga. Jadi, sering-sering posting ya. Eh jangan sering juga sih, mematikan rasa penasaran nanti. Jadi, tetaplah seperti biasanya dan seneng banget bisa chat sama kamu di blog dan di IG juga. Saran, mungkin masa idah-nya dipotong ya jangan 2 tahun, 2 bulan sekali gitu postingnya. Oh ya blog baru kamu, aku suka. Yang kolaborasi. Pupa-nya bikin senyum-senyum gaje. So, selamat berkarya.

That’s all dan mungkin ini nggak bisa disebut review, cuma sekedar menuangkan pikiran aku aja saat baca buku kamu. Jadi, tolong di komentari juga karena aku yakin masih banyak kesalahan yang harus aku perbaiki kedepannya. Bye bye…

Hyn

Advertisements

2 thoughts on “The Gentleman Secret Review

  1. Pertama, terima kasih repot-repot review di blogmu.
    Kedua, iya, gaya tulisan The Gentleman Secret agak lebih dewasa dengan seksi tingkat beda, ga cuma jual NC atau grepe-grepean tapi seksi cara interaksi Suri dan Kyuhyun yang sedikit menjurus, manis tapi tetep kejam dan lucu tapi tetep serius. If you found those feel, I’m glad someone found out my actual mission lol.

    Dan soal yang orang sapa suka Lee Suri juga, tenang aja, waktu baru balik dari bank beberapa minggu lalu sambil baca novelku, mba-mba sampingku nanya hal yang sama, “baca Lee Suri juga ya?” Hahaha. Mau ngaku aku authornya males juga, jadi cuma cengar-cengir dan iya-iya ajalah.

    Pupa… soon, maybe.

    Thx for the review. 😸

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s