Cinta Sejati itu…(?)

maxresdefault
Exo Chen

Hmm…

Should I tell you?

Tahu Decendants of the Sun ‘kan? Cinta sejati itu Dr. Kang dan Kapten Yoo…

“Oh every time I see you
그대 눈을 때면
자꾸 가슴이 설레여와
운명이죠
세상 끝이라도
지켜주고 싶은

(Decendants Of The Sun OST)

AAAAAAAAAAAAAAAA!!!! Just sreamed loud after. But…

Why so serious?

Okey! And then when you have same responsibility like me… I tell you, we got attack seriously. Tahu ‘kan, Hallyu memang something. Gimana enggak, cuma gara-gara sepotong video yang tiba-tiba muter DOTS kamu bisa teriak nggak pakai otak. Iyalah teriak kan pakai mulut nggak pakai otak. Arraseo! Actually, I’m not a fanatical fans of Captain Yoo, Okay!… masalahnya adalah kenapa lagu OST yang dipilih justru yang “Everytime”. Dan itu dinyanyiin sama CHEN, EXO Chen!

photo

Tahu kan apa itu rasanya pengen guling-guling di lantai. Ya, itu. You know, I like Chen so much, *Sorry Captain Yoo* because he have really clear voice while singing and… Can I call the charismatic? Well, maybe… yeah. He also down to earth and very warm people. I still remember when he sing Hug, this is DBSK song and I’m fallin in love with it like nothing. He is really good singer like Super Junior Yesung.

ChD0PGzWIAACcNh
Super Junior Yesung

I think I like Yesung also because the official soundtrack sung. The song was titled It Has To Be You. It was very well-known trap after 6 years later. They have similarities that promises which are equally vocal play from their respective groups. So, tell me how I don’t want to scream??

But, we need to still cool ‘right? Jadi, ya… You know what I mean. Terkadang aku juga heran, kalau dipikir-pikir MV super Junior misalnya, kita bisa muter itu ratusan kali kan di laptop tapi kenapa ketika lagu itu dijadiin soundtracknya Lejel Home Shopping kita rela mantengin itu mbak-mbak berisik jualan panci hanya demi dengerin Mr. Simple sampai abis. Gila ‘kan? And therefore more dangerous then… just enjoy it! Don’t you think?

Bye- bye…

Also don’t forget to always be cool! Our Pride without prejudice…

Hyn

Iklan

Keputusanku adalah Antara Aku dan Tuhan

2b.Rijksmuseum_Amsterdam_1
Netherlands

It’s been two years I left my home to study. Time flies and like your prediction anything change. Ya, bukankah justru sangat aneh jika tak ada satu halpun yang berubah. Hanya saja perubahan itu justru menakutkan untukku yakni kehilangan satu hal manusiawi dalam diriku, simpati… Tidak sepenuhnya, tetapi presentasenya nyaris 90%.

Terkadang aku berpikir kalau seandainya saja ada seseorang dihadapanku dan berada dalam masa kritis menuju kematian, aku yakin tak akan meperdulikannya sama sekali. Walaupun aku tahu bahwa uluran tangannku jelas akan menyelamatkannya.

Aku memikirkan banyak hal dan aku menyukainya, tetapi disisi lain aku justru merasa bersalah jika kemudian mengambil keputusan tersebut. Ini hidupku, siapa anda sampai harus masuk dalam list pertimbanganku. Tetapi rasa humanitas menjengkelkan bukan? Aku ingin terjun di dunia itu dan aku melakukan hal sebaliknya. Walau sebanyak apapun kukatakan pada diriku bahwa jalan ini berbeda, tetapi rasa bersalah terkutuk itu selalu menyapaku dalam keheningan dan memastikan kewarasan pikiranku.

HPIM0597.JPG

Masalahnya adalah ketika seseorang masih bisa menghawatirkan sesuatu aku bahkan tidak bisa melakukannya. Ketika banyak orang masih bisa menumpahkan masalahnya dalam air mata. Aku pikir, jangankan air mata, terbesit dalam pikiranku pun tidak sama sekali. Hal terekspresif yang bisa aku lakukan hanyalah “Ah, again. Aku bosan mendengarnya”. “Sometimes I think like…I am still a human right?”

Masih teringat dengan jelas satu tahun lalu saat seseorang berada dalam situasi yang sama denganku dan kemudian dia mengambil keputusan mutlak untuk menjauh. Hari itu aku mengatakan padanya “Are you sure? It will be ended soon. Tell me what the reason!” And then, she said to me like it is easy for you to speak “It will be ended soon” but not for me. Nobody know what will happen on the next chapter, right? Just the god know that well.

Kanal-Amsterdam-Belanda

Saat itu aku katakan aku menghargai keputusannya tanpa paham satu pun yang dia katakan tetapi hari ini aku pastikan memahaminya tanpa cela. Terdengar seperti pengecut ulung, but…don’t judge a book by it’s cover. Keputusan tidak mungkin diambil tanpa pertimbangan terbaik. Jadi, sekali lagi kuharap ini tidak melanggar etika humanitas sama sekali. Dan aku harap keputusanku adalah sebaik-baiknya.

Jika kemudian kamu berada dalam situasi yang sama denganku, maka…aku mungkin tidak bisa memberikan solusi pasti. Cukup pertimbangkan sebaik-baiknya. Ingat kamu masih memiliki Tuhan maka jangan khawatir.

“Jika aku tidak mengambil keputusan maka aku tidak akan memulai apapun”-Someone forgotten to say this to me

Leiden University Main

Hyn

TEN

13339440_196103334122437_5769637693608844507_n

Hari ini tepat sepuluh tahun, bukan? Kita menjadi semakin tua. Cukup tua untuk hal semacam fandom. Tetapi apakah kita sudah semakin dewasa seiring berjalannya waktu ini? Silahkan dievaluasi diri kita sendiri. Terkadang aku berpikir dalam beberapa lini kita menjadi semakin brutal saja. Ada apa dengan kita sebenarnya, huh?

Pertama, tentang sulitnya meraih trofi di music show. Jika kita mendebatkan alasannya maka akan sangat buruk jika kita kemudian menyalahkan orang lain. Tidak ada yang salah dengan lagu mereka. Hanya saja dunia memasuki fase baru dimana selera mulai memudar menuju primadona mendatang. Disisi lain kita juga kehilangan totalitas kita yang entah tenggelam atau apa. Yang menjadi masalahku secara pribadi adalah bahwa aku tidak pernah turut serta dalam perebutan trofi dimasa bintang mereka. Sehingga tidak ada pembanding yang bisa aku perbandingkan. Tentang apa yang hilang hari ini di dalam genggaman kita. Yang pasti ada satu lini yang terlepas. Jika kalian mengetahuinya silahkan kalian tulis di kolom komentar. Karena ssungguhnya aku mempertanyakan banyak hal dibalik ini. Semua menjadi cukup sulit dan kita sama-sama tahu. Jadi, kukira akan sangat baik jika kemudian kita bisa membicarakannya secara detail dan sama-sama memperbaikinya.

Kedua, tentang kasus Kangin oppa. Sesungguhnya aku tidak ingin berkomentar akan hal ini, tetapi kebrutalan beberapa dari kita benar-benar menjengkelkan. Jika kalian bertanya apa aku kesal? Jangan salah, aku berpikir seperti apa yang banyak orang pikirkan. Sangat kesal, kecewa, dan aku bahkan tidak bisa mengungkapkannya lagi. Oppa tentu jauh lebih dewasa dari pada aku. Tapi sungguh aku hanya ingin oppa menyadari kebodohannya. Aku sama kesalnya dengan kalian tetapi memintanya meninggalkan ‘rumahnya’ adalah tindakan yang sudah cukup keterlaluan. Aku memahami budaya kalian disana bahwa menciptakan suatu keributan adalah akhir dari segalanya. Kemudian hal itu diperparah dengan fakta bahwa dia melakukan tindakan serupa sebanyak 2 kali. Ya, aku mengerti karena akupun berpikir seperti yang kalian pikirkan, tetapi ayolah sedikit berpikir. Kita sudah cukup dewasa. Jadi nilailah dengan dewasa juga. Setiap orang sangat mungkin membuat cela dalam hidupnya. Beri dia kesempatan untuk merenungkan perbuatannya tanpa harus memojokannya seperti kriminal. Beri kesempatan untuknya berubah, karena kepercayaan dari kitalah yang akan membawanya bangkit. Keluarga tidak akan berubah menjauh hanya karena sebuah badai kecil. Keluarga adalah mereka yang siap menerima setiap keadaan tanpa banyak mengeluh. Jadi, tetaplah berada disisinya. Temani oppa Elf. Kalian selalu mengatakan ‘Everlasting’ tetapi mengapa disaat semuanya perlu saling mendukung justru kalian berlari disisi berlawanan? Think again.

The last, yang pasti harus kita tahu adalah bahwa masalah ini bukan akhir dari segalanya, bukan juga yang terkahir kita hadapi. Masa depan menanti dan akan ada jutaan tantangan baru disana. Ingat sebuah nasehat bahwa semakin pekatnya malam adalah ciri dekatnya pagi. Jadi, sesungguhnya tuhan hanya menguji janji yang terlanjur terucap dari mulut kita. Tunjukkan bahwa kita tidak akan saling melepas genggaman yang sudah terjalin. Belajar untuk menjadi lebih dewasa dan lebih menghargai lagi. Hey, generasi y, kalian bukan anak kecil oke. Be mature.

And……Happy 10th Anniversary ELF. Congratulation! Remember always “Promise to Believe”.

13346599_196545560744881_4062321946202113100_n
Super Junior & Elf

Ketika badai menerjang maka jalan terbaik adalah saling menggenggam bukan melepaskan. So, stay and join your hands. Sarangahe Yongwonhie. 슈퍼주니어-엘프

Hyn

The Gentleman Secret Review

13092139_1174723719239634_5941467930902172565_n
Photo by Okky Arista

Paman Oh menyengir melalui kaca spion.

“Itu wanita yang tidak menghiraukan uangmu, Tuan?” Kyuhyun hanya menjawabnya dengan menaikkan kedua alis tanda persetujuan.”

“Kepribadian, cinta dan ketulusan adalah prinsipnya yang utama dibandingkan uang, itu prinsipnya mungkin?”

Kyuhyun mengibaskan tangannya, kata-kata basi yang sering motivator lontarkan. Yang terpenting adalah jiwa dan so on.

“Mungkin benar tapi cinta dan ketulusan tidak akan bisa membayar tagihan. Kalau tidak percaya peluk saja Induk Semang atau orang dari asuransi Paman Oh dan katakan ‘aku belum punya uang untuk membayar tagihamu tapi aku mencintaimu dengan tulus’ kalau tidak dipukuli, hebat!”

                                                                                                ***

Oke, mwo? Ya, itu adalah kutipan yang paling aku suka dari buku The Gentleman Secret karya Okky Arista yang bercita-cita jadi pengangguran kaya di usia 40 tahun, semoga tercapai. By the way, aku dapetin buku ini terpampang di New Arrival setelah tiga kali dateng ke toko buku. Please, ini buku sebenarnya nggak impor dari London juga tetapi entah kenapa sampainya lama banget. Mungkin tempat tinggal aku aja yang terlalu terpelosok mendekati pedalaman.Ya pokonya itulah. Nah saatnya masuk ke review bukunya.

Fakta pertama yang aku lihat adalah ada beberapa adegan yang di cut di buku ini jadi feelnya kurang dan ada sedikit perbedaan dengan yang terposting di blog. Entah, mungkin karena budaya ketimuran atau apa tetapi mungkin biar rate-nya lebih universal kali ya. Padahal nggak vulgar juga sih. Kalau kata slogannya Okky “ Read by your own risk!”

Kedua, gaya bahasa. Ada yang berubah dan berbeda dalam konteks gaya bahasa dibandingkan dengan seri CV (Casual Vegenace) part 1-8. Ceritanya lebih manis dengan cara yang berbeda dari biasanya dan efek ini kemudian juga menular ke Casual Vegeance Part 9: Chrysler Imperial. Keduanya memiliki gaya bahasa yang sama dan berbeda dari tulisan-tulisan okky sebelumnya walaupun tetap bagus untuk keseluruhan ceritanya.

Ketiga, suka banget sama karakter yang terbangun untuk Lee Suri, si dokter mayat yang mengagumkan. Mungkin perlu dicoba tuh makan burger MCD di kamar mayat korban mutilasi. Siapa tahu itu daging di dalam burger adalah potongan tubuh yang hilang LOL. Fakta ini kemudian membawaku bersyukur karena batal memilih kedokteran. Juga fakta bahwa kuliner adalah bagian dari Life Syle maka sangat baik untuk tidak menjadi dokter mayat. Nggak bermaksud mendiskriminasi dokter mayat ya. Mereka orang-orang yang luar biasa karena tidak semua orang bisa melakukannya.

Keempat, Chokyuism diorder. Actually I have good antibody. So, I’m save now but in the future, I don’t know. Karena sebenarnya aku menyukai laki-laki dengan karakter serupa seperti Mr. Darcy from Pride and Prejudice dan Roarke from In Death Series. Ketiganya memiliki persamaan sifat yang nyaris serupa. So, untuk terjangkit masih sangat mungkin.

The last, aku menyukai secara keseluruhan cerita yang kamu buat dan TGS mampu mencuri hati aku seperti pertama kalinya baca tulisan kamu, like 4 years ago. Oh ya, aku punya cerita tentang TGS. Jadi beberapa minggu lalu aku mengikuti suatu acara di kampus but isn’t interested tetapi karena seseorang aku terpaksa join juga. Di tengah rasa bosan yang nyaris mencekik akhirnya aku milih buat baca buku dan kebetulan itu adalah buku kamu. Setelah beberapa saat tiba-tiba seseorang menyapaku. Mungkin dia tahu setelah lihat cover buku yang aku baca dan dia bilang gini ke aku “Kamu suka Lee Suri ya?” *Eh. Langsung aku mikir kasih jawaban yang gimana ya, kalau aku bilang iya, Okky-nya ke Ger-an lagi *OkkyDeathGlare*. Ya itulah, akhirnya aku tanya balik “Kamu tahu Lee Suri?”. Eh dia jawabnya udah kayak fangirls ketemu sama idolnya. “Iya aku suka banget, Kyuri Victims juga nie. Karakternya suri suka banget dan blablabla.” Tahu apa, selama acara itu kita bukan fokus ke acaranya lagi tapi malah heboh ngomongin kamu. Bahkan, sekarang kalau nggak sengaja ketemu, dia langsung bilang gini ke aku ‘The Gentleman Secret’. LOL. Btw it is interested at all karena akhirnya aku punya sekutu buat ngomongin kamu. Mungkin nggak lama lagi kita bakal bikin Fancafe juga. Jadi, sering-sering posting ya. Eh jangan sering juga sih, mematikan rasa penasaran nanti. Jadi, tetaplah seperti biasanya dan seneng banget bisa chat sama kamu di blog dan di IG juga. Saran, mungkin masa idah-nya dipotong ya jangan 2 tahun, 2 bulan sekali gitu postingnya. Oh ya blog baru kamu, aku suka. Yang kolaborasi. Pupa-nya bikin senyum-senyum gaje. So, selamat berkarya.

That’s all dan mungkin ini nggak bisa disebut review, cuma sekedar menuangkan pikiran aku aja saat baca buku kamu. Jadi, tolong di komentari juga karena aku yakin masih banyak kesalahan yang harus aku perbaiki kedepannya. Bye bye…

Hyn

Anies Baswedan’s Advice

2e1f90cdf770356feb81d7bc25f63fcb
Anies Baswedan

Lampu belajar masih menemani. Buku masih terbuka. Berjam-jam duduk di meja belajar. Mata terus membaca, tangan mencatat di buku tulis. Di kamar yang mungil, jauh dari kampung halaman.

Ribuan, bahkan ratusan ribu anak muda tinggalkan kampung halaman, jauh dari Ibu, Ayah, dan saudara mereka. Kampung halaman yang penuh kenangan masa kecil itu mereka tinggalkan untuk satu tujuan: pendidikan.

Semua pasti masih ingat saat keluarga mengantarkan, melepas bersekolah jauh. Kristal butiran air mata Ibu saat melepas anak berangkat seakan cermin jernihnya cinta. Anak adalah cinta berbalut harapan. Ibu melepaskan anak untuk merantau jauh demi pendidikan yang lebih baik; melepaskannya dengan cinta, mengalunginya dengan harapan, dan menyematkannya doa tanpa akhir.

Buat anak-anak muda yang sedang di rantau, jauh dari Ibu, Ayah dan saudara, pada malam menjelang Hari Pendidikan ini, saya ucapkan selamat berjuang, selamat belajar.

Rute perjalanan yang kalian tempuh adalah rute yang telah mengantarkan jutaan anak muda negeri ini meraih kehidupan yang lebih baik. Jaga stamina!

Yakinlah bahwa pendidikan akan bisa mengantarkan pada kehidupan yang lebih baik. Pendidikan jadi tangga untuk menuju cita-cita, menuju harapan. Tiap hari satu anak tangga dilewati.

Anak muda memang seharusnya pilih jalan mendaki. Jalan berat penuh tantangan tapi bisa mengantarkan ke puncak. Jadikan perpisahan dengan keluarga itu sebagai awal perjumpaan dengan cita-cita.

Pada tiap lembar bacaan, ada doa Ibu dan Ayah. Pada tiap karya tulis dan pekerjaan dari guru atau dosen, ada harapan dari Ibu dan Ayah. Mereka mungkin tidak tahu satu per satu yang dikerjakan anaknya, tapi mereka tak pernah berhenti hibahkan semua yang mereka miliki untuk kebaikan dan kebahagiaan anak mereka.

Teruslah belajar. Jangan biarkan waktu bergulir tanpa makna. Buka hari dengan cerahnya mata hati, dan tutup hari dengan tuntasnya asupan ilmu dan pengetahuan baru.

Janjilah kepada Ibu dan Ayah, suatu hari nanti mereka akan melihat anak mereka pulang membawa ilmu, membawa makna dan menjawab semua doa dengan melampaui harapan Ibu dan Ayah mereka. Izinkan mereka kelak menyongsongmu dengan rasa bangga dan syukur. Doa tulusnya dijawab oleh keberhasilan anaknya.

Selamat Hari Pendidikan, selamat memasuki Bulan Pendidikan, selamat meneruskan belajar, dan selamat melampaui cita-cita!

Salam,

Anies Baswedan
Cilandak, 1 Mei 2016, 23.07

“Apa yang beliau katakan tampak terlalu nyata. Tetapi nyatanya itulah fakta perjalanan kita. Jadi, apa yang perlu kita lakukan? Aku tidak meminta kalian merenunginya tetapi sadari dan berubahlah karena sekedar merenung takkan menyelesaikan apapun.”

Hyn