Book! To My Boyfriend

44071-O3VPVO
Happy Nasional Book Day

Masih segar diingatan bagaimana seorang Maudy Ayunda menjalani hari-harinya di Oxford University. Ya, dalam sebuah video singkat yang meliput perjalanan kehidupannya sebagai mahasiswa dari salah satu universitas top di dunia, Maudy berbagi banyak hal termasuk juga kebiasaan-kebiasaannya saat masih menjadi mahasiswa PPE. Begitu melihatnya aku kemudian berpikir, sejauh itukah perbedaan kita dan mereka. Sebenarnya tidak jauh berbeda dari segi banyaknya tugas kuliah dan rumitnya kehidupan seorang mahasiswa. Bahkan dalam satu wawancara dia mengatakan hampir menyerah untuk menyelesaikan kuliahnya karena begitu sulitnya. Walau kemudian dia berhasil menyelesaikannya hingga akhir.

maudy_ayunda-20151207-009-rita
Mauday Ayunda saat syuting untuk video “My Student Life at Oxford”

Tetapi untuk masalah kebiasaan dan karkater manusianya, hal itulah yang jauh berbeda dengan culture universitas di Indonesia. Jangankan datang ke perpustakaan membaca buku saja seperti mengharapkan salju turun di musim panas. Saking mustahilnya. Aku banyak mendengar cerita dari teman-teman yang sempat mengenyam pendidikan tingginya di Eropa dan Amerika, dimana culture belajar di kedua benua tersebut adalah menghabiskan waktu belajar di perpustakaan, sedang dorm hanyalah tempat untuk tidur dan menghabiskan sedikit waktu. Tetapi tidak begitu adanya di Indonesia. Semuanya serba terbalik. Terkadang aku sangat heran kenapa orang mau-maunya kuliah di Indonesia. Pertanyaan ini sebenarnya termasuk untuk diriku sendiri juga. Mungkin untuk orang Indonesia asli, yah anggap saja ini negara dimana kita tinggal dan tidak semua orang memikirkan sejauh itu untuk kemudian melanjutkan kuliahnya di negara lain, tetapi bagaimana dengan orang asing yang kuliah di Indonesia? Itu bagi aku terlalu menakjubkan. Jika hanya sekedar Intership atau exchange aku kira sangat baik mengingat Indonesia adalah negara berkembang tetapi untuk melanjutkan S2 aku hampir tak bisa memikirkan alasan terlogis. Tetapi dari poin of view berbeda mungkin saja negara kita memiliki sistem pendidikan yang jauh lebih baik daripada negara si mahasiswa. Anggap saja itu salah satu sisi positif negara kita walaupun aku tetap tidak mengerti sebanyak apapun aku memikirkannya.

Kembali lagi ke sosok Maudy Ayunda, dalam video berdurasi 23 menit 33 detik itu Maudy juga menunjukkan minatnya dalam membaca yang cukup tinggi juga salah satu fakta bahwa dia adalah penggemar toko buku. Dia terlihat melebur dalam kebiasaan orang Eropa yang gemar membaca dan entah mengapa kebiasaan masyarakat Eropa inilah yang menjadi salah satu hal yang membuatku jatuh cinta dengan Eropa disamping culture dan keindahan kota tuanya yang terjaga. Ah, Naega bogoshipeo!!!

maudy ayunda 1
Maudy Ayunda in Oxford University

So, pesan buat teman-teman yang masih ogah-ogahan buat membaca, di hari buku nasional ini yuk baca. Nggak mau kan terlihat kurang pengetahuan di tengah perang ide. Atau yang mau study aboard, kalau baca buku aja nggak mau, please berhenti berharap karena itu nggak mungkin. Tahu kenapa, karena sistem pendidikan yang ada di negara kita dan negara dengan universitas top dunia sangat jauh berbeda. Mereka menuntut mahasiswanya untuk menyelesaikan satu bacaan setiap minggunya sebagai bahan perkuliahan. Belum lagi dosen di sana tidak akan menyediakan materi perkuliahan jadi mau nggak mau kita yang harus bergerak. Balasannya adalah kita akan mendapatkan akses sebanyak-banyaknya untuk jurnal-jurnal internasional dan perpustakaan super lengkap. Lah, kalau baca aja nggak mau mana bisa kalian. Satu lagi, ini yang paling aku suka dari culture belajar mereka yang di negara kita nggak ada. Apa itu? Mesin cek plagiarisme dan manusia mandiri anti contekan sehingga mau nggak mau mereka harus menulis. Artinya satu poin positif lagi karena disisi lain universitas turut serta membangun kebiasaan menulis yang sebenarnya sangat penting. Sekarang coba lihat universitas kita. Kalau berdasarkan pengalamanku yang baru saja terjadi beberapa minggu lalu, mereka yang menyontek adalah primadona dan rawan pujian dosen. Catat! rawan pujian dosen. Bahkan, salah satu dosenku mengatakan kalau kita harus menjaga kualitas lulusan. Sinting. Yah, walaupun aslinya beliau nggak tahu sih kalau si nilai tertinggi itu si penyontek tetapi mengatakan hal sekrusial itu setidaknya pakai datalah. Hari gini ngomong doank nggak pakai data, wazzack.

Jadi, yang masih mau bodoh, ya nggak usah baca dan Selamat Hari Buku Nasional.

That’s all and see you. Bye-bye…

Ps: By the way, toko buku terkenal lagi ngadain diskon spesial hari buku nasional. So, jangan sampai ketinggalan promonya.*sekedar ngasih tahu aja, nggak maksud promo ya*.Oh ya, aku tahu desain gambarnya tidak sesuai karena kita memperingati Nasional Book Day bukan World Book Day tetapi apa daya gaptek membatasi juga corel yang tiba-tiba up and down, gg bisa di pakai. So, I will try the best later.

HYN

 

Advertisements

8 Comments Add yours

  1. hhahahah… terkadang kita yang bener-bener ngerjain sampe otak berasap ditengok dosen aja nggak.. masih syukur itu tugas sampe gumoh diterima… nggak perlu pujian kalo aku mah… nanti dikatain sombong, hahah.. be me aja.. nice post bruh!

    Like

    1. HYN says:

      yah begitulah ha. Yg pasti allah tahu. g sah khawatir. Aku jg gg ngarepin pujian ha. cuma keselnya itu lo, soalnya kita yg msh wars ini dijelek jelekin sama bpknya. jd kita terkesan buruk. itu aja yg aku nggak bisa terima.

      Like

      1. aku mau dijelek jelekin kek, mau diabaikan kek, itu urusan mereka.. masih ada Allah kok… kalo ada yang dipuji ya udah, i don’t care though.. nggak percaya sama kata-kata manis.. bedebah~

        Like

      2. HYN says:

        Ide bagus. Jangan percaya kata” manis apalagi mempercayainya.Just say I don’t give a shit well. kata suga

        Like

      3. hahaha… never, I will only listen to my mom sweetness words hahaa… sure, don’t give them a shit~ they had enough shit and yeah they can make shit (?)

        Like

      4. HYN says:

        Does you know. How many time you speak shit? LOL

        Like

      5. mollayo.. i’m not counting it kkkk

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s