Leiden: Si Kota Pelajar yang Manis

6691139159_17e7f87db6_b
Kanal-kanal di Leiden

Hari ini aku baru saja menyelesaikan salah satu bab dalam buku berjudul “Menemukan Indonesia: Amsterdam dan Leiden”. Entahlah, seakan ada yang hilang saja dari negeri ini. Tetapi sepertinya memang banyak yang hilang, hanya saja kita sadar tanpa mampu berbuat. Ini negara kita dan kita hampir kehilangan kendali. Terkadang aku tak percaya, dan memang siapa juga yang mau percaya pada negara yang manusianya jelas tak bisa dipercaya lagi. Hal paling menarik ya panggung komedi. Dan dalam keseharian, kita akan terus menertawakan bagaimana lucunya negeri ini tanpa perlu ketakutan untuk kehabisan topik. Sepertinya negeri ini berniat untuk memperpanjang usia warga negaranya. Apa pemerintah baru saja lupa kalau negara ini mengalami permasalahan kependudukan yang pelik. Benar-benar…

Dalam buku Mencari Indonesia: Amsterdam dan Leiden diceritakan bagaimana Belanda dan kedekatannya dengan Indonesia. Sister city mungkin. Kemudian beberapa saat setelah membaca tulisan tersebut aku teringat akan sesuatu hal. Jawaban mungkin… Ya, berkat tulisan kecil ini aku tersadar bahwa aku telah menyukai travelling sejak masih di bangku sekolah sadar. Aku tidak mengingat dengan pasti judul majalah yang sempat aku baca hari itu, Andaka atau apapun aku tak mengingatnya. Tetapi satu hal yang pasti aku ingat adalah bahwa di halaman terakhir majalah tersebut ada sebuah rubik jalan-jalan dan kebetulan saat itu sang reporter melakukan perjalanannya ke negeri Belanda. Judul artikelnya sendiri kalau tidak salah “Negeri 1001 Sepeda”. Dalam artikel itu diceritakan tentang bagaimana indahnya negeri yang sempat menjajah Indonesia tersebut. Kau tahu, ternyata aku begitu dekatnya. Aku seperti telah mengunjungi negara itu. Mengingat momen-momen manis dan indahnya sudut kota. Aku bahkan bisa merasakannya dengan jelas. Ah jinjja Bogoshipeo…

By the way, apa sih yang menarik dari Belanda?

Jika kamu ingin jawaban singkat maka jangan bertanya padaku karena jelas ada terlalu banyak hal yang membuatku terpesona dengan negara ini, especially Leiden. Kenapa Leiden? Karena aku adalah penggemar sejarah dan kebanyakan orang menyebutnya sejarah yang membosankan, maka dari itu kukatakan bahwa aku si membosankan yang menyebalkan. Kau tahu, Leiden merupakan kota pelajar dan aku mencintai pendidikan dan tentu kami adalah pasangan yang cocok. Kemudian Leiden memiliki sejarah yang begitu menarik dan begitu dekatnya dengan Indonesia. Maka dari itu aku sangat terpesona dengan kota kecil ini. Kalian ingin mendengar sejarahnya. Check this out…

Dahulu Belanda sempat dijajah oleh Spanyol. Nah, dalam perlawanannya Leiden turut serta mengusir penjajah dan bergabung dengan pemerintah Belanda. Berkat sikap patriotismenya tersebut Willem Van Orange atau juga dikenal sebagai William I of Orange menawarkan pilihan kepada publik Leiden hadiah seperti apa yang mereka inginkan atas jasa tersebut, pembebasan pajak atau dibangunnya sebuah kampus. Dan kemudian publik Leiden memilih untuk dibangunkan sebuah kampus yang kemudian menjadi kampus pertama di Belanda yang masih berdiri kokoh hingga sekarang yakni Leiden University.

Lalu apa yang begitu menarik dari kampus ini tak lain dan tak bukan adalah sebuah fakta yang menyebutkan bahwa orang Indonesia pertama yang meraih gelar Doktor berkuliah di kampus ini yaitu Hussein Jayadiningrat. Beliau juga merupakan orang Indonesia pertama yang berkuliah di Belanda dan merupakan pendiri dari Java Institute serta menerbitkan majalah bulanan Djawa yang lengendaris. Baru-baru ini, diresmikan patung Hussein Jayadiningrat di Kampus Lama Leiden University yang dijadikan area pameran. Wow!

Fakta menarik lainnya adalah bahwa perpustakaan milik Leiden University menyimpan sejarah Indonesia yang bahkan jauh lebih lengkap dibandingkan dengan yang ada di Indonesia sendiri. Jurnal-jurnal itu berasal dari tulisan para penjajah saat masih menjajah Indonesia dahulu. Bahkan saking lengkapnya di salah satu pojokan di area depan kampus Leiden Univesity dipajang berbagai koleksi tentang Indonesia mulai dari buku-buku yang ditulis zaman dahulu hingga album milik Rhoma Irama. Duh, Bang Haji Rhoma terkenal juga ternyata…

So, menarik bukan? Tetapi aku yakin hanya sedikit yang tahu tentang hal ini. Sudah menjadi rahasia umum bahwa publik Indonesia jauh lebih penasaran sekarang Ayu Ting-Ting pacaran sama siapa setelah putus dari Shaheer daripada Indonesia dulu gimana. Kau tahu, negara ini sudah cukup buruk dalam banyak hal maka setidaknya jadilah Warga Negara yang berpengetahuan dan layak dihargai dunia Internasional. Buka matamu, pikiranmu dan jadilah berbeda dari yang lain. Buat mereka menghargai negara ini dan berhenti bersikap bodoh.

That all and see you. Oh yeah, I’m so sorry about this curse word but I just feel too annoying. So, I’m really sorry and Enjoy your time…

HYN

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s