…Oppa Gangnam style…

cropped-cheonggyecheon-stream.jpg
Cheonggyecheon river, Seoul South Korean

“…Oppa Gangnam Style…”

Ada yang tahu lirik lagu diatas? Yup, itu merupakan lagu milik penyanyi asal Korea Selatan Psy. Dulu waktu masih baru-barunya lagu ini aku terpikir beberapa hal seperti “Ini lagu apaan sih, nggak jelas banget”. Tetapi tahukah kamu bahwa lagu itu sesungguhnya representatif dari fenomena yang ada di Korea Selatan saat itu dan juga merupakan fakta dari sebuah sejarah panjang milik negara yang terkenal dengan boyband dan girlbandnya ini.

Pada masa perang Korea tahun 1950-1953 sesungguhnya menyimpan sejuta hal yang mungkin sulit untuk kita percaya jika kita kemudian membandingkannya dengan Korea hari ini. Sangat jauh berbeda. Siapa yang tahu Korea hari itu. Buruknya lagi, coba kita ingat ketika Jepang menggempur pearl Harbour milik Amerika hingga kemudian Amerika membalas balik dengan membumi hanguskan Hiroshima dan Nagasaki, terkenal bukan. Lalu bagaimana dengan Korea. Ya, mereka memang terlibat perang tetapi sayangnya hal itu gagal mempopulerkan mereka sama sekali. Siapa peduli, juga siapa yang tahu Korea. Negeri alienkah itu. Negeri miskin penuh masalah dan kondisi sosial yang mengerikan. Jangankan melihat, melirik pun tak sudi.

Kalian yang menyukai K-Pop pasti tidak asing lagi dengan Gangnam dan Apgeujong bukan? Ya, tempat elitnya orang Korea Selatan dari dulu hingga hari ini. Tetapi tahukah kamu betapa mengerikannya Apgeujong yang disebut-sebut sebagai daerah ter-elit itu pada masa perang Korea hingga beberapa tahun setelahnya. Memang disebut elit tetapi bahkan listrik pun sering mati dan pasokan air yang tiba-tiba terhenti adalah hal yang biasa. Sebuah fakta terungkap bahwa orang kaya di Korea bahkan tak lebih kaya dari pada buruh di Liverpool, Inggris. Miris memang saat itu, tetapi lihat hari ini, Korea menggila. Justru aneh ketika orang tak tahu tentang Korea hari ini. Aku benar bukan?

Kembali ke lagu milik Psy, Gangnam Style, lagu itu sesungguhnya menggambarkan tingkah lagu para OKB atau Orang Kaya Baru Korea yang begitu noraknya, contoh kecilnya adalah para OKB yang berbelanja ke pasar ikan dengan mantel bulu. Tentu dimasa transisi seperti itu bukan hal yang mudah. Semuanya nyaris berada di titik limit. Hal itu juga dapat ditemui di negara seperti Kuba yang orang kayanya juga norak keterlaluan.

Lalu apa yang terjadi dengan Korea Selatan sesungguhnya hingga bisa menjadi seperti sekarang. Entahlah, semua orang nyaris tak percaya bagaimana kemudian Korea terpikir bahwa Industri kreatif merekalah yang akan membawa perubahan besar. Padahal hari itu jelas mereka sadar bahwa Amerika masih menjadi Centre of Entertainment. Sintingnya lagi pemerintah mereka bahkan rela menggelontorkan dana hingga triliunan rupiah demi menyelamatkan K-Pop yang nyaris berada di jurang kehancuran dimasa pembentukannya. And… you can see now, Korea benar-benar gila dan menjadi negeri impian banyak orang. Dalam salah satu pertemuan dengan para perancang musik asal Amerika, Park Jinyoung yang merupakan CEO dari agensi musik besar Korea JYP ketika ditanya “Dari negara mana anda berasal? beliau menjawab “Aku datang dari masa depan”. Terdengar seperti mengada-ngada memang tetapi itu bukan sekedar bualan karena nyatanya begitulah yang kita rasakan tentang Korea hari ini. Teralu memikat. Itu faktanya. Lalu bagaimana Hallyu kemudian merajai lini kehidupan setiap orang, curious… Nantikan cerita selanjutnya. Bye-bye…

Hyn

Iklan

“About Choice: Excessive or change?”

049278100_1452153011-Keliling_Dunia
Open Your Mind because the world is really big to be viewed from one side only-Hyn

Hay! You may remember about my appointment 2 weeks ago. I tell you if I want to make discuss with you on Friday and it’s talk “About Choice: Excessive or change?” but because I’m really busy and I have a lot of the test also. So, I think to have it now it’s okay.

Jadi, pilihan, bagaimana menurutmu pilihan itu, sebuah keserakahan kah atau perubahan? Aku kira itu sesuatu hal yang subjektif karena setiap orang akan menilai berbeda. Ada banyak faktor yang mempengaruhi subjektifitas dari setiap orang tentang sebuah pilihan, salah satunya adalah sisi keterbukaan yang dibumbui sedikit kekhawatiran. Yang aku maksudkan adalah beberapa orang memang jenis manusia yang masuk dalam kategori tertutup atau bisa dibilang cuek atau juga pasif. Mereka biasanya akan berpikir bahwa beberapa pilihan tertentu itu terlalu berlebihan atau orang biasanya mengatakan”muluk-muluk”. Actually, I don’t think so! Why? Karena alasan mereka mengatakan demikian adalah karena kekurangtahuan saja. Yang mereka pertimbangkan adalah sisi dimana seakan-akan hal itu hanya tentang sebuah popularitas. Padahal tentu tidak demikian.

For example, study aboard. Entah mengapa beberapa orang berpikir itu adalah hal yang cuma modal pamer doank karena pernah ke Luar Negeri. Sekali lagi aku katakan itu tidak benar. You know, the world is really big and have so many page like book. When you still here and not go anywhere then you just see 1 page in your life. Kemudian tidakkah kalian berpikir apa yang kamu tahu jika hanya membaca 1 halaman buku saja? Exactly, sisi subjektifitas yang berlebihan karena kamu tidak melihat dari lebih banyak sisi. Kamu tidak tahu apapun dan yang kamu tahu adalah lingkup 1 halaman itu. Kemudian ketika suatu topik mencuat ke permukaan kamu akan mendebat dengan sejuta kekonyolan. Bahkan ada yang mengatakan hilangnya sisi nasionalisme dan sebagainya. Justru itu. ketika kita terus berada di negara kita maka yang akan kita lakukan adalah terus mengkritik karena tidak ada pembanding yang bisa kamu perbandingkan. Yang harus kamu ketahui adalah bahwa tidak semua negara yang berada di luar Indonesia yang super berantakan ini kemudian pasti lebih baik. Percayalah bahwa di dunia ini ada banyak negara yang kondisinya berkali lipat lebih kacau dari indonesia yang seakan mencapai titik limit atau nyaris tidak bisa dikendalikan ini. Kita lebih baik percayalah. Maka, buka matamu. Mau sampai kapan kalian hidup di balik tempurung kelapa. Kita bukan Korea Utara okay! Jadi, lakukan perjalanan, exchange, Intership, Fellowship and another. Also leave your phone at home, itu jika kamu masih ingin perjalananmu berharga dan membawa banyak pelajaran baru.Penyakitnya orang Indonesia itu kebanyakan selfie maka kurangi itu dan lakukan sesekali saja. Jangan sampai fokusmu berakhir pada foto-foto dangkal yang dituhankan. Learn more and make your self precious. Tetapi jangan lupakan Indonesia menantimu. Ah, mungkin lebih tepat dikatakan mereka-mereka yang masih ‘waras’ lah yang bersedia menantimu. So, think again dan seperti yang dikatakan Steve Jobs jangan terjebak pada dogma dan perkataan orang lain karena hidup itu terlalu pendek untuk disia-siakan sedemikian rupa. So, apa pendapatmu tentang ini. Share here and let’s make a discuss. Cheerio…

Hyn

 

Book! To My Boyfriend

44071-O3VPVO
Happy Nasional Book Day

Masih segar diingatan bagaimana seorang Maudy Ayunda menjalani hari-harinya di Oxford University. Ya, dalam sebuah video singkat yang meliput perjalanan kehidupannya sebagai mahasiswa dari salah satu universitas top di dunia, Maudy berbagi banyak hal termasuk juga kebiasaan-kebiasaannya saat masih menjadi mahasiswa PPE. Begitu melihatnya aku kemudian berpikir, sejauh itukah perbedaan kita dan mereka. Sebenarnya tidak jauh berbeda dari segi banyaknya tugas kuliah dan rumitnya kehidupan seorang mahasiswa. Bahkan dalam satu wawancara dia mengatakan hampir menyerah untuk menyelesaikan kuliahnya karena begitu sulitnya. Walau kemudian dia berhasil menyelesaikannya hingga akhir.

maudy_ayunda-20151207-009-rita
Mauday Ayunda saat syuting untuk video “My Student Life at Oxford”

Tetapi untuk masalah kebiasaan dan karkater manusianya, hal itulah yang jauh berbeda dengan culture universitas di Indonesia. Jangankan datang ke perpustakaan membaca buku saja seperti mengharapkan salju turun di musim panas. Saking mustahilnya. Aku banyak mendengar cerita dari teman-teman yang sempat mengenyam pendidikan tingginya di Eropa dan Amerika, dimana culture belajar di kedua benua tersebut adalah menghabiskan waktu belajar di perpustakaan, sedang dorm hanyalah tempat untuk tidur dan menghabiskan sedikit waktu. Tetapi tidak begitu adanya di Indonesia. Semuanya serba terbalik. Terkadang aku sangat heran kenapa orang mau-maunya kuliah di Indonesia. Pertanyaan ini sebenarnya termasuk untuk diriku sendiri juga. Mungkin untuk orang Indonesia asli, yah anggap saja ini negara dimana kita tinggal dan tidak semua orang memikirkan sejauh itu untuk kemudian melanjutkan kuliahnya di negara lain, tetapi bagaimana dengan orang asing yang kuliah di Indonesia? Itu bagi aku terlalu menakjubkan. Jika hanya sekedar Intership atau exchange aku kira sangat baik mengingat Indonesia adalah negara berkembang tetapi untuk melanjutkan S2 aku hampir tak bisa memikirkan alasan terlogis. Tetapi dari poin of view berbeda mungkin saja negara kita memiliki sistem pendidikan yang jauh lebih baik daripada negara si mahasiswa. Anggap saja itu salah satu sisi positif negara kita walaupun aku tetap tidak mengerti sebanyak apapun aku memikirkannya.

Kembali lagi ke sosok Maudy Ayunda, dalam video berdurasi 23 menit 33 detik itu Maudy juga menunjukkan minatnya dalam membaca yang cukup tinggi juga salah satu fakta bahwa dia adalah penggemar toko buku. Dia terlihat melebur dalam kebiasaan orang Eropa yang gemar membaca dan entah mengapa kebiasaan masyarakat Eropa inilah yang menjadi salah satu hal yang membuatku jatuh cinta dengan Eropa disamping culture dan keindahan kota tuanya yang terjaga. Ah, Naega bogoshipeo!!!

maudy ayunda 1
Maudy Ayunda in Oxford University

So, pesan buat teman-teman yang masih ogah-ogahan buat membaca, di hari buku nasional ini yuk baca. Nggak mau kan terlihat kurang pengetahuan di tengah perang ide. Atau yang mau study aboard, kalau baca buku aja nggak mau, please berhenti berharap karena itu nggak mungkin. Tahu kenapa, karena sistem pendidikan yang ada di negara kita dan negara dengan universitas top dunia sangat jauh berbeda. Mereka menuntut mahasiswanya untuk menyelesaikan satu bacaan setiap minggunya sebagai bahan perkuliahan. Belum lagi dosen di sana tidak akan menyediakan materi perkuliahan jadi mau nggak mau kita yang harus bergerak. Balasannya adalah kita akan mendapatkan akses sebanyak-banyaknya untuk jurnal-jurnal internasional dan perpustakaan super lengkap. Lah, kalau baca aja nggak mau mana bisa kalian. Satu lagi, ini yang paling aku suka dari culture belajar mereka yang di negara kita nggak ada. Apa itu? Mesin cek plagiarisme dan manusia mandiri anti contekan sehingga mau nggak mau mereka harus menulis. Artinya satu poin positif lagi karena disisi lain universitas turut serta membangun kebiasaan menulis yang sebenarnya sangat penting. Sekarang coba lihat universitas kita. Kalau berdasarkan pengalamanku yang baru saja terjadi beberapa minggu lalu, mereka yang menyontek adalah primadona dan rawan pujian dosen. Catat! rawan pujian dosen. Bahkan, salah satu dosenku mengatakan kalau kita harus menjaga kualitas lulusan. Sinting. Yah, walaupun aslinya beliau nggak tahu sih kalau si nilai tertinggi itu si penyontek tetapi mengatakan hal sekrusial itu setidaknya pakai datalah. Hari gini ngomong doank nggak pakai data, wazzack.

Jadi, yang masih mau bodoh, ya nggak usah baca dan Selamat Hari Buku Nasional.

That’s all and see you. Bye-bye…

Ps: By the way, toko buku terkenal lagi ngadain diskon spesial hari buku nasional. So, jangan sampai ketinggalan promonya.*sekedar ngasih tahu aja, nggak maksud promo ya*.Oh ya, aku tahu desain gambarnya tidak sesuai karena kita memperingati Nasional Book Day bukan World Book Day tetapi apa daya gaptek membatasi juga corel yang tiba-tiba up and down, gg bisa di pakai. So, I will try the best later.

HYN

 

Imajinasi 60

the-magic-library
The Magic Library- Joestein Gaarder

Jika kamu bertanya mengapa aku membuat daftar buku ini? Sebenarnya aku tidak berniat melakukannya tetapi sebuah tugas memaksaku menuliskannya dan sekalian juga aku ingin membaginya dengan kalian. So, enjoy…

Ini merupakan daftar buku-buku yang pernah aku baca namun belum semuanya, masih ada ratusan lainnya tetapi karena sedikit malas jadi aku menuliskan ini dulu. Nanti untuk lainnya akan menyusul. mungkin di part 2. Jadi, ditunggu saja…

  1. Mind Power 21st century by John Kehoe

Kesan: Salah satu buku luar biasa yang pernah aku baca dan mengubah begitu banyak hal dalam hidupku. Sayangnya buku ini sudah tidak bisa ditemui di Indonesia lagi dan aku belum berkesempatan untuk memilikinya. Aku membacanya di tahun terakhir SMA-ku di perpustakaan sekolah yang berkesan.

  1. Mimpi Sejuta Dollar by Mery Riana

Kesan: Sebuah buku yang akan membawamu pada makna dari sebuah kerja keras. Juga pengalaman kuliah yang begitu Inspiratif. Buku ini juga cukup berkesan karena aku membacanya di akhir studi SMA-ku bersamaan dengan Mind Power.

  1. Why A student work for C student by Robert Kiyosaki

Kesan: sebuah buku yang akan membawamu dan mengajarkanmu bagaimana ekonomi itu bekerja. Pajak, saham, kepemilikan, dan dunia kuliah dari kaca mata ekonomi. Menarik.

  1. Dunia Sophie by Jostein Gaarder

Kesan: Aku tidak menyukai anak kecil tetapi seorang Joestein Gaarder mampu membawaku pada kesan manis dari seorang anak kecil bernama Sophie. Tetapi walau begitu aku tetap tidak menyukainya dalam dunia nyata. Tetapi buku ini mampu menampilkan bahwa filsafat tidak semenakutkan itu.

  1. The Magic Library by Jostein Gaarder

Kesan: Sekali lagi sang penulis asal Norwegia ini membuatku terpesona akan buku yang ditulisnya. Meskipun seperti biasa, dia mengambil sudut pandang anak kecil yang polos. Terkadang aku berpikir dia benar-benar pecinta anak yang baik. Buku ini sendiri menceritakan tentang seorang bibliografer dan dua anak kecil yang begitu ingin tahu. Dan karena aku pecinta buku maka aku sangat mengapresisi buku ini. Selain itu Joestein juga menunjukkan kepada kita bagaimana indahnya negara Norwegia. Oh Joha (suka dalam bahasa korea).

  1. Merawat Tenun Kebangsaan by Anies Baswedan

Kesan: Si menteri pendidikan yang inovatif, berpengetahuan luas, dan inspiratif.

  1. Menemukan Indonesia by Pandji Pragiwaksono

Kesan: Buku ini akan membuatmu tersadar bahwa Indonesia itu lebih dari yang kita pikirkan. So, cintai Indonesia karena jika bukan kita tidak ada lagi.

  1. Limerence by Yuli Pritania

Kesan: Aku menyukai sesuatu yang bar-bar dan Yuli mampu menampilkan hal itu.

  1. Tuhan Maaf Aku Sedang Sibuk by Ahmad Rifain Rif’an

Kesan: Sebuah buku yang begitu menunjukkan siapa aku. Si cermin yang menyadarkan bahwa Tuhan adalah segalanya.

  1. Total Habibie by A. Makmur Makka

Kesan: Buku yang mampu menampilkan sisi lain dari seorang BJ. Habibie. Yah, membuat terenyuh dan sangat mungkin menunjukkan kesan betapa konyolnya negeri ini.

  1. The Naked Traveller 1 by Trinity

Kesan: I can’t stop laughing

  1. The Naked Traveller 2 by Trinity

Kesan: Buku perjalanan yang begitu menarik dan membuatmu ingin melakukannya juga.

  1. The Naked Traveller 3 by Trinity

Kesan: Bab tak terlupakan adalah tentang joroknya Cina. Kita lebih bermartabat ternyata.

  1. The Naked Traveller 4 by Trinity

Kesan: Bab tak terlupakan, perjalanan ke pabrik-pabrik di Jepang yang begitu terbuka. Sedang kita… takut kecurian resep.

  1. The Naked Traveller Antropology by Trinity Dkk.

Kesan: Cukup menarik. Hanya saja karena ditulis bersama banyak orang jadi tulisan milik Trinity hanya sedikit.

  1. The Naked Traveller Around The World Trip Part 1 by Trinity

Kesan: I want to go to Europe. Disiplin dan tepat waktu “Kita ketemu pukul 16.37 ya?”. Gimana nggak depresi orang indonesia kalau digituin.

  1. The Naked Traveller Around The World Trip Part 2 by trinity

Kesan: Amerika Latin yang penuh warna, pesona, Machu Piccu dan Vaparaiso.

  1. Haram Keliling Dunia by Nur Febriani Wardi

Kesan: Seorang perempuan yang berhaji di usia yang masih muda. Juga perjalanan menariknya selama berkeliling Eropa di tengah bertebarnya tugas kuliahnya di Belanda. Persamaan besar diantara kita adalah sama-sama penggemar berat Trinity.

  1. Ayat ayat cinta 1 by Habiburrahman El Shirazy

Kesan: Menunjukkan bagaimana kisah cinta dalam islam itu. Yang paling aku ingat dengan jelas adalah Alexandria. Si kota pantai yang cantik di dataran Afrika. I want to visit it.

  1. Student Traveller by Anissa Potter

Kesan: Perjalanan seorang penerima beasiswa Erasmus Mundus dan Ecofunoplay-nya yang inovatif. Buku ini membuatku ingin ke Polandia dan menyaksikan langsung jejak kekejaman seorang Adlof Hitler.

  1. The Travelling Student by Maisya dkk

Kesan: Sekali lagi tentang sebuah perjalanan menarik anak-anak dari Universitas Gajah Mada melalui program-program internasional. Btw I want to be docplomat also and live in Swiss. A Million Pieces.

  1. Soliter by Jostein Gaarder

Kesan: Bagaimana jika kartu remi tenyata mengandung banyak filsafat? Butuh pencernaan otak yang tinggi tetapi seru.

  1. Pride and Prejudice by Jane Austin

Kesan: Sebuah cerita berlatar belakang abad pertengahan dan ditampilkan dalam sudut pandang yang memberi kesan abad pertengahan yang kaku.

  1. Tuhan Ahli Matematika Hadi Susanto

Kesan: Aku benci matematika tetapi ternyata matematika begitu menariknya ya. Sayang itu tidak mengubah apapun. Sekedar terpesona saja.

  1. 101 Travel Tips and Stories by Claudia Kaunang

Kesan: Tips travelling ke beberapa negara yang sangat membantu.

  1. Mencari Sila Kelima by Audrey Yu Jia Hui

Kesan: Si Tiongkok yang jatuh cinta dengan Indonesia.

  1. Keliling Dunia Gratis melalui Program Internasional by Ahmad Anhar

Kesan: Buku yang memberikan berbagi informasi seputar program-program internasional.

  1. Genggam Mimpimu, Semesta pasti Mendukungmu by Zamzani Elriza dkk.

Kesan: Cerita perjalanan beberapa orang Indonesia ke beberapa negara di dunia. Ini akan membuka mata kita bahwa dunia itu penuh dengan keragaman.

  1. Happiness Inside by Gobind Vashdev

Kesan: Buku yang mengajarkan betapa sederhananya sebuah kebahagiaan.

  1. Travelling is Possible by Claudia Kaunang

Kesan: Pesan-pesan pendek tentang dunia travelling yang ditampilkan dalam desain grafis yang menarik.

  1. Travel Young by Alanda Kariza

Kesan: Buku ini membuatku merindukan masa kecilku. Kau tahu semakin dewasa kita akan semakin kehilangan rasa penasaran kita sedang saat kecil apapun kita ingin selalu tahu. Hmm… betapa menariknya dunia anak kecil itu.

  1. You are a Leader by Arvan Pradiansyah

Kesan: Bagaimana menjadi leader itu? Semua ada disini.

  1. Self Discovery by Retno Kusuma

Kesan: Buku yang akan membantumu menemukan siapa kamu.

  1. Budjet Pas-Pasan Keliling Korea 60 Hari? Bisa! By Sansan Hasyim

Kesan: Sebagai pecinta Korea ini menajdi buku yang sangat menarik.

  1. Voila La France by Lona Hutapea Tanasale

Kesan: Fakta-fakta menarik tentang Perancis dan bahasa kumur-kumurnya.

  1. How The World Works by Noam Chosmsky

Kesan: The secret of America.

  1. Life By Design by George Beahm

Kesan: aku membenci telepon genggam tetapi kerja keras Steve Jobs di balik Apple setidaknya membuatku ingin suatu saat memiliki salah satunya.

  1. Travel Writer Diaries by Teguh Sudarisman

Kesan: Semua tentang pariwisata menarik di Indonesia ada disini.

  1. This is Africa by J. Erickson Ginting

Kesan: Sejujunya sehabis membaca buku ini aku tidak ingin ke Afrika lagi. Benar-benar benua yang mengerikan. Tetapi mengerikan bukan berarti buruk. Masih banyak hal-hal menarik yang bisa disaksikan di benua hitam ini.

  1. Shattered by Teri Terry

Kesan: Buku ke-3 dari trilogy Slated. Buku ini adalah salah satu buku favorit seorang teman blogger yang memiliki kemampuan menulis yang menakjubkan dan baru-baru ini dia menerbitkan buku pertamanya berjudul The Gentleman Secret. Sebenarnya aku membeli buku ini karena dia dan ingin tahu rahasia tulisan-tulisannya yang luar biasa. Salah satunya adalah dengan membongkar buku-buku yang pernah dibacanya.

  1. The Chocolate Hearts by Laura Florand

Kesan: Karena aku menyukai Pastry maka buku ini adalah pilihan yang sangat menjanjikan.

  1. Infinitely Yours by Orizuka

Kesan: S E O U L. Naega Bogoshipeo! Perjalanan berkeliling Korea Selatan dalam sebuah novel yang begitu menarik.

  1. Awaken The Giant Within by Anthony Robbins

Kesan: Pelajaran tentang bagaimana kehidupan dan cara menjalaninya. Aku mengetahui penulis ini dari buku karya Merry Riana, Mimpi Sejuta Dollar dan dia juga penggemar dari seorang Anthony Robbins.

  1. Innocent in Death by JD ROBB

Kesan: Cerita bar-bar yang membuat senyum nggak jelas. Gaya bahasanya ringan dan fenomenal.

  1. Inspirasi Paman Sam by Budi Waluyo

Kesan: Buku karya mentor bahasa inggrisku. Si bengkulu yang mendunia.

  1. 45 Negara Pemberi Beasiswa by Alifia

Kesan: Info-info seputar beasiswa ada disini.

  1. Gurunya Manusia by Munif Chatib

Kesan: Buku ini mengajarkan bagaimana menajdi guru yang baik itu.

  1. Negeri Van Orange by Wahyudiningrat, Adept Lenggana, Nisa Riyado dan Rizki Pandu Permana

Kesan: Biasanya aku tidak menyukai jika suatu cerita bersetting di negara lain tetapi dibumbui bahasa daerah tetapi novel ini mampu mengubah paradigma.

  1. Catatan Seorang Demonstran by Soe Hok Gie

Kesan: Menarik sebenarnya tetapi sayang sekali beliau begitu jauhnya dari Tuhan.

  1. Kronik Revolusi Indonesia By Pramoedya Ananta Toer

Kesan: Aku penggemar sejarah dan Pramoedya Ananta Toer adalah sosok penulis yang begitu kritis. Kombinasi yang pas bukan?

  1. Belajar Merawat Indonesia, Presiden Negarawan by Hafidz Arfandi, Dinar Ramadhani, Yunia Faizah Arsy dkk.

Kesan: Sekali lagi Indonesia itu menyimpan sejuta pesona. Tentang sebuah nasionalisme. Yang membuat buku ini berkesan sejujurnya bukan tulisannya tetapi aku mendapatknya gratis dari sebuah seminar kebangsaan dan hal itu dibumbui dengan perjumpaanku dengan lagu Indonesia Raya setelah sekian tahun tak pernah menyanyikannya lagi semenjak lulus dari SMA. Momen yang menyimpan sejuta drama.

  1. 101 Creative Notes by Yoris Sebastian

Kesan: Kreatif bukan bawaan dari lahir tetapi bisa diasah.

  1. Mimpi Sejuta Suluh by Merry Riana

Kesan: Buku lajutan setelah mimpi sejuta dollar dengan momentum yang berbeda.

  1. Calla Sun by Yuli Pritania

Kesan: Ini adalah novel Indonesia kedua yang membuatku jatuh cinta setelah Lorong di kotaku milik NH. Dini. Aku cenderung tidak menyukai novel bersetting Indonesia sehingga buku ini menjadi begitu berkesannya.

  1. Sebuah Lorong Di Kotaku by NH Dini

Kesan: Aku membacanya pertama kali saat di SMP dan langsung jatuh hati. Salah satu scene yang paling aku ingat adalah ketika suatu siang ibu NH. Dini sedang menjemur kasur dan datang dua orang tentara entah Belanda atau Jepang aku tidak mengingatnya dengan pasti. Kemudian mereka menjadi begitu antusias dengan adegan memukul-mukul kasur yang biasa dilakukan masyarakat Indonesia zaman dahulu.

  1. Italy, Spring In June by Sandra D.

Kesan: Buku ini sangat bagus tetapi nama tokoh utamanya beserta sifatnya sama persis dengan seseorang yang aku menyukainya walau kuharap tidak lagi untuk sekarang. Ya, itu seperti overdosis kebetulan.

  1. My Travel Notes by Amanda Setiorini

Kesan: Perjalanan menarik seorang redaktur eksekutif di majalah Pesona-Feminagroup. Selain itu beliau juga bekerja sebagai koordinator editor di divisi buku umum Esensi-Penerbit Erlangga.

  1. Prosecutor Got Married by SenSelly

Kesan: Ini merupakan buku pertama dari salah seorang teman bloggerku. Aku mengikutinya sejak jauh sebelum dia menerbitkan buku pertamanya. Buku ini menjadi jauh lebih berkesan karena ini adalah pertama kalinya aku mengunjugi toko buku paling besar di Indonesia, Gramedia Bookstore.

  1. Born in Death by JD. ROBB

Kesan: Ini merupakan seri lain dari buku karya JD. ROBB. Seri pertama dari buku ini dirilis pada tahun 1995 atau satu tahun lebih awal dari kelahiranku.

  1. 2060 Book 1: When The World Become Yours by Yuli Pritania

Kesan: Bagaimana dunia di tahun 2060? Sangat imajinatif dan menakjubkan.

So, What is your favorit book? Share here…

HYN

BUKU DAN INSPIRASI

2ge7Pp8R7Vwl
“Membacalah! Mungkin kamu tak akan mengetahui segalanya tetapi jelas kamu lebih tahu dari pada mereka yang tidak melakukannya”-HYN

Beberapa waktu ini aku tersadar bahwa menjadi inspirator itu tidaklah sulit, cenderung mudah malah. Juga bukan untuk orang yang besar dan bergelimang jabatan saja, karena siapapun bisa menjadi inspirator. Dalam dunia Teknik Kimia… Okay! Baiklah aku benar-benar mengatakannya. Ada banyak sekali alat yang di desain untuk meningkatkan kontak antara dua hal. Artinya bahwa kontak langsung adalah solusi paling efektif untuk dapat mempengaruhi orang lain.

Begitupun aku. Ya, aku cukup sulit dalam banyak hal. Maksudnya aku tidak cukup baik dalam beberapa situasi. Tetapi suatu waktu aku mengunjungi toko buku. Ketika sedang menyusuri rak-rak yang berisi beragam buku dalam berbagai genre, aku menemukan suatu buku menarik milik Jane Austin. Salah satu sosok penulis perempuan yang cukup aku kagumi hingga hari ini. Dalam bukunya aku menemukan suatu quotes menarik, bukan milik Jane Austin sendiri tetapi Mangnifield Park. Dalam buku itu dituliskan bahwa “Aku memang pendiam tetapi aku tidak buta”.

Ya, dan aku masuk dalam linier yang sama. Sosok pendiam yang menyebalkan. Tetapi dari situ aku mengambil banyak pelajaran bahwa dalam diam pun aku berbicara. Jadi, yang harus aku temukan adalah bagaimana aku bisa berbagi, berbicara banyak pada orang lain namun dalam situasi yang bisa aku kendalikan. Ya, dan itu adalah dengan menulis dan menunjukkan sikap. Percayalah bahwa walaupun kamu tidak berbicara langsung dan hanya menunjukkannya dalam sikap juga tindakanmu sehari-hari maka orang lainpun bisa terinspirasi.

Aku ingin bercerita, suatu waktu aku membaca sebuah aksi tentang, baiklah, buku. Ya, tentang suatu aksi membaca yang tidak perlu aku sebutkan merknya. Saat pertama kali melihatnya, hal pertama yang kulakukan adalah mengernyitkan dahi karena itu benar-benar mainstrem yang membosankan. Aku bahkan yakin pernah mendengarnya dari seribu motivator berbeda dan percayalah aku benar-benar bosan hari ini. Hey! Aku beri tahu suatu rahasia bahwa motivator itu hanya memiliki kata-kata manis dalam kamusnya, dan kau benar-benar akan terserang diabetes mematikan jika terus-menerus mendengarnya. Jadi, jangan terlampau menyukai kata-kata manis karena ada jutaan kata tidak manis dalam perjalanan kehidupan kita, dan jelas dia memintamu untuk terbiasa juga. Jika kamu hanya menyukai hal-hal yang manis maka hal Itu akan membawamu pada kondisi yang cukup buruk nantinya. Yang perlu kamu lakukan adalah melakukan yang terbaik dan tidak melewatkan kesempatan apapun. Ingat tidak ada hal yang benar-benar mudah. Selalu ada proses dibaliknya. Maka dari itu lalui prosesnya dan percayalah hanya dengan Tuhan.

Jadi, seperti itulah kemudian aku mengambil sudut pandang. Bagiku menunjukkannya dengan tindakan akan jauh lebih menghentak daripada sekedar berbicara. Karena dengan begitu orang akan jauh lebih iri daripada seharusnya dan dia kemudian terotivasi untuk menjadi sepertimu. Misal tentang membaca. Dahulu teman-temanku tidak ada satupun yang melakukannya. Hal paling sering yang mereka katakan padaku adalah “rajinnya”…. Yang lebih ekstrim ada yang mengatakan padaku ketika kami nonton di bioskop “Eh, kamu nggak baca juga dibioskop”. Please I was here to watch the movie okay! Don’t be ‘pabo’ person. Tetapi kamu tahu, hari ini banyak diantara mereka yang mulai mencoba untuk membaca, merencoki koleksi bukuku, dan sebagainya. Artinya, aku membuat mereka sadar bahwa mereka tidak tahu apapun. Bukan berarti aku tahu segalanya. Hanya saja jelas aku memiliki langkah yang jauh lebih panjang dari pada mereka dan mereka mulai menyadari itu. Maka…

“Membacalah. Mungkin kamu tak akan mengetahui segalanya tetapi jelas kamu lebih tahu dari pada mereka yang tidak melakukannya”-HYN

So, masih mau bodoh ditengah perang intelektual? Enggak donk. Maka mulailah untuk membaca dan buat dirimu layak untuk bersaing. That’s all and see you…

Ps: Next post aku akan mengajak kalian jalan-jalan ke Jerman. So, see you in the next topic.
Bye-Bye…

HYN

Leiden: Si Kota Pelajar yang Manis

6691139159_17e7f87db6_b
Kanal-kanal di Leiden

Hari ini aku baru saja menyelesaikan salah satu bab dalam buku berjudul “Menemukan Indonesia: Amsterdam dan Leiden”. Entahlah, seakan ada yang hilang saja dari negeri ini. Tetapi sepertinya memang banyak yang hilang, hanya saja kita sadar tanpa mampu berbuat. Ini negara kita dan kita hampir kehilangan kendali. Terkadang aku tak percaya, dan memang siapa juga yang mau percaya pada negara yang manusianya jelas tak bisa dipercaya lagi. Hal paling menarik ya panggung komedi. Dan dalam keseharian, kita akan terus menertawakan bagaimana lucunya negeri ini tanpa perlu ketakutan untuk kehabisan topik. Sepertinya negeri ini berniat untuk memperpanjang usia warga negaranya. Apa pemerintah baru saja lupa kalau negara ini mengalami permasalahan kependudukan yang pelik. Benar-benar…

Dalam buku Mencari Indonesia: Amsterdam dan Leiden diceritakan bagaimana Belanda dan kedekatannya dengan Indonesia. Sister city mungkin. Kemudian beberapa saat setelah membaca tulisan tersebut aku teringat akan sesuatu hal. Jawaban mungkin… Ya, berkat tulisan kecil ini aku tersadar bahwa aku telah menyukai travelling sejak masih di bangku sekolah sadar. Aku tidak mengingat dengan pasti judul majalah yang sempat aku baca hari itu, Andaka atau apapun aku tak mengingatnya. Tetapi satu hal yang pasti aku ingat adalah bahwa di halaman terakhir majalah tersebut ada sebuah rubik jalan-jalan dan kebetulan saat itu sang reporter melakukan perjalanannya ke negeri Belanda. Judul artikelnya sendiri kalau tidak salah “Negeri 1001 Sepeda”. Dalam artikel itu diceritakan tentang bagaimana indahnya negeri yang sempat menjajah Indonesia tersebut. Kau tahu, ternyata aku begitu dekatnya. Aku seperti telah mengunjungi negara itu. Mengingat momen-momen manis dan indahnya sudut kota. Aku bahkan bisa merasakannya dengan jelas. Ah jinjja Bogoshipeo…

By the way, apa sih yang menarik dari Belanda?

Jika kamu ingin jawaban singkat maka jangan bertanya padaku karena jelas ada terlalu banyak hal yang membuatku terpesona dengan negara ini, especially Leiden. Kenapa Leiden? Karena aku adalah penggemar sejarah dan kebanyakan orang menyebutnya sejarah yang membosankan, maka dari itu kukatakan bahwa aku si membosankan yang menyebalkan. Kau tahu, Leiden merupakan kota pelajar dan aku mencintai pendidikan dan tentu kami adalah pasangan yang cocok. Kemudian Leiden memiliki sejarah yang begitu menarik dan begitu dekatnya dengan Indonesia. Maka dari itu aku sangat terpesona dengan kota kecil ini. Kalian ingin mendengar sejarahnya. Check this out…

Dahulu Belanda sempat dijajah oleh Spanyol. Nah, dalam perlawanannya Leiden turut serta mengusir penjajah dan bergabung dengan pemerintah Belanda. Berkat sikap patriotismenya tersebut Willem Van Orange atau juga dikenal sebagai William I of Orange menawarkan pilihan kepada publik Leiden hadiah seperti apa yang mereka inginkan atas jasa tersebut, pembebasan pajak atau dibangunnya sebuah kampus. Dan kemudian publik Leiden memilih untuk dibangunkan sebuah kampus yang kemudian menjadi kampus pertama di Belanda yang masih berdiri kokoh hingga sekarang yakni Leiden University.

Lalu apa yang begitu menarik dari kampus ini tak lain dan tak bukan adalah sebuah fakta yang menyebutkan bahwa orang Indonesia pertama yang meraih gelar Doktor berkuliah di kampus ini yaitu Hussein Jayadiningrat. Beliau juga merupakan orang Indonesia pertama yang berkuliah di Belanda dan merupakan pendiri dari Java Institute serta menerbitkan majalah bulanan Djawa yang lengendaris. Baru-baru ini, diresmikan patung Hussein Jayadiningrat di Kampus Lama Leiden University yang dijadikan area pameran. Wow!

Fakta menarik lainnya adalah bahwa perpustakaan milik Leiden University menyimpan sejarah Indonesia yang bahkan jauh lebih lengkap dibandingkan dengan yang ada di Indonesia sendiri. Jurnal-jurnal itu berasal dari tulisan para penjajah saat masih menjajah Indonesia dahulu. Bahkan saking lengkapnya di salah satu pojokan di area depan kampus Leiden Univesity dipajang berbagai koleksi tentang Indonesia mulai dari buku-buku yang ditulis zaman dahulu hingga album milik Rhoma Irama. Duh, Bang Haji Rhoma terkenal juga ternyata…

So, menarik bukan? Tetapi aku yakin hanya sedikit yang tahu tentang hal ini. Sudah menjadi rahasia umum bahwa publik Indonesia jauh lebih penasaran sekarang Ayu Ting-Ting pacaran sama siapa setelah putus dari Shaheer daripada Indonesia dulu gimana. Kau tahu, negara ini sudah cukup buruk dalam banyak hal maka setidaknya jadilah Warga Negara yang berpengetahuan dan layak dihargai dunia Internasional. Buka matamu, pikiranmu dan jadilah berbeda dari yang lain. Buat mereka menghargai negara ini dan berhenti bersikap bodoh.

That all and see you. Oh yeah, I’m so sorry about this curse word but I just feel too annoying. So, I’m really sorry and Enjoy your time…

HYN

 

The answer!

cropped-b94369c9-0460-4ab3-9695-5970b95e7236.jpg
Books give the answer-HYN

Kamu tahu ada suatu waktu ketika segalanya menjadi demikian sulit. Juga paket kesalahan cukup fatal karena pilihanmu. Kemudian kamu akan berpikir bahwa “Aku berada di kondisi yang salah, seharusnya aku mendengarkan atau lainnya”. Dan kemudian perjalanan itu seperti sebuah penyesalan. Sekuat apapun kita nyatanya itu tidak mudah bukan? Kukira kalian memikirkan hal yang sama. Tetapi kamu tahu bahwa ada saat juga dimana kamu perlu untuk melakukan kesalahan terbesar untuk kemudian mengetahui tentang yang paling benar. Tahukah kamu bahwa pelajaran paling baik adalah ketika kamu berkontak langsung dengan hal itu. Oke itu terdengar benar-benar menyebalkan. Tetapi nyatanya The Most Beautiful Moments in Life create by bad experince in the past. Kukira aku tidak paham saat itu. Aku hanya terpikir tentang bagaimana cara tercepat untuk menyelesaikannya karena aku benar-benar muak. Yah mungkin itu benar dan mungkin juga aku melakukannya.

Namun, 3 hours ago I found the answer that why it’s happened from Story about Jessica Cox seorang pilot perempuan dari Tucson, Arizona. Jadi, apa yang membuat jessica begitu spesial? Apakah karena dia seorang pilot perempuan. Lebih dari itu. Karena dibalik gemerlap pretasi yang diraihnya dia adalah seorang penyandang disabilitas. Jessica terlahir dengan tanpa dua tangan. Apa kamu berpikir itu mungkin mengemudikan pesawat tanpa tangan. Mungkin kita tidak akan mempercayainya, tetapi percayalah, Tuhan bisa melakukan segalanya. Ketika dia memikirkan tentang hidupnya dia mengatakan bahwa “Jika aku tidak terlahir dalam situasi ini, mungkin aku tidak akan sekuat ini”. Begitupun kamu jika kemudian kamu ada dalam posisi yang rasanya membuatmu hampir menyerah maka katakan pada dirimu bahwa jika ini datang padaku maka jelas tuhan percaya aku bisa menyelesaikannya. Jangan situasi itu membuatmu menjadi semakin jatuh. Buat itu menjadi sisi terkuat dirimu. Lakukan yang terbaik. Jika seorang Jessica dengan kekurangan demikian bisa melakukannya kenapa tidak denganmu? You can do also.

The last ada suatu quotes menarik dari Jessica yaitu “Aku mencoret tiga perbendaharaan kataku. Aku Tidak Bisa. Sebab, begitu kau mengucapkannya, kau sudah gagal”. So, if you have a bad condition. Never give up. Think that you can do that well. Also, close with your god.

Maybe up here first. I hope you can learn a lot and Thanks to visit. Saranghae…

HYN

Identity Crisis

ChD0PGzWIAACcNh
Yesung Oppa-Inkigayo

Identity crisis… Do you think this article talk about Indonesian condition? If I’m not talk about it, I thought everyone know that well right? And also this article isn’t talk about it. It is about something that make me laugh this day because I can believe it well.

Yesterday I read news that said if Super Junior Yesung legaly change his real name from Kim Jong Woon to Kim Jong Hoon. You know, how surprised I am. Then I know if his mom that do it. Oh may god, Eomonni waeyo? Naega shireoyo jinjja. It is little uncomfortable okay. And how about his fanbase name or maybe his contract in SME eoh? Don’t you think it’s going not easy later because everything need to change also.

But Yemom said that’s why she change her son name. It is because woon in Chinese means ‘Cloud’ and the cloud is not always better like sometimes it’s bright and sometimes it’s going cloudy. So, she doesn’t like it and need to change it. When I hear it, I think like “what does this relate to Yesung oppa solo comeback is not as expected “. If this is the case, Eomonni Mianhae. Jinjja Mianhae. We are work hard for it but the other fandom also work more hard. So, we are really sorry. We will try the best in the future and Don’t be sad.

Yemom also said if she change it for about three months ago. Oh yeah, “Hoon” in Chinese means Warm and she want her son to be warm person later.

Today Yesung oppa released his first solo album called Here I Am and I thought his secound album will be have tittle like Who I Am. Kkkkkkk…So, oppa you need to found about yourself later..

It’s okay if it can make Yemom happiness. I will try to respect with it also. By the way, “Kim Jong Hoon oppa Annyeong! Bangapta”

The last, Oppa thank for your Album Here I Am. I love it and It is really good to hear now in spring. Oppa mianhae because we can’t brought to champion. We will work more hard later and Enjoy your day. Oppa Sarangahe…

Elf, What do you think about his new name? Share here okay.. Bye Bye.

HYN