Cerita di Musim Semi

Musim semi… sebuah musim yang hanya mampu untuk kudengar dari tahun ke tahun dan tak akan pernah mungkin kutemukan di negara tropisku. Aku tidak yakin bagaimana itu. Mereka mengatakan bagaimana indahnya detik itu ketika bunga sakura mulai bermekaran menghiasi indahnya sudut kota. Kelopaknya yang berjatuhan menambah kesan manis dan romantis yang berlebihan. Yah terlalu berlebihan, kupikir demikian. Aku tidak tahu kapan aku akan merasakan sentuhan musim itu tetapi hari ini sesuatu hal membuatku tersentuh terlampau banyak. Membawaku merasakan manisnya musim semi dalam ruang hampa imajinasi. Yah, sebuah cerita manis di musim semi.

“How He Meets Her: That Student”

Sebuah ruang kuliah berbentuk teater dengan kursi yang disusun bertingkat, desas desus gosip segerombol siswa, seorang dosen muda kelewat tampan dan seorang gadis berkepala botak. Sungguh imajinasi yang manis tetapi juga mengejutkan.

Ruang kelas yang tadinya gaduh mendadak hening ketika seorang dosen tampan, si penerima gelar doktor di usianya yang belum genap 30 tahun berjalan memasuki kelas, menghipnotis habis seluruh mahasiswa. Paket yang disayangkan adalah sosoknya sebagai dosen Mata Kuliah Linier Algebra yang membosankan. Kau tahu aku menyerah dengan ini. Setidaknya itu yang kupikirkan ketika pertama kali membacanya. Sosoknya yang dingin tak mengurangi sedikitpun minat mahasiswi yang memutuskan untuk mengidolakannya. Namun belum juga menyelesaikan kalimat pembukannya terdengarlah suara gaduh dari arah pintu. Terlihat sosok perempuan dengan rambut yang dicukur habis tengah berusaha mengatur nafasnya yang terengah. Kau bisa menebaknya, terlambat dan paket tatapan sinis yang menjanjikan…

***

… “Namaku Cho Kyu Hyun,”…

***

… “Pertama!… Aku tidak suka dengan mahasiswa yang datang terlambat!” Kali ini pandangannya terarah tajam pada gadis yang hanya bisa berdiri kaku di posisinya…

***

…“Apa kelasku semembosankan itu sampai kau tertidur?” ucap Kyu Hyun telak…

***

…“Keberatan menjelaskannya padaku? Kalau kau sampai rela mengabaikan kelasku, jelas sekali kau merasa burung ini jauh lebih penting daripada mata kuliahku.”…

***

…“Baiklah. Nanti tolong sampaikan pada Yu Chae aku sedang melukiskan dinding kamarnya jadi dia harus sembuh secepatnya.”…

***

…“shit. Bagaimana mungkin aku lupa jadwalku sendiri!”…

***

…“Aku tidak semesum kalian!” protes Ye Eun…

***

…“Yak, Ahn Ye Eun!!… Ikut aku.”…

***

…“Yu Chae….. Dia sedang kritis!”…

***

…“Dia menyukaimu eonni”…

***

…seulas senyum muncul di wajah dingin pria itu, Ye Eun bisa merasakan dengan jelas jantungnya yang berdetak begitu cepat.

*END*

Hahaha… Are you curious? Oke ini hanya sebuah cerita pendek yang kukatakan aku membencinya tapi juga menyukainya. Kukira sebuah Highlight Medley membuatku menjadi melodrama hari ini. Juga paket musim semi yang manis. Kemudian apa yang membuatku tersentuh dengan cerita yang mungkin orang akan berpikir itu hanya sebuah opera sabun saja. Tidak, Post Script dari penulisnya lah yang membuat terenyuh.Greatly inspired by and dedicated to: some amazingly strong kids who have struggled against cancer. My you rest in peace kids”

Artinya dia terinspirasi untuk menulis lantaran melihat anak-anak penderita kanker yang berjuang untuk hidupnya yang bahkan entah kapan giliranmu untuk pergi. Aku mengerti perasaan semacam itu. Dan aku merasa begitu buruknya. Aku belum melakukan yang terbaik di kondisiku yang serba baik sekarang sedang mereka dengan kondisi diambang batas kematian terus berjuang tanpa lelah di tengah imajinasi kehidupan. Aku belajar banyak dari kalian. Jadi teruslah berjuang karena tuhan memiliki rencananya sendiri. Selamat menikmati indahnya musim semi. Love…

Ps: Tulisan ini terinspirasi dari sebuah cerita Oneshoot di blog Haebaragi. Untuk cerita lengkapnya dapat dibaca di https://haebaragime.wordpress.com/2016/04/09/how-i-met-her-that-student/. Tulisan miring berarti potongan dari cerita.

HYN

Advertisements

4 thoughts on “Cerita di Musim Semi

  1. woooow… I am surprised you put my fic here… kekekekeke….
    thanks..

    anyway, this fic is mostly inspired by great children I visited these last few months in a hospital… I met them this week, then I lost them the very next week….

    Like

    1. Oh. Sorry to hear that. But now I know why did the story that you write could be so touching. It is because you are experinced by yourself.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s