Edisi Special ‘Bayar Hutang’

Hallo. Kupikir aku baru saja melewati waktu selama puluhan tahun. Yah, aku benar-benar penghutang yang baik ternyata. Aku tidak tahu apa ada di antara pembaca disini yang mengikuti akun media sosialku. Akan tetapi…, Jadi aku pernah menulis di akun Facebookku bahwa aku ingin menjelaskan tentang sesuatu hal dan aku berjanji akan menyelesaikannya disini. Jika kemudian kalian pernah membacanya maka kalian akan tahu apa itu, tetapi kalaupun tidak kukira ini akan tetap menarik. Are you curious? Read it!

Jadi beberapa waktu lalu aku membaca suatu E-Book tentang tips-tips Bahasa Inggris dari Professor yang membantuku belajar Bahasa Inggris hingga sekarang. Dalam salah satu bab beliau menuliskan sebuah monolog. Monolog ini kemudian membuat seseorang tergelitik dan memutuskan untuk me-reviewnya dan berikut percakapannya lengkapnya.

Narrator: Do you come from London?
Student: No, I don’t come from London.
Narrator: Good!
Narrator: I don’t come from London.

Kalian memikirkan sesuatu? Atau… menyadari sesuatu? Tidak? Jika kemudian kalian menjawab tidak maka kita tentu sama-sama bukan ahlinya. Jadi, kalian penasaran tentang apakah itu? Okay! Aku akan menjelaskannya. Kau tahu sesungguhnya percakapan singkat diatas berarti akan banyak hal tetapi tidak semua orang dapat menyadarinya begitupun aku saat pertama kali membacanya. Saat itupun aku bingung apa, apa yang sebenarnya yang ada dibalik sebuah percakapan singkat yang bahkan dapat dibaca dan di mengerti dengan mudah oleh anak SD sekalipun. Tetapi akan berbeda cerita jika yang membaca adalah seorang dosen S2 Method of Teaching. Seseorang yang hidup dan berkecimpung di dunia metode mengajar dan telah mereview sekian banyak silabus pembelajaran milik banyak lembaga pengajaran. Dalam blognya beliau menuliskan bahwa suatu waktu beliau sangat penasaran dengan sepak terjang berbagai kursus bahasa inggris online yang sedang marak-maraknya dan setelah melakukan penelitian disana-sini ternyata hasilnya benar-benar mengenaskan sekaligus menggelikan. Kenapa? Karena dari penelitian yang dilakukan beliau secara acak ini menunjukkan bahwa hampir semua lembaga bahasa inggris online tidak memiliki silabus pembelajaran. Entah kenapa bisa demikian tetapi mungkin hal itu dikarenakan mereka berpikir bahwa mengajar bahasa inggris itu mudah padahal yang namanya silabus itu adalah kunci dari kesuksesan suatu pengajaran. Lucunya lagi banyak lembaga yang kemudian mengedepankan embel-embel mentereng Native Speaker yang bisa aja hanya seorang supir taksi di negara asalnya. Bukan meremehkan, hanya saja yang namanya mengajar itu perlu passion yang tinggi. Ini tentang jiwa dan tidak sembarang orang bisa melakukannya. Kalaupun ada, presentasenya adalah 1:1000.

Setelah berselancar sekian lama akhirnya beliau menemukan suatu lembaga yang menarik perhatian beliau karena promonya yang ampun deh lebay banget. Nggak beda jauh lah sama cowok-cowok tukang gombal di pinggir jalan. Beginilah kira-kira brosur promosinya

Saya Tantang Anda, dalam 4x Belajar DIJAMIN MAMPU diskusikan gambar ..belajar dari NOL, langsung praktek conversation tanpa basa-basi, tanpa Grammar2an …dengan sistim Full Conversation, dalam waktu 2 Minggu saya siap buktikan bahwa ANDA BERBAKAT !! ..Ikut tantangan GRATIS nya, silahkan download ebook dan Audio MP3 gratis tanpa syarat – tanpa daftar2an – tanpa resiko. Materi yang Anda pelajari dijamin 100% belum pernah Anda dapati dilembaga manapun, walaupun Anda sudah berpetualang ke 1000 kursus bahasa Inggris sekalipun – DIJAMIN !!’

Weleh2…apalagi ini? saya tersenyum lebar membaca iklan dari sebuah kursus online tersebut, begitulah komentar beliau sesaat setelah membaca iklan dari salah satu lembaga kursus bahasa inggris online yang ditemukannya. Akhirnya karena rasa penasaran yang udah memuncak atau lebih tepatnya geli kali ya sama brosur promonya, beliau mendatangi situs lembaga kursus tersebut dan memulai aksi acak-acaknya. Hingga kemudian beliau menemukan sebuah monolog yang aku tuliskan diatas. Langsung deh sinyal dosen S2 Method of Teachingnya keluar. Serius ini jelas berbeda dari kebanyakan lembaga kursus, begitulah cerita beliau. Dengan kasat mata saja jika kita adalah seorang ahli Method of Teaching bakal langsung ketahuan bahwa pembelajaran bahasa inggris dengan metode ini jelas tidak main-main dan pastilah memiliki silabi. Dan benar saja tebakan beliau, yang lebih mencengangkan silabusnya pun sangat excellent. Bagaimana tidak, dari beberapa kursus offline yang memiliki syllabus baru kali ini saya melihat rancangan syllabus (syllabus design) yang integrated, tersusun secara sistimatis dari teknik pengajaran (technique of teaching), pendekatan pengajaran (approach), metode pengajaran (method of teaching), sampai kepada teori belajar yang mendasarinya semuanya integrated, begitu komentar yang beliau tuliskan dalam re-viewnya di blog yang beliau kelola. Berikut adalah re-view lengkap yang aku dapatkan dari E-Book tips-tips bahasa inggris milik professor yang mengajar bahasa inggrisku. Oh ya, aku tidak meng-copynya. Aku menuliskan ulang apa yang beliau tuliskan dalam re-viewnya tersebut.

Dengan memahami Method of Teaching, monolog diatas menunjukkan adanya warna teori psikologi aliran behavioursme, yaitu Stimulus – Response – Reward – Reinforcement. Artinya bahwa langkah dalam memberikan suatu pengajaran begitu scientific – guna pembentukan tingkah laku ataupun skill adalah guru bertanya (stimulus), lalu siswa menjawab (response), lalu guru memberikan pujian (reward), dan terakhir guru menguatkan kembali jawaban tersebut (reinforcement). Ini tentunya sangat luar biasa karena bahkan sampai kegiatan terkecil pun (tanya-jawab) kursus ini menerapkan langkah-langkah yang sangat scientific berlandaskan ilmu pengajaran bahasa inggris yang ada. Tentu kita tidak menyadarinya karena ini bukan bidang spesialisai kita. Intinya dalam suatu kegiatan pengajaran silabi adalah sesuatu hal yang penting karena itu merupakan panduan akan kemana pengajaran ini dibawa. Pesannya mungkin, aduh mulai sok bijak nie. Pokoknya bagi kalian yang ingin mencari les bahasa inggris harus benar-benar dipertimbangkan dengan baik. Jangan sampai nanti kalian salah jalan dan malah tidak mendapat apapun alias rugi pikiran, tenaga, maupun uang. Satu yang harus kalian ingat bahwa sebaik apapun sebuah kursus jika kalian malas-malasan dan tidak mau bekerja keras maka tidak akan ada yang berubah. Tanamkan dalam hati kalian bahwa There is no free lunch. Semuanya perlu proses jadi tetaplah berusaha dan ayo menjadi luar biasa. Let’s breaks the limits!

All clear and see you again. Aku harap ini membantu kalian. Loveee…

Ps: Serius deh itu judul ngerusak nama baik aku banget tapi mau gimana lagi, bingung juga mau ngasih judul apa. Terlalu banyak imajinasi soalnya jadi bingung mau pilih judul yang mana *gaya sok imajinatif, Readers: Tabok penulis*. Udah deh pokoknya Enjoy aja… Bye-Bye.

HYN

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s