A + B → C

great_flight-wallpaper-1024x576
There is NO Free Lunch

Jika ada yang bertanya apa yang paling sulit bagiku, aku akan menjawabnya seperti ketika aku harus melakukan sesuatu hal yang sama sebanyak dua kali. Jujur pada awalnya aku hampir menyerah and I think like “Ah, this is not my way”. Tapi kemudian aku memikirkannya lagi “Benarkah ini bukan jalanku?” Aku menjadi semakin tidak yakin dalam banyak hal. Bahkan, ketika itu aku merasa seperti menginjak planet lain yang begitu jauhnya. Semua memandangku dengan kasihan. Yah, kukira begitu. Hey! Jangan salah aku cukup cermat dalam menilai ekspresi seseorang dan perlakuan orang lain terhadapku. Seakan-akan mereka ingin menyampaikan bahwa inilah akhir hidupmu. Hal tersebut di perparah juga oleh partner di Tugas Akhirku nanti yang mereka anggap ‘enggak banget’. Dan di hari-hari berikutnya banyak diantara mereka berlomba-lomba menunjukkan padaku bahwa partner merekalah yang terbaik. Memboking nama perusahaan untuk Kerja Praktik dengan sombongnya. Hey! Jika kalian ingin pamer di hadapanku setidaknya lakukan dengan menarik. Benar-benar amatiran yang antusias. Jika saja mengatakannya tidak akan menyakiti hati seseorang, aku benar-benar akan mengatainya “Lakukanlah dengan lebih artistik. Kalian benar-benar tidak tahu apa-apa tentang seni peran” di hadapan mereka. Tapi sayang sekali, waktuku terlampau indah untuk dibuang sia-sia menanggapi si amatiran ini. Hingga kemudian di suatu hari yang cerah aku membuka akun SNS ku dan tanpa sengaja masuk ke sebuah akun tentang Bahasa Inggris dan bertemulah aku dengan seseorang yang pada akhirnya membantuku untuk memantapkan keputusanku. Jika kalian penasaran, simpan itu karena aku tidak akan memberitahukannya padamu.

Waktu berlalu dan aku mulai menyadari banyak hal yang ingin Allah sampaikan padaku. Pertama, tentang ‘kelas baruku’, ini mungkin terdengar buruk awalnya. Tetapi, tanpa diduga disanalah aku berjumpa dengan seorang Profesor yang luar biasa karena dosen yang seharusnya mengajar kelasku sedang sibuk mempersiapkan penelitian Thesis-nya di Sweden. Dari beliau jugalah aku belajar banyak hal. Dan yang lebih beruntungnya lagi akulah orang pertama yang mendapat dosen yang sudah bergelar Professor diantara teman-teman satu kelasku yang lama. Awalnya aku pikir kenapa aku harus bertemu dengan dosen yang membuatku harus mengulang kuliahku, sebut saja Mr. A. Kenapa aku tidak langsung saja bertemu dengan Prof. B itu. Tapi, kemudian aku teringat perkataan Doktor Habibie bahwa dalam setiap hal There is NO Free Lunch. Coba saja jika aku langsung bertemu Prof. B itu, mungkin aku tak akan mendapat banyak hal dan mengubah banyak hal dalam hidupku, walau beliau adalah satu orang yang sama. Disinilah center poinnya. Justru Mr. A inilah yang harus aku temui pertama kali yang kemudian aku syukuri juga keberadaannya. Jika aku tidak harus mengulang maka aku tidak akan mau untuk bersusah payah karena aku memiliki teman seperjuangan yang sama bersamaku. Aku merasa terlalu nyaman hingga aku lupa bahwa sekali lagi There is No Free Lunch. Bahwa segala hal harus dibayar mahal. Selain mengubah mindset-ku dalam memperjuangkan hal yang tidak aku kuasai seperti perhitungan aku juga menemukan banyak hal. Ini menjadi salah satu langkahku untuk semakin dekat dengan adik-adik tingkatku dengan berbicara banyak hal dengan mereka. Dan ini menjadi media kesekian untuk berbagi pemikiranku dengan mereka dengan menjawab hal-hal yang mereka tanyakan padaku. Ajaibnya lagi aku bisa menguasai materi yang bahkan sebelumnya tidak aku mengerti sama sekali. Di lain hari, Prof. B ini tidak bisa mengajar karena kesibukan beliau. Dan lagi beliau hanyalah dosen pengganti. Akhirnya munculah dosen yang ketika pertama kali berjumpa aku memiliki feeling yang sangat baik. Walau sebenarnya aku lebih bertanya-tanya tentang siapakah beliau ini. Serius aku tak mengenal beliau sama sekali. Hingga ketika beliau memperkenalkan diri aku mengenalinya sebagai dosen yang memang seharusnya mengajar di kelas ini. Dosen yang sama-sama berjuang untuk menyelesaikan pendidikannya seperti kami dengan melakukan penelitian di Sweden. Sungguh aku ingin mengatakan “I am Falling in love with him on the first sight”. Ketika aku bercerita dengan temanku dia mengatakan “Kamu menyukainya bukan karena beliau mengajar dengan mudah, tetapi karena beliau akan pergi ke Sweden dan kamu menyukai negara itu. Coba saja buat konspirasi dengan menyelundup ke Sweden dengan masuk ke dalam koper beliau”. Kamu tahu apa reaksiku? Tawaku meledak tanpa bisa kutahan lagi. Tetapi mungkin memang benar begitu. Aku benar-benar terpesona dengan segala hal yang ada di negara yang ber-ibukota di Stockholm ini. Terlepas dari itu semua pada akhirnya aku mendapatkan hasil ‘C’ yang baik melalui reaksi ini. Bahkan dalam Ilmu Kimia, reaksi saja terjadi melalui proses. Jadi, bagaimana bisa kemudian aku berharap mendapat produk ‘C’ tanpa terlebih dahulu mereaksikan antara reaktan ‘A’ dan ‘B’. Benar-benar opera sabun yang membosankan.

Kedua, mengenai partnerku. Pertama, aku hanya harus berpikir baik dahulu. Sejak dahulu pun bagiku semua temanku tidak ada yang bodoh atau apapun itu. Karena menurutku tidak ada orang yang bodoh. Hanya saja mereka memiliki kelebihan dalam hal lain diluar akademik. Dan lagi akademik bukanlah ukuran dari segalanya. Jadi, yang aku tahu adalah bahwa aku harus bisa memaksimalkan dia sebagai partnerku walau siapapun dia dan mencoba yang terbaik. Oleh karena itu, walau menghadapi kondisi apapun, berpikirlah positif terlebih dahulu karena itu menjadi awal dari segala hal yang baik. Dan belajarlah juga melalui reaksi kimia bahwa untuk mendapat produk ‘C’ kalian harus terlebih dahulu meraksikan reaktan ‘A’ & ‘B’ dan itu memerlukan suatu proses karena A + B → C (read: A plus B for C). All clear and always remember if “There is NO Free Lunch”. Good Bye… Kiss.

Oh, yeah I have a good counsel from someone that called Rap Monster from BTS. I know this from my Facebook friend status Wahyu Nisaul Mufidah Mualif. Thank you for tag me.

“Something can be beautiful because there’s something horrible. So, there are tough times. Life can be tough or it can be good. If you can accept that those hard times are part of beautiful moments in life, I think you can truly understand our Hwa Yang Yeon Hwa.” – Rap Monster of BTS.

HYN

Advertisements

2 Comments Add yours

  1. I like this part.. “Karena menurutku tidak ada orang yang bodoh. Hanya saja mereka memiliki kelebihan dalam hal lain diluar akademik. Dan lagi akademik bukanlah ukuran dari segalanya.” nice Yong~ keep writing,, yahaa yahaa~

    Like

    1. HYN says:

      Arraseo Eonni.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s