£420: Beautiful Lies

Fantasi & sastra…

Sesuatu yang hanya dengan sekali dengar saja dan semua orang akan memahaminya dengan cara yang beragam. Sesuatu hal yang akan mengikat hatimu, membuatmu terpesona, dan bahagia entah karena alasan apa. Aku benar, bukan? Terkadang bahkan kita akan terus memikirkannya hingga berhari-hari atau berminggu-minggu setelahnya. Itu masih belum apa-apa, terkadang beberapa orang akan terus tersenyum dimanapun karena sekelebat ingatan hingga orang-orang mungkin akan berpikir dia benar-benar gila. Tentu itu terjadi bukan tanpa alasan. Namun, pernahkah kalian berpikir atau bertanya-tanya tentang bagaimana sastra itu, atau bagaimana seseorang dengan liarnya dapat memikirkan jutaan imajinasi yang bahkan terlampau manis untuk ada di kehidupan sesungguhnya. Pernahkah? Mungkin ada beberapa diantara kita yang sempat terpikir, namun ada juga yang sekedar membacanya saja tanpa ingin berpusing-pusing ria. Jika kalian bertanya apa aku memikirkannya juga? Ehm… tentu saja dan terkadang aku merasa begitu konyolnya. Kamu ingin tahu apa alasannya? Tentu aku akan membaginya denganmu.

Kalian tentu tahu bahwa sebuah novel, walau semenarik apapun dan seindah apapun rangkaian katanya nyatanya tetaplah sebuah kebohongan. Aku benar bukan? Ya, mungkin ada banyak hal nyata yang ada di dalamnya seperti setting penggambaran tempat atau tokohnya. Namun, yang banyak orang lupakan adalah bahwa novel hanyalah imajinasi, sesuatu yang dikaryakan oleh manusia. Karena walau bagaimanapun sesuatu yang tertulis terlalu indah untuk ada. Lalu kemudian jika novel adalah fantasi yang sama dengan kebohongan, bagaimana dengan si penulis? Mestilah bahwa penulis adalah pembohong yang paling antusias. Yang aku maksudkan adalah mereka hidup dari dunia yang yang digelutinya dan orang-orang dengan suka rela akan menghabiskan puluhan hingga ratusan Euro untuk membeli hasil kebohongan itu. Terdengar lucu memang, tetapi aku pikir itu sesuatu yang cukup wajar karena dalam kehidupan nyata beberapa orang memang senang untuk berbohong, sedang lainnya senang untuk dibohongi. Kemudian jika fantasi dan penulis adalah pembohong maka perpustakaan adalah ‘laboratorium kebohongan’. Kukira ini benar-benar lucu. Akan tetapi percayalah bahwa fakta diatas lah yang membuat sebuah karya sastra menjadi begitu menariknya. Oleh karena itu, ingin menjadi apakah kalian? Jika ingin terus dibohongi maka jadilah pembaca. Namun, jika kamu ingin tahu bagaimana menariknya berbohong lewat karya sastra maka menulislah. Aku tidak mengajak kepada hal yang salah. Ini sama sekali tidak salah. Namun jika kita mengambil sudut pandang seperti yang aku pilih maka ya begitulah sesungguhnya dunia sastra bermain. Terlepas dari itu semua, sastra adalah sarana penghibur yang memabukkan setelah seharian letih dengan fakta kehidupan yang kita hadapi. Berarti sastra berperan cukup banyak bukan. Yeah, Beautiful Lies. Becarefull because if you didn’t know yet, that is a danger than handsome man. All clear. Hope you enjoy and bye…

HYN

Ps: Hans Christian Andersen adalah seorang penulis asal Denmark yang terkenal dengan fairy talesnya yang berjudul “The Little Mermaid”. Bahkan saking terkenalnya di sebuah sungai di Norwegia dibagunlah sebuah patung Mermaid yang sangat tersohor di dunia.If you want to see it. Just visit it.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s