One Fine Day – Indonesian Archipelago Script 1: Dendam Ratu Boko

IMG_20160105_092617
Prambanan Temple

Yogjakarta, kota yang sempat menjadi ibukota dari negara Indonesia pada masa penjajahan ini memang menyimpan sejuta keindahan budaya maupun alamnya. Tak heran ratusan ribu turis baik domestik maupun mancanegara tak segan untuk datang berkunjung ke kota yang terkenal dengan kuliner gudegnya ini. Nah, mungkin alasan itu juga yang membawaku untuk berkunjung ke Yogjakarta untuk ke -7 kalinya. Bosen, seharusnya iya tetapi herannya enggak sama sekali, atau bisa saja belum. Sejujurnya dari segi keindahan alamnya Malang jauh lebih membuat jatuh cinta tetapi untuk masalah budaya Yogjakarta nggak ada duanya deh. Salah satunya adalah candi Prambanan dan Borobudur. Namun disini aku hanya akan bercerita mengenai perjalanan singkatku ke candi Prambanan.

Pukul 06.00 WIB kami sudah bersiap di Stasiun untuk kemudian berangkat ke Yogjakarta menggunakan moda transportasi Kereta Api dan tiba sekitar pukul 09.00 WIB di pelataran Candi prambanan. Ada dua penawaran perjalanan di Tempat wisata Candi Prambanan ini yakni Candi Prambanan saja atau paket Candi Prambanan-Keraton Ratu Boko. Berhubung rada penasaran sama keraton Ratu Boko lantaran membaca bukunya Teguh Sudarisman akhirnya aku putuskan untuk membeli tiket paket Candi Prambanan-Ratu Boko seharga 50Rb. Cukup mahal ya tetapi mengingat tempat ini sudah masuk dalam daftar UNESCO World Heritage Site tentu itu menjadi sesuatu yang wajar. Mulailah kami menjelajahi Candi yang terkenal dengan legenda Roro Jonggrangnya ini. Ya, candi yang telah resmi masuk dalam daftar UNESCO World Heritage Site sejak tahun 1991 ini memang menyimpan sejarah yang pajang. Menurut beberapa informasi wisata, candi ini dibangun pada abad Ke-9 Masehi oleh Dinasti Sanjaya. Sebelum itu Jawa sempat dikuasai oleh Dinasti Syailendra yang beragama Budha dan membangun candi Budha terbesar di dunia yakni Candi Borobudur. Karena alasan itulah kenapa Candi Prambanan di bangun yakni Dinasti Sanjaya yang beraliran Hindhu menginginkan candi yang sama besarnya dengan Candi Borobudur. Maka akhirnya dibagunlah candi Prambanan itu. Kompleks Candi Prambanan sendiri memiliki beberapa bangunan candi dan yang terbesar adalah Siwa yang memiliki tinggi 47 meter. Disekitarnya tersebar candi-candi yang berukuran lebih kecil yakni Candi Brahma, kelir, Angsa, Wishnu, Wahana, Apit, Patok, dan Perwara. Setelah berputar-putar selama 2 jam di Komplekas candi dengan ilmu menebak-nebak maksud relief dengan sok tahunya akhirnya kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Keraton Ratu Boko. Sejujurnya sih butuh Tour Guide tetapi berhubung mahal jadi akhirnya kami memilih untuk ngarang cerita aja berdasarkan relief yang tampak, dan tampak lebih tidak jelas lagi saking bingungnya. Okey! Lanjut ke objek selanjutnya yakni Keraton Ratu Boko. Ini nih adegan sial dimulai dari sini. Candi Ratu Boko ini berada di Puncak Bukit sehingga untuk menuju kesana kami harus jalan menanjak sekitar 10 menitan. Sejujurnya nggak masalah jika saja kami memang berniat untuk mengunjungi Keraton ini saja. Yang jadi masalah adalah sebelumnya kami udah mengunjungi Candi Prambanan dulu dan serius rasanya ini kaki udah cepot entah di mana saking capeknya. Ketahuan kan sifat pemalasnya orang Indonesia. Tapi serius deh untuk kalian yang mungkin ingin berkunjung ke sebuah komplek candi lebih baik untuk menggunakan sistem 1 Hari Satu Candi aja. Karena dengan begitu kita akan lebih maksimal dalam menyelami sejarah dari candi itu sendiri dan tentunya bebas dari kecapekan berlebihan. Sejujurnya aku pengen banget nyeritain soal Ratu Boko tapi berhubung udah dendam, dendam gimana gitu sama si paket tour jadi mending di skip aja.

Oh ya, aku ingin bercerita sedikit, Wisata Budaya candi Prambanan ini sesungguhnya cukup menarik akan tetapi sepertinya masih banyak tangan-tangan tidak bertanggung jawab yang merusak keindahan candi, salah satunya adalah pencurian bagian-bagian dari candi. Selain itu, kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan pun masih cukup nihil karena sempat kemarin aku menjumpai orang yang memanjat dinding candi. Padahal itu bisa merusak keindahan dari candi itu sendiri sehingga kedepannya untuk siapapun yang berkunjung ke sebuah situs wisata untuk bersikap lebih hati-hati dan bertanggungjawab karena cagar budaya ini merupakan salah satu pilar pariwisata yang tentunya jika dikelola dengan baik akan mendatangkan jutaan turis baik domestik maupun mancanegara yang berimbas pada berjalanya roda ekonomi. Selain itu, seharusnya kita malu, bagaimana mungkin Thailand saja yang hanya memiliki sedikit objek wisata memiliki jumlah pengunjung yang lebih banyak daripada kita yang tentunya memiliki beragam budaya, Jadi, ayo kita peduli untuk kemajuan pariwsata kita di masa depan karena Indonesia itu cantik #PesonaIndonesia. So, #VisitIndonesia2016. Waiting for your Visit and See You….

Berikut foto-foto dan video perjalananku.

 

 

 

Ps: Sebenarnya mau upload video juga tetapi berhubung terjangkit gaptek tiba-tiba mungkin lain waktu saja.

_Yyong_

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s