Galeri

Teacher’s Day

… Engkau sebagai pelita dalam kegelapan

Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan

Engkau patriot pahlawan bangsa

Tanpa tanda jasa…

Begitulah kira-kira sedikit petikan dari salah satu lagu yang berjudul Hyme Guru karya Alm. Bapak Sartono yang sangat menyentuh hati.

Guru…

Tentu bukan hal yang asing lagi bukan? Ya, sosok yang sampai kapanpun, dimanapun, dan bagaimanapun kamu beliau adalah sosok-sosok yang sangat berjasa dalam perjalanan kehidupan kita. Terkadang aku berpikir bagaimana bisa ada sosok luar biasa seperti ini. Jika saja kita mau mengkalkulasi sesungguhnya hampir tidak ada yang spesial dari profesi guru. Payback tidak juga banyak, kehidupan tidak pasti terjamin baik juga, bahkan terkadang mereka dipandang sebelah mata oleh pemerintah atau bahkan masyarakat umum. Namun, mereka seakan tidak peduli dengan itu dan dengan setulus hati mereka tetap mengajar dengan segala keterbatasan yang ada. Aku ingin bercerita, suatu ketika karena cukup penasaran aku bertanya kepada salah seorang guru di salah satu sekolah di Indonesia tentang apa motivasi mereka untuk mau mendedikasikan diri mengajar, padahal hampir tidak ada yang spesial dari profesi menjadi seorang guru dan kemudian beliau menjawab, mendidik adalah sesuatu yang tidak semua orang bisa lakukan, padahal itu adalah sesuatu yang sangat penting. Selain itu beliau juga mengatakan bahwa melihat anak didik kita menjadi lebih sukses adalah kebahagian yang tidak bisa digambarkan lagi. Luar biasa bukan? Benar kata bapak Sartono bahwa guru adalah pelita dalam kegelapan.

Terakhir satu hal yang mungkin banyak dari kita tidak ketahui bahwa bukan uang yang menjadi motivasi mereka akan tetapi, hanya sebuah harapan kecil bahwa mereka bisa berkontribusi untuk negara melalui keahlian mereka untuk mendidik dan menjadikan generasi luar biasa di masa depan. Selain itu, kemuliaan di hadapan allah adalah tujuan akhir mereka karena dalam sebuah hadis dikatakan bahwa “Tuntutlah ilmu dari ayunan hingga ke liang lahat”. Jadi, untuk para guru di Indonesia dan seluruh dunia “ Selamat hari Guru, selamat berjuang dan salam cinta.

Happy Teacher’s Day…

#AndGiveLOveForAllTeacher’sInTheWorld

see you

_Yyong_

Iklan
Galeri

Lupa atau sekedar Ingat harus ‘ber-retorika’

Hari-Pahlawan

https://warnasaridesign.wordpress.com/gallery/

When I ask you? You know, what the date today??? I hope that you remember something important on this day. But most of you have remember it, right? Ya, hari pahlawan. Mungkin banyak yang masih ingat bahwa hari ini, tanggal 10 November adalah hari dimana bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan mereka. Iyalah, kan ada medsos. Baca status orang, abis itu bikin status sendiri deh, status kepahlawanan. Right or wrong?? It’s your opinion. Akan tetapi, disini aku tidak akan membahas tentang sejarah dari hari pahlawan itu sendiri atau sesuatu semacamnya karena aku yakin bahwa sudah banyak yang menulis tentang hal itu. Jadi, mari melihatnya dari angel yang berbeda. Namun, sebelum lebih jauh “Apa itu pahlawan?”

Secara etimologi kata “pahlawan” berasal dari bahasa Sanskerta “phala”, yang bermakna hasil atau buah. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pahlawan berarti orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran; pejuang yang gagah berani.

Pahlawan adalah seseorang yang berpahala yang perbuatannya berhasil bagi kepentingan orang banyak. Perbuatannya memiliki pengaruh terhadap tingkah laku orang lain, karena dinilai mulia dan bermanfaat bagi kepentingan masyarakat bangsa atau umat manusia. Ya, begitulah kira-kira definisi dari kata pahlawan. Nah, sekarang yang menjadi center point adalah bagaimana kita bisa menjadi bagian dari itu dan bagaimana kita akan menempatkan diri. Ketika kita mengingat lagi tentang sejarah perjuangan bangsa Indonesia maka bisa kukatakan bahwa itu adalah kontribusi mereka saat itu, tentang bagaimana mereka mengorbankan diri demi sebuah tujuan kebangsaan. Yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah, bagaimana dengan kita. Akankah iya kita cukup dengan mengenangnya saja? Tentu saja tidak. Bukan berarti kita melupakannya. Benar kata pepatah yang mengatakan bahwa “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya”, yang menjadi problematika adalah bagaimana cara ‘menghargai’ itu. Banyak orang yang bisa mengatakan tentang kita harus menghargai, akan tetapi banyak yang tidak tahu bagaimana cara menghargai itu bukan? Sadar atau tidak sesungguhnya itu benar adanya.

Okey! Aku ingin bertanya “masihkah kalian ingat dengan Korea Selatan?”. Please, Ingat lah kan lagi booming boybandnya *plakk*. Nggak salah kok, tapi bukan itu, yang aku maksudkan disini adalah masihkah kita ingat bahwa Korea Selatan pernah menjadi negara termiskin di Asia? It’s not important if you don’t remember it, yang paling penting adalah saat ini kamu tahu. Tapi, Hello! Lihat mereka sekarang, tidakkah mereka berubah sangat-sangat banyak. Ya, dan kalian tahu mengapa bisa demikian, it’s a simple answer, karena mereka sudah tahu bagaimana cara ‘menghargai’ jasa pahlawan mereka. Jika kita mengingat lagi, saat itu yang menjadi langkah awal majunya negara Korea Selatan hanya ada satu hal yakni mereka paham bahwa untuk menjadi negara yang maju Korea Selatan harus memiliki pabrik manufacture. Akan tetapi, saat itu untuk bahan-bahan yang membutuhkan pengecoran logam mereka masih harus mengimpor dari negara tetangga mereka yang jauh lebih maju yakni Jepang. Nah, dari situlah salah satu orang yang mereka sebut pahlawan itu tahu bahwa yang dibutuhkan Korea Selatan saat itu bukan pabrik manufacture dulu akan tetapi pabrik pengecoran logam. Akhirnya dengan segala lika-liku rintangan mereka berhasil membangun pabrik pengecoran logam sendiri untuk kemudian diaplikasikan pada pabrik manufacture mereka bangun kemudian dan beginilah mereka sekarang. Tetapi, tidak hanya itu saja, yang menjadi poin plus adalah bahwa mereka tahu bagaimana cara menanamkan rasa cinta pada negara mereka sendiri sehingga, dengan sendirinya masyarakat akan melakukan apapun untuk kemajuan negaranya. Lalu, bagaimana dengan negara kita, sekali lagi satu, kita hanya harus tahu langkah apa yang harus kita lakukan untuk ‘menghargai’ itu, dan menurut pendapatku salah satu caranya adalah dengan memperbaiki hal yang paling mendasar yakni sistem pendidikan kita agar kedepannya pendidikan di negeri ini tidak lagi salah fokus dan membodohi. Selain itu, membuat perundangan yang tegas dengan sedikit pemaksaan juga bisa menjadi alternatif. Jika kita terus lembek kapan kita akan menjadi kuat. Ayolah jangan sampai kita di perbudak di negeri kita sendiri. Tidak harus besar dulu, kita bisa mencobanya dengan mengubah hal-hal kecil misalnya tentang biaya visa. Ketika orang Indonesia bepergian ke Timor Timur kita akan di charge dengan harga 30 Dolar akan tetapi sebaliknya ketika orang Timor Timur masuk Indonesia mereka hanya di Charge 25 Dolar. Solusinya mungkin kita bisa mencontek kebijakan dari negara Brazil yang membebankan biaya visa yang sama kepada orang Amerika yang masuk ke Brazil dengan orang Brazil yang masuk ke negara Amerika dan bahkan dengan lucunya mereka memberikan alasan yang jika diterjemahkan kira-kira begini “Saya membebankan biaya sekian kepadamu karena negaramu juga membebankan biaya yang sama ketika kami masuk negaramu”. Nah, coba kita melakukan hal serupa dengan membebankan biaya visa yang sama ketika orang Timor Timur masuk Indonesia. Itu sudah bagian dari ketegasan bukan. Jadi, kesimpulannya adalah saat ini kita harus bisa menerjemahkan terlebih dahulu bagaimana ‘menghargai’ itu untuk kemudian menemukan langkah untuk melakukannya. Selamat mencoba and let’s founded it togeather.

#Ayo berpikir

#speak your mind here…

See You, dan Selamat Hari Pahlawan.

_Yyong_

 

Galeri

‘Love’ for Africa

11206091_893660564036911_7873368880703971124_n

Super Junior…

Ketika mendengar nama Super Junior mungkin hal pertama yang kalian ingat adalah the fantastic song from Super Junior Sorry-Sorry, Eotthe?? Majayo?? I think the most is yes, but maybe everyone, especially Elf have a different story from another one yeah.

Okey! Now I want to talk about special anniversary that held on November 6th, 2015, You Know what?? Yeah there is Super Junior 10 anniversary. Congratulation!! Ah, rasa-rasanya belum lama jalan bareng super Junior tapi nggak disangka tiba-tiba udah 10 anniversary aja. Nah, berhubung ini perayaan ke 10 tahun dari Super Junior, tentu ada banyak kejutan menarik yang diberikan oleh Elf pastinya. Jika di ulang tahun sebelumnya Elf dan Super Junior hanya merayakan anniversary dengan mengadakan fanmeet dan Party, tahun ini jelas sangat berbeda dan pastinya lebih berkontribusi dibanding tahun-tahun sebelumnya yaitu membangun sebuah sekolah di Tiogola, Mali Selatan, Afrika Barat yang diberi nama ‘Sj School’. Berita ini menyebar pertama kali melalui akun media sosial milik leader Super Junior Leeteuk. Dalam akunya Leeteuk Menuliskan “Kami selalu bertanya-tanya bagaimana kami bisa membayar cinta yang telah kami terima selama 10 tahun, dan kami telah menyebutkan bahwa suatu hari kami ingin mendirikan sekolah untuk orang yang kurang beruntung. Hebatnya, penggemar kami mengalahkan kami untuk itu, dan mereka melakukan banyak penggalangan dana untuk membangun ‘Sj School’ di Afrika.”

12108882_893660560703578_7186411256123491211_n

Leeteuk Oppa juga menyatakan syukurnya dan berkata “Kami sangat bersyukur bahwa kami akhirnya menerima sebuah hadiah besar dari penggemar kami, saat itu niat kami bahwa kami harus menjadi orang yang melakukannya. Kami berharap bahwa banyak orang belajar dan tumbuh melalui sekolah ini. Terima Kasih dan cinta untuk kalian.”

Dana untuk pembangunan sekolah ini sendiri berasal dari penggalangan dana yang dilakukan oleh Elf di 49 negara berbeda. Hal itu diberitahukan oleh Direktur Proyek, Judit Lorimer lewat sebuah pengumuman. Dengan sekolah tersebut diharapkan ratusan anak-anak bisa mendapatkan akses pendidikan dan masa depan yang lebih baik. Pembangunan sekolah itu sendiri sudah dimulai sejak 31 Oktober lalu. Chukkaeee…

Selain hadiah yang luar biasa dari Elf, Super Junor juga mendapatkan hadiah yang cukup mengejutkan dari agensi yang menaungi mereka yakni SM Entertainment. Sudah menjadi rahasia umum bahwa Super Junior selalu dianaktirikan oleh agensi mereka sendiri. Bahkan Elf sampai melakukan penggalangan dana untuk mendapatkan 1% saham di SME agar mereka memiliki hak suara. Namun, dengan mengejutkan SME turut memberikan hadiah yang cukup membuat Elf terharu dengan mendirikan sebuah label eksklusif untuk super junior yang diberi nama “SJ Label”. Tidak hanya itu saja, SME juga memberikan kejutan dengan sebuah foto dari seluruh staff SME yang memegang banner besar bertuliskan “Super Junior Fighting” dan mengirim truk makanan untuk mendukung salah satu member Super Junior yang baru saja menjalani debutnya sebagai aktor, Yesung di lokasi syutingnya. Jika boleh jujur sejak pertama kali mengenal Super Junior sampai sekarang, ini pertama kalinya aku ingin mengucapkan terima kasih untuk SME atas kejutan mereka yang tidak kami sangka-sangka. Kamsahamnida SME dan satu hal berhentilah untuk membuat kami (Elf) kesal.

 

The last ini adalah pencapaian yang sangat luar biasa Elf. Jika orang bertanya apa yang membuatku bahagia maka kukatakan bahwa aku bersama kalian dan sama-sama meniti sejarah baru bahwa kami juga mampu untuk berkontribusi. Mematahkan segala persepsi masyarakat bahwa penggemar Kpop hanya bisa menghabiskan uang saja. Tidak, tentu saja tidak “ Look,This is the fact okey”. And stop to think like that because Elf different from another one.

Happy 10 Anniversary for Super junior and 9 Anniversary for Super Junior KRY”. I hope we always togeather and make a great time till the end. Saranghae, Yongwonhie. ELF Love SJ.

_Yyong_