Jejak Mentari

maulana-surya_sekolah-kehidupan-anak-pedalaman-13

Mereka Mentraiku

The Story Begin….

Aku…. ketika kukira aku tak mampu berpijak, tanpa disangka-sangka aku mampu melangkah. Dan ketika kukira aku takkan mampu melangkah justru aku mampu untuk berlari. Ya, itulah aku dan ketika sekarang segalanya menjadi semakin mudah, ada bagian dari diriku yang menginginkanku melakukan sesuatu untuk mereka. Ya, mereka yang masih mencoba bangkit dari segala belenggu keterbatasan. Terkadang, setiap aku menghabiskan waktu sendiri tanpa bisa kucegah pikiran-pikiran akan masa laluku seakan menelusup tanpa bisa kuhalangi. Menyeruak dan menampakkan dirinya dihadapanku bagaikan roll film. Ah, terkadang hal itu cukup membuatku termotivasi, namun ada saatnya hal tersebut justru mengoresku dan membuat tangisku pecah tanpa bisa kutahan-tahan lagi, membuat pandanganku mengabur dan pikiranku lelah bukan main. Tapi, mungkin hanya satu hal yang mampu kulakukan sekarang, menatap maju, mensyukuri apa yang tuhan berikan dan mencapai anganku untuk membawa mereka bersamaku.

Jalan yang masih berupa tanah dengan batuan-batuan yang tersusun tak begitu apik, daerah pegunungan dengan dingin yang menyergap indra serta membuat menggigil, minimnya akses informasi, komunikasi dan transportasi serta segala keterbatasan dalam setiap aspek kehidupan. Ya, itulah tanah kelahiranku, tanah yang menjadi saksi bisu, aku dan mungkin juga mereka yang mencoba melepaskan diri dari ikatan kuat keterbatasan bahwa kami sedang mencoba yang terbaik.

Di ujung jalan itu, berdiri sebuah bangunan sederhana dengan cat putih gading dan lantai tekel yang tampak berdebu di musim kering dan berlumpur di musim hujan, itulah tempat dimana adik-adik kecilku menuntut ilmu dengan segala keterbatasan yang ada. Mereka tampak kusut dengan kulit yang menghitam terbakar matahari, rambut kusut tak terurus dengan cabang diujungnya, serta perlengkapan sekolah dengan warna yang mulai memudar. Namun, dibalik sketsa sederhana itu tersimpan sebuah binar harapan di mata mereka yang menyejukkan hati. Aku… aku hanya merasa bahwa betapa beruntungnya aku sekarang. Berada di pusat keramaian dengan segala kemudahan informasi dan tempat belajar yang cukup nyaman tanpa debu yang beterbangan. Sedangkan mereka, hanya untuk pergi ke sekolah saja mereka harus berjalan berkilo-kilo di atas jalan berbatu yang berdebu yang menyesakkan pernafasan di musim kering dan becek di musim penghujan. Berat bukan? Kalian yang terus menikmati kenyamanan di pusat kota takkan pernah mengerti bagaimana rasanya hal itu. Bahkan, ketika kupikir-pikir lagi aku selalu bertanya pada diriku “Bagimana hari itu aku bisa membebaskan diri dan melangkah maju?” Huh, aku bahkan masih belum yakin dengan jawabanku sendiri. Disaat teman-teman seusiaku di kota sudah mahir bermain komputer, aku masih bergelung dengan ketakjubanku karena akhirnya bisa menonton televisi. Kemudian disaat mereka sudah bekeliling dunia dengan berselancar ria melalui internet, aku baru mencoba mengenal bagaimana komputer itu dijalankan. Tapi dengan kekurangan sedemikian rupa tanpa kusangka aku berhasil maju, menguasai apa yang bagi mereka sudah basi dan bersaing menyejajarkan diri dengan mereka yang lebih dulu dari padaku. Terkadang terselip rasa kesal juga dihatiku ketika aku mengingat betapa terlambatnya aku sehingga aku harus terus berlari tergopoh-gopoh disaat teman-temanku berjalan dengan santainya beberapa ratus meter di depanku. Namun, kukira aku harus lebih banyak bersyukur dan mungkin juga beterima kasih pada mereka yang sempat mecemoohku dengan menyebalkannya dan membuatku tenggelam hingga dasar yang tak terlihat lagi. Tapi, hey! lihatlah aku. Aku berada disamping mentari sekarang dan kuharap suatu saat nanti akulah mentari itu. Ya, mentari untuk adik-adik kecilku di sana. Teruslah berjuang. Aku menanti kalian.

Salam rindu

When you start to Dream, God make a Way for you”

~Han Yong Ra~

_Yyong_

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s