Please to be ‘Magic’ (Because Everything is Magic)

Disclaimer: Direkomendasikan untuk membacanya sambil mendengarkan lagu Dorothy dari Album Magic atau Don’t Leave Me dari album This Is Love. Please, enjoy!

Sejak bersama dengan Super Junior hampir 5 tahun yang lalu aku merasa everything is going easy. Aku merasa angka-angka puluhan juta adalah hal yang biasa karena nyatanya mereka mencapainnya seakan tanpa beban. Belum lagi kemenangan beruntun di berbagai chart music… 100 minggu beruntun, 66 minggu, 12 hours with 1 milion views, dst… ah basi banget… udah biasa, nggak perlu kaget kali. Nah, baru di tahun 2015 inilah aku menyadari jutaan hal bahwa itu tidak bisa dicapai dengan mudah ternyata. It’s harder dan tentunya butuh perjuangan yang keras.

Jika ada yang bertanya “hal apa saja yang aku lakukan selama 19 jam terakhir maka aku akan menjawab bahwa aku menghabiskan detik demi detik untuk menatap perubahan jarum jam dengan kekhawatiran maksimum. Tentu saja aku takut jika Devil accident akan terulang kembali. Aku hanya tidak bisa melihat mereka diperlakukan demikian tidak adilnya hanya karena tidak menang di Music Show. Aku akan bersombong diri bahwa aku yang paling tahu bagaimana itu, just hurt… very hurt… more hurt. Yah, everything is going hurt when many people think that you can’t doing anything good. When it happened in your life you just have 2 choice, going up or going down. And I hope that you choose to going up of course. Buktikan! You have a great talent.

Ketika aku berpikir tentang Super junior, satu hal yang paling aku ingat adalah bahwa mereka mencapainya dengan penuh perjuangan dan tidak mudah tentunya. Masa training yang panjang, kurang lebih 5 tahunan. Tidak jadi debut ditanggal yang telah ditetapkan untuk 2 orang yang sekarang menjadi member Super Junior. Di anak tirikan hampir di sepanjang karir mereka walaupun kesuksesan menjulang ke angkasa. 2 orang member yang resmi keluar di tahun 2009 dan 2015. Dan sejibun permasalahan yang tak perlu kujelaskan lagi karena semuanya benar-benar sampah. Mengejar keuntungan, ya… tapi manusia seharusnya tidak hanya memikirkan itu saja kan. Bukankah kita seharusnya punya empati. Setidaknya mereka harus ingat bahwa Super Junior telah berkontribusi dengan menyumbangkan sejibun laba dan prestasi sejak mereka memulai langkah mereka di dunia entertain. Namun, entah mengapa semua seakan tak bisa menjadi sesuatu yang berarti dan membuat mereka lebih menghargai Super Junior. Mereka seakan lupa siapa yang membuat mereka menjadi luar biasa seperti sekarang. Huh! Memuakkan memang tetapi walau bagaimanapun itu kita harus ingat bahwa Tuhan akan selalu ada, dan Elf tentu saja akan berusaha melakukan yang terbaik. Jadi, tekanan itu takkan berarti bagi kami.

Oh ya! Jangan lupakan juga pendapat orang yang selalu menilai seenak kepala mereka. Aku tahu apa yang kalian pikirkan tentang kami, buang-buang uang, buang-buang waktu dan melakukan hal yang nggak penting. Up to you because it’s your opinion not our. So, I don’t care. Kamu tahu setiap orang punya pandangannya masing-masing. Ketika mereka menganggap bahwa menyukai K-pop membuat mereka lupa dengan dunia nyata, tidak fokus dengan hidup and sejibun alasan penuh retorika demi menarik perhatian di Media Sosial. Huh! sampah. Kemudian mereka memutuskan untuk tidak menyukai lagi a.k.a hiatus karena mereka merasa menyukai K-pop merusak hidup mereka dan bla bla bla. Kalau begitu aku mau tanya donk “How is your life now after you hiatus from K-pop? More good or just move to another not important things too.” Huh! Sampah. Jika kamu mau tahu masalah sesungguhnya ada padamu bukan pada K-pop. It just a culture and entertaining spot. Kamu tahu ada jutaan Elf diluar sana yang tetap sukses dalam hidup mereka walaupun mereka menyukai K-pop, jika kalian ingin bukti cobalah untuk melihat acara variety show, Super Junior Guest House dimana hampir sebagian dari mereka yang mendaftar di variety show itu adalah penggemar K-pop dan nyatanya sukses juga dalam karir mereka di dunia nyata.

Ah, atau jika itu masih terlalu sulit untuk dibayangkan maka aku akan bercerita tentang diriku. Sebelumnya aku akan meminta maaf, aku tidak bermaksud sombong, aku hanya ingin mengubah pandangan kalian saja bahwa apa yang kalian nilai sebagai sesuatu yang negatif belum tentu negatif, justru bukan tidak mungkin apa yang terlihat baik itulah yang sesungguhnya membawa dampak buruk.

Aku mulai ya. Aku bukanlah murid dengan kecerdasan menggagumkan yang akan selalu berada di puncak walaupun mengerjakan soal dengan memejamkan mata. Tentu bukan, tetapi entah karena apa aku hampir selalu masuk 10 besar dan bahkan pernah mencatatkan peringkat terbaik dengan meraih posisi 3 besar. Masuk di sekolah favorit sejak SD hingga Universitas dan mendapat cukup perhatian di kelas. Bahkan ketika aku ingin melanjutkan pendidikanku ke jenjang Universitas, dengan izin Tuhan Yang Maha Kuasa ternyata aku berhasil masuk di jurusan pilihanku yang mana akreditasi jurusannya adalah satu-satunya yang mendapat A di Indonesia. Selain itu, aku juga berhasil mendapat IP cumlaude. Padahal aku juga menyukai K-pop loh, dan bahkan terkadang sedikit lupa waktu juga kalau streamingan, nonton video, atau baca FF, sama seperti kebanyakan dari kalian mungkin. Tapi bedanya aku berhasil mengubah dan memanfaatkannya menjadi energi yang positif untuk kemudian membawaku menaikkan kualitas diriku yang semula dianggap remeh. Menjadikan K-pop yang dipandang negatif sebagai batu loncatan untuk belajar banyak hal, mengenal dunia luar, mencintai negara kita sendiri, belajar untuk peduli, dan tentunya menjadi sesuatu yang lebih berkualitas. Jadi, kesimpulannya adalah bahwa bukan k-pop yang membuat kalian demikian tetapi pilihan dan sikap kalianlah yang menentukan. Oleh karena itu, cobalah untuk memanfaatkan apa yang kalian suka menjadi sesuatu yang luar biasa dan berhentilah untuk mengambil kesimpulan seenak kepala kalian. Good Luck!

Okey! Saatnya kembali ke topic utama, aku ingin kalian tahu saja bahwa mengapa aku begitu sengitnya hari ini untuk membuat mereka menang di Music Show padahal mungkin aku tak mendapat apa-apa, hanya sebuah motivasi misalnya tapi justru itulah hal yang paling berarti. Dari event ini aku belajar bagaimana berartinya waktu yang terus berjalan dan tak dapat diputar balik, bagaimana aku harus memanfaatkannya tanpa membuangnya dengan percuma, dan bagaimana rasanya saling mendukung ketika kita menghadapi suatu permasalahan. Aku melakukannya lantaran aku tidak tega melihat mereka diperlakukan kurang adil, karena sekali lagi kukatakan aku sangat tahu bagaimana menyayatnya hal itu. Selama hampir 5 tahun menyukai Super Junior, ini pertama kalinya aku mengikuti event streaming karena aku tahu bahwa mereka membutuhkan banyak dukungan lebih dari sebelum-sebelumnya. Aku bukan penggemar yang hanya mendukung mereka di saat mereka berada di puncak kesuksesan dan meninggalkan mereka begitu saja saat mereka sedikit down. Mungkin benar kata Leeteuk oppa bahwa kami akan hiatus selama 2 tahun tanpa album dan tanpa Super Show sehingga mungkin nanti kita akan bertemu dengan orang-orang yang baru. Tentu saja Oppa, akan ada yang berpaling dan itu sebuah ujian and I hope you can passing it. Fighting! We will try to stay with you, So, Never give up to do the best.

Let’s make it Magic, Because everything is magic. Super Junior & Elf.

~Han Yong Ra~

 

See you on the next post!

_Yyong_

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s