Galeri

Coffee… Coffee, #InternationalCoffeeDay

wawa

Coffee…

You Like Coffee?? Harusnya tahu donk kapan hari kopi sedunia(?)

Huh! Whatt?? Nggak tahu! Santai, sebagai salah satu pecinta kopi di dunia dengan sangat memalukan aku juga baru mengetahuinya hari ini. Ya, 29 september merupakan tanggal ditetapkannya International Coffee Day yang mana hastag #InternationalCoffeeDay menjadi first Trending Topic World Wide di Indonesia hari ini.

a-cup-of-coffee

Awal mula perayaan ini bermula dari Asosiasi Industri Kopi yang ada di Jepang yang telah merayakan hari kopi sejak tahun 1983. Nah, kegiatan inilah yang melatar belakangi tercetusnya hari kopi sedunia yang digagas oleh Amerika dan ditetapkan sejak tahun 2005. Perayaan ini sesungguhnya hanyalah hari kopi nasional yang diperingati di Amerika saja. Namun, lambat laun ditetapkan sebagai hari promosi industri kopi sedunia. Untuk tanggal sendiri dipilihlah 29 September yang entah karena alasan apa. Uniknya setiap negara jadi ikut-ikutan mencetuskan hari kopi nasional mereka sendiri yang tentunya berbeda satu sama lain. Indonesia misalnya yang memilih 17 agustus tak hanya sebagai Independent day namun juga Nasional Coffee Day. Kemudian 12 September di negara Costa Rica, 1 Oktober di Jepang, 17 november di Nepal dan lain sebagainya. Intinya hampir keseluruhan negara merayakan hari kopi di sekitar bulan September. Hmm… Unique.

Lalu bagaimana dengan Indonesia?

Tentu nggak mau kalah donk. Sebagai negara penghasil kopi termahal di dunia yakni Kopi Luwak Indonesia tentunya akan menetapkan hari Kopi Nasional mereka juga. Seperti yang telah disebutkan diatas bahwa Indonesia akhirnya memilih merayakan Hari Kopi Nasional bersamaan dengan perayaan Hari Kemerdekaan yakni pada tanggal 17 Agustus.

Nah, jika ditilik lagi kopi sendiri merupakan minuman yang sudah sangat populer di Indonesia dan di cintai oleh hampir semua kalangan, baik dari kelas bawah di perkampungan hingga kelas atas milik sosialita. Tidak hanya itu, kopi-kopi yang dihasilkan di Indonesia juga sangat beragam dan tentunya berkelas Internasional, sebut saja kopi robusta, Luwak, dan masih banyak lagi. Namun sayangnya, dengan keberagaman sedemikian rupa Industri kopi di Indonesia belum dikelola dengan cukup baik sehingga produk yang dihasilkan pun masih sangat sedikit dan belum banyak di kenal di ranah Internasional. Tentu ini menjadi PR besar untuk para perencana kebijakan di Indonesia mengingat betapa populernya Kopi Luwak di dunia seharusnya Industri ini bisa menjadi ladang penghasilan negara. Tanah yang subur juga menjadi poin plus betapa potensialnya industri ini kelak dimasa depan. Nah, ketika industri ini dikelola dengan sangat baik, kemudian berkembang pesat maka bukan tidak mungkin industri ini bisa menjadi solusi pengganti dari industri rokok yang saat ini menjadi tulang punggung penghasilan masyarakat Indonesia. Padahal, dibalik gemerlapnya industri rokok sesungguhnya industri ini adalah bencana bagi masa depan generasi muda Indonesia dan tentu hal tersebut bukanlah pilihan yang bijak. Apa gunanya kemakmuran jika disisi lain turut menjadi pedang penghancur impian masa depan bangsa. Bukankah sama saja? Jadi, ayo optimalkan Industri Kopi Nasional kita demi masa depan yang luar biasa.

#SalamPerubahan #UntukPesonaBaruIndonesia

Oh ya, berhubung lagi international Coffee Day sekalian deh promosiin kafe suami tercinta saya Woonie Oppa,  Mouse & Rabbit Coffee. *abaikan*. Just Enjoy and please coming if you have a time or maybe have an holiday in south Korea. See you…

 

_Yyong_

Iklan
Galeri

Magic

Disclaimer: Direkomendasikan untuk membacanya sambil mendengarkan lagu Dorothy dari Album Magic atau Don’t Leave Me dari album This Is Love. Please, enjoy!

Sejak bersama dengan Super Junior hampir 5 tahun yang lalu aku merasa everything is going easy. Aku merasa angka-angka puluhan juta adalah hal yang biasa karena nyatanya mereka mencapainnya seakan tanpa beban. Belum lagi kemenangan beruntun di berbagai chart music… 100 minggu beruntun, 66 minggu, 12 hours with 1 milion views, dst… ah basi banget… udah biasa, nggak perlu kaget kali. Nah, baru di tahun 2015 inilah aku menyadari jutaan hal bahwa itu tidak bisa dicapai dengan mudah ternyata. It’s harder dan tentunya butuh perjuangan yang keras.

Jika ada yang bertanya “hal apa saja yang aku lakukan selama 19 jam terakhir maka aku akan menjawab bahwa aku menghabiskan detik demi detik untuk menatap perubahan jarum jam dengan kekhawatiran maksimum. Tentu saja aku takut jika Devil accident akan terulang kembali. Aku hanya tidak bisa melihat mereka diperlakukan demikian tidak adilnya hanya karena tidak menang di Music Show. Aku akan bersombong diri bahwa aku yang paling tahu bagaimana itu, just hurt… very hurt… more hurt. Yah, everything is going hurt when many people think that you can’t doing anything good. When it happened in your life you just have 2 choice, going up or going down. And I hope that you choose to going up of course. Buktikan! You have a great talent.

Ketika aku berpikir tentang Super junior, satu hal yang paling aku ingat adalah bahwa mereka mencapainya dengan penuh perjuangan dan tidak mudah tentunya. Masa training yang panjang, kurang lebih 5 tahunan. Tidak jadi debut ditanggal yang telah ditetapkan untuk 2 orang yang sekarang menjadi member Super Junior. Di anak tirikan hampir di sepanjang karir mereka walaupun kesuksesan menjulang ke angkasa. 2 orang member yang resmi keluar di tahun 2009 dan 2015. Dan sejibun permasalahan yang tak perlu kujelaskan lagi karena semuanya benar-benar sampah. Mengejar keuntungan, ya… tapi manusia seharusnya tidak hanya memikirkan itu saja kan. Bukankah kita seharusnya punya empati. Setidaknya mereka harus ingat bahwa Super Junior telah berkontribusi dengan menyumbangkan sejibun laba dan prestasi sejak mereka memulai langkah mereka di dunia entertain. Namun, entah mengapa semua seakan tak bisa menjadi sesuatu yang berarti dan membuat mereka lebih menghargai Super Junior. Mereka seakan lupa siapa yang membuat mereka menjadi luar biasa seperti sekarang. Huh! Memuakkan memang tetapi walau bagaimanapun itu kita harus ingat bahwa Tuhan akan selalu ada, dan Elf tentu saja akan berusaha melakukan yang terbaik. Jadi, tekanan itu takkan berarti bagi kami.

Oh ya! Jangan lupakan juga pendapat orang yang selalu menilai seenak kepala mereka. Aku tahu apa yang kalian pikirkan tentang kami, buang-buang uang, buang-buang waktu dan melakukan hal yang nggak penting. Up to you because it’s your opinion not our. So, I don’t care. Kamu tahu setiap orang punya pandangannya masing-masing. Ketika mereka menganggap bahwa menyukai K-pop membuat mereka lupa dengan dunia nyata, tidak fokus dengan hidup and sejibun alasan penuh retorika demi menarik perhatian di Media Sosial. Huh! sampah. Kemudian mereka memutuskan untuk tidak menyukai lagi a.k.a hiatus karena mereka merasa menyukai K-pop merusak hidup mereka dan bla bla bla. Kalau begitu aku mau tanya donk “How is your life now after you hiatus from K-pop? More good or just move to another not important things too.” Huh! Sampah. Jika kamu mau tahu masalah sesungguhnya ada padamu bukan pada K-pop. It just a culture and entertaining spot. Kamu tahu ada jutaan Elf diluar sana yang tetap sukses dalam hidup mereka walaupun mereka menyukai K-pop, jika kalian ingin bukti cobalah untuk melihat acara variety show, Super Junior Guest House dimana hampir sebagian dari mereka yang mendaftar di variety show itu adalah penggemar K-pop dan nyatanya sukses juga dalam karir mereka di dunia nyata.

Ah, atau jika itu masih terlalu sulit untuk dibayangkan maka aku akan bercerita tentang diriku. Sebelumnya aku akan meminta maaf, aku tidak bermaksud sombong, aku hanya ingin mengubah pandangan kalian saja bahwa apa yang kalian nilai sebagai sesuatu yang negatif belum tentu negatif, justru bukan tidak mungkin apa yang terlihat baik itulah yang sesungguhnya membawa dampak buruk.

Aku mulai ya. Aku bukanlah murid dengan kecerdasan menggagumkan yang akan selalu berada di puncak walaupun mengerjakan soal dengan memejamkan mata. Tentu bukan, tetapi entah karena apa aku hampir selalu masuk 10 besar dan bahkan pernah mencatatkan peringkat terbaik dengan meraih posisi 3 besar. Masuk di sekolah favorit sejak SD hingga Universitas dan mendapat cukup perhatian di kelas. Bahkan ketika aku ingin melanjutkan pendidikanku ke jenjang Universitas, dengan izin Tuhan Yang Maha Kuasa ternyata aku berhasil masuk di jurusan pilihanku yang mana akreditasi jurusannya adalah satu-satunya yang mendapat A di Indonesia. Selain itu, aku juga berhasil mendapat IP cumlaude. Padahal aku juga menyukai K-pop loh, dan bahkan terkadang sedikit lupa waktu juga kalau streamingan, nonton video, atau baca FF, sama seperti kebanyakan dari kalian mungkin. Tapi bedanya aku berhasil mengubah dan memanfaatkannya menjadi energi yang positif untuk kemudian membawaku menaikkan kualitas diriku yang semula dianggap remeh. Menjadikan K-pop yang dipandang negatif sebagai batu loncatan untuk belajar banyak hal, mengenal dunia luar, mencintai negara kita sendiri, belajar untuk peduli, dan tentunya menjadi sesuatu yang lebih berkualitas. Jadi, kesimpulannya adalah bahwa bukan k-pop yang membuat kalian demikian tetapi pilihan dan sikap kalianlah yang menentukan. Oleh karena itu, cobalah untuk memanfaatkan apa yang kalian suka menjadi sesuatu yang luar biasa dan berhentilah untuk mengambil kesimpulan seenak kepala kalian. Good Luck!

Okey! Saatnya kembali ke topic utama, aku ingin kalian tahu saja bahwa mengapa aku begitu sengitnya hari ini untuk membuat mereka menang di Music Show padahal mungkin aku tak mendapat apa-apa, hanya sebuah motivasi misalnya tapi justru itulah hal yang paling berarti. Dari event ini aku belajar bagaimana berartinya waktu yang terus berjalan dan tak dapat diputar balik, bagaimana aku harus memanfaatkannya tanpa membuangnya dengan percuma, dan bagaimana rasanya saling mendukung ketika kita menghadapi suatu permasalahan. Aku melakukannya lantaran aku tidak tega melihat mereka diperlakukan kurang adil, karena sekali lagi kukatakan aku sangat tahu bagaimana menyayatnya hal itu. Selama hampir 5 tahun menyukai Super Junior, ini pertama kalinya aku mengikuti event streaming karena aku tahu bahwa mereka membutuhkan banyak dukungan lebih dari sebelum-sebelumnya. Aku bukan penggemar yang hanya mendukung mereka di saat mereka berada di puncak kesuksesan dan meninggalkan mereka begitu saja saat mereka sedikit down. Mungkin benar kata Leeteuk oppa bahwa kami akan hiatus selama 2 tahun tanpa album dan tanpa Super Show sehingga mungkin nanti kita akan bertemu dengan orang-orang yang baru. Tentu saja Oppa, akan ada yang berpaling dan itu sebuah ujian and I hope you can passing it. Fighting! We will try to stay with you, So, Never give up to do the best.

Let’s make it Magic, Because everything is magic. Super Junior & Elf.

~Han Yong Ra~

 

See you on the next post!

_Yyong_

 

Galeri

The Ring Ring Three…

CO1Qri0UYAAMpnO

When I think about this, I don’t know what is the first word that I can to write. Entah aku harus memaki-maki terlebih dahulu atau langsung mencekiknya saja. Intinya semua sudah terlanjur berjalan dan ini akan menjadi hal yang sia-sia.

Aku punya pendapat yang aku ‘Anggap’ benar bahwa seorang CEO seharusnya bisa menjadi sosok yang dapat dicontoh oleh para bawahnnya dengan leadershipnya, tetapi apa beliau… ah… terlalu terhormat untuk menyebutnya beliau…, dia masih ‘Layak’ disebut demikian. Sayang sekali TOTALLY NO!!!

Young min ssi…

Sejujurnya aku tidak ingin marah atau apapun itu. Tetapi ini bahkan lebih dari keterlaluan. Anda ini masih manusia bukan? Jika iya maka you still have a brain and you can thinking sir. Just thinking again. You looks sadly, you know.

Aku tahu dan semua orang mungkin juga tahu bahwa Super Junior is still king of hallyu, walaupun untuk saat ini mereka sedang berada di titik yang kurang baik dan mengalami kegagalan paling parah dalam sejarah album mereka. Tetapi bukan berarti mereka bisa diabaikan begitu saja kan. Sepertinya anda harus mengkalkulasi lagi seberapa banyak pemasukan laba yang dihasilkan oleh Super Junior selama 10 tahun perjalanan karir mereka, dan semoga anda tidak tercengang.

Saat beredar sebuah berita yang menyatakan bahwa Super Junior membiayai sendiri album baru mereka, aku masih mencoba untuk tidak percaya karena bisa saja itu hanya opini publik dan mempercayainnya mentah-mentah adalah tindakan bodoh. Aku masih berharap ini hanya hoax dan tentu saja tidak benar adanya, tapi apa… It’s True. Okey! I think I am still fine, walaupun jangan ditanya seberapa ingin aku menendang CEO sialan itu dari lantai tertinggi SME. Tetapi untuk Super Junior Special Album Part 2, aku pikir anda sudah sangat layak untuk dipecat pak. Bagaimana tidak, mentang-mentang di Special Album part 1 Super Junior mengalami kegagalan mereka lantas mengerjakan Special Album part 2 seenak jidat mereka alias asal-asalan, sedang anak emas yang sedikit booming dibiayai habis-habisan. Jangankan sedikit booming, saat album mereka gagal di tahun 2014 dan tahun-tahun sebelumnya saja mereka masih dianak emaskan. Huh sampah.

Aku akan menampilkan betapa… ah sayang sekali tidak ada kata-kata yang bisa mewakili ini. Mungkin jika ada kata terburuk diantara yang paling buruk maka itu bisa sedikit menggambarkan kondisinya. Ingat hanya sedikit loh ya. Dan…Ini dia…

Bagaimana teman-teman. WOW!! Menjijikkan sekali bukan desainnya. Mungkin gini kali ya ekspresi member Super Junior dan Elf waktu pertama kali lihat desain ini. OuO

Ah SME mengatakan bahwa untuk desain dikerjakan oleh tim kreatif. HUH!! Tim Kreatif. Ini…. *TunjukGambar*. Ini didesain sama tim kreatif. Kalau saja aku pemilik SME kemudian tim kreatif menghasilkan desain se WOW ini, maka dengan sangat bijak aku lebih memilih mempekerjakan anak SD yang notabene sudah diajari desain yang bahkan lebih baik dari ini dan tentunya perusahaan tidak perlu membayar mahal. Efisen kan… Atau jika ingin lebih bagus lagi mungkin bisa minta Elf atau Jong Jin Opaa untuk mendasain. Kan desain mereka bagus-bagus. Ini contohnya.

Lebih bagus kan….

Nah, kekecewaan ini tidak hanya dirasakan oleh ELF saja tetapi juga member dari Super Junior. Akhir-akhir ini mereka semakin blak-blakkan saat menyindir agency mereka yang sedikit kurang manusiawi itu. Bahkan kemarin, begitu desain ajaib itu keluar Elf langsung berlomba-lomba mendesain untuk kemudian di publikasikan di media sosial maupun blog, dan tak berapa lama setelah itu Yesung Super Junior mengupload hasil desain yang dibuat Elf di akun instagramnya Yesung1106. Ada juga yang sempat menyatakan bahwa cover skripsi mereka bahkan lebih baik dari cover album Super Junior. Kkkkk. Anda seharusnya MALU!!

Dan Ini komentar-komentar yang dilontarkan oleh Elf maupun member Super Junior.

Tetapi jika diingat-ingat lagi perlakuan semacam ini bukanlah yang pertama kalinya dialami super junior. Ini sudah ada sejak Super Junior masih menjadi trainee, mulai dari pembatalan debut bersama DBSK atau TVXQ untuk 2 orang yang sekarang menjadi member Super Junior, konflik Hangeng yang kemudian memaksanya untuk hengkang, rencana pergantian member setiap tahun, hingga yang terbaru keluarnya Kibum dari Super Junior setelah penantian selama 7 tahun lamanya. Ini belum seberapa, masih banyak perlakuan tidak adil yang diterima Super Junior yang kemudian tidak perlu aku jabarkan lagi karena agency sialan itu benar-benar s****h. Intinya mereka sudah diperlakukan seperti ini hampir disepanjang karir mereka, entah saat mereka dalam posisi yang baik ataupun kurang baik seperti sekarang, semua perlakuannya sama saja.

Maybe the tittle of this album is MAGIC but SME make it TRAGIC.

Namun, apapun itu aku masih berharap album ini lebih baik daripada Devil. So, Fighting Oppadeul and Keep Calm Elf. 10 tahun bukan waktu yang sebentar jadi, ayo tetap bersama-sama sampai kapanpun karena kita adalah keluarga besar. I am happy to have you. So, Let’s STAY togeather and make it MAGIC. FIGHTING!!!

Jangan lupa hari ini Super Junior Special Album Part 2 akan dirilis.

Ps: Direkomendasikan untuk mendengarkan lagu Alright dan Don’t Leave Me dan dari Super Junior setelah membaca ini.

 

Cheerio

_Yyong_

Galeri

Bukan MEREKA tetapi AKU

Aku Bukan Mereka Cover

Bukan hal mengejutkan lagi bahwa kebiasaan ini selalu menjadi top topic di Indonesia dan tentunya hampir tidak ada solusi yang bisa menyelesaikannya. Mengapa harus setragis itu? Ya, karena kenyataannya memang demikian, ibarat benang maka ini merupakan benang yang sudah sangat kusut dan mungkin kita hanya memiliki dua pilihan paling logis yakni menguraikannya satu persatu dengan kemungkinan 2% atau membuangnya begitu saja seperti sampah. Tetapi sepertinya kemungkinan kedua adalah hal yang paling mungkin untuk dilakukan sekarang.

Keterlambatan…

Entah bagaimana sejarahnya, kebiasaan satu ini bisa begitu dimaklumi di negeri ini, membudaya, dan dengan sangat konyol dijadikan sebuah kebanggaan. Rasa-rasanya kalau berani terlambat itu kelihatan begitu kerennya. Yang paling miris itu jika sesuatu yang disebut dengan keterlambatan ini selalu memerlukan space khusus bahkan di dalam kelas sekalipun. Salah seorang dosenku pernah mengatakan bahwa “Itu adalah pilihan, saya yakin kalian sudah dewasa dan tentunya tahu mana yang baik dan mana yang buruk”. Ya, anggap saja iya. Tetapi sayangnya kedewasaan nyatanya tak bisa mengalahkan kebudayaan dan kebiasaan bukan. Berarti apa, memang diperlukan peraturan khusus untuk mengendalikanya. Itu jika kita masih berharap akan adanya perubahan yang berarti.

Aku tahu aku belum sesempurna itu namun, seterlambatnya aku entah bagaimana prosesnya kebanyakan aku tetap datang lebih dulu dari siapapun. Aku memiliki cerita menarik jadi suatu ketika kami membuat sebuah janji untuk memberikan kejutan ulang tahun untuk salah seorang sahabatku. Kami menyepakati pukul 9 pagi untuk mengadakan pesta kejutan. Nah, karena mereka sering banget terlambat bahkan pernah sampai satu jam dari perjanjian yang telah disepakati sebelumnya akhirnya aku membuat sebuah keisengan “Bagaimana jika aku yang terlambat. What will happen after that? Let’s see”. Dengan berbekal pikiran itu akhirnya aku benar-benar melakukannya, dan dengan sangat ajaibnya aku bisa telat tepat selama 1 jam and you know what happen after that? Aku dipukulin pakai tas dan mereka ngomel sepanjang sisa hari lantaran kejutannya menjadi gagal total. Dan demi memanaskan suasana yang sudah terbangun dengan sempurna akhirnya aku bilang gini aja

Akhirnya ya sepanjang hidup aku ditungguin juga dan bukan nunggu terus. Ahh jinjja haengbokhaeseyo”.

Njiir ngeselin banget sih”.

Aku cuma mau ngetes aja. Kan biasanya yang telat kalian jadi sekarang kondisinya sedang aku balik dengan aku yang menjadi pihak yang telat, seharusnya nggak ada masalah donk”.

Tentu aja ada, masalahnya adalah kamu telat disaat yang tidak tepat.”

Okey! Aku telat disaat yang tidak tepat, lalu bagaimana dengan kamu yang selalu telat, apa itu yang disebut waktu yang tepat? Kalau begitu katakan padaku dimana letak tepatnya. Aku kan penasaran juga.”

Ahh bodo pokoknya intinya kamu telat disaat yang nggak tepat”.

Dan endingnya mereka kesel sama aku seharian penuh dengan alasan karena aku telat dan sahabat aku kemungkinan besar udah mencium rencana kejutan kita. Tapi, jika boleh jujur sesungguhnya aku sangat menyesal juga… Jika kalian berpikir karena aku telat maka sayang sekali karena aku nggak seperasa itu. Tentu saja aku sangat menyesal karena nggak sempat mengabadikan wajah kesal mereka di depan rumah siang itu. It can be a good memorise right. Jika aku adalah mereka ketika aku telat maka demi tuhan aku mungkin akan menghabiskan waktuku dengan sangat menyedihkan karena terus meributkan alasan telat mereka yang benar-benar menguji kesabaran dengan presentase 99,9% *kenapa jadi mirip iklan anti bakteri saja*. Mungkin aku bisa menjadi sangat pengertian padamu tetapi belum tentu dunia barumu nanti akan memberikan pengertian yang sama seperti yang aku berikan. Jadi, pikirkan lagi karena kamu tidak mendiami dunia ini sendiri melainkan bersama-sama dengan jutaan orang lainnya.

Solusi yang bisa aku terapkan untuk diriku sendiri jika mengalami kondisi semacam itu hanya ada satu, -Bukan ‘mereka’ tetapi ‘aku’- .Ya, jika sesuatu yang kuharapkan berubah belum dapat berubah sesuai harapanku maka akulah yang harus berubah. Walaupun itu berarti akan berseberangan dengan birokrasi yang ada. Karena nyatanya kita akan terus dikendalikan oleh birokrasi yang entah benar ataupun salah akan selalu menempeli kita. Dan bagi aku menanti berubahnya sistem secara keseluruhan hanyalah harapan bodoh yang hampir mustahil untuk terjadi dalam rentang waktu yang kita inginkan. Jadi solusinya, bukan mereka lagi tetapi aku. Ya, aku yang harus berubah. Kuharap ini bisa meginspirasi kalian juga untuk berubah.

Ingat!! “Bukan MEREKA lagi tetapi AKU. Iya AKU, dan mungkin juga KAMU”

So, Good Bye and see you

_Yyong_

Galeri

Jadi… Dia…

Hola… Hola…*lambaikanTanganKePenggemar* Ya ampun, ya ampun, ya ampun udah berapa sih lama aku nggak nulis (Baca ala Raditya Dika). Aduh untuk para penggemar maaf banget deh karena updatenya jadi lama banget. (Apa sih lebay!). Okey! Stop! Pokoknya aku mau cerita sesuatu nieh. Jadi beberapa bulan yang lalu aku terus bertemu dengan seseorang tanpa sengaja. Widih! Berasa sinetron banget nieh. Jadi memang tanpa sengaja kukira, dan itu terus berulang lagi, lagi, lagi, dan lagi. Mitosnya orang Indonesia sih kalau ketemu tanpa sengaja… berulang… berarti… ‘Jodoh’. Itukah yang ada dipikiran kalian sekarang. Jika iya, please it just happened on the romance story okey! Dan dengan sangat tidak menyesal kukatakan bahwa kalian udah nggak tertolong lagi. Mau tahu kenapa? Ya iyalah orang se-kampus juga. Udah se-kampus, se-fakultas lagi. Udah se-fakulatas, se-jurusan pula. Tuh… mustahil banget kan kalau sampai kita nggak ketemu, kecuali dia alien yang bisa menghilang seenak kepalanya, itu lain cerita.

Nah, suatu hari entah karena apa, jadwal kuliah mungkin, tugas atau apapun i don’t remember, aku berangkat pagi-pagi banget dan tebak… I meet with him again. And yeah he always busy with his laptop like every I meet with him in the past. Maybe his laptop is his girlfriend. I don’t know. Dan jika kalian masih berminat untuk penasaran maka kukatakan bahwa kami tak menciptakan percakapan apapun layaknya manusia pada umumnya. Mungkin jika Dora melihat kita maka dia pasti akan berpikiran bahwa kami terlihat seperti dua alien dari dua planet berbeda, kemudian tanpa sengaja ketemu di kampus karena sebuah misi tersembunyi with high privasion seperti yang biasa terjadi dalam fiksi-fiksi menggelikan karya manusia di abad ini. Tapi Dora, kukira kamu sudah terindikasi overdosis film. Oleh karena itu, jika boleh aku membantah maka kuberitahu bahwa mungkin saja mereka tidak berbicara satu sama lain bukan karena misi tersembunyi mereka, tetapi karena alien nggak belajar foreigen language dari negara tetangga mereka. So, they can not understand. Atau kemungkinan lainnya adalah memang mereka nggak punya standart of International language seperti bahasa inggris. So, I think, ini bisa jadi masukan sangat bagus untuk para perencana kebijakan negara alien bahwa kalian perlu mengadakan konferensi internasional untuk menyepakati bahasa antar saudara kalian. Dan… demi Tuhan, aku ngomongin apaan sih.

Ya… ya… ya. Pokoknya begitulah. Kemudian karena kita hanya berdua aja waktu itu, akhirnya dia ngajakin aku ngomong juga. Tahu nggak apa yang dia omongin

Eh kamu masih lama nggak disini?”

Wah pasti mau ngajakin ngobrol atau diskusi nieh. Pasti banget. Ya udah deh aku jawab aja “Masih, kenapa memang?”

Aku nitip laptop dulu ya, ada urusan urgent banget nieh.”

GUBRAKKKKKKK! *pasangMukaCengong*

Dan dengan hati dongkol dan senyum setengah mati, eh salah setengah hati maksudnya akhirnya aku jawab aja “Okey!”.

Waktu terus berjalan tetapi aku nggak pernah lihat dia lagi dan I don’t care juga gitu. Sampai suatu ketika atau berbulan-bulan setelah pertemuan terakhir itu, tanpa sengaja aku dan seorang temanku yang lagi ngobrol asik tiba-tiba nyasar jadi ngomongin soal situasi kampus. Dan demi Dora yang akhirnya tahu kalau itu jembatan, itu adalah salah satu hal yang langka se-langka keberadaan komodo di pulau komodo. Kemudian dia bercerita soal penulis dari kampus tempat aku menuntut ilmu. Dimana dia baru aja lulus beberapa waktu lalu dan dia juga udah masuk di situs pencarian google lantaran wawancaranya dengan beberapa media. Selain itu, aku juga sempat nemuin bukunya dia di salah satu toko buku paling top di Indonesia. Tahulah. Nggak usah disebut juga entar dia makin terkenal lagi. Jadi, intinya dia udah cukup tenar, dan waktu aku baca beberapa hal yang termuat di bukunya dia. Wow! Dia cukup berani juga ya untuk menulis se-vulgar itu. But yeah… harus diakui tulisannya emang bagus dan tentu saja penerbit pasti ngelirik juga. Nah, begitu kita berbicara lebih lanjut akhirnya disitulah aku tahu bahwa dari ciri-ciri yang disebutkan teman aku sepertinya udah nggak asing lagi gitu dan… Bingo! pasti udah pada tahu kan lanjutan ceritanya gimana. Tepat, dia adalah makhluk yang sempet nitipin laptopnya ke aku beberapa bulan yang lalu. Dan demi tuhan aku sama sekali nggak tahu kalau dia seorang penulis yang cukup bagus juga. Jujur aku menyesal banget karena nggak sempat berbicara banyak dengan dia dan yang pasti aku nggak sempat mengamati bagaimana dia berpetualang untuk mendapatkan secuil ide untuk kemudian dia imajinasikan menjadi sebuah karya sastra. Dan ini kedua kalinya aku mengalami kejadian serupa, bedanya untuk penulis yang satunya dia udah senior banget dan hampir setiap karyanya selalu masuk jajaran best seller nasional.

Aku bingung juga apa moral value dari tulisan aku ini, tetapi mungkin sedikit kesimpulan bahwa kamu harus lebih cermat dan lebih peduli lagi dengan lingkungan sekitarmu karena mungkin saja disana ada seseorang yang akan sangat bermanfaat untukmu nantinya. Ada suatu teori, teori ini banyak dimanfaatkan oleh mahasiswa Indonesia yang kuliah di luar negeri yakni teori OP atau Other People. Jadi, cermatlah karena siapa tahu dia adalah ladang belajarmu. So, Fighting and See you… *lambaiCantikk* (pembaca tutup mata, tutup telinga, bubar).

Ps: Jikalau diantara kalian ada yang ingin tahu siapa dia dan penasaran bukunya apa bisa mention di Twitter aku @HanyongraRa karena aku nggak bisa mendiskripsikan secara gamblang karena takutnya semuanya langsung pada tahu siapa orangnya. Jadi, silahkan mention bagi yang penasaran.

_Yyong_