Merah Putih Untuk Indonesia

Indonesia tanah airku tanah tumpah darahku

Disanalah aku berdiri jadi pandu ibuku

Indonesia kebangsaanku bangsa dan tanah airku

Marilah kita berseru Indonesia bersatu

Hiduplah tanahku hiduplah negeriku bangsaku rakyatku semuanya

Bangunlah jiwanya bangunlah badannya untuk Indonesia Raya

Indonesia Raya merdeka-merdeka tanahku negeriku yang kucinta

Indonesia merdeka-merdeka hiduplah Indonesia Raya

( Indonesia Raya-W.R. Supratman )

Hallo today is a good day because in this day Indonesia will be held of the 70th anniversary. So, in first time i want you to sing the national song of Indonesia. And Let’s sing…

Okey! In off. Wow! I am very happy today. Thank You *clapHands*

Tahu nggak sih kenapa aku memintamu untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya dulu. Itu karena aku yakin setelah kalian lepas dari SMA kalian akan semakin jarang atau tidak sama sekali menyanyikan lagu ini. Aku punya pengalaman cukup menarik dimana setelah memasuki bangku kuliah selama 10 bulan aku tak pernah sekalipun menyanyikan lagu Indonesia Raya. Nah suatu ketika dipagi hari yang cerah ada sebuah pemberitahuan mendadak dimana akan diadakan seminar di Fakultas Hukum dengan tema “ Kedaulatan Indonesia ditengah Lautan Hutang Valuta Asing” dan beruntungnya lagi bagi 100 pendaftar pertama akan mendapatkan gratis buku. Wow nggak boleh dilewatin pokoknya, ya udah deh langsung jalan aja. Begitu aku sampai sana aku dapat buku juga padahal aku pendaftar ke 285. Pembukaan acara ini sendiri diawali dengan dinyanyikannya lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne Negarawan. Di situlah entah karena terharu atau apa tiba-tiba aku nangis di tengah ratusan orang yang menghadiri seminar. Ada suatu hentakan keras di hati aku bahwa sejauh apapun aku berlari, negeri ini adalah tempat dimana kamu harus berpijak kembali. Okey! Introductionnya mungkin udah terlalu panjang nieh, jadi mari masuk ke inti tulisannya saja ya.

Bulan ini adalah salah satu bulan yang membuatku mengenang banyak hal, dimana saat itu di bulan ini, bangsa ini, dengan berani menyatakan kemerdekaannya dan melepaskan diri dari himpitan penjajah. Yah, tepat 70 tahun lalu sang proklamator bangsa menyerukan bahwa bangsa ini bebas, bebas untuk melakukan apapun dan menjadi raja di negerinya sendiri. Padahal saat itu sang proklamator tahu bahwa angka buta huruf mencapai 99%, belum lagi kemiskinan yang merata di seluruh penjuru negeri yang seakan merontokkan keyakinan untuk merdeka. Artinya apa negara ini dibangun di atas SDM yang sangat rendah, padahal yang namanya membangun negara tentu diperlukan SDM yang memadai, apalagi untuk negara yang baru saja merdeka, tetapi dengan konsekuensi sebesar ini, bangsa ini berani bergerak dan menyatakan dirinya merdeka.

Akhir-akhir ini aku berpikir, seandainya aku dilahirkan saat itu, saat dimana negara ini masih tergopoh-gopoh merebut kemerdekaan akankah aku berani bergerak juga, menyumbangkan pikiran dan nyawaku untuk kebebasan negeri ini. Aku hampir tak bisa membayangkannya. Hidup ditengah-tengah kekacauan bukanlah hal yang baik tentunya dan melihat aku hari ini tak ada hal lain yang ingin kukatakan selain terima kasih yang sebesar-besarnya karena kalian telah berjuang untuk kebebasan negeri ini sehingga hari ini kami dapat duduk manis sambil menikmati secangkir kopi di beranda rumah yang damai. Sekali lagi terima kasih pahlawanku. Kami merindukanmu selalu…

Di ulang tahun yang ke-70 ini sesungguhnya kondisi negeri ini masih sangat memprihatinkan. Gonjang ganjing pemerintahan, perekonomian yang terus memburuk, penjajahan sumber daya alam oleh bangsa asing hingga kepedulian warga negara yang hanya bernilai -2. Itulah wajah Indonesia hari ini dimana negara kita ini hampir lemah di segala sektor mulai dari pemerintahan, pendidikan, perekonomian, bahkan pertahanan dan keamanan negara, dan tentu ini menjadi PR besar untuk bangsa ini kedepannya.

Berbicara tentang indonesia hampir tidak bisa terlepas dari sesuatu yang bernilai negatif, negatif, dan negatif, sebut saja reshuffle kabinet yang justru malah memperkeruh nilai tukar dan harga saham. Bahkan di hari pelantikan menteri baru, IHSG mencatatkan angka terburuk di Asia. Para pakar ekonomi di indonesia menyatakan bahwa jangan ber-ekspektasi tinggi-tinggi. Tetapi walaupun begitu kami masyarakat Indonesia tentu berharap yang terbaik dan pastinya perubahan ekonomi ke arah yang diharapkan.

Selanjutnya ada yang sedikit lucu nieh, tadi tanpa sengaja aku baca postingan tentang gerakan baca buku gitu. Nah apa lucunya, bukan pesimis ya hanya masalahnya jika anda membaca buku di Indonesia terutama di tempat umum kamu pasti bakal dilihatin orang seantero jagat bagaikan spongebob yang tiba-tiba nari pendet di bundaran HI a.k.a langka banget. Belum lagi bisik-bisik setan yang nggak bakal selesai selama 2 jam ke depan. Hell banget kan dan dengan kondisi seperti ini kita berharap Indonesia membaca. Diantara logis dan nggak logis. Tetapi walaupun begitu selama masih ada peradaban, perubahan adalah hal yang mungkin. Yah semoga saja. Aku berharap antara banyak dan nggak banyak untuk ini.

Kemudian, ah… takkan cukup jika harus menuliskannya satu persatu, intinya di ulang tahun yang ke-70 ini masih banyak yang harus dibenahi dari Indonesia terutama sektor koordinasi antar lapisan masyarakat. Seperti kita tahu, akhir-akhir ini banyak terjadi tawuran dan konflik bersaudara di negeri garuda ini dan tentunya hal tersebut merupakan ancaman yang serius untuk negara. Anies Baswedan menggambarkan negara itu seperti sebuah kain tenun yang mana jika sekali sobek maka tidak ada cara lagi untuk memperbaikinya dan kalaupun ada tentunya takkan pernah sama lagi, berbeda jika itu adalah kain biasa, mungkin kita bisa menjahitnya lagi kemudian dia masih akan terlihat sama seperti sebelumnya. Sehingga komunikasi yang baik menjadi kunci yang penting untuk menciptakan perdamaian di tengah-tengah perbedaan ini. Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Merah Putih untuk INDONESIA!

And Happy Independent Day. We always love this country till the end…

Tanah Air

Tanah airku tidak kulupakan

Kan terkenang selama hidupku

Biarpun saya pergi jauh

Tidakkan hilang dari kalbu

Tanah ku yang kucintai

Engkau kuhargai

Walaupun banyak negeri kujalani

Yang mahsyur permai di kata orang

Tetapi kampung dan rumahku

Disanalah ku rasa senang

Tanah ku tak kulupakan

Engkau kubanggakan

Quotes:

“Happy 70th Independence Day #Indonesia! Right or wrong is my country. But how i can not love Indonesia where the beach, the underwater and the food are the best in the world? #RI70  _Trinity The Naked Traveler_

See you on the next post.

Bye-bye

_Yyong_

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s