BEM atau DEMA jadinya ‘DILEMA’

Hola, Como Esta?? Bien

Ahh… I hope this for you guys. And now i want invite you to talk about College life’s.

College, it is a great place right? Yah kebanyakan orang mengatakan demikian bukan? Lalu, apa sih yang membuat College begitu menarik? Tentu saja terletak pada keseharian kehidupan di kampus. Jika dulu saat SMA kita masih kekanankan, bikin geng, dan suka main-main aja, sekarang lingkungannya jadi berbeda karena, segala hal penuh dengan pertanggung jawaban dan kenyataan. Berbicara tentang kampus tentu tak bisa terlepas dari yang namanya UKM “ Unit Kegiatan Mahasiswa”. Ada banyak sekali UKM yang bisa kita ikuti, tentunya dengan pertimbangan apakah kita mampu atau tidak untuk membagi waktu antara kuliah dengan UKM. Nah salah satu UKM yang populer di kebanyakan Universitas adalah BEM “ Badan Eksekutif Mahasiswa”. UKM yang satu ini memang paling banyak diikuti dibanding dengan UKM yang lain bahkan DEMA “Dewan Mahasiswa” sekalipun. Tapi, walaupun begitu entah mengapa aku pribadi lebih memilih DEMA dari pada BEM. Ada yang penasaran nggak ya kira-kira kenapa(?)#hening. Ya udah anggap aja ada deh. *Menghibur Diri*. So, let’s start from now.

BEM. Bohong banget kalau misal aku bilang aku tak tertarik sedikitpun. Yah, siapapun kalian kupikir kalau lihat orasinya anak BEM pasti pengen join juga kan. Jujur saja dari semua UKM hanya BEM yang jelas-jelas bikin aku terpesona sejak pandangan pertama. *halah* #apasih. Forget it! Nah, pertanyaannya sekarang adalah, kenapa aku nggak join ke BEM pada akhirnya? Jawabannya simple banget, karena ketika aku memilih BEM pada akhirnya aku hanya akan menjadi ‘Eksekutif’ bukan? Yah si pelaksana undang-undang. Padahal sebagai masyarakat dari suatu bangsa, aku sendiri pun telah berperan sebagai eksekutif. Mengikuti aturan yang di buat our goverment in Indonesia. Jadi apa yang akan aku dapatkan jika aku hanya masuk BEM. Mengkritik, meghujat, dan memaki-maki peraturan-peraturan pemerintah. Ya, kurang lebih demikian. Nah, ini point yang paling bikin aku pribadi takut. Takut jika aku terus menjadi eksekutif maka aku akan terus mengkritik. Padahal kita nggak tahu kan bagaimana pusingnya para legislator saat menyusun sebuah aturan perundangan. Kita boleh-boleh saja marah-marah sama DPR kita yang kelakuannya ‘Onde Mande’ itu. Tapi, setidaknya kita harus tahu bahwa menyusun suatu tata perundangan bukan masalah yang gampang dan bisa jadi dan diterima dalam sekejap mata. Sebagai legislator, sebelum membuat undang-undang mereka pasti juga melihat kondisi masyaraknya dan tidak asal main bikin peraturan. Mereka mempertimbangkan banyak hal, berdebat satu sama lain, berusaha menekan kepentingan pribadi bahkan cek-cok antar anggota, apa tujuannya. Menyusun undang-undang teman. Tentu teman-teman masih ingat bagaimana kacaunya gedung DPR kita beberapa waktu setelah pelantikan tepatnya pada sidang perdana mereka. Cek-cok lagi, banting meja, saling berteriak dan jangan dibayangkan semengerikan apa hari itu. Bahkan saking hebohnya berita itu menghiasi seluruh surat kabar baik online, offline, cetak dan bahkan seluruh televisi nasional.

Aku yakin kalian pasti berfikir “dasar nggak tahu malu, baru dilantik aja udah ‘onde mande’ apalagi nanti”.

Ya, aku juga pernah berpikiran sama. Tapi, tahukah kalian bahwa kejadian di DPR kemarin tidak seberapa dibanding parlemen Taiwan. Menurut Prof. Saldi Isra pakar Hukum Tata Negara Universitas Andalas, Sumatra Barat menyatakan bahwa ketika cek-cok sudah memasuki parlemen Taiwan, gigi palsu anggota parlemennya bisa copot loh saking kacaunya. Widih nggak kebayang kan gimana, jangan-janan mereka nggak rapat tapi silat *entahlah*. Sedangkan yang terjadi pada parlemen di Indonesia menurut Prof. Saldi masih wajar kenapa, karena tugas DPR adalah ‘ribut’ sehingga, perbedaan pendapat yang berkembang dalam masyarakat tidak pertandingkan antar kelompok masyarakat di lapangan. Itu salah satu tujuan diadakannya DPR. Nah, karena itulah pada akhirnya aku ingin join ke DEMA. Aku ingin melihat sesuatu bukan saja dari satu sudut pandang tetapi beberapa sudut pandang. Sehingga, aku sendiri bisa menjadi lebih bijak dalam menaggapi sesuatu dan tidak mengkritik sembarangan tanpa berpikir. So, Gimana teman-teman ada yang mau coba join di DEMA. Jangan Takut, lakukan saja. #Doing different to be a better future #Indonesia Need You #Pedulilah #Generasi Bangsa.

Quotes:

“ Jika kamu tidak mau membangun bangsamu sendiri, makan jangan berharap orang lain akan melakukannya” – Dr. BJ. Habibie-

“ Jangan tanyakan apa yang sudah negara berikan padamu. Tapi tanyakan apa yang sudah kamu berikan untuk negaramu” –John F Kennedy-

“ Tanah air itu bisa diwariskan. Tapi tidak untuk rasa Cinta Tanah Air”-Widya R-

-Shfly-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s