Mengakar Ke Bumi ,Menggapai Ke Langit

Mengakar ke bumi, menggapai ke langit, yah itu adalah tema Talkshow yang digagas oleh SKI FSSR Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Talkshow ini sendiri menghadirkan 3 tokoh sastrawan Indonesia yang sudah melalang buana dalam dunia sastra, sebut saja bapak Taufik Ismail. Beliau adalah seorang penyair yang telah melahirkan banyak karya-karya sastra spektakuler yang telah di terjemahkan ke dalam 5 bahasa berbeda salah satunya adalah perancis dan inggris. Selain menulis puisi beliau juga telah meciptakan 75 lagu bersama Himpunan Musik Bimbo (Hardjakusumah bersaudara), Chrisye, Ian Antono, dan Ucok Harahap yang dimulai sejak tahun 1974. Nah atas karya-karyanya beliau mendapatkan banyak anugerah penghargaan dan berikut diantaranya:

  1. Anugerah Seni dari Pemerintah RI (1970)
  2. Cultural Visit Award dari Pemerintah Australia (1977)
  3. South East Asia (SEA) Write Award dari Kerajaan Thailand (1994)
  4. Penulisan Karya Sastra dari Pusat Bahasa (1994)
  5. Sastrawan Nusantara dari Negeri Johor, Malaysia (1999)
  6. Doctor honoris causa dari Universitas Negeri Yogyakarta (2003)

Selain bapak Taufik Ismail, talkshow ini juga menghadirkan dua tokoh pembicara yang juga sama-sama aktif di dunia sastra yaitu Raedu Basha peraih anugerah satra UGM 2014 dan Andri Saptono seorang sastrawan pendiri Pakagula Sastra.

Mengakar ke bumi, menggapai ke langit, apa sih sebenarnya maksud dari tema ini sendiri, maksud dari tema mengakar ke bumi menggapai ke langit adalah menilik hubungan antara manusia dengan tuhannnya dari prespektif sastra. Namun sebelum lebih jauh, apa itu sastra?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008) arti kata sastra adalah “karya tulis yang jika dibandingkan dengan tulisan lain, memiliki berbagai ciri keunggulan, seperti keaslian, keartistikan, keindahan dalam isi dan ungkapannya”. Karya sastra berarti karangan yang mengandung nilai-nilai kebaikan yang ditulis dengan bahasa yang indah.

Lalu bagaimana sastra menerjemahkan hubungan antara manusia dengan tuhan? Menurut Raedu Basha ada 4 aspek yang menunjukkan hubungan antara manusia dengan tuhannnya.

  1. Praktik Textual

Aspek ini membahas tentang teks sastra yang berisi tentang ketuhanan misalnya puisi karya Abdul Hadi W.M yang berjudul “ Tuhan Kita begitu dekat “.

  1. Praktik Pembacaan

Aspek ini membahas tentang pemahaman seseorang tentang makna sebuah karya sastra, karena biasanya makna sebuah karya sastra tidak selalu tersurat sehingga hal tersebut menyebabkan pemahaman yang berbeda dari masing-masing pembaca. Misalnya saja puisi yang secara textual tidak mengandung prespektif tuhan. Akan tetapi apabila kita memilah dari sisi yang lain maka akan terlihat prespektif tuhan. Contohnya adalah puisi karya Sapardi yang berjudul “ Aku mencintaimu dengan sederhana”. Kata ‘mu’ dalam puisi ini bisa saja berarti tuhan. Jadi makna sebuah karya sastra itu bergantung pada prespektif masing-masing pembaca.

  1. Praktik Mediumisasi

Seseorang yang menggunakan sastra sebagai medium untuk mendekatkan diri dengan tuhan, semisal untuk media dakwah. Contohnya Khosidah Burdah karya Imam Al Buziri.

  1. Praktik Penulisan

Seseorang yang menjadikan sastra bukan hanya sebagai sebuah pekerjaan atau hobi misalnya, tetapi juga menjadikan sastra sebagai sarana untuk mendekatkan diri dengan tuhannya.

Selain hal-hal diatas bagi seorang sastrawan, sastra bukan hanya sekedar menghasilkan suatu karya semata tetapi bisa juga dijadikan media untuk mengetahui jati diri seseorang. Mengapa? Karena sastra bukanlah imajinasi sunyi seperti yang dikatakan Plato bahwa sastra hanyalah tiruan alam sekitar. Sastra bisa memberikan prespektif yang luas tentang suatu keadaan sehingga dengan sastra kita akan lebih tahu dan terbuka akan banyak hal. Selain memberikan prespektif yang luas, sastra juga bisa dijadikan sebagai alat untuk mengkritisi sesuatu atau bahkan membuat sebuah perubahan.

Sebuah karya sastra selalu diciptakan dengan membawa sebuah pesan. Lalu apa bedanya pesan yang disampaikan lewat sastra dengan pesan yang disampaikan secara lisan atau biasa? Tentu saja terletak pada bahasanya. Nasehat yang disampaikan secara lisan biasanya lebih mudah hilang dari pada nasehat yang disampaikan lewat sastra, mengapa demikian karena sastra memiliki keunikan bahasa yang diolah dari imajinasi penulis dan biasanya lebih mudah diterima dalam masyarakat karena memang bahasa sastra dapat mempengaruhi pikiran seseorang secara halus sehingga apa yang disebutkan seakan-akan benar di mata masyarakat.

Selain memiliki bahasa yang unik sastra juga mengandung kebebasan. Tetapi jangan salah sebebas-bebasnya sebuah karya sastra tentu saja mereka juga dibatasi oleh norma. Karena sekali lagi sebuah karya sastra dapat mempengaruhi pikiran seseorang sehingga di perlukan sebuah filter yang ketat dalam penciptaannya. Selain itu salah satu fungsi sastra adalah memberikan pencerahan lewat pesan yang dikandungnya selain IPTEK dan Agama.

Selain berbagi ilmu tentang dunia sastra, ketiga narasumber ini juga memberikan tips-tips bagi kalian yang suka menulis atau malah ingin menjadi penulis. Dan berikut tips-tipsnya:

  • Seringlah membaca buku karena dengan itu kamu akan tahu banyak hal dan semakin penasaran dengan berbagai hal
  • Latihlah kemampuan menulismu setiap hari semisal dengan menulis buku harian.

Karena dengan sering menulis kamu akan semakin peka terhadap diksi.

Selain tips menulis, spesial untuk bapak Taufik Ismail beliau juga memberikan tips bagi para guru tentang bagaimana cara menyampaikan sebuah karya sastra agar lebih mudah di pahami oleh para siswa yakni salah satu caranya adalah dengan menyajikan latar belakang lahirnya karya sastra tersebut. Tujuannya adalah agar siswa lebih tertarik untuk tahu.

Quotes dari masing-masing pembicara:

  • Andrian Saptono

“ Menulis itu bebas dan tidak bisa diganggu”

  • Raedu Basha

“ Menulis adalah kerja budaya untuk membela hak-hak yang tidak tertolong. Maka dari itu buatlah kegiatan menulis sebagai sesuatu yang primer”

  • Taufik Ismail

“ Perintah tuhan yang pertama adalah bacalah dan yang kedua adalah tulislah. Jadi, Membaca dan menulis adalah perintah Tuhan”

  • Quotes Penulis

“ Membacalah maka kamu akan penasaran dan dengan rasa penasaran itu maka kamu akan tahu” (Shfly)

 IMG_20150426_081036

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s