The Old City Of Jakarta

di_sudut_kota_tua_copy1

Berbicara tentang kota tua memang tidak bisa terlepas dari unsur sejarah dari kota itu sendiri. Sudah menjadi rahasia umum bahwa eropa merupakan pusat peradaban kota tua di dunia dengan keindahan yang tak perlu dipertanyakan lagi kebenarannya. Sebut saja Bern di swiss yang telah terdaftar sebagai UNESCO World heritage Site, Austria, Paris, Belgia ,Irlandia, Yunani, bratislava dan masih banyak lagi kota-kota tua yang menyimpan sejuta keindahan yang begitu menakjubkan. Tentu kebanyakan dari kita sudah tahu bahwa kota-kota tua di sebagian besar negara Eropa dirawat sedemikian rupa sehingga menjadi tujuan pariwisata popular yang mendatangkan jutaan turis setiap tahunnya. Tapi jangan salah, Indonesia pun punya kota tua yang tak kalah indahnya dengan di Eropa. Tapi sayangnya keindahan kota tua di indonesia seakan tertutupi begitu saja. Sebut saja Jakarta yang bisa disebut sebagai pusat kota tua di indonesia, keadaanya justru sangat memprihatinkan. Banyak bangunan tua peninggalan Belanda yang sebenarnya memiliki nilai seni arsitktur yang tinggi tapi karena tak ada perhatian khusus dari pemerintah maupun dinas pariwisata, bangunan tersebut banyak ditumbuhi semak dan lumut sehingga menghilangkan keindahannya. Tidak hanya itu saja sungai Ciliwung yang seharusnya bisa menambah keindahan kota tua Jakarta justru malah menambah deretan nilai minus betapa tak pedulinya pemerintah maupun masyarakat dalam melestarikan peninggalan sejarah yang menjadi saksi bisu perjalanan Indonesia untuk mencapai kemerdekaannya. Selain itu banyak bangunan tua yang dihancurkan dan dijadikan pusat pertokoan.

Beberapa tahun yang lalu karena penasaran, saya dan beberapa teman datang megunjungi kota tua. Pukul 8 pagi kami sudah tiba di kota tua. Mentari yang bersinar cerah ditambah dengan birunya langit dan sepinya jalan menjadi saksi betapa indahnya kota tua Jakarta. Tidak hanya kami, banyak warga lokal yang datang untuk sekedar foto-foto atau berjalan-jalan . Spot yang paling banyak dipilih oleh kebanyakan pengunjung berada di depan “Toko Merah”. Yah toko peninggalan Belanda ini memang memiliki nilai arsitektur yang menarik. Kondisi bangunannya pun masih sangat baik dibanding bangunan-bangunan lain yang ada di kota tua, mungkin karena itulah toko itu menjadi begitu popular. Nah gegara itu saya jadi membayangkan andai saja sungai di depan toko ini berwarna jernih dengan refleksi sinar matahari di siang hari dan lampu kota di malam hari. Kemudian jejeran kafe di tepian sungai berserta aroma khas roti dan kopi yang menyeruak, wah pasti berasa lebih menakjubkan. Tapi sayangnya itu hanya bayangan saja karena sebenarnya bau yang menyeruak bagaikan got yang tentunya akan membuat anda mengernyitkan hidung dan memilih berdiam diri di puncak. Nah yang lebih menggelikan lagi saya pernah melihat seorang bapak-bapak yang buang air di jembatan dekat kota tua, padahal ya teman-teman keadaanya begitu ramai karena seperti kita tahu kota tua di kelilingi oleh jalan yang dilalui ribuan orang setiap harinya tapi, dengan TIDAK TAHU MALUNYA aku ulang lagi TIDAK TAHU MALUNYA *capslock jebol* dia buang air disana. Okey! saya maklum mungkin saja dia sudah tidak waras teman-teman. Jadi marilah kita maklumi orang-orang yang sudah tidak waras ini dan untuk kita-kita manusia yang masih waras dan tentunya masih punya otak di tempat yang seharusnya ini untuk bisa lebih peduli terhadap sejarah dan tentunya lingkungan kita. Karena apa jika Indonesia bersih dan teratur kita sendiri yang akan menikmatinya.(Shfly)

Mari peduli!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s